Rumah Fiqih
Muka | Konsultasi | Fikrah | Ensiklopedi | Maktabah

Konsultasi Syariah | Tue, 27 November 2012 06:02

Cara Berwudhu Wanita Berjilbab

[ baca versi desktop ]

Assalamu`alaikum wr. wb.

Ustadz, saya heran melihat cara berwudhu teman-teman saya yang berjilbab. Mereka berwudhu tanpa melepaskan/membuka jilbabnya, jadi masih dalam keadaan rapat. Bahkan untuk menyeka telinga sekali pun! Padahal mereka berwudhu di tempat khusus akhwat. Ruangan khusus dan pintu tertutup rapat.

Sepengetahuan saya, aurat seorang muslimah boleh dilihat oleh sesama muslimah. Jadi,apa yang mendasari mereka melakukan hal tersebut? Adakah dalil yang menyinggung hal di atas?

Mohon penjelasannya, Ustadz. Terima kasih

Wassalamu`alaikum wr. wb.

Jawaban

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh


Di antara salah satu rukun wudhu' adalah menyapu kepala dengan tangan yang basah dengan air. Dalilnya adalah firman Allah SWT:

Dan usaplah kepalamu. (QS Al-Maidah: 6)

Yang dimaksud dengan mengusap adalah meraba atau menjalankan tangan ke bagian yang diusap dengan membasahi tangan sebelumnya dengan air. Sedangkan yang disebut kepala adalah mulai dari batas tumbuhnya rambut di bagian depan/dahi ke arah belakang hingga ke bagian belakang kepala.

Al-Hanafiyah mengatakan bahwa yang wajib untuk diusap tidak semua bagian kepala, melainkan sekadar sebagian dari kepala. Yaitu mulai ubun-ubun dan di atas telinga.

Sedangkan Al-Malikiyah dan Al-Hanabilah mengatakan bahwa yang diwajib diusap pada bagian kepala adalah seluruh bagian kepala.

Bahkan Al-Hanabilah mewajibkan untuk membasuh juga kedua telinga baik belakang maupun depannya. Sebab menurut mereka kedua telinga itu bagian dari kepala juga.

Sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah: Dua telinga itu bagian dari kepala. Namun yang wajib hanya sekali saja, tidak tiga kali.

Adapun Asy-syafi`iyyah mengatakan bahwa yang wajib diusap dengan air hanyalah sebagian dari kepala, meskipun hanya satu rambut saja. Dalil yang digunakan beliau adalah hadits Al-Mughirah:

Dari Al-Mughirah bin Syu'bah ra. bahwa Rasulullah SAW ketika berwudhu` mengusap ubun-ubunnya dan 'imamahnya (sorban yang melingkari kepala). (HR Muslim)

Khusus hadits ini, seringkali disalah-pahami oleh sebagai orang, seolah-olah hadits ini menjadi dalil atas kebolehan mengusap kerudung sebagai pengganti mengusap kepala. Padahal justru hadits secara tegas menyebutkan bahwa Rasulullah SAW mengusap sebagian kepala lalu mengusap sorbannya. Namun beliau SAW bukan hanya mengusap sorban saja, tetapi mengusap sebagian kepala. Dan justru merupakan bagian yang pokok.

Dengan demikian pandangan mereka yang membolehkan mengusap kerudung sebagai pengganti mengusap kepala adalah pendapat yang kurang bisa diterima. Dan tentu saja wudhu' yang seperti itu tidak sah, lantaran kurang satu rukunnya.

Juga tidak bisa mengambil qiyas dari syariat mengusap khuff (sepatu yang menutup mata kaki), yang memang dibenarkan sebagai pengganti untuk mencuci kaki dalam wudhu'. Karena ada dalil yang sharih dari Rasulullah SAW.

Adapun kerudung, tentu tidak bisa diqiyaskan begitu saja dengan sepatu. Masing-masing harus punya dalil sendiri-sendiri secara langsung dari Rasulullah SAW.

Bila masalahnya karena takut membuka aurat di tempat yang umum dan terbuka, sebenarnya mengusap sebagian kepala tetap bisa dilakukan tanpa harus membuka kerudung. Apalagi kalau menggunakan pendapat As-Syaf'i yang membolehkan mengusap rambut. Mudah sekali melakukannya, cukup masukkan tangan yang basah ke dalam kerudung dari dalam, bila dirasa sudah ada bagian rambut yang basah, sudah sah rukun untuk mengusap kepala. Hal itu bisa tetap dilakukan tanpa harus melepas kerudung.

Sedangkan mengusap kerudung sebagai ganti mengusap kepala, justru tidak memenuhi standar rukun wudhu'.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Ahmad Sarwat, Lc.

[ kembali ] Rumah Fiqih Indonesia :: Cara Berwudhu Wanita Berjilbab

  • Shalat dengan Mahdzab yang Mana yang Paling Sesuai dengan Nabi? | Sun, 20 April 2014 15:42
  • Apakah Ibadah Tidak Diterima Apabila di Tubuh Kita Ada Tato? | Sat, 19 April 2014 07:21
  • Apakah Boleh Memelihara Anjing? | Fri, 18 April 2014 04:31
  • Apakah Janin Dalam Kandungan Dapat Warisan? | Thu, 17 April 2014 06:24
  • Hukum Rajam Tidak Ada Dalam Al-Quran? | Wed, 16 April 2014 01:00
  • Sahkah Shalat Jamaah Diimami Anak Kecil? | Tue, 15 April 2014 04:01
  • Bayar Hutang Dulu atau Bayar Zakat Dulu? | Mon, 14 April 2014 09:30
  • Takbiratul Ihram di Pesawat Harus Menghadap Kiblat? | Sun, 13 April 2014 07:10
  • Telapak Kaki Perempuan Bukan Aurat? | Sat, 12 April 2014 03:21
  • Bolehkah Menjama Dua Shalat dan Mengqasharnya Sekaligus? | Thu, 10 April 2014 08:42

    kirim soal