Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Niat Puasa untuk Sebulan Penuh | rumahfiqih.com

Niat Puasa untuk Sebulan Penuh

Wed 12 September 2007 02:32 | Puasa > Niat Puasa | 12.024 views

Pertanyaan :

Assalaamu'alaikum Warochmatulloohi Wabarokaatuh.

Ustadz, Saya ingin menanyakan masalah yang berhubungan dengan niat puasa. Mengingat manusia seperti saya ini sering lupa, na'uudzubillah min dzaalik. Pertanyaan saya sebagai berikut:

1. Rukun Puasa yang pertama adalah niat. Karena Puasa Ramadhan itu 1 bulan, terkadang lupa untuk niat pada malam harinya. Jika puasa sunnah, dibolehkan kita niat setelah waktu Subuh asal belum makan apa-apa sebelumnya. Bagaimana dengan puasa wajib/Ramadhon? Apakah sah juga jika niat setelah waktu Subuh?

2. Jika Tidak sah, apakah kewajibannya selain Qadha? Dan bolehkah makan/minum di siang hari karena niat puasanya tidak sah?

3. Bagaimana jika pada tanggal 1 Ramadhan kita berniat puasa fardhu Ramadhan satu (1) bulan penuh, dari awal sampai habisnya Ramadhan, untuk antisipasi kelupaan? Apakah dibolehkan dan tetap sah puasanya jika malam selanjutnya kita lupa niat?

Sebelumnya kami ucapkan terima kasih, atas jawaban Ustadz.

Wassalaamu'alaikum Warochmatulloohi Wabrokaatuh.

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Masalah yang anda tanyakan itu diistilahkan oleh para ulama dengan sebutan tabyitun-niyah. Berasal dari kata baata yaitu yang berarti bermalam. Dan niyah maknanya adalah berniat untuk puasa. Jadi makna istilah itu adalah berniat sejak malam sebelum esoknya berpuasa.

Dalilnya adalah sabda Rasulullah SAW berikut ini:

Dari Hafshah Ummul Mukminin ra. bahwa Nabi SAW bersabda, "Siapa yang tidak berniat puasa di malam hari sebelum fajar, tidak ada puasa untuknya. (HR Khamsah).

Tidak sah puasa bagi orang yang tidak berniat sejak malam. (HR Ad-Daaruquthuni)

Para ulama sepakat bahwa untuk puasa yang bersifat wajib seperti Ramadhan, nadzar dan qadha', setiap kita harus sudah meniatkannya sebelum melakukannya. Batas waktu berakhirnya adalah masuknya waktu Shubuh, atau sejak dimulainya puasa itu.

Sedangkan untuk puasa sunnah, tidak ada kewajiban tabyitun-niyah. Jadi meski di pagi hari seseorang sama sekali tidak berniat untuk puasa, bahkan sempat mencari-cari makanan, lalu karena tidak mendapatkan satu pun yang bisa dimakan, tiba-tiba mengubah niatnya jadi ingin berpuasa.

Dalilnya adalah sabda Rasululllah SAW berikut ini:

Dari Aisyah ra. berkata, "Suatu hari Rasulullah SAW masuk ke rumahku dan bertanya, "Kamu punya makanan?" Aku menjawab, "Tidak." Beliau berkata, "Kalau begitu aku berpuasa saja." (HR Bukhari dan Muslim)

Khusus untuk puasa sunnah hukumnya boleh tanpa tabyitun-niyah, seperti puasa Senin Kamis, atau puasa Ayyamul Biidh tiap tanggal 11, 12 dan 13 bulan-bulan hijriyah, puasa Asyura, puasa Arafah dan lainnya.

Dan anda benar bahwa tanpa diniatkan sebelumnya, puasa wajib hukumnya menjadi tidak sah. Untuk itu di hari lain di luar Ramadhan nanti, ada keharusan untuk mengganti. Namun bukan berarti orang yang tidak berniat puasa di bulan Ramadhan ini boleh makan-makan di waktu siang. Dia tetap diwajibkan untuk menahan dari hal-hal yang membatalkan puasa, tetapi tetap tidak sah bila berpuasa.

Niat Puasa untuk Sebulan Penuh

Sebagian ulama memandang bahwa meski puasa bulan Ramadhan itu berada dalam satu bulan utuh, namun satu hari dengan lainnya tetap terpisah-pisah. Bila seseorang batal puasanya dalam satu hari, tidak berpengaruh kepada batalnya hari yang lain.

Ini menunjukkan bahwa meski berada dalam satu bulan, tetapi satu hari dengan hari yang lainnya terpisah, tidak menjadi satu. Oleh karena itu maka keharusan berniatnya pun harus satu-satu. Sehingga tiap malam harus kita lakukan tabyitun-niyah.

Namun satu pendapat dari imam Malik rahimahullah menyatakan bahwa tidak ada yang salah dengan niat untuk puasa selama sebelum penuh, tanpa harus melakukannya tiap malam. Sebab yang namanya niat itu tidak harus dilakukan tepat sesaaat sebelum suatu pekerjaan dilakukan. Lagi pula meski satu hari dengan hari lainnya terpisah, tetap saja tidak ada salahnya kita berniat untuk melakukan puasa sebanyak 30 hari secara sekaligus.

Para ulama kemudian ada mengambil langkah bijak, yaitu mengkombinasikan antara kedua pendapat tersebut. Yaitu sejak malam pertama Ramadhan berniat untuk berpuasa sebulan penuh, tetapi tiap malam tetap diupayakan melakukan niat juga. Ini adalah jalan tengah yang kompromistis dan bijak. Rasanya, boleh juga kalau kita coba.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.


Baca Lainnya :

Benarkah Kewajiban Suami Mengurus Rumah Tangga?
11 September 2007, 02:05 | Pernikahan > Hak dan kewajiban | 9.796 views
Kawin Sesama Jenis Versi IAIN Semarang
11 September 2007, 01:11 | Kontemporer > Kelompok/Aliran | 6.485 views
Hal-Hal yang Membolehkan Tidak Puasa
10 September 2007, 21:37 | Puasa > Keringanan | 11.061 views
Puasa dan Produktifitas
10 September 2007, 08:02 | Puasa > Amalan terkait berpuasa | 5.894 views
Amalan Sunnah dan Anjuran di Bulan Ramadhan
10 September 2007, 02:37 | Puasa > Amalan terkait berpuasa | 8.439 views
Prosentase Waris 1 Anak Perempuan dan 2 Anak Laki
7 September 2007, 01:08 | Mawaris > kadar bagian ahli waris | 19.146 views
Sepi Saat Shalat Tarawih
6 September 2007, 02:56 | Shalat > Shalat Tarawih dan Witir | 5.820 views
Tadarus Al-Quran
5 September 2007, 01:09 | Al-Quran > Tilawah | 14.743 views
Menyelenggarakan Walimah Harus Pakai Hijab?
4 September 2007, 23:57 | Pernikahan > Walimah | 5.690 views
Niat Puasa Harus Tiap Malam atau di Awal Ramadhan Saja?
4 September 2007, 23:34 | Puasa > Niat Puasa | 6.831 views
Haruskah Mengganti Sholat yang Kita Tinggalkan?
4 September 2007, 11:13 | Shalat > Shalat Qadha | 6.682 views
Memakai Batu Akik Sebagai Cincin?
3 September 2007, 01:49 | Umum > Pakaian | 8.175 views
Pemikiran Tentang Pembangunan Masjid
3 September 2007, 01:22 | Umum > pemikiran dan aliran-aliran | 6.070 views
Apakah Harus Sholat Zhuhur Setelah Sholat Jumat?
31 August 2007, 02:04 | Shalat > Shalat Jumat | 16.984 views
Berapa Bagian Isteri yang Tidak Punya Anak
31 August 2007, 02:04 | Mawaris > kadar bagian ahli waris | 5.743 views
Benarkah Nabi Isa Punya Ayah?
30 August 2007, 02:39 | Aqidah > Nabi | 6.988 views
Qiyamullail Setelah Tarawih
30 August 2007, 01:23 | Shalat > Shalat Malam | 7.004 views
Jasad Para Nabi Apakah Masih Utuh?
29 August 2007, 03:18 | Aqidah > Nabi | 8.573 views
Wanita Hamil dan Menyusui Membayar Puasa atau Fidyah?
29 August 2007, 01:06 | Puasa > Qadha Fidyah Kafarat | 12.591 views
Apakah Membuat Komik Haram?
27 August 2007, 23:55 | Kontemporer > Hukum | 11.009 views

TOTAL : 2.312 tanya-jawab | 43,519,587 views

KATEGORI

Jadwal Shalat DKI Jakarta

1-12-2020
Subuh 04:05 | Zhuhur 11:43 | Ashar 15:09 | Maghrib 17:59 | Isya 19:12 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Pustaka | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img