Al-Baqarah [2] : 1

الم

Alif laam miim. (QS. Al-Baqarah : 1)


Bagikan ke WhatsApp
1 | 2

Dibaca nama hurufnya satu per satu menjadi alif laam mim. Huruf-huruf yang seperti ini disebut dengan ahruf muqatha’ah (أحرف مقطعة).

Panjang harakat laam 6 harakat dan mim dua harakat. Kecuali mim pada awal surah Ali Imran, ketika diwashalkan dengan ayat berikutnya, mim dibaca fathah dan panjangnya dua wajah: boleh dua juga boleh enam harakat.

Meski hanya berupa huruf-huruf, namun membacanya tetap mendapatkan pahala berdasarkan hadits berikut :

مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ تَعَالَى فَلَهُ حَسَنَةٌ، وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لَا أَقُولُ الم حَرْفٌ، لَكِنْ أَلْفٌ حَرْفٌ، وَلَامٌ حَرْفٌ، وَمِيمٌ حَرْف

Siapa yang membaca satu huruf dari kitabullah, dia mendapatkan satu kebaikan, dan satu kebaikan itu digandakan menjadi sepuluh. Aku tidak katakan alif lam mim itu satu huruf, namun alif satu huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf. (HR. Tirmizy)

Huruf-huruf semacam ini tidak ditemukan di dalam Al-Quran kecuali hanya pada awal-awal surat saja. Jumlahnya ada 14 huruf, disingkat biar mudah menghafalnya menjadi (نص حكيم قاطع له سر), tersebar di 29 surat sebagaimana tabel berikut.

  1. Surat [2] Al-Baqarah (الم)
  2. Surat [3] Ali Imran (الم)
  3. Surat [7] Al-A'raf (المص)
  4. Surat [10] Yunus (الر)
  5. Surat [11] Hud (الر)
  6. Surat [12] Yusuf (الر)
  7. Surat [13] Ar-Ra'd (الر)
  8. Surat [14] Ibrahim (الر)
  9. Surat [15] Al-Hjir (الر)
  10. Surat [19] Maryam (كهيعص)
  11. Surat [20] Thaha (طه)
  12. Surat [26] Asy-Syu'ara (طسم)
  13. Surat [27] An-Naml (طس)
  14. Surat [28] Al-Qashash (طسم)
  15. Surat [29] Al-Ankabut (الم)
  16. Surat [30] Ar-Ruum (الم)
  17. Surat [31] Luqman (الم)
  18. Surat [32] As-Sajdah (الم)
  19. Surat [36] Yaasiin (يس)
  20. Surat [38] Shaad (ص)
  21. Surat [40] Al-Mu'min (حم)
  22. Surat [41] Fushshilat (حم)
  23. Surat [42] Syura (حم)
  24. Surat [43] Az-Zukhurf (حم)
  25. Surat [44] Ad-Dukhan (حم)
  26. Surat [45] Al-Jatsiyah (حم)
  27. Surat [46] Al-Ahqaf (حم)
  28. Surat [50] Qaf (ق)
  29. Surat [68] Al-Qalam (ن)

M. Quraish Shihab, Tafsir Al-Misbah : pesan, kesan dan keserasian Al-Quran (Tangerang, PT. Lentera Hati, 2016), Cet 1 Edisi 2017 Vol 1 h. 105

Para ulama ahli tafsir terpecah dua dalam hal apakah huruf-huruf ini punya makna atau tidak.

1. Pendapat Pertama : Tidak Punya Makna

Sebagian mufassir seperti Sufyan At-Tsauri dan Asy-Sya’bi  menggolongkan huruf-huruf di awal-awal surat sebagai huruf yang tidak diketahui maknanya dan hanya Allah SWT yang tahu maknanya. Diriwayatkan bahwa pendapat ini bersumber dari Abu Bakar dan Ali bin Abi Thalib radhiyallahuanhuma.  Abu Bakar mengatakan :

لِلَّهِ فِي كُلِّ كِتَابٍ سِرٌّ وَسِرُّهُ فِي الْقُرْآنِ أَوَائِلُ السُّوَرِ

Pada setiap kitab Allah SWT punya rahasia dan rahasia di dalam Al-Quran adalah pada huruf awal-awal surat.

