Al-Baqarah [2] : 4

وَالَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ وَبِالْآخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ

dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat. (QS. Al-Baqarah : 4)


Bagikan ke WhatsApp
3 | 4 | 5

Munasabah atau keterkaitan ayat ini dengan ayat sebelumnya, dibahas oleh para ulama. Yang jadi titik masalah : apakah orang yang beriman dengan yang turun kepada Muhammad atau kepada nabi sebelumnya di ayat ini adalah mereka yang juga disebut di ayat sebelumnya yang mana mereka disebut sebagai orang yang beriman kepada yang ghaib.

Ibnu Jarir Ath-Thabari menyebutkan, setidaknya ada 3 pendapat yang berbeda :

1. Pendapat Pertama

Bahwa yang disebutkan di ayat ini tentang orang beriman adalah sama dengan yang disebutkan dalam ayat sebelumnya. Dan mereka adalah semua orang yang beriman, baik mukmin dari kalangan orang Arab atau pun dari kalangan ahli kitab.

Pendapat ini didukung oleh Mujahid, Abul Aliyah, Ar-Rabi' bin Anas dan Qatadah.

2. Pendapat Kedua

Bahwa orang mukmin di ayat ini adalah orang mukmin yang ada disebutkan di ayat sebelumnya. Namun mereka adalah dari kalangan ahli kitab.

3. Pendapat Ketiga

Bahwa yang disebutkan di ayat sebelumnya adalah orang mukmin di kalangan orang Arab, sedangkan yang disebutkan di ayat ini adalah orang mukmin dari kalangan ahli kitab.

As-Suddi menukil hal ini dari perkataan Ibnu Abbas, Ibnu Mas'ud dan Anas bin Malik radhiyallahuanhum. Ibnu Jarir At-Thabari juga mendukung pendapat ketiga ini, dengan menggunakan syawahid ayat-ayat Al-Quran, antara lain :

وَإِنَّ مِنْ أَهْلِ الْكِتابِ لَمَنْ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَما أُنْزِلَ إِلَيْكُمْ وَما أُنْزِلَ إِلَيْهِمْ خاشِعِينَ لِلَّهِ

Dan sesungguhnya diantara ahli kitab ada orang yang beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kamu dan yang diturunkan kepada mereka sedang mereka berendah hati kepada Allah. (QS. Ali Imran : 199)

الَّذِينَ آتَيْناهُمُ الْكِتابَ مِنْ قَبْلِهِ هُمْ بِهِ يُؤْمِنُونَ وَإِذا يُتْلى عَلَيْهِمْ قالُوا آمَنَّا بِهِ إِنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَبِّنا إِنَّا كُنَّا مِنْ قَبْلِهِ مُسْلِمِينَ أُولئِكَ يُؤْتَوْنَ أَجْرَهُمْ مَرَّتَيْنِ بِما صَبَرُوا وَيَدْرَؤُنَ بِالْحَسَنَةِ السَّيِّئَةَ وَمِمَّا رَزَقْناهُمْ يُنْفِقُونَ

Orang-orang yang telah Kami datangkan kepada mereka Al Kitab sebelum Al Quran, mereka beriman (pula) dengan Al Quran itu. Dan apabila dibacakan (Al Quran itu) kepada mereka, mereka berkata: "Kami beriman kepadanya; sesungguhnya; Al Quran itu adalah suatu kebenaran dari Tuhan kami, sesungguhnya kami sebelumnya adalah orang-orang yang membenarkan(nya). Mereka itu diberi pahala dua kali disebabkan kesabaran mereka, dan mereka menolak kejahatan dengan kebaikan, dan sebagian dari apa yang telah Kami rezekikan kepada mereka, mereka nafkahkan (QS. Al-Qashash : 52-54)

ثَلَاثَةٌ يُؤْتَوْنَ أَجْرَهُمْ مَرَّتَيْنِ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ آمَنَ بِي وَرَجُلٌ مَمْلُوكٌ أَدَّى حَقَّ اللَّهِ وَحَقَّ مَوَالِيهِ وَرَجُلٌ أَدَّبَ جَارِيَتَهُ فَأَحْسَنَ تَأْدِيبَهَا ثُمَّ أَعْتَقَهَا وَتَزَوَّجَهَا»1»

Dari Abu Musa bahwa Rasulullah SAW bersabda,"Ada tiga yang diberi pahala dua kali : [1] Seorang dari ahli kitab, dia beriman kepadaku. [2] Seorang budak yang menunaikan kewajibannya pada Allah dan pada tuannya. dan [3] Seorang yang mendidik budak wanitanya dengan sebaik-baiknya, lalu membebaskannya lalu menikahinya. (HR. Bukhari dan Muslim)

unzila = diturunkan.Maksudnya kitab-kitab suci yang diturunkan.

min qablika = di masa sebelum kami.

Maksudnya adalah kitab-kitab suci yang pernah turun sebelumnya seperti Kitab Zabur, Taurat, Injil dan lainnya.

Namun dalam konteks turunnya ayat ini, yang dimaksud adalah kitab Taurat yang turun kepada orang-orang Yahudi dan kitab Injil yang turun kepada orang-orang Nasrani.

وَفِي حَدِيثِ أَبِي ذَرٍّ قَالَ قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ كَمْ كِتَابًا أَنْزَلَ اللَّهُ؟ قَالَ: (مِائَةَ كِتَابٍ وَأَرْبَعَةَ كُتُبٍ أَنْزَلَ اللَّهُ عَلَى شِيثَ خمسين صحيفة وعلى أخنوخ  ثَلَاثِينَ صَحِيفَةً وَعَلَى إِبْرَاهِيمَ عَشْرَ صَحَائِفَ وَأَنْزَلَ عَلَى مُوسَى قَبْلَ التَّوْرَاةِ عَشْرَ صَحَائِفَ وَأَنْزَلَ التَّوْرَاةَ وَالْإِنْجِيلَ وَالزَّبُورَ وَالْفُرْقَانَ

Dari Abi Dzar radhiyallahuanhu, dia bertanya,"Ya Rasulllah, berapa kitab yang Allah turunkan?.Nabi SAW menjawab,"Seratus empat kitab. Allah turun 50 shahifah kepada Nabi Syits, kepada Akhnun (Nabi Idris) 30 shahifah, kepada Ibrahim 10 shahifah, kepada Musa sebelum Taurat 10 shahifah, dan Allah menurunkan Taurat, Injil, Zabur dan Al-Furqan (Al-Quran).

Hadits ini diriwayatkan oleh Al-Husaen Al-Ajuri dan Abu Hatim Al-Bastani.

Akhirat yang dimaksud adalah dibangkitkan lagi setelah kematian.

إِيقَانُ الْعِلْمِ بِانْتِفَاءِ الشَّكِّ وَالشُّبْهَةِ عَنْهُ

Meyakini suatu ilmu dengan membuang semua keraguan dan syubhat atasnya.

Maksudnya mereka meyakini adanya kehidupan sesudah kematian, hari kebangkitan dimana semua manusia yang sudah mati kemudian dihidupkan kembali untuk dikumpulkan di Mahsyar. Kemudian masing-masing dihisab sesuai dengan amal baik dan buruk. Lalu ada yang masuk surga dan masuk neraka.

TAFSIR WAJIZ

TAFSIR TAHLILI

Al-Qur'an surah Al-Baqarah ayat 4

وَالَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِمَآ اُنْزِلَ اِلَيْكَ وَمَآ اُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ ۚ وَبِالْاٰخِرَةِ هُمْ يُوْقِنُوْنَۗ
dan mereka yang beriman kepada (Al-Qur'an) yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dan (kitab-kitab) yang telah diturunkan sebelum engkau, dan mereka yakin akan adanya akhirat.

TAFSIR TAHLILI
(4) Keempat: Beriman kepada kitab-kitab yang telah diturunkan-Nya, yaitu beriman kepada Al-Qur′an dan kitab-kitab (wahyu) Taurat, Zabur, Injil dan ¡a¥³fah-¡a¥³fah yang diturunkan kepada nabi-nabi sebelum Nabi Muhammad saw. Meskipun dalam beriman kepada kitab-kitab selain Al-Qur′an bersifat ijmali (global), sedangkan beriman kepada Al-Qur'an harus secara tafsili (rinci). Beriman kepada kitab-kitab dan ¡a¥³fah-¡a¥³fah tersebut berarti beriman pula kepada para rasul yang telah diutus Allah kepada umat-umat yang dahulu dengan tidak membedakan antara seseorang dengan yang lain dari rasul-rasul Allah.
Beriman kepada kitab-kitab Allah merupakan salah satu sifat dari orang-orang yang bertakwa. Orang-orang yang beriman kepada kitab-kitab Allah dan mempelajari isinya adalah para ahli waris nabi, ahli waris ajaran-ajaran Allah, baik orang-orang dahulu, maupun orang-orang sekarang sampai akhir zaman. Sifat ini akan menimbulkan rasa dalam diri seorang Muslim bahwa mereka adalah umat yang satu, agama mereka adalah satu, agama Islam. Tuhan yang mereka sembah ialah Allah Yang Maha Esa, Pengasih dan Penyayang kepada hamba-hamba-Nya. Sifat ini akan menghilangkan eksklusivisme (sifat berbeda) dalam diri seorang Muslim, yaitu meliputi semua sifat sombong, tinggi hati, fanatik golongan, rasa kedaerahan dan perasaan kebangsaan yang berlebihan.

----------
Disalin dari aplikasi Qur'an Kemenag Android

< >

1. Jami'ul Bayan : Ibnu Jarir Ath-Thabari (310 H)
2. An-Nukat wal 'Uyun : Al-Mawardi (450 H)
3. At-Tafsir Al-Basith : Al-Wahidi (468 H)
4. Ma'alim At-Tanzil : Al-Baghawi (516 H)
5. Al-Kasysyaf : Az-Zamakhsyari (538 H)
6. Al-Muharrar Al-Wajiz : Ibnu 'Athiyah (546 H)
7. Mafatihul Ghaib : Fakhrudin Ar-Razi (606 H)
8. Al-Jami' li-ahkamil Quran : Al-Qurtubi (681 H)
9. Al-Bahrul Muhith : Abu Hayyan (745 H)
10.Tafsir AlQuranil Azhim : Ibnu Katsir (774 H)
11. Jalalain Mahali (864 H) Suyuthi (911 H)
12. Ad-Durr Al-Mantsur : As-Suyuthi (911 H)
13. Irsyadul'Aqlissalim : Abu As-Su'ud (982 H)
14. Fathul Qadir : Asy-Syaukani (1250 H)
15. Ruhul Ma'ani : Al-Alusi (1270 H)
16. Tahrir wa Tanwir : Ibnu 'Asyur (1393 H)
17. Tafsir Al-Munir : Wahbah Az-Zuhaili