RUMAHFIQIH.COM
Muka | Konsultasi | Fikrah | Tafsir | Ilmu Hadits | Dirasah Madzahib | Fiqih Nisa'


Pesan Disini

Konsultasi

Hukum Memakai Parfum
Mon, 20 February 2006 04:55 | 2.377 | baca versi desktop | kirim pertanyaan

Assalamu Ďalaikum warahmatullahi wa barakatuh,
Ustadz Ahmad Sarwat, Lc. yth., dalam penjelasan Ustadz mengenai Hukum Makanan Hasil Peragian, secara sepintas telah Ustadz jelaskan bahwa tidak mengapa menggunakan parfum yang mengandung alkohol dalam shalat karena tidak termasuk benda najis. Saya ingin menanyakan mengenai hukum pemakaian parfum baik itu mengandung alkohol ataupun tidak mengandung alkohol; dan perbedaan hukumnya untuk wanita (Ibu) maupun pria (Bapak). Mohon diberikan penjelasan secara detail dengan dalil-dalilnya.

Wassalamu Ďalaikum warahmatullahi wa barakatuh,

Jawaban

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Di luar dari kandungan alkoholnya, sesungguhnya penggunaan parfum adalah merupakan anjuran Rasulullah SAW, sehingga hukumnya sunnah. Dan memang sebenarnya parfum itu adalah sunnah para rasul, sebagaimana sabda beliau:


Empat perkara yang merupakan sunnah para rasul: [1] Memakai hinna', [2] memakai parfum, [3] bersiwak dan [4] menikah

Rasulullah SAW sendiri secara pribadi memang menyukai parfum, sebab beliau menyukai wewangian secara fitrah


Telah dijadikan aku menyukai bagian dari dunia, yaitu menyukai wanita dan parfum. Dan dijadikan sebagai qurroatu a'yun di dalam shalat.

Bahkan di dalam beribadah, umat Islam dianjurkan untuk memakai wewangian, agar suasana ibadah bisa semakin khusu' dan menyenangkan.


Dari Ibni Abbas ra berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda,'Hari ini (Jumat) adalah hari besar yang dijadikan Allah untuk muslimin. Siapa di antara kamu yang datang shalat Jumat hendaklah mandi dan bila punya parfum hendaklah dipakainya. Dan hendaklah kalian bersiwak.

Namun di sisi lain, ada juga dampak negatif dari pemakaian parfum ini, terutama bila dipakai oleh wanita. Sehingga bila dipakai secara berlebihan, hasilnya justru akan menimbulkan fitnah tersendiri. Karena penggunaan parfum buat wanita agak sedikit dibatasi, demi menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, terutama masalah fitnah hubungan laki-laki dan wanita.

Karena itulah Rasulullah SAW menetapkan bahwa bila wanita memakai parfum, hendaknya menggunakan yang aromanya lembut, bukan yang menyengat dan menarik minat laki-laki.


Dari Abi Hurairah ra, "Parfum laki-laki adalah yang aromanya kuat tapi warnanya tersembunyi. Parfum wanita adalah yang aromanya lembut tapi warnanya kelihatan jelas. (HR. At-Tirmizi dan Nasa'i)

Bila sampai demikian, maka Rasulullah SAW sangat melarangnya, bahkan sampai beliau mengatakan bahwa wanita yang berparfum seperti itu seperti seorang pezina.


Siapa pun wanita yang memakai parfum lalu melenggang di depan laki-laki agar mereka menghirup bau wanginya, maka wanita itu adalah wanita pezina.

Karena itu maka bagi para wanita, sebaiknya mereka agak mengurangi volume penggunaannya. Kalau pun harus menggunakannya, maka pilihlah yang soft (lembut) dan tidak terkesan terlalu keras. Juga harus diperhatikan agar jangan sampai terlalu dekat dengan laki-laki dalam pergaulan, agar jangan sampai jatuh pada ancaman dari Rasulullah SAW.

Wallahu a'alm bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.


kirim pertanyaan | baca sebelumnya :

Rumah Fiqih Indonesia :: Hukum Memakai Parfum Minum Khamar, Tidak Diterima Shalat 40 Hari? | Fri, 17 February 2006 03:35 | 1.792


Hukum Shalat Berjamaah 5 Waktu | Fri, 17 February 2006 03:27 | 1.917
Apakah Program Investasi di Internet itu Riba | Fri, 17 February 2006 03:21 | 1.665
Asal Mula Rukun Iman | Thu, 16 February 2006 07:22 | 2.030
Bolehkah Akhawat Ikut Demonstrasi? | Thu, 16 February 2006 05:23 | 1.428
Pembuat Kartun Menghina Nabi, Apakah Boleh Dibunuh? | Wed, 15 February 2006 08:33 | 1.588
Menikah tanpa Penguhulu | Tue, 14 February 2006 04:55 | 1.536
Perbedan Antara (Harta) Waris(an) dengan (Harta) Hibah | Tue, 14 February 2006 04:51 | 1.621
Status Pernikahan dan Anak karena Married by Accident | Mon, 13 February 2006 08:58 | 1.818
Syarat Sah Kalimat Syahadat | Mon, 13 February 2006 07:59 | 2.196

Muka | Konsultasi | Fikrah | Tafsir | Ilmu Hadits | Dirasah Madzahib | Fiqih Nisa'