Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Islamkah Syiah? | rumahfiqih.com

Islamkah Syiah?

Wed 9 August 2006 03:15 | Aqidah > Aliran-aliran | 23.519 views

Pertanyaan :

Assalamu'alaikum wr wb

Ustadzyangdimuliakan ALLAH SWT, saya tidak banyak tahu tentang kaum Syiah. Apakah mereka kafir karena beribadah tidah mengikut sunah Rasul SAW, tapi walaupun demikian mereka beriman pada ALLAH SWT. Apakah pandangan Islam terhadap kaum Syiah?

Mohon penjelasannya secara luas, semoga Ustadz berkenan menjawab pertanyaan saya ini.

Wassalam

Ana

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Sebagian dari kelompok Syiah ada yang mengingkari mushaf Al-Quran yang dimiliki umat Islam sedunia. Mereka konon punya jenis mushaf sendiri yang berbeda isinya. Seandainya ada sekelompok orang dari kalangan Syiah atau selain Syiah yang punya i'tikad seperti, maka jelaslah kekafiran mereka.

Sebagian dari kelompok Syiah ekstrem ada yang tidak mengakui kenabian Muhammad SAW. Mereka berkeyakinan bahwa malaikat Jibril salah menurunkan wahyu, seharusnya bukan kepada nabi Muhammad SAW, tetapi seharusnya kepada Ali bin Abi Thalib. Mereka bukan saja mengingkari Abu Bakar, Umar dan Utsman, bahkan sampai mengingkari kenabian Muhammad SAW. Kalau ada sekelompok orang dari kalangan Syiah atau selain Syiah yang sudah sampai kepada keyakinan seperti ini, jelaslah kekafiran mereka.

Dua contoh kasus di atas hanyalah contoh kecil dari bentuk-bentuk penyimpangan aqidah yang sudah tidak bisa ditolelir lagi. Sehingga siapa pun yang berpaham demikian, dianggap telah ingkar kepada esensi paling fudamental dari ajaran Islam. Dan wajar bila termasuk ke dalam kalangan kafir.

Tapi yang jadi pertanyaan di sini adalah: Apakah semua kalangan Syiah berpendapat demikian? Apakah setiap masyarakat yang punya latar belakang paham Syiah, lantas semuanya ingkar kepada Al-Quran dan kenabian Muhammad SAW?

Jawabannya tentu tidak. Lebih banyak di antara mereka yang beriman kepada Al-Quran yang dimiliki oleh umat Islam pada umumnya. Lebih banyak di antara mereka yang tetap mengakui kenabian Muhammad SAW.

Tentunya sebagaimana kalangan kebanyakan masyarakat Sunni, tidak sedikit juga muncul paham-paham ekstrim yang sesungguhnya sudah keluar dari batas-batas paham aqidah Sunni sendiri. Misalnya, paham takfir yang berkeyakinan bahwa semua orang yang tidak ikut berbaiat kepada imam dari kalangan mereka adalah kafir. Paham takfir ini banyak melanda kelompok-kelompok sesat, di mana latar belakang aqidahnya sebenarnya terbilang Sunni.

Oleh karena itu kita tidak bisa main pukul rata dalam menjatuhkan vonis kafir kepada suatu kelompok. Kecuali setelah kita bedah secara mendalam dan dengan kepala dingin. Rupanya, di dalam tubuh Syiah sendiri ada begitu banyak paham dan variasi keyakinan, mulai dari kutub yang paling ekstrim hingga kutub yang paling moderat. Tentu sangat tidak adil untuk menuduh semuanya kafir.

Sebagaimana tidak adil bila kita mengatakan semua Sunni itu kafir, hanya lantaran adanya kelompok-kelompok sempalan yang mengerucutkan aqidahnya hingga keluar batas yang benar.

Benarkah Syi'ah Itsna Asy'ariyah Lebih Berbahaya dari Yahudi?

Beredar di kalangan sebagian umat Islam fatwa yang membingungkan. Yaitu haram hukumnya umat Islam membantu perjuangan Hizbullah karena dianggap bukan Islam, bahkan dianggap lebih berbahaya dari Yahudi itu sendiri.

Syeikh Faishal Maulawi, wakil ketua Majelis Kajian dan Fatwa Eropa telah mengeluarkan fatwa yang intisarinya sebagai berikut:

Jumhur ulama di masa lalu dan di masa kini telah menyepakati bahwa Syiah Itsna Asy-'ariyah termasuk orang-orang Islam dan termasuk ahlul qiblah. Sebab mereka mengikrarkan tidak ada tuhan selain Allah dan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan dan berhaji.

