Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Hukum Cambuk untuk Zina | rumahfiqih.com

Hukum Cambuk untuk Zina

Tue 22 August 2006 06:41 | Jinayat > Hudud dan Ta`zir | 6.156 views

Pertanyaan :

Ass. wr. wb.

Pak ustadz, teman saya ingin melakukan hukuman cambuk karena merasa telah melakukan zina. Tapi menurut beberapa sumber hukuman cambuk tidak bisa dilakukan apabila tinggal di wilayah yang tidak menggunakan syariat Islam.

Beberapa hari yang lalu teman saya menonton siaran agama yang menjelaskan bahwa apabila tidak dicambuk di dunia maka akan dicambuk di neraka. Teman saya langsung menangis, yang terbayangkan dicambuk di neraka pastilah amat sangat dahsyat. Bagaimana menurut ustadz?

Teman saya sudah benar-benar bertaubat, apakah nanti di akhirat tetap di hukum? Mohon penjelasannya. Terima kasih sebelumnya, ustadz.

Wassalam,

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Barangkali yang dimaksud dengan pelaksanaan hukum cambuk di akhirat adalah khusus buat para pezina yang lari dari hukum dunia secara sengaja, juga tidak mau bertaubat atas segala kesalahanannya. Sehingga dia mati dengan membawa dosa-dosanya yang belum diampuni. Untuk menebus dosa yang terbawa mati itulah maka dia akan dicambuk di akhirat.

Akan tetapi bila seseorang sudah bertaubat, minta ampun dan bersumpah tidak akan mengulanginya lagi, lalu Allah SWT sudah menerima taubat serta mengampuni dosanya, tentunya tidak ada lagi hukuman di akhirat. Kalau pun di dunia ini belum sempat dicambuk karena kurang syaratnya, maka itu hanya hukuman dunia saja.

Masalah ampuan Allah kepada orang yang berzina lalu bertaubat dengan sepenuh kesadarannya sudah pasti, tidak perlu dipermasalahkan lagi. Bahkan malah dengan permohonan ampun tiap hari atas dosa-dosanya, dengan diiringi pencegahan diri dari segala bentuk dosa lainnya, malah akan mengantarkannya masuk surga.

Seperti kasus wanita yang bertaubat atas perbuatan zinanya, kemudian menyerahkan diri di masa Rasulullah SAW. Ketika ada sebagian orang yang menghina mayat wanita itu lantaran di masa hidupnya pernah berzina, Rasulullah membelanya dengan sabdanya:

Demi Allah, wanita ini telah bertaubat yang bila taubatnya itu dibagikan kepada seluruh penduduk Madinah, pasti akan mencukupi.

Karena itu kita tidak bisa memandang enteng masalah taubat ini. Sebab Allah SWT memang memerintahkannya dan berjanji akan menghapus semua dosa pelaku maksiat. Hingga semua dosanya akan berguguran seperti daun di musim gugur.

Mintalah ampunan dari tuhanmu dan bertaubatlah kepada-Nya (QS. Huud: 3)

Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. (QS. An-Nuur: 31)

Wahai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kamu kepada Allah dengan taubat nashuha. (QS. At-Tahrim: 8)

Hukum Cambuk Buat Pezina di Dunia

Hukum cambuk itu memang hanya boleh dilakukan oleh institusi negara secara formal, di mana orang yang berzina ditetapkan dulu sebagai pelakunya yang memenuhi syarat.

Penetapannya harus berdasarkan ikrar (pengakuan) yang bersangkutan atau persaksian 4 orang laki-laki muslim yang melihat langsung.

Manakala satu dari semua syarat itu tidak terpenuhi, maka hukum hudud itu haram dilaksanakan. Atas dasar sabda Rasulullah SAW:

Cegahlah pelaksanan hukum hudud itu dengan masih adanya kesyubhatan.

Syubhat yang dimaksud adalah celah hukum yang bisa dimasukkan sehingga pelaksanaan hukum hudud itu menjadi batal. Justru Rasulullah SAW memerintahkan kita untuk mencari dan menelusi celah-celah hukum itu.

Bahkan beliau sendiri melakukannya, ketika ada orang datang mengakui dirinya telah berzina. Beliau SAW tidak terburu nafsu untuk melaksanakan hukuman rajam, sebaliknya beliau malah berupaya mencari celah-celah keringanan hukum, agar ekseukusi hukum hudud itu tidak jadi dilaksanakan. Maka di antara pertanyaan beliau adalah: Apakah kamu tidak mabuk? Atau beliau mendesakkan pertanyaan bahwa yang bersangkutan belum sampai zina, baru hanya melakukan percumbuan, sedangkan ember belum masuk ke dalam sumur.

