Sistem Bagi Hasil | rumahfiqih.com

Sistem Bagi Hasil

Mon 18 September 2006 22:57 | Muamalat > Bagi Hasil | 6.793 views

Pertanyaan :

Assalaamu'alaikum ustadz,

Saya mau menanyakan sistem bagi hasil yang diperbolehkan dalam Islam. Masalahnya begini, saya mendapatkan tawaran dari seorang teman untuk menginvestasikan modal ke dalam usaha yang dia miliki. Katanya, dari usaha tersebut dia akan memberikan keuntungan setiap bulannya sekitar 2.5% dari uang yang saya tanamkan. Ditambahkan lagi, jika pada bulan itu keuntuangannya lebih besar (tidak disebutkan berapa besarnya) saya bisa mendapatkan lebih banyak dari 2.5%. Dan setiap saat jika diinginkan, saya diperbolehkan menarik kembali seluruh modal yang saya tanamkan. Isi perjanjiannya hanya itu.

Saya dengar dari beberapa teman yang lain, sistem seperti ini telah banyak dilakukan. Apakah sistem seperti ini diizinkan dalam Islam? Apakah keuntungan yang saya peroleh tidak termasuk dalam golongan riba?

Sekian dulu dari saya, sebelumnya saya ucapkan terima kasih banyak atas jawaban ustadz.

Wassalam,

Jawaban :

Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Sebenarnya beda antara sistem bagi hasil yang halal dengan pembungaan uang yang diharamkan agak tipis bedanya. Tapi di mata Allah SWT, perbedaan itu sangat besar. Sebab yang satu melahirkan rahmat dan perlindungan dari-Nya, sedangkan yang satunya lagi melahirkan laknat dan murka-Nya.

Setipis apakah perbedaan di antara keduanya?

Bedanya hanya pada uang yang dijadikan sandaran dalam bagi hasil. Kalau yang dijanjikan adalahmemberikan 2,5% per bulan dari jumlah uang yang diinvestasikan, itu namanya pembungaan uang, alias riba. Hukumnya haram dan menurunkan murka.

Karena pada hakikatnya yang terjadi memang sistem pembungaan uang. Baik bersifat merugikan atau tidak merugikan. Buat kita, yang penting bukan merugikan atau menguntungkan, tetapi yang penting apakah prinsip riba terlaksana di dalam perjanjian itu.

Tapi kalau janjinya memberi 2,5% perbulan dari hasil/keuntungan, bukan dari jumlah uang yang diinvestasikan, maka itu adalah bagi hasil yang halal. Bahkan akan mendapatkan keberkahan dunia dan akhirat.

Beda tipis memang, bahkan banyak kalangan awam yang entah karena jahil atau pura-pura jahil, menganggap bahwa itu hanya akal-akalan semata, tapi keduanya akan berujung kepada dua muara yang berbeda.

Yang satu akan membawa pelakunya ke surga, yaitu yang dengan sistem bagi hasil sesuai syariah. Sedangkan yang satunya lagi, akan membaca pelakunya ke neraka.

Meski terkadang disebut sebagai bagi hasil, sayangnya secara prinsip tidak sesuai dengan cara syariah. Lebih tetap dikatakan sebagai riba, karena memang riba. Tidak mungkin hukumnya berubah, meski disebut dengan istilah-istilah yang menipu.

Kita harus teliti dan paham betul sistem bagi hasil yang sesuai syariah. Jangan asal menamakan bagi hasil, padahal prinsipnya justru riba yang haram.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.


Baca Lainnya :

Hak Isteri yang Dicerai
18 September 2006, 03:49 | Pernikahan > Hak dan kewajiban | 6.049 views
Sholat Sunnat Rawatib
18 September 2006, 02:21 | Shalat > Shalat sunah | 19.168 views
Laki-laki Memakai Kain Sutera, Apa Hukumnya?
18 September 2006, 02:11 | Umum > Halal Haram | 5.711 views
Shalat Tarawih atau Tahajjud di Bulan Ramadhan
15 September 2006, 00:16 | Shalat > Shalat Tarawih | 7.309 views
Batas Akhir Mandi Junub Waktu Bulan Puasa
15 September 2006, 00:12 | Thaharah > Mandi Janabah | 9.898 views
Penemuan Benda/Uang
15 September 2006, 00:09 | Muamalat > Syubhat | 6.407 views
Mengapa Orang Kafir lebih Maju daripada Muslim?
15 September 2006, 00:00 | Aqidah > Antar Agama | 7.752 views
Pernikahan Sesama Saudara Sepupu, Bolehkah?
14 September 2006, 09:45 | Pernikahan > Nikah berbagai keadaan | 8.692 views
Demam MP3 Player, Musik Haramkah?
14 September 2006, 07:17 | Umum > Halal Haram | 7.984 views
Jual Beli Anjing, Bolehkah?
14 September 2006, 05:36 | Muamalat > Jual-beli | 7.784 views
Ahli Sunnah wal Jamaah, yang Mana?
12 September 2006, 07:27 | Aqidah > Aliran-aliran | 7.978 views
Dengan Mesin Waktu Kembali ke Masa Lampau, Benarkah?
12 September 2006, 07:23 | Kontemporer > Misteri | 7.172 views
Sholat Iedul Fithri, di Masjid atau di Lapangan?
12 September 2006, 03:07 | Shalat > Shalat Idul Fithr | 6.798 views
Roh Saja atau Roh dan Jasad yang di-Isra mirajkan
12 September 2006, 02:56 | Aqidah > Nabi | 7.369 views
Haramkah KB Suntik dan Pil?
11 September 2006, 02:26 | Wanita > Hukum | 6.892 views
Tulisan Basmalah pada Rumah Fir'aun Menunda Murka Allah?
8 September 2006, 04:15 | Aqidah > Allah | 8.117 views
Tafsir Al-Anbiya Ayat 7
8 September 2006, 04:11 | Al-Quran > Tafsir | 9.336 views
Puasa yang Diharamkan
7 September 2006, 02:46 | Puasa > Puasa terlarang | 7.237 views
Siapakah yang Menikahkan Anak Perempuan Hasil Zina atau Perkosaan?
7 September 2006, 02:37 | Pernikahan > Wali | 8.695 views
Hutang Puasa Bisakah Dibayar setelah Ramadhan Berikutnya?
7 September 2006, 00:00 | Puasa > Qadha Fidyah Kafarat | 6.549 views

TOTAL : 2.296 tanya-jawab | 45,577,234 views

KATEGORI

Jadwal Shalat DKI Jakarta

28-10-2021
Subuh 04:09 | Zhuhur 11:38 | Ashar 14:52 | Maghrib 17:49 | Isya 18:59 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Pustaka | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih