Penemuan Benda/Uang | rumahfiqih.com

Penemuan Benda/Uang

Fri 15 September 2006 00:09 | Muamalat > Syubhat | 6.402 views

Pertanyaan :

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Pak Ustadz, saya ingin menanyakan kejelasan hukumnya secara syariah bila kita menemukan barang/uang di suatu tempat. Sedangkan barang/uang tersebut sulit untuk kita ketahui siapa pemiliknya. Saya mendengar dari seorang Ustadz bahwa haram hukumnya bila kita mengambil barang/uang tersebut. Bolehkah bila barang/uang tersebut kita ambil tetapi disalurkan kepada Yayasan Anak Yatim atau lainnya, karena kalau tidak kita manfaatkan akan diambil oleh orang lain yang mungkin akan digunakan untuk perbuatan yang tidak baik.

Wassalamu alaikum Wr. Wb.

Jawaban :

Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Menyerahkan uang temuan kepada yatim piatu bukan solusi yang benar. Sebab biar bagaimana pun, pasti ada seseorang yang sedang kesusuhan gara-gara kehilangan uang.

Yang benar justru bagaimana cara kita bisa mengembalikan uang itu kepada yang empunya. Atau minimal mengamankannya dengan cara menyerahkannya kepada yang berwajib.

Di masa Rasulullah SAW, seorang yang menemukan barang hilang di tengah jalan misalnya, harus mengumumkannya di pintu-pintu masjid kepada khalayak. Tujuannya agar pemiliknya bisa mendapatkan kembali barangnya yang hilang tercecer. Hal itu berdasarkan perintah Rasulullah SAW

Dari Zaid bin Khalid Al-Juhani berata bahwa seseorang datang kepada nabi menanyakan tentang barang temuan (luqathah). Beliau menjawab, "Umumkan ciri kantungnya, kemudian umumkanlah selama masa waktu setahun. Kalau pemiliknya datang, berikanlah. Kalau tidak maka terserah kamu." (HR Bukhari dan Muslim)

Namun para ulama berbeda pendapat tentang sikap yang seharusnya dilakukan manakala kita tiba-tiba mengetahui ada barang yang tercecer. Apakah kita harus mengambilnya untuk mengembalikannya, ataukah kita biarkan saja. Beberapa ulama mazhab telah memberikan pendapat mereka masing-masing, sebagai berikut:

a. Al-Hanafiyah mengatakan disunnahkan untuk menyimpannya barang itu bilang barang itu diyakini akan aman bila di tangan anda untuk nantinya diserahkan kepada pemiliknya. Tapi bila tidak akan aman, maka sebaiknya tidak diambil. Sedangkan bila mengambilnya dengan niat untuk dimiliki sendiri, maka hukumnya haram.

b. Al-Malikiyah mengatakan bila seseorang tahu bahwa dirinya suka berkhianat atas harta orang yang ada padanya, maka haram baginya untuk menyimpannya.

c. Asy-Syafi`iyyah berkata bahwa bila dirinya adalah orang yang amanah, maka disunnahkan untuk menyimpannya untuk dikembalikan kepada pemiliknya. Karena dengan menyimpannya berarti ikut menjaganya dari kehilangan.

d. Sedangkan Imam Ahmad bin Hanbal ra. mengatakan bahwa yang utama adalah meninggalkan harta itu dan tidak menyimpannya.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.


Baca Lainnya :

Mengapa Orang Kafir lebih Maju daripada Muslim?
15 September 2006, 00:00 | Aqidah > Antar Agama | 7.747 views
Pernikahan Sesama Saudara Sepupu, Bolehkah?
14 September 2006, 09:45 | Pernikahan > Nikah berbagai keadaan | 8.688 views
Demam MP3 Player, Musik Haramkah?
14 September 2006, 07:17 | Umum > Halal Haram | 7.975 views
Jual Beli Anjing, Bolehkah?
14 September 2006, 05:36 | Muamalat > Jual-beli | 7.779 views
Ahli Sunnah wal Jamaah, yang Mana?
12 September 2006, 07:27 | Aqidah > Aliran-aliran | 7.977 views
Dengan Mesin Waktu Kembali ke Masa Lampau, Benarkah?
12 September 2006, 07:23 | Kontemporer > Misteri | 7.171 views
Sholat Iedul Fithri, di Masjid atau di Lapangan?
12 September 2006, 03:07 | Shalat > Shalat Idul Fithr | 6.795 views
Roh Saja atau Roh dan Jasad yang di-Isra mirajkan
12 September 2006, 02:56 | Aqidah > Nabi | 7.365 views
Haramkah KB Suntik dan Pil?
11 September 2006, 02:26 | Wanita > Hukum | 6.889 views
Tulisan Basmalah pada Rumah Fir'aun Menunda Murka Allah?
8 September 2006, 04:15 | Aqidah > Allah | 8.116 views
Tafsir Al-Anbiya Ayat 7
8 September 2006, 04:11 | Al-Quran > Tafsir | 9.314 views
Puasa yang Diharamkan
7 September 2006, 02:46 | Puasa > Puasa terlarang | 7.236 views
Siapakah yang Menikahkan Anak Perempuan Hasil Zina atau Perkosaan?
7 September 2006, 02:37 | Pernikahan > Wali | 8.687 views
Hutang Puasa Bisakah Dibayar setelah Ramadhan Berikutnya?
7 September 2006, 00:00 | Puasa > Qadha Fidyah Kafarat | 6.548 views
Islam Tanpa Syariat Versi Islam Liberal, Oriantalis, dan Mu'tazillah
6 September 2006, 01:04 | Kontemporer > Kelompok/Aliran | 6.802 views
Menikah tanpa Ridha Orang Tua
6 September 2006, 00:55 | Pernikahan > Nikah berbagai keadaan | 6.787 views
Pakaian Bidan
6 September 2006, 00:53 | Wanita > Pakaian | 6.077 views
Status Harta Warisan
6 September 2006, 00:47 | Mawaris > Harta waris | 6.239 views
Cara Menguburkan Tembuni (Ari-Ari) secara Syar'i
6 September 2006, 00:41 | Kontemporer > Perspektif Islam | 13.543 views
Masih Haramkah Poliandri Setelah Ditemukannya Test DNA?
6 September 2006, 00:39 | Pernikahan > Poligami | 6.996 views

TOTAL : 2.296 tanya-jawab | 45,563,384 views

KATEGORI

Jadwal Shalat DKI Jakarta

26-10-2021
Subuh 04:10 | Zhuhur 11:38 | Ashar 14:51 | Maghrib 17:49 | Isya 18:58 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Pustaka | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih