Rumah Fiqih
Muka | Konsultasi | Fikrah | Ensiklopedi | Maktabah

Konsultasi Syariah | Tue, 29 January 2008 01:31

Hukum Menguburkan Jenazah Berikut Peti Matinya

[ baca versi desktop ]

Assalammu'alaikum Wr Wb...

Pak Ustadz, apa hukumnya mengubur jenazah berikut peti matinya dikubur bersama jenazah tersebut.

Jawaban

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Pada prinsipnya Islam mengajarkan kesederhanaan dalam proses penguburan jenazah. Kain kafan pun lebih utama yang murah, bukan yang mahal, karena toh pada akhirnya hanya akan menjadi sesuatu yang terbuang percuma. Dan mahal atau murahnya kain kafan yang digunakan, sama sekali tidak ada pengaruhnya buat jenazah di alam kuburnya.

Hukum Peti Kayu Jenazah

Memang ada perbedaan pendapat di kalangan para ulama tentang hukum menguburkan jenazah dengan menggunakan peti mati yang terbuat darikayu.

Di dalam kitab Al-Fiqhu 'ala Mazahibil Arba'ah terbitan Departemen Waqaf Mesir, disebutkan perbedaan pandangan para ulama dalam masalah ini.

Dalam kitab Al-Fatawa Al-Islamiyah Syeikh Abdul Majid Salim, jilid 4 halaman 1264, disebutkan bahwa menguburkan jenazah dalam peti kayu hukumnya karahah (dibenci). Kecuali bila tanahnya terlalu lembek. Namun bila jenazahnya perempuan, maka lebih utama menggunakan peti, demi menjaga aurat dan kehormatannya, terutama saat menurunkan jenazah.

Majelis Al-Majma' Al-Islami yang berada di bawah naungan Rabithah Alam Al-Islami dalam fatwanya tentang menguburkan jenazah di dalam peti matinya, menyebutkan bahwa:

  1. Setiap amal dan sikap yang dilakukan oleh seorang muslim dengan maksud untuk menyerupai perbuatan orang non muslim, hukumnya mahdzhur syar'an dan terlarang secara syariah dengan dasar hadits nabawiyah.
  2. Dan menguburkan jenazah di dalam peti mati, kalau niatnya untuk menyerupai orang kafir, maka hukumnya haram. Tapi kalau niatnya bukan karena ingin menyerupai orang kafir, maka hukumnya makruh. Selama tidak ada hajat, maka bila ada hajat hukumnya tidak mengapa.

Di dalam tafsir Al-Jami' li Ahkamil Quran karya Al-Imam Al-Qurthubi jilid 10 halaman 381, disebutkan bahwa menguburkan jenazah dalam peti kayu hukumnya boleh, terutama bila tanahnya lembek.

Diriwayatkan bahwa Nabi Danial dikuburkan di dalam peti yang terbuat dari batu. Dan disebutkan juga bahwa Nabi Yusuf 'alaihissalam dikuburkan dalam peti dari kaca dan dimasukkan ke dalam sumur, karena takut akan disembah jasadnya. Hingga sampai zaman Nabi Musa, jenazah itu kemudian diangkat dan dimasukkan ke kuburan nabi Ishak. Namun riwayat ini tidak didukung oleh dasar yang kuat.

Wallahu 'alam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

[ kembali ] Rumah Fiqih Indonesia :: Hukum Menguburkan Jenazah Berikut Peti Matinya

  • Apakah Janin Dalam Kandungan Dapat Warisan? | Thu, 17 April 2014 06:24
  • Hukum Rajam Tidak Ada Dalam Al-Quran? | Wed, 16 April 2014 01:00
  • Sahkah Shalat Jamaah Diimami Anak Kecil? | Tue, 15 April 2014 04:01
  • Bayar Hutang Dulu atau Bayar Zakat Dulu? | Mon, 14 April 2014 09:30
  • Takbiratul Ihram di Pesawat Harus Menghadap Kiblat? | Sun, 13 April 2014 07:10
  • Telapak Kaki Perempuan Bukan Aurat? | Sat, 12 April 2014 03:21
  • Bolehkah Menjama Dua Shalat dan Mengqasharnya Sekaligus? | Thu, 10 April 2014 08:42
  • Apakah Setiap Pembunuh Wajib Dibunuh Juga? | Wed, 9 April 2014 05:59
  • Pernah Berzina, Bisakah ke Saudi untuk Minta Dirajam | Tue, 8 April 2014 06:01
  • Bisakah Dosa Ditransfer ke Orang Lain Sebagaimana Pahala? | Mon, 7 April 2014 15:20

    kirim soal