Pendeknya, kalau bisa jangan sampai hukum itu dijalankan, sebagai bentuk kasih sayang dan keringanan syariat Islam kepada kaum muslimin.

Kalau seandainya orang yang tidak dihukum cambuk di dunia ini pasti akan dicambuk di neraka nanti, pastilah lebih baik dicambuk saja di dunia. Tetapi justru nabi berupaya agar orang yang datang mengaku berzina itu tidak usah dicambuk saja. Bukan karena beliau ingin agar hukuman diterimanya di akhirat, tetapi karena beliau tahu bahwa orang tersebut sudah bertaubat, di mana Allah SWT sudah mengampuni dosa-dosanya di akhirat.

Hanya tinggal hukuman formal di dunia yang harus dilaksanakan, sebagai pelajaran kepada orang lain bahwa setiap perbuatan itu harus dipertanggung-jawabkan.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.


Baca Lainnya :

Akhir Waktu Shalat Lima Waktu
22 August 2006, 05:24 | Shalat > Waktu Shalat | 10.957 views
Cara Menjelaskan Masalah Bid'ah?
22 August 2006, 05:05 | Kontemporer > Bidah | 6.909 views
Apakah Menyelamatkan diri Termasuk Lari dari Jihad?
19 August 2006, 01:52 | Negara > Sikap bernegara | 6.865 views
Pancasila Sama dengan Syirik?
16 August 2006, 05:10 | Aqidah > Syirik dan Bidah | 8.151 views
Az-Zaitun Aliran Sesat?
15 August 2006, 08:30 | Aqidah > Aliran-aliran | 7.179 views
Di Mana dan Kepada Siapa Kami Bisa Melaksanakan Nikah Siri?
14 August 2006, 06:13 | Pernikahan > Nikah sirri | 6.465 views
Pembagian Warisan
11 August 2006, 04:41 | Mawaris > Bagi waris berbagai keadaan | 6.402 views
Bolehkah Puasa 4 Hari 4 Malam Tanpa Makan?
11 August 2006, 03:06 | Puasa > Puasa terlarang | 5.513 views
Untuk Apa Skenario Tuhan?
10 August 2006, 06:22 | Umum > Tasawuf | 6.344 views
Menentukan Kebahagiaan Pasangan Berdasarkan Nama
10 August 2006, 04:51 | Kontemporer > Perspektif Islam | 6.158 views
Apakah Kita Melaksanakan Hadits Shahih Saja?
10 August 2006, 04:16 | Hadits > Status Hadits | 7.029 views
Islamkah Syiah?
9 August 2006, 03:15 | Aqidah > Aliran-aliran | 23.446 views
Kenapa Pohon Gharqad Melindungi Yahudi?
9 August 2006, 02:52 | Umum > Ritual | 9.708 views
Apakah Sepupu Mahram?
8 August 2006, 08:53 | Pernikahan > Mahram | 17.325 views
Peraturan untuk Tidak Memakai Jilbab
8 August 2006, 08:31 | Wanita > Pakaian | 5.717 views
Infotainment Ghibah dan Menyebarkan Informasi Tidak Berguna
7 August 2006, 06:58 | Umum > Ghibah | 5.687 views
Ciri-Ciri Pohon Gharqad
7 August 2006, 05:53 | Aqidah > Agama lain | 7.456 views
Rumah Peninggalan Kakek, Bagaimana Perhitungan Warisnya yang Benar?
4 August 2006, 08:26 | Mawaris > Bagi waris berbagai keadaan | 5.782 views
Bedanya Qurban dengan Aqiqah
4 August 2006, 03:58 | Qurban Aqiqah > Qurban | 9.790 views
Imam Kurang Fasih, Qunut Shubuh dan Quran Terjemah
3 August 2006, 03:50 | Shalat > Qunut | 8.678 views

TOTAL : 2.312 tanya-jawab | 43,315,457 views

KATEGORI

Jadwal Shalat DKI Jakarta

28-10-2020
Subuh 04:09 | Zhuhur 11:38 | Ashar 14:52 | Maghrib 17:49 | Isya 18:59 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Pustaka | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img