2. Al-Baqarah : 1

الم

Alif laam miim. (QS. Al-Baqarah : 1)

Abdullah Yusuf Ali : A.L.M.



1 | 2

T A F S I R


Dibaca nama hurufnya satu per satu menjadi alif laam mim. Huruf-huruf yang seperti ini disebut dengan ahruf muqatha’ah (أحرف مقطعة). Panjang harakat laam 6 harakat dan mim dua harakat. Meski hanya berupa huruf-huruf, namun membacanya tetap mendapatkan pahala berdasarkan hadits berikut :

مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ تَعَالَى فَلَهُ حَسَنَةٌ، وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لَا أَقُولُ الم حَرْفٌ، لَكِنْ أَلْفٌ حَرْفٌ، وَلَامٌ حَرْفٌ، وَمِيمٌ حَرْف

Siapa yang membaca satu huruf dari kitabullah, dia mendapatkan satu kebaikan, dan satu kebaikan itu digandakan menjadi sepuluh. Aku tidak katakan alif lam mim itu satu huruf, namun alif satu huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf. (HR. Tirmizy)



Huruf-huruf semacam ini tidak ditemukan di dalam Al-Quran kecuali hanya pada awal-awal surat saja. Jumlahnya ada 14 huruf, disingkat biar mudah menghafalnya menjadi (نص حكيم قاطع له سر), tersebar di 29 surat sebagaimana tabel berikut.

 

 

 

[2] al-Baqarah (الم)

[20] Thaha (طه),  

[40] al-Mu’min (حم)

[3] Ali Imran (الم)

[26] as-Syu’ara (طسم)  

[41] Fushshilat (حم)

[7] al-A’raf (المص)

[27] an-Naml (طس)

[42] Syura (حم)

[10] Yunus (آلر)

[28] al-Qashash (طسم)

[43] Az-Zukhruf (حم)

[11] Hud (آلر)

[29] al-Ankabut (آلم),

[44] Ad-Dukhan (حم)

[12] Yusuf (آلر)

[30] ar-Rum (آلم)

[45] Al-Jatsiyah (حم)

[13] ar-Ra’d (آلر),

[31] Luqman (آلم)

[46] Al-Ahqaf (حم)

[14] Ibrahim (آلر),

[32] As-Sajdah (ألم)

[50] Qaf (ق)

[15] al-Hijr (آلر)

[36] Yasin (يس)

[68] al-Qalam (ن)

[19] Maryam (كهيعص)

[38] Shaad (ص)

 

M. Quraish Shihab, Tafsir Al-Misbah : pesan, kesan dan keserasian Al-Quran (Tangerang, PT. Lentera Hati, 2016), Cet 1 Edisi 2017 Vol 1 h. 105



Para ulama ahli tafsir terpecah dua dalam hal apakah huruf-huruf ini punya makna atau tidak.

1. Pendapat Pertama : Tidak Punya Makna

Sebagian mufassir seperti Sufyan At-Tsauri dan Asy-Sya’bi  menggolongkan huruf-huruf di awal-awal surat sebagai huruf yang tidak diketahui maknanya dan hanya Allah SWT yang tahu maknanya. Diriwayatkan bahwa pendapat ini bersumber dari Abu Bakar dan Ali bin Abi Thalib radhiyallahuanhuma.  Abu Bakar mengatakan :

لِلَّهِ فِي كُلِّ كِتَابٍ سِرٌّ وَسِرُّهُ فِي الْقُرْآنِ أَوَائِلُ السُّوَرِ

Pada setiap kitab Allah SWT punya rahasia dan rahasia di dalam Al-Quran adalah pada huruf awal-awal surat.

Ali bin Abi Thalib radhiyallahuanhu juga mengemukakan hal serupa dalam pernyataannya :

إِنَّ لِكُلِّ كِتَابٍ صَفْوَةٌ وَصَفْوَةُ هَذَا الْكِتَابِ حُرُوفُ التَّهَجِّي

Setiap kitab memiliki shafwah. Shafwah kitab ini (Al-Quran) adalah huruf hijaiyah.

Asy-Sya’bi menyebutkan bahwa huruf-huruf itu adalah rahasia maka tidak usah dipertanyakan maknanya. Abu Zhabyan meriwayatkan dari Ibnu Abbas menyebutkan bahwa para ulama tidak mampu memahaminya. Al-Husein bin Fadhl berkata bahwa huruf-huruf ini merupakan ayat musytabihat.

2. Pendapat Kedua : Punya Makna

Namun ada juga yang mengatakan bahwa huruf-huruf ini punya makna dengan berbagai dalil baik dari Al-Quran, Sunnah atau dalil-dalil lainnya.

Dalil secara ayat Al-Quran bahwa Allah SWT memerintahkan kita untuk melakukan tadabbur Al-Quran, bila ternyata ada ayat-ayat yang tidak ada maknanya, lalu buat apa perintah tadabbur itu. Selain itu Allah SWT memerintahkan kita memberi peringatan kepada manusia dengan Al-Quran. Kalau Al-Qurannya sendiri tidak bisa dipahami, lalu buat apa perintah itu?

Selain itu dalam Al-Quran juga disebutkan tentang keberadaan orang yang ahli istimbath yang mengetahui makna ayat-ayat Al-Quran, sehingga tidak menutup kemungkinan bagi mereka untuk melakukannya. Lalu disebutkan juga bahwa Al-Quran merupakan kitab petunjuk, maka bila ada ayat yang tidak bisa dipahami, lalu buat apa disebut sebagai petunjuk?. Dan masih banyak lagi dalil dari ayat Quran lainnya, Imam Ar-Razi menuliskan sampai 14 dali Quran tentang masalah ini.

Namun kelompok pertama juga memberi bantahan. Mereka sebutkan bahwa Allah SWT sendiri yang menyebutkan adanya mutashabihat di dalam Al-Quran. Diantara ayat mutshabihat adalah huruf-huruf di awal-awal surat. Dan mereka yang mempertanyakan ayat-ayat mutashabihat disebut sebagai orang yang sesat.

هُوَ الَّذِي أَنْزَلَ عَلَيْكَ الْكِتَابَ مِنْهُ آيَاتٌ مُحْكَمَاتٌ هُنَّ أُمُّ الْكِتَابِ وَأُخَرُ مُتَشَابِهَاتٌ ۖ فَأَمَّا الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ زَيْغٌ فَيَتَّبِعُونَ مَا تَشَابَهَ مِنْهُ ابْتِغَاءَ الْفِتْنَةِ وَابْتِغَاءَ تَأْوِيلِهِ ۗ وَمَا يَعْلَمُ تَأْوِيلَهُ إِلَّا اللَّهُ

Dialah yang menurunkan Al Kitab (Al Quran) kepada kamu. Di antara (isi)nya ada ayat-ayat yang muhkamaat, itulah pokok-pokok isi Al qur´an dan yang lain (ayat-ayat) mutasyaabihaat. Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, maka mereka mengikuti sebahagian ayat-ayat yang mutasyaabihaat daripadanya untuk menimbulkan fitnah untuk mencari-cari ta´wilnya, padahal tidak ada yang mengetahui ta´wilnya melainkan Allah. (QS. Ali Imran : 7)



Kalau sementara anggaplah kita ikuti pendapat kalangan yang meyakini bahwa tiap huruf itu punya makna, sesungguhnya mereka pun berbeda pendapat tentang apa maknanya. Sebagian mereka menyebutkan bahwa huruf-huruf ini berfungsi sebagai nama-nama surat, sebagaimana pendapat kebanyakan ahli kalam, termasuk juga pendapat Sibawaih dan al-Khalil.

Said bin Jubair mengatakan bahwa sebagian dari huruf itu merupakan nama-nama Allah. Sedangkan Al-Kalbi, As-Suddi dan Qatadah mengatakan bahwa huruf-huruf itu merupakan nama-nama Al-Quran. Ibnu Abbas diriwayatkan telah menyebutkan bahwa masing-masing huruf itu merupakan singkatan dari nama-nama Allah SWT yang sesuai. Misalnya huruf alif mewakili nama Allah : al-Ahad (الأحد), al-Awwal (الأول), al-Akhir (الأخير), al- Azali (الأزلي), al-Abadi (الأبدي). Sedangkan huruf lam mewakili nama Allah : Al-Latif (اللطيف) dan huruf mim mewakili nama Allah : al-Majid (المجيد), al-Malik (الملك) dan al-Mannan (المنان).

Ar-Razi, Mafatih al-Ghaib, 2/250

Di antara ayat yang memerintahkan tadabbur adalah surat Muhammad ayat 2 : (أَفَلا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ أَمْ عَلى قُلُوبٍ أَقْفالُها) dan juga surat An-Nisa’ ayat 82 : (أَفَلا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ وَلَوْ كانَ مِنْ عِنْدِ غَيْرِ اللَّهِ لَوَجَدُوا فِيهِ اخْتِلافاً كَثِيراً).

Di antara ayat yang memerintahkan memberi peringatan kepada manusia dengan menggunakan Al-Quran adalah surat Asy-Sy’ara ayat 192-195 : (وَإِنَّهُ لَتَنْزِيلُ رَبِّ الْعالَمِينَ نَزَلَ بِهِ الرُّوحُ الْأَمِينُ عَلى قَلْبِكَ لِتَكُونَ مِنَ الْمُنْذِرِينَ بِلِسانٍ عَرَبِيٍّ مُبِينٍ)

Ayat yang dimaksud adalah Surat An-Nisa’ ayat 83 (لَعَلِمَهُ الَّذِينَ يَسْتَنْبِطُونَهُ مِنْهُمْ)

Di antara yang menunjukkannya adalah surat Al-Baqarah ayat 2 (هُدىً لِلْمُتَّقِينَ)

Ar-Razi, Mafatih al-Ghaib, 2/250-251

At-Thabari, Jami’ al-Bayan, 1/206

At-Thabari, Jami’ al-Bayan, 1/205

Ar-Razi, Mafatih al-Ghaib, 2/253


kembali | 2