Memang ada sebagian kecil dari ulama yang memandang kelompok ini kafir, lantaran ada sebagian lafadz dari kitab-kitab mereka yang bisa ditafsirkan keluar dari aqidah yang benar. Tetapi tuduhan ini dijawab oleh para ulama lain bahw kita tidak bisa menuduh kafir hanya dengan menafsirkan tulisan mereka. Sebab perkara menjatuhkan vonis kafir tidak bisa hanya berdasarkan penafsiran semata.

Sehingga bila kita lihat ke belakang, sepanjang sejarah Islam tidak pernah ada larangan bagi penganut paham Syiah Itsna Asy'ariyah untuk menunaikan ibadah haji ke baitullah. Seandainya mereka divonis kafir, seharusnya mereka tidak boleh masuk ke tanah haram, lantaran danggap bukan muslim. Sejarah telah membuktikan kepada kita bahwa umat Islam sepanjang masa tidak pernah menganggap mereka kafir.

Syeikh juga membantah anggapan sementara orang bahwa Syiah Itsna Asy'ariyah termasuk paham yanglebih berbahaya dari Yahudi. Menurut beliau tuduhan seperti ini mengada-ada dan keterlaluan. Seorang muslim tidak layak untuk mengatakan hal yang demikian. Sebab tingkat keberbahayaan Yahudi sudah sangat jelas, baik aqidah, manhaj, idealisme, sistem hidup dan semua. Sesuatu yang tidak demikian pada kelompok Syiah ini.

Demikian petikan fatwa beliau yang berisi bantahan atas tuduhan yang kurang tepat atas kelompok Syiah.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.


Baca Lainnya :

Kenapa Pohon Gharqad Melindungi Yahudi?
9 August 2006, 02:52 | Umum > Ritual | 9.747 views
Apakah Sepupu Mahram?
8 August 2006, 08:53 | Pernikahan > Mahram | 17.655 views
Peraturan untuk Tidak Memakai Jilbab
8 August 2006, 08:31 | Wanita > Pakaian | 5.765 views
Infotainment Ghibah dan Menyebarkan Informasi Tidak Berguna
7 August 2006, 06:58 | Umum > Ghibah | 5.733 views
Ciri-Ciri Pohon Gharqad
7 August 2006, 05:53 | Aqidah > Agama lain | 7.493 views
Rumah Peninggalan Kakek, Bagaimana Perhitungan Warisnya yang Benar?
4 August 2006, 08:26 | Mawaris > Bagi waris berbagai keadaan | 5.846 views
Bedanya Qurban dengan Aqiqah
4 August 2006, 03:58 | Qurban Aqiqah > Qurban | 9.826 views
Imam Kurang Fasih, Qunut Shubuh dan Quran Terjemah
3 August 2006, 03:50 | Shalat > Qunut | 8.746 views
Menghadapi Pembeli yang Sumber Dananya Haram
3 August 2006, 02:55 | Kontemporer > Perspektif Islam | 5.825 views
Pembagian Warisan bila Isteri Meninggal Terlebih Dahulu
2 August 2006, 04:47 | Mawaris > Bagi waris berbagai keadaan | 10.408 views
Tidak Adakah Cara untuk Menghentikan Agresi Israel?
2 August 2006, 04:35 | Negara > Arus politik | 5.480 views
Kalau Palestina Menang, Apakah Kiamat Sudah sangat Dekat?
2 August 2006, 00:42 | Umum > Konflik | 7.861 views
Shalat Jama untuk Perjalanan Rutin
1 August 2006, 08:47 | Shalat > Shalat Jama | 6.091 views
Siapa Hizbullah Sebenarnya?
1 August 2006, 05:34 | Umum > pemikiran dan aliran-aliran | 6.672 views
Perang Libanon v.s. Israel, Arab Saudi Kok Diam?
31 July 2006, 04:25 | Umum > Konflik | 6.085 views
Tidak Puasa Karena Hamil dan Nifas, Fidyah atau Qadha'?
31 July 2006, 04:19 | Puasa > Qadha Fidyah Kafarat | 11.652 views
Wasiat Tidak Dilaksanakan
31 July 2006, 03:16 | Mawaris > Masalah terkait waris | 7.378 views
Pentingnya Jamaah, Sejauh Mana?
28 July 2006, 03:43 | Umum > Sosial | 5.833 views
Bagaimana Cara Membayar Hutang Puasa Ramadhan?
28 July 2006, 03:43 | Puasa > Qadha Fidyah Kafarat | 7.664 views
Adakah Hak Waris bagi Anak Adopsi?
27 July 2006, 04:36 | Mawaris > Ahli waris | 7.079 views

TOTAL : 2.312 tanya-jawab | 43,531,540 views

KATEGORI

Jadwal Shalat DKI Jakarta

2-12-2020
Subuh 04:05 | Zhuhur 11:44 | Ashar 15:09 | Maghrib 18:00 | Isya 19:13 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Pustaka | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img