RUMAHFIQIH.COM
Muka | Konsultasi | Fikrah | Tafsir | Ilmu Hadits | Dirasah Madzahib | Fiqih Nisa'


Pesan Disini

Konsultasi

Nenek Ingin Puasa
Fri, 21 June 2013 18:37 | 2076 | baca versi desktop | kirim pertanyaan

Assalamualaikum.....

Pak Ustadz, saya punya nenek yang sudah berumur 90th lebih dan sudah jompo. Di bulan Ramadhan ini beliau ingin sekali berpuasa tetapi saya melarangnya. Soalnya di Ramadhan kemarin beliau juga ikut berpuasa tetapi kadang lupa, sering makan dan minum di siang hari.bahkan diam-diam merokok, sehingga kita seringkali mengingatkannya. Untuk fisik mungkin beliau masih mampu dan kuat untuk berpuasa.

Yan ingin saya tanyakan, Apakah boleh dengan sengaja melarang nenek berpuasa, saya berdosa atau tidak? Bagaimana hukumnya jika nenek saya tetap melakukan puasa dan sering lupa?

Terimakasih banyak sebelumnya...Wassalam

Jawaban

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Sebenarnya orang yang sudah tua dibolehkan tidak berpuasa, seandainya memang sudah tidak kuat lagi untuk berpuasa. Hal itu memang sudah merupakan ketentuan dari Allah SWT di dalam Al-Quran.

Dan bagi orang-orang yang tidak kuat, (boleh berbuka) dengan membayar fidyah kepada orang-orang miskin (QS. Al-Baqarah: 184)

Beliau tidak perlu mengganti dengan puasa di hari lain seandainya memang sama sekali sudah tidak mampu berpuasa. Cukup mengganti dengan membayar fidyah kepada orang orang-orang miskin.

Namun kalau membaca tulisan anda, rasanya agak berbeda kasusnya. Anta katakan bahwa nenek anda itu meski sudah berusia 90 tahun, justru masih kuat puasa, meski sering lupa. Sehingga anda harus selalu mengingatkan beliau.

Kalau menilik kenyataan seperti ini, sebenarnya kami ingin katakan bahwa beliau belum mendapat rukhshah (keringanan) untuk tidak berpuasa. Meski pun usia beliau telah mencapai 90 tahun. Sebabnya, karena beliau masih kuat untuk berpuasa. Sedangkan batasan rukhshah itu sendiri adalah apakah seorang tua itu masih mampu atau tidak untuk melakukan puasa di bulan Ramadhan. Bukan batasan usia yang digunakan.

Jadi meski berusia lanjut, kalau beliau masih sehat dan kuat untuk berpuasa, maka beliau tetap wajib berpuasa. Karena memang masih kuat berpuasa.

Adapun beliau sering lupa, lalu makan dan minum, itu adalah rezeki dari Allah SWT. Sebagaimana hadits yang sudah kita sering dengar tentang orang yang lupa makan atau minum saat puasa.

Wallahu a'lam bishshawab, Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc


kirim pertanyaan | baca sebelumnya :

Rumah Fiqih Indonesia :: Nenek Ingin Puasa Puasa untuk Ibu yang Sedang Menyusui | Fri, 21 June 2013 01:22 | 3914


Pulang Pergi Jakarta Bogor, Bolehkah Menjama' Shalat? | Thu, 20 June 2013 00:28 | 5210
Shalat Sendirian Lalu Ditepuk Bahunya | Wed, 19 June 2013 02:45 | 10317
Apakah Harta Bisa Kena Zakat Dua Kali? | Mon, 17 June 2013 23:32 | 3246
Sikat Gigi Memakai Pasta Gigi Apa Membatalkan Puasa? | Mon, 17 June 2013 02:21 | 9573
Zakat Mobil Sewa | Sat, 15 June 2013 03:06 | 2447
Mengapa Abu Hurairah Lebih Banyak Meriwayatkan Hadits? | Fri, 14 June 2013 00:34 | 4417
Dakwah Meminta Upah | Thu, 13 June 2013 13:12 | 2827
Bolehkah Anak Laki-laki Jadi Wali Nikah Ibunya Sendiri? | Tue, 11 June 2013 01:34 | 4142
Mensucikan Najis Dengan Kain Pel dan Pengharum | Mon, 10 June 2013 00:34 | 3932

Muka | Konsultasi | Fikrah | Tafsir | Ilmu Hadits | Dirasah Madzahib | Fiqih Nisa'