Ali bin Abi Thalib radhiyallahuanhu juga mengemukakan hal serupa dalam pernyataannya :

إِنَّ لِكُلِّ كِتَابٍ صَفْوَةٌ وَصَفْوَةُ هَذَا الْكِتَابِ حُرُوفُ التَّهَجِّي

Setiap kitab memiliki shafwah. Shafwah kitab ini (Al-Quran) adalah huruf hijaiyah.

Asy-Sya’bi menyebutkan bahwa huruf-huruf itu adalah rahasia maka tidak usah dipertanyakan maknanya. Abu Zhabyan meriwayatkan dari Ibnu Abbas menyebutkan bahwa para ulama tidak mampu memahaminya. Al-Husein bin Fadhl berkata bahwa huruf-huruf ini merupakan ayat musytabihat.

2. Pendapat Kedua : Punya Makna

Namun ada juga yang mengatakan bahwa huruf-huruf ini punya makna dengan berbagai dalil baik dari Al-Quran, Sunnah atau dalil-dalil lainnya.

Dalil secara ayat Al-Quran bahwa Allah SWT memerintahkan kita untuk melakukan tadabbur Al-Quran, bila ternyata ada ayat-ayat yang tidak ada maknanya, lalu buat apa perintah tadabbur itu. Selain itu Allah SWT memerintahkan kita memberi peringatan kepada manusia dengan Al-Quran. Kalau Al-Qurannya sendiri tidak bisa dipahami, lalu buat apa perintah itu?

Selain itu dalam Al-Quran juga disebutkan tentang keberadaan orang yang ahli istimbath yang mengetahui makna ayat-ayat Al-Quran, sehingga tidak menutup kemungkinan bagi mereka untuk melakukannya. Lalu disebutkan juga bahwa Al-Quran merupakan kitab petunjuk, maka bila ada ayat yang tidak bisa dipahami, lalu buat apa disebut sebagai petunjuk?. Dan masih banyak lagi dalil dari ayat Quran lainnya, Imam Ar-Razi menuliskan sampai 14 dali Quran tentang masalah ini.

Namun kelompok pertama juga memberi bantahan. Mereka sebutkan bahwa Allah SWT sendiri yang menyebutkan adanya mutashabihat di dalam Al-Quran. Diantara ayat mutshabihat adalah huruf-huruf di awal-awal surat. Dan mereka yang mempertanyakan ayat-ayat mutashabihat disebut sebagai orang yang sesat.

هُوَ الَّذِي أَنْزَلَ عَلَيْكَ الْكِتَابَ مِنْهُ آيَاتٌ مُحْكَمَاتٌ هُنَّ أُمُّ الْكِتَابِ وَأُخَرُ مُتَشَابِهَاتٌ ۖ فَأَمَّا الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ زَيْغٌ فَيَتَّبِعُونَ مَا تَشَابَهَ مِنْهُ ابْتِغَاءَ الْفِتْنَةِ وَابْتِغَاءَ تَأْوِيلِهِ ۗ وَمَا يَعْلَمُ تَأْوِيلَهُ إِلَّا اللَّهُ

Dialah yang menurunkan Al Kitab (Al Quran) kepada kamu. Di antara (isi)nya ada ayat-ayat yang muhkamaat, itulah pokok-pokok isi Al qur´an dan yang lain (ayat-ayat) mutasyaabihaat. Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, maka mereka mengikuti sebahagian ayat-ayat yang mutasyaabihaat daripadanya untuk menimbulkan fitnah untuk mencari-cari ta´wilnya, padahal tidak ada yang mengetahui ta´wilnya melainkan Allah. (QS. Ali Imran : 7)

Kalau sementara anggaplah kita ikuti pendapat kalangan yang meyakini bahwa tiap huruf itu punya makna, sesungguhnya mereka pun berbeda pendapat tentang apa maknanya. Sebagian mereka menyebutkan bahwa huruf-huruf ini berfungsi sebagai nama-nama surat, sebagaimana pendapat kebanyakan ahli kalam, termasuk juga pendapat Sibawaih dan al-Khalil.

Said bin Jubair mengatakan bahwa sebagian dari huruf itu merupakan nama-nama Allah. Sedangkan Al-Kalbi, As-Suddi dan Qatadah mengatakan bahwa huruf-huruf itu merupakan nama-nama Al-Quran. Ibnu Abbas diriwayatkan telah menyebutkan bahwa masing-masing huruf itu merupakan singkatan dari nama-nama Allah SWT yang sesuai. Misalnya huruf alif mewakili nama Allah : al-Ahad (الأحد), al-Awwal (الأول), al-Akhir (الأخير), al- Azali (الأزلي), al-Abadi (الأبدي). Sedangkan huruf lam mewakili nama Allah : Al-Latif (اللطيف) dan huruf mim mewakili nama Allah : al-Majid (المجيد), al-Malik (الملك) dan al-Mannan (المنان).

Ar-Razi, Mafatih al-Ghaib, 2/250

Di antara ayat yang memerintahkan tadabbur adalah surat Muhammad ayat 2 : (أَفَلا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ أَمْ عَلى قُلُوبٍ أَقْفالُها) dan juga surat An-Nisa’ ayat 82 : (أَفَلا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ وَلَوْ كانَ مِنْ عِنْدِ غَيْرِ اللَّهِ لَوَجَدُوا فِيهِ اخْتِلافاً كَثِيراً).

Di antara ayat yang memerintahkan memberi peringatan kepada manusia dengan menggunakan Al-Quran adalah surat Asy-Sy’ara ayat 192-195 : (وَإِنَّهُ لَتَنْزِيلُ رَبِّ الْعالَمِينَ نَزَلَ بِهِ الرُّوحُ الْأَمِينُ عَلى قَلْبِكَ لِتَكُونَ مِنَ الْمُنْذِرِينَ بِلِسانٍ عَرَبِيٍّ مُبِينٍ)

Ayat yang dimaksud adalah Surat An-Nisa’ ayat 83 (لَعَلِمَهُ الَّذِينَ يَسْتَنْبِطُونَهُ مِنْهُمْ)

Di antara yang menunjukkannya adalah surat Al-Baqarah ayat 2 (هُدىً لِلْمُتَّقِينَ)

Ar-Razi, Mafatih al-Ghaib, 2/250-251

At-Thabari, Jami’ al-Bayan, 1/206

At-Thabari, Jami’ al-Bayan, 1/205

Ar-Razi, Mafatih al-Ghaib, 2/253

TAFSIR WAJIZ

Alif Laam miim. Beberapa surah dalam Al-Qur'an dibuka dengan huruf abjad seperti Alif Laam miim, Alif Laam Raa , dan sebagainya. Makna huruf-huruf itu hanya Allah yang tahu.

Ada yang berpendapat bahwa huruf-huruf itu adalah nama surah dan ada pula yang berpendapat bahwa gunanya untuk menarik perhatian, atau untuk menunjukkan mukjizat Al-Qur'an, karena Al-Qur'an disusun dari rangkaian hurufhuruf abjad yang digunakan dalam bahasa bangsa Arab sendiri.

Meskipun demikian, mereka tidak pernah mampu untuk membuat rangkaian huruf-huruf itu menjadi seperti Al-Qur'an.

TAFSIR TAHLILI

Alif Lam Mim. Ayat pertama surah Al-Baqarah ini terdiri dari huruf-huruf lepas. Sebagaimana pada surah-surah Makkiyah banyak yang dibuka dengan huruf-huruf lepas seperti Alif Lam Ra, Alif Lam Mim Ra, ha Mim, ta Ha, Kaf Ha Ya 'Ain sad, dan lain-lain.

Surah-surah yang dimulai dengan huruf-huruf singkatan (muqattha'ah) semuanya berjumlah 29 surah. Selengkapnya sebagai berikut:

  1. Al-Baqarah dengan Alif Lam Mim,
  2. Ali 'Imran dimulai dengan Alif Lam Mim,
  3. Al-A'raf dimulai dengan Alif Lam Mim sad,
  4. Yunus dengan Alif Lam Ra.
  5. Hud dengan Alif Lam Ra,
  6. Yusuf dengan Alif Lam Ra
  7. Ar-Ra'd dengan Alif Lam Mim Ra;
  8. Ibrahim dengan Alif Lam Ra;
  9. Al-Hijr dengan Alif Lam Ra;
  10. Maryam dengan Kaf Ha Ya 'Ain sad;
  11. Thaha dengan ta ha;
  12. Asy-Syu'ara' dengan ta Sin Mim;
  13. An-Naml dengan ta Sin;
  14. Al-Qasas dengan ta Sin Mim;
  15. Al-'Ankabut dengan Alif Lam Mim;
  16. Ar-Rum dengan Alif Lam Mim,
  17. Luqman dengan Alif Lam Mim,
  18. As-Sajdah dengan Alif Lam Mim,
  19. Yasin dengan Ya Sin;
  20. Shad dengan sad;
  21. Al-Mu'min dengan ha Mim;
  22. Fussilat dengan ha Mim;
  23. Asy-Syura dengan ha Mim;
  24. Az-Zukhruf dengan ha Mim;
  25. Ad-Dukhan dengan ha Mim;
  26. Al-Jasiyah dengan ha Mim;
  27. Al-Ahqaf dengan ha Mim;
  28. Qaf dengan Qaf; dan
  29. Al-Qalam dengan Nun.

Huruf yang disebutkan ini berjumlah 14 huruf, yaitu setengah dari huruf hijaiyah. Huruf-huruf ini adalah huruf-huruf yang banyak terpakai dalam bahasa Arab. Huruf-huruf ini ada yang disebutkan berulang-ulang. Ada dua hal yang perlu dibicarakan tentang huruf-huruf abjad yang disebutkan pada permulaan beberapa surah dari Al-Qur'an itu, yaitu apa yang dimaksud dengan huruf ini, dan apa hikmahnya menyebutkan huruf-huruf ini. Tentang soal pertama, maka para mufasir berlainan pendapat:

1. Ada yang menyerahkan saja kepada Allah, dengan arti mereka tidak mau menafsirkan huruf-huruf itu. Mereka berkata, "Allah saja yang mengetahui maksudnya." Mereka menggolongkan huruf-huruf itu ke dalam golongan ayat-ayat mutasyabihat.

2. Ada yang menafsirkannya. Mufasir yang menafsirkannya ini berlain-lain pula pendapat mereka:

a. Ada yang berpendapat bahwa huruf-huruf itu adalah isyarat (singkatan dari kata-kata), umpamanya Alif Lam Mim. Maka Alif adalah singkatan dari "Allah", Lam singkatan dari "Jibril", dan Mim singkatan dari Muhammad, yang berarti bahwa Al-Qur'an itu datangnya dari Allah, disampaikan oleh Jibril kepada Muhammad. Pada Alif Lam Ra, Alif singkatan dari "Ana", Lam singkatan dari "Allah" dan Ra singkatan dari "ar-Rahman", yang berarti "Aku Allah Yang Maha Pengasih."

b. Ada yang berpendapat bahwa huruf-huruf itu adalah nama dari surah yang dimulai dengan huruf-huruf itu.

c. Ada yang berpendapat bahwa yang dimaksud dengan huruf-huruf abjad ini adalah huruf-huruf abjad itu sendiri. Maka yang dimaksud dengan Alif adalah "Alif", yang dimaksud dengan Lam, adalah "Lam", yang dimaksud dengan Nun adalah "Nun", dan begitu seterusnya.

d. Huruf-huruf abjad itu untuk menarik perhatian. Ada mufasir yang berpendapat bahwa huruf-huruf abjad ini didatangkan oleh Allah pada permulaan beberapa surah Al-Qur'an untuk menarik perhatian. Memulai pembicaraan dengan huruf-huruf abjad adalah suatu cara yang belum dikenal oleh Bangsa Arab pada waktu itu, karena itu maka hal ini menarik perhatian mereka.

e. Untuk tantangan.

Menurut para mufasir ini, huruf-huruf singkatan itu disebut Allah pada permulaan beberapa surah dari Al-Qur'an, hikmahnya adalah untuk "menantang".

Tantangan itu bunyinya kira-kira begini: Al-Qur'an itu diturunkan dalam bahasa Arab, yaitu bahasa kamu sendiri, yang tersusun dari huruf-huruf singkatan, seperti Alif, Lam Mim Ra, Kaf Ha Ya 'Ain sad, Qaf, ta Sin dan lain-lain.

Maka kalau kamu tidak percaya bahwa Al-Qur'an datangnya dari Allah dan kamu mendakwakan datangnya dari Muhammad, yakni dibuat oleh Muhammad sendiri, maka cobalah kamu buat ayat-ayat yang seperti ayat Al-Qur'an ini. Kalau Muhammad dapat membuatnya tentu kamu juga dapat membuatnya" Maka ada "penantang", yaitu Allah, dan ada "yang ditantang", yaitu bangsa Arab, dan ada "alat penantang", yaitu Al-Qur'an.

Sekalipun mereka adalah orang-orang yang fasih berbahasa Arab, dan mengetahui pula seluk beluk bahasa Arab menurut naluri mereka, karena di antara mereka itu ada pujangga-pujangga, penyair-penyair dan ahli-ahli pidato, namun demikian mereka tidak bisa menjawab tantangan Al-Qur'an dengan membuat ayat-ayat seperti Al-Qur'an.

Ada juga di antara mereka yang memberanikan diri untuk menjawab tantangan Al-Qur'an itu, dengan mencoba membuat kalimat-kalimat seperti ayat-ayat Al-Qur'an itu, tetapi sebelum mereka ditertawakan oleh orang-orang Arab itu, lebih dahulu mereka telah ditertawakan oleh diri mereka sendiri.

< >

1. Jami'ul Bayan : Ibnu Jarir Ath-Thabari (310 H)
2. An-Nukat wal 'Uyun : Al-Mawardi (450 H)
3. At-Tafsir Al-Basith : Al-Wahidi (468 H)
4. Ma'alim At-Tanzil : Al-Baghawi (516 H)
5. Al-Kasysyaf : Az-Zamakhsyari (538 H)
6. Al-Muharrar Al-Wajiz : Ibnu 'Athiyah (546 H)
7. Mafatihul Ghaib : Fakhrudin Ar-Razi (606 H)
8. Al-Jami' li-ahkamil Quran : Al-Qurtubi (681 H)
9. Al-Bahrul Muhith : Abu Hayyan (745 H)
10.Tafsir AlQuranil Azhim : Ibnu Katsir (774 H)
11. Jalalain Mahali (864 H) Suyuthi (911 H)
12. Ad-Durr Al-Mantsur : As-Suyuthi (911 H)
13. Irsyadul'Aqlissalim : Abu As-Su'ud (982 H)
14. Fathul Qadir : Asy-Syaukani (1250 H)
15. Ruhul Ma'ani : Al-Alusi (1270 H)
16. Tahrir wa Tanwir : Ibnu 'Asyur (1393 H)
17. Tafsir Al-Munir : Wahbah Az-Zuhaili