Belajar Agama Tanpa Guru | rumahfiqih.com

Belajar Agama Tanpa Guru

Fri 13 October 2006 02:13 | Umum > Belajar agama | 6.888 views

Pertanyaan :

Assalamu'alaikum wr. wb.

Ustadz Ahmad Sarwat, semoga Allah SWT senantiasa memberikan hidayah kepada anda.

Karena keterbatasan waktu saya untuk belajar ilmu agama, maka saya sempatkan untuk selalu membeli buku agama dan belajar agama lewat Internet, di samping seringkali mengikuti pengajian.

Menurut teman saya yang lulusan pesantren tradisional, mengatakan bahwa seseorang yang hanya belajar ilmu agama dari buku semata-mata adalah belum syah ilmu agamanya, dan harus melalui seorang guru. Apakah benar demikian ustadz, apakah ada dalil yang mendasari pendapat tersebut? Setahu saya sesuai ulasan ustadz Ahmad Sarwat, kewajiban belajar yang harus melalui guru adalah belajar Al-Quran, sementara belajar melalui buku dan majalah yang kita beli tentunya tidak ada gurunya (otodidak).

Mohon penjelasan dari Ustadz.

Wassalamu'alaikum wr. wb.

Jawaban :

Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Apa yang disampaikan oleh teman anda itu memang ada benarnya. Walau pun tidak berarti bahwa guru adalah segala-galanya.

Bukan hanya dalam belajar agama saja, belajar apapun akan lebih efektif kalau ada gurunya. Dari pada hanya sekedar membaca apa yang tertulis.

Dengan adanya guru, terutama bila guru itu sangat menguasai ilmunya, kita akan lebih leluasa menggali ilmu itu. Misalnya dengan tanya jawab, dialog bahkan kita bisa meminta guru itu mengulangi penjelasannya dengan cara yang berbeda.

Dan guru yang baik, tentu punya tolok ukur keberhasilan dalam mendidik siswanya. Guru akan tahu apakah penejelasannya itu dipahami dengan mudah oleh muridnya ataukah tidak. Bila ternyata tidak, maka guru itu akan menggunakan variasi metode lain yang sekiranya dapat mengantarkan muridnya memahami maksudnya.

Terutama yang akan sangat terasa dalam mempelajari bahasa asing (Arab) dan juga membunyikan ayat Al-Quran. Kedua nyaris tidak mungkin dikuasai kecuali lewat guru. Sebab belajar bahasa Arab dan juga melajar membaca Al-Quran bukan semata-mata informasi, melainkan keterampilan (skill).

Ilmu yang bersifat keterampilan tentu sangat berbeda karakternya dengan ilmu yang bersifat informasi. Menularkan keterampilan butuh interaksi yang lebih intens dan padat ketimbang menyebarkan ilmu yang bersifat informatif.

Sementara kalau kita telusuri ilmu-ilmu ke-Islaman, yang berada pada landasan adalah ilmu bahasa Arab dan membaca Al-Quran. Seorang tidak akan bisa menguasai ilmu-ilmu ke-Islaman, manakala belum menguasai bahasa Arab, apalagi kemampuan membaca Al-Quran. Dan keduanya tidak bersifat informatif melainkan keterampilan.

Maka apa yang dikatakan teman anda itu memang ada benarnya. Belajar agama Islam memang membutuhkan guru, tetapi bukan berarti membaca sendiri menjadi tidak boleh. Justru setelah dasar-dasar keilmuwan sudah bisa kita miliki, selanjutnya tinggal mengembangkannya. Dan kunci pengembangan ilmu itu adalah banyak membaca. Dengan membaca, wawasan kita pun juga akan semakin luas. Kedalaman ilmu juga semakin bertambah.

Maka keduanya adalah padanan metode belajar Islam yang sangat esensial, berguru dan juga membaca.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.


Baca Lainnya :

Tidak Perlu Syariat yang Wajib Prinsip Islam Saja, Benarkah?
13 October 2006, 01:56 | Negara > Hukum Islam | 6.065 views
Nuzulul Quran, setelah Pengajaran Iqro, Selanjutnya Nabi Bisa Baca?
13 October 2006, 01:31 | Al-Quran > Nuzulul Quran | 9.418 views
Ustadz Keliling Meminta Zakat untuk Kepentingan Pribadi
12 October 2006, 01:47 | Zakat > Alokasi Zakat | 6.834 views
Hukum Darah Nifas
12 October 2006, 01:33 | Wanita > Hukum | 8.317 views
hudud<-i>.html>Mungkinkah Dosa Besar Dihapus Allah Kalau Tidak di-Hudud?
12 October 2006, 01:30 | Jinayat > Qishash | 5.914 views
Kapan Zakat Fitrah Diberikan?
11 October 2006, 07:14 | Zakat > Zakat Fithr | 9.194 views
Hukum Bercampur di Siang Ramadhan, Zina, dan Kaffarat
10 October 2006, 06:05 | Puasa > Qadha Fidyah Kafarat | 10.520 views
Zakat Profesi Suami Isteri Bekerja
10 October 2006, 05:58 | Zakat > Zakat Profesi | 6.096 views
Hukum Air WWTP
10 October 2006, 05:41 | Thaharah > Air | 7.341 views
Tarawih Berjama'ah Cepat v.s. Munfarid Khusyu'
9 October 2006, 01:42 | Shalat > Shalat Tarawih | 7.465 views
Negara Islam Indonesia
9 October 2006, 01:39 | Negara > Khilafah Negara Islam | 6.569 views
Pengelompokan Ayat-Ayat dalam Al-Qur'an
9 October 2006, 01:30 | Al-Quran > Mushaf | 8.012 views
Muntah atau Sengaja Muntah, Batalkah Puasa?
5 October 2006, 03:14 | Puasa > Membatalkan Puasa | 7.301 views
Zakat Mal untuk Pegawai dengan Penghasilan Tetap
5 October 2006, 03:06 | Zakat > Zakat Profesi | 7.093 views
Duda Menikahi Janda tanpa Wali
5 October 2006, 02:17 | Pernikahan > Wali | 15.447 views
Berkumur Waktu Wudhu Saat Puasa, Mungkinkah Air Tidak Tertelan?
4 October 2006, 09:14 | Puasa > Membatalkan Puasa | 36.803 views
Minum Air Dijampi Kiyai, Apakah Saya Syirik kepada Allah?
4 October 2006, 05:33 | Aqidah > Syirik dan Bidah | 20.525 views
MTQ atau Perlombaan Islami Lainnya Judikah?
4 October 2006, 01:54 | Kontemporer > Fenomena sosial | 6.296 views
Dzikir Al-Ma'surat Secara Berjamaah
4 October 2006, 01:40 | Kontemporer > Fenomena sosial | 9.217 views
Situs Penyedia Hadits
4 October 2006, 01:40 | Hadits > Hadits online | 8.216 views

TOTAL : 2.296 tanya-jawab | 45,347,138 views

KATEGORI

Jadwal Shalat DKI Jakarta

17-9-2021
Subuh 04:29 | Zhuhur 11:49 | Ashar 15:02 | Maghrib 17:53 | Isya 19:00 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Pustaka | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih