Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Fiqih Musyawarah dan Voting Dalam Islam | rumahfiqih.com

Fiqih Musyawarah dan Voting Dalam Islam

Fri 26 January 2007 03:36 | Negara > Hukum Islam | 7.654 views

Pertanyaan :

Assalamualaikum Ustadz,

  1. Mohon penjelasan bagaimana fiqih musyawarah sesuai dengan Al-quran, hadits dan yang dicontohkan oleh Rasul dan para sahabat?
  2. Bagaimana voting dalam perspektif Islam? Voting seperti bagaimanayang diperbolehkan dan dilarang?

Wassalamualaikum

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Dalam masalah muswarah dan voting, kita bisa membaginya menjadi dua wilayah. Pertama, musyawarah yang bersifat internal dengan sesama muslim. Kedua, musyawarah ekternal antara umat Islam dengan non muslim, atau dengan sesama muslim tapi yang kurang mendukung penerapan syariah Islam.

Kalau musyawarah dengan sesama muslim yang shalil, hal yang dibicarakan selalu berada di dalam koridor aqidah dan syariah Islam. Hasilnya tidak akan ke luar dari yang telah dihalalkan Allah SWT. Siapapun yang menang, insya Allah hasilnya tidak akan melanggar agama.

Namun kalau musyawarah dengan non muslim, maka wilayahnya adalah untung rugi buat kaum muslimin. Sebenarnya tetap tidak akan ada yang berubah dari hukum Allah, sebab diterima atau tidak, hukum dan syariah Allah tetap ada dan abadi.

Yang jadi masalah tinggal negoisasi penerapannya dengan sesama penduduk yang non muslim. Misalnya, dalam kebolehan mengenakan pakaian yang menutup aurat. Di suatu negeri memang dilarang, karena yang berkuasakebetulan non muslim yang secara sengaja ingin menghalangi umat Islam menjalankan ibadahnya.

Maka tugas umat Islam adalah bernegosiasi sedemikian rupa, agar hak-hak mereka sebagai muslim bisa didapatkan. Tentu saja berbagai bentuk nego itu perlu dilakukan, dengan mendahulukan prinsip perdamaian. Bukan langsung lewat pedang.

Seandainya mekanisme pengambilan keputusan harus lewat voting, karena dianggap itulah jalan tengah dalam negosiasi, tentu saja perlu dijajaki dulu. Mungkin lewat voting bisa diupayakan. Maka para pemimpin muslim di negeri itu bertugas untuk melobi para wakil rakyat atau mereka yang ikut punya suara dalam voting. Targetnya sederhana saja, yaitu agar umat Islam boleh menjalankan agamanya dengan bebas.

Nah, dalam kasus seperti ini, voting adalah bagian dari upaya menegakkan syariah. Walau pun bukan satu-satunya cara. Dan jangan dikatakan bahwa dengan cara ini, hukum Islam diserahkan kepada voting. Sekali-kali tidak!

Yang ingin diambil manfaat dari voting ini adalah negosiasi dengan pihak luar, agar bisa mendapatkan angin kebebasan. Bukan mau bernegosiasi dengan Allahdalam menjalankan agama dengan cara separuh-separuh. Soal wajibnya pakai jilbab, kita yakin 100% wajib. Adapun kita melakukan nego dengan cara voting adalah upaya memperjuangkannya agar bisa berjalan dengan lancar.

Praktek Voting di Zaman Nabi

Banya sekali bentuk praktek voting di zaman nabi SAW, yang intinya memang menggunakan jumlah suara sebagai penentu dalam pengambilan keputusan.

Misalnya, ketika musyawarah menentukan sikap dalam menghadapi perang Uhud. Sebagian kecil shahabat punya pendapat sebaiknya bertahan di Madinah, namun kebanyakan shahabat, terutama yang muda-muda dan belum sempat ikut dalam perang Badar sebelumnya, cenderung ingin menyingsong lawan di medan terbuka.

Maka Rasulullah SAW pun ikut pendapat mayoritas, meski beliau sendiri tidak termasuk yang mendukungnya.

Sebelumnya dalam perang Badar, juga Rasulullah SAW memutuskan untuk mengambil suara terbanyak, tentang masalah tawanan perang. Umumnya pendapat menginginkan tawanan perang, bukan membunuhnya. Hanya Umar bin Al-Khattab saja berpendapat bahwa tidak layak umat Islam minta tebusan tawanan, sementara perang masih berlangsung.

Walaupun kemudian turun ayat yang mengoreksi ijtihad nabi SAW dan membenarkan pendapat Umar ra, namun peristiwa ini menggambarkan bahwa ada proses voting dalam pengambilan keputusan dalam sejarah nabi SAW.

Maka bukan pada tempatnya buat kita untuk menyatakan bahwa sistem voting itu bertentangan dengan ajaran Islam. Meski orang-orang kafir menggunakan sistem voting juga, namun tidak berarti kita meniru cara mereka. Buktinya, Rasulullah SAW sendiri pernah menjalakannya.

Kapan Voting Digunakan?

Voting memang bukan jalan satu-satunya dalam musyawarah. Boleh dibilang voting itu hanya jalan ke luar terakhir dari sebuah deadlock musyawarah.

Sebelum voting diambil, seharusnya ada brainstorming, atau bahasa kerennya ibda'ur-ra'yi. Dari sana akan dibahas dan diperhitungkan secara eksak faktor keuntungan dan kerugiannya. Tentu dengan mengaitkan dengan semua faktor yang ada.

Kalau voting itu bersifat internal umat Islam, maka haram hukumnya bila voting mengarah kepada sesuatu yang tidak dibenarkan Allah SWT. Sedangkan bila voting dengan melibatkan non muslim atau musuh Islam, maka yang terjadi bukan menjual ayat Allah, melainkan bagian dari memperjuangkan agama Allah SWT agar bisa ditegakkan. Bila belum bisa 100%, maka minimal 50%. Dan begitu seterusnya.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc


Baca Lainnya :

Halalkah Pekerjaan Saya Karena Memegang Daging Babi
26 January 2007, 00:32 | Muamalat > Syubhat | 24.253 views
Benarkah Mendoakan Orang Mati Tidak Menghasilkan Apa-Apa?
24 January 2007, 23:33 | Aqidah > Ghaib | 15.516 views
Waktu Terlarang untuk Jima
24 January 2007, 23:24 | Pernikahan > Terkait jima | 11.280 views
Wajibkah Beasiswa Dizakatkan?
24 January 2007, 23:22 | Zakat > Apakah Kena Zakat? | 6.298 views
Berzina Adalah Dosa Besar Apakah Dapat Terampuni?
23 January 2007, 23:40 | Jinayat > Zina | 8.858 views
Sholat Jum'at Kurang dari 40 Orang
23 January 2007, 23:39 | Shalat > Shalat Jumat | 13.921 views
"Kamu Mirip Ibumu", Apakah Termasuk Zihar?
23 January 2007, 23:35 | Pernikahan > Zihar | 8.561 views
Hari-Hari Haram Berpuasa Sunnah
23 January 2007, 23:28 | Puasa > Puasa terlarang | 7.412 views
Kenapa Ada Perbudakan Pada Masa Kerasulan?
23 January 2007, 02:11 | Umum > Sosial | 7.918 views
Ingin Tahu Tentang Tasawuf
23 January 2007, 00:08 | Aqidah > Aliran-aliran | 13.381 views
Hukum Meminjam Uang di Koperasi Simpan Pinjam
23 January 2007, 00:07 | Muamalat > Hutang | 8.273 views
Apakah Agama Ilmu Eksak atau Bukan
22 January 2007, 04:28 | Aqidah > Islam | 5.369 views
Bolehkah Seorang PNS Buka Usaha?
22 January 2007, 04:17 | Negara > Sikap bernegara | 5.337 views
Kenapa Al-Quran Ada Dua?
22 January 2007, 04:14 | Al-Quran > Khazanah | 7.025 views
Mengapa Ada Hadits Qudsi, Kan Sudah Ada Al-Quran?
18 January 2007, 23:12 | Hadits > Musthalah Hadits | 13.005 views
Bagaimana Mendapat Jawaban Shalat Istikharah?
18 January 2007, 23:11 | Shalat > Shalat Istikharah | 8.048 views
Sejarah Islam Terkontaminasi
18 January 2007, 06:18 | Umum > Sejarah | 6.418 views
Ibnu Taimiyah Apakah Termasuk Mujtahid Mutlak
18 January 2007, 04:55 | Ushul Fiqih > Ulama | 18.937 views
Merayakan Hari Ulang Tahun atau Kelahiran
18 January 2007, 02:53 | Kontemporer > Fenomena sosial | 7.121 views
Adakah Dalil Shahih Qunut Subuh?
17 January 2007, 10:21 | Shalat > Qunut | 7.804 views

TOTAL : 2.312 tanya-jawab | 43,005,708 views

KATEGORI

Jadwal Shalat DKI Jakarta

6-8-2020
Subuh 04:44 | Zhuhur 12:00 | Ashar 15:22 | Maghrib 17:58 | Isya 19:08 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Pustaka | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img