Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Bisakah Mimpi Dijadikan Petunjuk? | rumahfiqih.com

Bisakah Mimpi Dijadikan Petunjuk?

Wed 1 February 2006 08:20 | Aqidah > Ghaib | 8.124 views

Pertanyaan :

Assalaamu'alaikum w.w.

Uztad yang baik,
Saya punya teman seorang akhwat yang dia yakin sekali bahwa Allah telah menentukan jodohnya lewat mimpi. Mimpi itu datang sampai empat kali. Sayangnya, calonnya tersebut tidak diredhai oleh kedua orang tuanya karena ada miskomunikasi yang belum bisa diluruskan sampai sekarang. Teman saya itu berencana untuk tetap menikah dengan calonnya tersebut karena katanya Allah yang telah menggariskannya dan dia tidak berani membantah. Apakah bisa mimpi tersebut dijadikan petunjuk, bukankah ridha Allah juga erat kaitannya dengan ridha orang tua? Apa yang harus saya sampaikan kepada teman akhwat saya tersebut agar silaturahmi dengan orang tuanya tidak putus karena orang tuanya benar-benar tidak bisa meridhai si calon tersebut. Terimakasih ustadz.

Wassalamu'alaikum,

Jawaban :

Assalamu 'alaikm warahmatullahi wabarakatuh,

Sampaikan kepadanya bahwa tidak semua mimpi itu berarti petunjuk. Kecuali mimpi para nabi dan rasul. Sedangkan mimpi manusia biasa, seringkali hanya sekedar bunga tidur, bahkan lebih jelek lagi, bisa saja datangnya dari syetan.

Bahkan ketika sebagian shahabat nabi SAW bermimpi mendapat petunjuk dari Allah SWT, mereka pun melakukan kroscek kepada Rasulullah SAW. Sebagian mereka bermimpi tentang syariat adzan dalam fungsinya memanggil orang untuk shalat. Mereka tidak berani begitu saja menyimpukan bahwa adzan itu secara resmi adalah panggilan untuk shalat berjamaah, kecuali setelah mereka bertanya dulu kepada Rasulullah SAW. Barulah setelah beliau SAW membenarkan hal itu dan menyatakan resminya adzan sebagai panggilan untuk shalat, berkumandanglah adzan pertama dalam sejarah manusia.

Semua ini menunjukkan bahwa meski pun mimpi itu kita anggap petunjuk dari Allah SWT, akan tetapi tidak boleh dijadikan dasar syariah. Sebab syariah itu tidak datang lewat mimpi manusia biasa, bahkan mimpi para shahabat nabi pun juga tidak termasuk sumber syariah.

Namun kalau perkara yang tidak terkait dengan syariah, tidak bertabrakan dengan syariah dan juga tidak bertabrakan dengan logika akal sehat, boleh-boleh saja seseorang terinspirasi dari sebuah mimpi. Kalau anda mimpi bahwa Allah menurunkan wahyu yang berupa tata cara ibadah dan syariah, maka pastikan bahwa itu adalah mimpi buatan syetan. Sebab syariah sudah putus dan berhenti sejak Rasulullah SAW wafat. Bahkan manusia biasa tidak akan menerima perintah syar'i secara langsung, kecuali nabi dan rasul.

Namun kalau mimpi itu di luar masalah syariah, boleh saja dibenarkan. Asalkan tidak bertentangan dengan syariah itu sendiri serta akal sehat. Orang yang bermimpi mendapatkan jodoh, namun jodohnya itu lain agama, tentu saja bukan mimpi petunjuk, melainkan mimpi penyesat dari syetan. Demikian juga kalau mimpi mendapat jodoh tapi harus berlaku durhaka kepada orang tua, jelaslah mimpi itu datangnya dari syetan. Sebab tujuan syetan itu membuat manusia berdosa kepada Allah dan manusia, terutama kepada orang tua.

Bolehlah teman anda itu mengikuti mimpi, namun jangan semata-mata mengandalkan mimpi sebagai bahan pertimbangan. Dalam segala hal, seorang muslim harus menggunakan akal sehat dan juga syariat. Kalau sebuah mimpi bertentangan dengan akal sehat dan syariat, pastilah mimpi itu mimpi sesat.

Wassalamu 'alaikm warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.


Baca Lainnya :

Standar Pornografi
1 February 2006, 08:17 | Kontemporer > Perspektif Islam | 7.037 views
Daging Anjing Tidak Haram, Benarkah?
27 January 2006, 11:21 | Kuliner > Hewan | 27.340 views
Beribadah dengan Berpolitik
27 January 2006, 02:29 | Negara > Partai Politik | 8.611 views
Hukum Makanan Hasil Peragian
26 January 2006, 05:44 | Kuliner > Alkohol | 7.996 views
Menjama' Shalat karena Sakit
25 January 2006, 07:42 | Shalat > Shalat Jama | 6.469 views
Batasan Haramnya Babi Dan Anjing
25 January 2006, 07:30 | Kuliner > Hewan | 11.412 views
Konsep Berhaji yang Sebenarnya
25 January 2006, 02:38 | Haji > Haji Berbagai Keadaan | 6.132 views
Tidak Mau Belajar Agama, Takut Tahu Dosa Tapi Masih Mengerjakan
24 January 2006, 23:41 | Umum > Belajar agama | 6.359 views
Benarkah Umat Selain Islam Bisa Mendapat Surga?
24 January 2006, 23:36 | Aqidah > Surga Neraka | 13.882 views
Kok Sedikit-Sedikit Bilang Bid'ah?
24 January 2006, 06:55 | Kontemporer > Fenomena sosial | 9.284 views
Setan Jenis Manusia: Siapa?
24 January 2006, 05:36 | Aqidah > Ghaib | 7.769 views
Mimpi Basah di Dalam Masjid
22 January 2006, 07:16 | Thaharah > Hadats | 6.713 views
Beda Syetan, Iblis, dan Jin
20 January 2006, 12:11 | Aqidah > Ghaib | 16.926 views
Merealisasikan Ide yang Didapat di Kamar Mandi, Bolehkah?
20 January 2006, 02:28 | Umum > Non muslim | 6.527 views
Bingung tentang Keabsahan Talak Tiga dan Sekarang Ingin Rujuk Kembali
20 January 2006, 02:25 | Pernikahan > Talak | 8.602 views
Apakah Jin Juga Meninggal?
19 January 2006, 09:10 | Aqidah > Ghaib | 16.961 views
Yang Dikorbankan Nabi Ismail atau Nabi Ishak?
19 January 2006, 09:06 | Umum > Sejarah | 8.773 views
Kaidah "Kalau Sekiranya Amal itu Baik, Mengapa Hal itu Tidak Dilakukan Oleh Rasulullah, Sahabat Dan Para Tabi'in?"
19 January 2006, 03:36 | Umum > Belajar agama | 9.517 views
Jumlah Rukun Shalat Berbeda-beda?
16 January 2006, 09:11 | Shalat > Rukun Shalat | 8.073 views
Imam Shalat : Antara yang Mukim dan Safar
16 January 2006, 09:05 | Shalat > Imam | 8.825 views

TOTAL : 2.312 tanya-jawab | 43,505,157 views

KATEGORI

Jadwal Shalat DKI Jakarta

30-11-2020
Subuh 04:05 | Zhuhur 11:43 | Ashar 15:08 | Maghrib 17:59 | Isya 19:12 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Pustaka | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img