RUMAHFIQIH.COM
Muka | Konsultasi | Fikrah | Tafsir | Ilmu Hadits | Dirasah Madzahib | Fiqih Nisa'


Pesan Disini

Konsultasi

Zakat Mobil
Mon, 14 April 2008 01:53 | 1802 | baca versi desktop | kirim pertanyaan

Assalamu'alaikum

Pak ustagz saya punya 1 buah mobil kreditan untuk dipake sehari-hari

Jawaban

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Kami telah berupaya susah payah mencari rujukan zakat mobil yang dibeli secara kredit, tapi sampai sekarang kami belum menemukan jawaban yang muqni' dan meyakinkan untuk itu.

Sebab dari sekian banyak syarat kewajiban harta yang wajib dikeluarkan zakatnya, kami tidak menemukan kriteria itu ada dalam mobil yang dimiliki, apalagi bila mobil itu dipakai untuk kendaraan sehari-hari.

Kalau ada pendapat yang menyatakan adanya zakat mobil, umumnya mereka mensyaratkan harus mobil yang digunakan untuk usaha. Misalnya untuk taksi, rent a car, angkutan penumpang, barang dan sejenisnya.

Intinya mobil itu menghasilkan uang dari usaha menggunakan mobil itu. Misalnya, mobil anda digunakan juga untuk 'ngompreng', maka penghasilan dari hasil usaha 'omprengan' itulah yang ada hitung-hitungan zakatnya.

Sedangkan bila mobil itu hanya digunakan sebagai kendaraan pribadi, tanpa memberikan pemasukan usaha, para ulama umumnya tidak memasukkan adanya kewajiban pengeluaran zakat dari mobil.

Ketentuan itu berangkat dari kriteria pertama dari harta yang wajib dikeluarkan zakatnya, yaitu harta yang tumbuh (an-nama'). An-Nama' bisa diartikan tumbuh, produktif atau memberikan nilai tambah.

Kasusnya mirip dengan tanah kosong ribuan hektar yang tidak memberikan penghasilan apapun, tidak ada kewajiban zakatnya. Namun begitu tanah itu digarap secara produktif dan bisa menumbuhkan harta lain, barulah ada zakat yang harus dikeluarkan. Entah dalam bentuk pertanian atau penyewaan lahan dan seterusnya.

Contoh lain adalah rumah yang ditempati oleh pemiliknya, atau dibiarkan kosong, atau dipinjamkan kepada familinya tanpa biayasewa adalah harta yang tidak produktif, karena itu tidak ada kewajiban zakatnya. Tetapi ketika rumah itu dikontrakkan dan memberikan pemasukan bagi pemiliknya, barulah ada kewajiban zakat.

Dan demikian pula dengan mobil, selama tidak memberikan pemasukan buat pemiliknya, maka mobil itu tidak termasuk kriteria harta yang produktif. Maka umumnya para ulama tidak mewajibkan adanya zakat mobil yang seperti itu.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc


kirim pertanyaan | baca sebelumnya :

Rumah Fiqih Indonesia :: Zakat Mobil Kehalalan Alkohol? | Fri, 11 April 2008 23:18 | 1906


Fatwa Dr. Yusuf Qordhowi Tentang Halalnya 0.5% Alkohol | Fri, 11 April 2008 02:57 | 1924
Haramkah Uang Rupiah Kita? | Fri, 11 April 2008 01:31 | 1704
Harta Pemberian Orang Tua | Thu, 10 April 2008 23:15 | 1451
Hadits Pejabat yang Menerima Hadiah | Thu, 10 April 2008 01:48 | 1849
Film Islami yang Sesuai Syariat Islam | Tue, 8 April 2008 22:51 | 1409
Warisan-Anak Meninggal Duluan | Tue, 8 April 2008 22:50 | 1484
Menolak Ijab Kabul Pacar yang Dinikahkan dengan Orang Lain | Tue, 8 April 2008 21:47 | 1507
Apa yang Harus Kita Lakukan dengan Film Fitna? | Mon, 7 April 2008 20:04 | 1271
Foto Syur Artis Indonesia di Kolam Renang | Mon, 7 April 2008 19:26 | 4426

Muka | Konsultasi | Fikrah | Tafsir | Ilmu Hadits | Dirasah Madzahib | Fiqih Nisa'