Apakah Sepupu Mahram? | rumahfiqih.com

Apakah Sepupu Mahram?

Tue 8 August 2006 08:53 | Pernikahan > Mahram | 25.030 views

Pertanyaan :

Assalamualaikum wr. wb.

Ustadz yang dimuliakan Allah, saya seorang akhwat, ingin bertanya, apakah sepupu dari bapak (keponakan bapak) termasuk muhrim saya? Bisakah sepupu tersebut menjadi wali nikah saya? Sebenarnya, siapa saja laki-laki yang termasuk muhrim wanita? Mohon disertakan dalilnya.

Jazakumullah khair atas jawabannya.

Wassalamualaikum wr. wb.

Jawaban :

Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Yang benar penyebutannya bukan muhrim tetapi mahram. Sedangkan makna muhrim adalah orang yang sedang melakukan ibadah umrah. Mahram adalah hubungan yang mengharamkan terjadinya pernikahan antara laki-laki dan wanita.

Saudara sepupu bukan termasuk mahram, sehingga sangat mungkin untuk terjadinya pernikahan yang sah antara laki-laki dan wanita yang hubungannya saudara sepupu. Kalau kita perhatian daftar mahram di bawah ini, hubungan saudara sepupu tidak termasuk yang mahram.

Siapa Saja Mahram

Ada dua jenis kemahraman. Pertama, kemahraman yang bersifat abadi dan t idak pernah berubah. Kedua, kemahraman yang bersifat sementara, bisa berubah menjadi tidak mahram.

Jenis yang pertama, yaitu yang kemahraman yang bersifat abadi bisa terjadi karena tiga hal. Yaitu hubungan nasab, hubungan karena pernikahan dan persusuan.

Di antara hubungan mahram yang abadi karena nasab adalah hubungan seorang laki-laki dengan:

  • Ibunya atau neneknya dan terus ke atas
  • Anak perempuannya dan terus ke cucu perempuannya ke bawah
  • Saudari perempuannya
  • Bibinya dari pihak ayah
  • Bibinya dari pihak ibu
  • Anak wanita dari saudara laki-lakinya
  • Anak wanita dari saudara perempuannya

Sedangkan mahram yang abadi karena adanya pernikahan adalah hubungan antara seorang laki-laki dengan:

  • Ibu dari isterinya (mertua wanita)
  • Anak wanita dari isterinya (anak tiri)
  • Isteri dari anak laki-lakinya (menantu peremuan)
  • Isteri dari ayahnya (ibu tiri)

Dan mahram yang abadi karena adanya hubungan persususuan adalah hubungan antara seorang laki-laki dengan:

  • Ibu yang menyusuinya
  • Ibu dari wanita yang menyusui (nenek)
  • Ibu dari suami yang isterinya menyusuinya (nenek juga)
  • Anak wanita dari ibu yang menyusui (saudara wanita sesusuan)
  • Saudara wanita dari suami wanita yang menyusui
  • Saudara wanita dari ibu yang menyusui.

Di luar di luar dari hubungan mahram yang bersifat abadi, masih ada jenis mahram yang kedua, yaitu kemahraman yang tidak abadi. Jadi keharaman untuk terjadinya pernikahan hanya untuk sementara waktu saja, tapi karena keadaan tertentu, keharamannya menjadi hilang berganti menjadi boleh untuk terjadinya pernikahan.

Di antaranya adalah hubungan seorang laki-laki dengan:

  • Saudari perempuan isterinya, atau yang dikenal dengan adik/kakak ipar. Bila isteri wafat atau dicerai, maka mantan ipar bisa jadi isteri.
  • Isteri orang lain, hukumnya haram dinikahi. Tetapi bila suaminya wafat atau wanita itu dicerai suaminya dan telah habis iddahnya, maka wanita itu boleh dinikahi
  • Mantan isteri yang ketika cerai dengan metode talak tiga. Hukumnya haram dinikahi, tetapi bila mantan isteri itu pernah menikah dengan laki-laki lain dan telah terjadi dukhul, lalu dicerai suaminya dan telah habis masa iddahnya, hukumnya kembali lagi boleh dinikahi
  • Dan masih banyak lagi contoh lainnya.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc


Baca Lainnya :

Peraturan untuk Tidak Memakai Jilbab
8 August 2006, 08:31 | Wanita > Pakaian | 6.054 views
Infotainment Ghibah dan Menyebarkan Informasi Tidak Berguna
7 August 2006, 06:58 | Umum > Ghibah | 5.940 views
Ciri-Ciri Pohon Gharqad
7 August 2006, 05:53 | Aqidah > Agama lain | 7.793 views
Rumah Peninggalan Kakek, Bagaimana Perhitungan Warisnya yang Benar?
4 August 2006, 08:26 | Mawaris > Bagi waris berbagai keadaan | 6.148 views
Bedanya Qurban dengan Aqiqah
4 August 2006, 03:58 | Qurban Aqiqah > Qurban | 10.108 views
Imam Kurang Fasih, Qunut Shubuh dan Quran Terjemah
3 August 2006, 03:50 | Shalat > Qunut | 9.217 views
Menghadapi Pembeli yang Sumber Dananya Haram
3 August 2006, 02:55 | Kontemporer > Perspektif Islam | 6.081 views
Pembagian Warisan bila Isteri Meninggal Terlebih Dahulu
2 August 2006, 04:47 | Mawaris > Bagi waris berbagai keadaan | 10.747 views
Tidak Adakah Cara untuk Menghentikan Agresi Israel?
2 August 2006, 04:35 | Negara > Arus politik | 5.677 views
Kalau Palestina Menang, Apakah Kiamat Sudah sangat Dekat?
2 August 2006, 00:42 | Umum > Konflik | 8.181 views
Shalat Jama untuk Perjalanan Rutin
1 August 2006, 08:47 | Shalat > Shalat Jama | 6.356 views
Siapa Hizbullah Sebenarnya?
1 August 2006, 05:34 | Umum > pemikiran dan aliran-aliran | 6.921 views
Perang Libanon v.s. Israel, Arab Saudi Kok Diam?
31 July 2006, 04:25 | Umum > Konflik | 6.315 views
Tidak Puasa Karena Hamil dan Nifas, Fidyah atau Qadha'?
31 July 2006, 04:19 | Puasa > Qadha Fidyah Kafarat | 12.194 views
Wasiat Tidak Dilaksanakan
31 July 2006, 03:16 | Mawaris > Masalah terkait waris | 7.624 views
Pentingnya Jamaah, Sejauh Mana?
28 July 2006, 03:43 | Umum > Sosial | 6.038 views
Bagaimana Cara Membayar Hutang Puasa Ramadhan?
28 July 2006, 03:43 | Puasa > Qadha Fidyah Kafarat | 7.914 views
Adakah Hak Waris bagi Anak Adopsi?
27 July 2006, 04:36 | Mawaris > Ahli waris | 7.296 views
Kotoran dan Air Kencing Binatang yang Dihalalkan, Najiskah?
27 July 2006, 04:02 | Thaharah > Najis | 8.153 views
Keluarnya Mazi dan Wadi, Apakah Hadats Besar dan Harus Mandi Janabah?
27 July 2006, 01:24 | Thaharah > Hadats | 7.962 views

TOTAL : 2.296 tanya-jawab | 45,107,126 views

KATEGORI

Jadwal Shalat DKI Jakarta

31-7-2021
Subuh 04:45 | Zhuhur 12:01 | Ashar 15:23 | Maghrib 17:58 | Isya 19:08 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Pustaka | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih