RUMAHFIQIH.COM
Muka | Konsultasi | Fikrah | Tafsir | Ilmu Hadits | Dirasah Madzahib | Fiqih Nisa'


Pesan Disini

Konsultasi

Bolehkah Menyembelih Hewan Tanpa Baca Bismillah?
Tue, 12 March 2013 00:16 | 3675 | baca versi desktop | kirim pertanyaan

Assalamu 'alaikum wr. wb.

Teman saya pernah bilang bahwa ada sebagian ulama yang berpendapat bahwa menyembelih hewan tanpa baca bismillah itu halal. Buat saya agak aneh pendapat ini. Lalu siapa yang berpendapat seperti ini dan apa dalilnya?

Mohon penjelasan yang lebih menyeluruh tentang masalah ini, ustadz.

Wassalam

Jawaban

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Membaca lafadz basmalah (بسم الله) merupakan hal yang umumnya dijadikan syarat sahnya penyembelihan oleh para ulama.

Namun ada perbedaaan antara jumhur ulama dengan mazhba Asy-Syafi’yah dalam hal ini, yang tidak menjadikannya syarat tetapi hanya sebatas sunnah saja.

1. Jumhur : Basmalah Syarat Sah

Jumhur ulama seperti mazhab Al-Hanafiyah, Al-Malikiyah dan Al-Hanabilah menetapkan bahwa membaca basmalah merupakan syarat sah penyembelihan. Sehingga hewan yang pada saat penyembelihan tidak diucapkan nama Allah atau diucapkan basmalah, baik karena lupa atau karena sengaja, hukumnya tidak sah.

Dalilnya adalah firman Allah:

وَلاَ تَأْكُلُوا مِمَّا لَمْ يُذْكَرِ اسْمُ اللَّهِ عَلَيْهِ وَإِنَّهُ لَفِسْقٌ

Dan janganlah kamu memakan binatang-binatang yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya. Sesungguhnya perbuatan yang semacam itu adalah suatu kefasikan.” (QS. Al-An’am: 121)

Begitu juga hal ini berdasarkan hadis Rafi’ bin Khudaij bahwa Nabi SAW bersabda:

مَا أَنْهَرَ الدَّمَ وَذُكِرَ اسْمُ اللَّهِ عَلَيْهِ فَكُلُوهُ

Segala sesuatu yang dapat mengalirkan darah dan disebut nama Allah ketika menyembelihnya, silakan kalian makan. (HR. Bukhari)

2. Asy-Syafi’iyah : Basmalah Sunnah

Sedangkan Imam Asy Syafi’i dan salah satu pendapat dari Imam Ahmad menyatakan bahwa hukum tasmiyah (membaca basmalah) adalah sunah yang bersifat anjuran dan bukan syarat sah penyembelihan.

Sehingga sembelihan yang tidak didahului dengan pembacaan basmalah hukumnya tetap sah dan bukan termasuk bangkai yang haram dimakan.

Setidaknya ada tiga alasan mengapa mazhab ini tidak mensyaratkan basmalah sebagai keharusan dalam penyembelihan.

a. Hadits Aisyah

Mereka beralasan dengan hadis riwayat ummul-mukminin ‘Aisyah radhiyallahuanha :

أَنَّ قَوْمًا قَالُوا لِلنَّبِىِّ  إِنَّ قَوْمًا يَأْتُونَا بِاللَّحْمِ لاَ نَدْرِى أَذُكِرَ اسْمُ اللَّهِ عَلَيْهِ أَمْ لاَ فَقَالَ : سَمُّوا عَلَيْهِ أَنْتُمْ وَكُلُوهُ . قَالَتْ وَكَانُوا حَدِيثِى عَهْدٍ بِالْكُفْرِ .

Ada satu kaum berkata kepada Nabi SAW, “Ada sekelompok orang yang mendatangi kami dengan hasil sembelihan. Kami tidak tahu apakah itu disebut nama Allah ataukah tidak. Nabi SAW mengatakan, “Kalian hendaklah menyebut nama Allah dan makanlah daging tersebut.” ’Aisyah berkata bahwa mereka sebenarnya baru saja masuk Islam.(HR. Bukhari)

Hadits ini tegas menyebutkan bahwa Rasulullah SAW tidak terlalu peduli apakah hewan itu disembelih dengan membaca basmalah atau tidak oleh penyembelihnya. Bahkan jelas sekali beliau memerintahkan untuk memakannya saja, dan sambil membaca basamalah.

Seandainya bacaan basmalah itu syarat sahnya penyembelihan, maka seharusnya kalau tidak yakin waktu disembelih dibacakan basmalah apa tidak, Rasulullah SAW melarang para shahabat memakannya.

Tetapi yang terjadi justru sebaliknya, beliau SAW malah memerintahkan para shahabat untuk memakan saja, setelah masing-masing membaca basmalah.

b. Yang Haram : Yang Disembelih Untuk Berhala

Mazhab ini beralasan bahwa dalil ayat Quran yang melarang memakan hewan yang tidak disebut nama Allah di atas (ولا تأكلوا مما لم يذكر اسم الله عليه), mereka tafsirkan bahwa yang dimaksud adalah hewan yang niat penyembelihannya ditujukan untuk dipersembahkan kepada selain Allah.

Maksud kata "disebut nama selain Allah" adalah diniatkan buat sesaji kepada berhala, dan bukan bermakna "tidak membaca basmalah".

c. Halalnya Sembelihan Ahli Kitab

Halalnya sembelihan ahli kitab yang disebutkan dengan tegas di dalam surat Al-Maidah ayat 5.

وَطَعَامُ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ حِلٌّ لَكُمْ

Dan sembelihan ahli kitab hukumnya halal bagimu. (QS. Al-Maidah : 5)

Padahal para ahli kitab itu belum tentu membaca basmalah, atau malah sama sekali tidak ada yang membacanya. Namun Al-Quran sendiri yang menegaskan kehalalannya.

Namun demikian, mazhab Asy-Syafi'iyah tetap memakruhkan orang yang menyembelih hewan bila secara sengaja tidak membaca lafadz basmalah. Tetapi walau pun sengaja tidak dibacakan basmalah, tetap saja dalam pandangan mazhab ini sembelihan itu tetap sah.

Itulah ketentuan sah atau tidak sahnya sebuah penyembelihan yang sesuai dengan syariah. Ketentuan lain merupakan adab atau etika yang hanya bersifat anjuran dan tidak memengaruhi kehalalan dan keharaman hewan itu.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc., MA


kirim pertanyaan | baca sebelumnya :

Rumah Fiqih Indonesia :: Bolehkah Menyembelih Hewan Tanpa Baca Bismillah? Apakah Agama Kristen Sama Dengan Nasrani? | Mon, 11 March 2013 22:48 | 9113


Hukum Barang Temuan Jam Tangan Di Mall | Mon, 11 March 2013 00:34 | 2797
Perempuan Nikah Lagi Sebelum Resmi Cerai | Sun, 10 March 2013 11:51 | 3076
Mengapa Makna Ayat - Ayat Alquran Sering Berbeda? | Sun, 10 March 2013 05:34 | 3973
Satu Dari Empat Penduduk Dunia Adalah Muslim? | Fri, 8 March 2013 02:14 | 2895
Ayah Saya Non Muslim, Lalu Siapa Yang Jadi Wali Saya? | Fri, 8 March 2013 00:32 | 2944
Hukum Menerima Uang PILKADES | Wed, 6 March 2013 22:34 | 5600
Apa Batasan Haramnya Tasyabbuh Dengan Non Muslim? | Wed, 6 March 2013 10:05 | 7210
Panduan Agar Pengobatan Alternatif Tidak Melanggar Syariah | Tue, 5 March 2013 23:46 | 2787
Apakah Orang Bertakwa Pasti Kaya? | Tue, 5 March 2013 23:08 | 2571

Muka | Konsultasi | Fikrah | Tafsir | Ilmu Hadits | Dirasah Madzahib | Fiqih Nisa'