. .
 



baca versi HP | view by date | top hits | bidang | total 4,611,800 views

Hubungan dengan Nabi Muhammad SAW: Guru Atau Sahabat | Ahmad Sarwat,Lc., MA | www.rumahfiqih.com

Hubungan dengan Nabi Muhammad SAW: Guru Atau Sahabat

Mon, 15 May 2006 01:06 - 1104 | umum

Assalamu'alaikum wr. wb.

Dalam ajaran agama Kristen dikenal Yesus dan muridnya (guru dan murid), kini yang ada pendeta dan jema'at. Sedangkan pada masa Nabi Muhammad SAW (agama Islam ), dikenal dengan sahabat nabi. Namun kenapa sekarang malah jadi terbalik, umat Islam yang menyebut ustadz dan santri (guru dan murid)? Mohon penjelasannya.

Wassalamu'alaikum wr. wb.

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Dalam bahasa Indonesia, istilah sahabat bermakna kawan, teman, rekan. Namun bersifat lebih dekat dan lebih khusus. Sedangkan istilah shahabat nabi dalam istilah para ahli ushul fiqih, tidak demikian maknanya. Keduanya memiliki perbedaan yang amat signifikan.

Istilah "shahabat nabi" jangan diterjemahkan dengan rasa bahasa Indonesia seperti teman, kawan atau sejenisnya. Nabi Muhammad SAW dengan para shahabatnya itu tidak berhubungan hanya semata-mata seperti antara seseorang dengan temannya atau shahabatnya.

Istilah shahabah itu bermakna unik dan khas, yaitu orang-orang Islam yang pernah bertemu dengan nabi Muhammad SAW secara langsung dan meninggalnya juga dalam keadaan beragama Islam.

Ketika masa tiga tahun pertama dakwah Islam, jumlah mereka baru sekitar 30-an orang. Ketika peristiwa pembebasan kota Makkah, jumlah mereka paling tidak ada sekitar 10.000-an orang. Dan tatkalaRasulullah SAW wafat, jumlah mereka diperkirakan ada sekitar 140.000-an orang.

Tentu saja semua bukan sahabat dalam arti kata teman atau sahabat dekat. Karena jumlahnya terlalu banyak, tidak mungkin semuanya jadi shahabat dekat. Padahal secara hukum, puluhan ribu orang itu berstatus shahabat nabi.

Lalu bagaimana sesungguhnya posisi para shahabat di depan nabi Muhammad SAW?

  • Mereka adalah famili dan keluarga Rasulullah SAW yang mendapatkan keberkahan dalam keluarga serta menjadikan beliau sebagai sesepuh keluarga. Para shahabat dari kalangan famili inilah yang pertama kali menjadi shahabat.
  • Mereka adalah anak-anak dari sosok Rasulullah SAW sebagai ayah atau orang tua yang mendapatkan belaian kasih sayang serta kehangatan hubungan mesra orang tua dan anak.
  • Mereka adalah bagian dari team work yang teramat solid yang dibina langsung dengan tangan Rasulullah SAW sendiri.
  • Mereka adalah lapis pertama orang-orang yang menerima wahyu dari langit setelah Rasulullah SAW. Mereka menghafalnya, mengerti maknanya dan mempraktekkannya langsung saat itu juga. Bahkan banyak dari mereka yang menjadi penyebab turunnya ayat-ayat suci dari langit. Tidak sedikit ayat Al-Quran yang melibatkan masalah mereka secara nyata.
  • Mereka adalah murid yang selalu siap belajar 24 jam sehari dengan menteladani kehidupannya yang agung.
  • Mereka adalah sumber pertama jejak peninggalan ajaran Islam yang berstatus 'uduul. Semua riwayat yang mereka sampaikan tidak diragukan lagi keshahihannya.
  • Mereka adalah rakyat dan warga negara dari sebuah negara super modern pertama di muka bumi, di mana Rasulullah SAW bertindak sebagai pimpinan mereka.
  • Mereka adalah struktur pemerintahan yang mengelola negara dengan sepenuh dedikasi, profesional, jujur, punya visi ke depan, demokratis serta kompak di bawah kepemimpinan Rasulullah SAW.
  • Mereka juga prajurit perang yang siap maju ke medan laga untuk bertempur baik dalam perang defensif atau ofensif.
  • Mereka juga pengganti atau penerus tugas Rasulullah SAW sebagai penyebar agama Islam ke seluruh penjuru dunia.

Jadi pendeknya, hubungan mereka dengan Rasulullah SAW bukan semata-mata teman seperti kita dengan teman kita. Tetapi hubungan yang unik dan spesifik. Sayyid Qutub dalam bukunya Ma'laim fit-Thariiq telah menyebut mereka dengan sebutan: Al-Jiilul-Qurani Al-Farid, Generasi Qurani yang Unik.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh Ahmad Sarwat, Lc.

Rumah
Fiqih
Indonesia

 


baca versi HP | view by date | top hits | bidang | total 4,611,800 views

Lihat Sebelumnya


  • Punggung Tangan Terbuka Ketika Sholat | Fri, 12 May 2006 03:27 | 1470
  • Agama Sebelum Rasulullah Diutus | Thu, 11 May 2006 05:50 | 1625
  • Nadzar Potong Kambing kalau Diterima di PTN | Thu, 11 May 2006 05:50 | 1144
  • Bayar Zakat Lewat Transfer Bank dan Ijab Qobul | Thu, 11 May 2006 05:29 | 1482
  • Orang yang Gugur dari Mendapat Warisan | Thu, 11 May 2006 05:29 | 1307
  • Berderma Ala Robin Hood | Thu, 11 May 2006 05:29 | 1143
  • Memajang Foto Para Ulama, Sunnahkah? | Wed, 10 May 2006 03:23 | 1271
  • Beda Waqaf dan Sedekah | Wed, 10 May 2006 03:23 | 1466
  • Malaikat Itu, Institusi Bukan? | Tue, 9 May 2006 07:09 | 1701
  • Akhir Waktu Mengerjakan Sholat Isya | Tue, 9 May 2006 07:09 | 1390
    Konsultasi Syariah | total 4611801 views

  •  


    Pesan Disini


          1. Aqidah - 208
          2. Quran - 76
          3. Hadits - 86
          4. Fiqih - 74
          5. Thaharah - 103
          6. Shalat - 229
          7. Zakat - 73
          8. Puasa - 92
          9. Haji - 40
        10. Muamalat - 122
        11. Nikah - 203
        12. Mawaris - 105
        13. Kuliner - 63
        14. Qurban Aqiqah - 35
        15. Negara - 92
        16. Kontemporer - 128
        17. Wanita - 59
        18. Dakwah - 33
        19. Umum - 154

    • Di rubrik ini tersimpan 1,989 artikel dari 4,121 pertanyaan yang sudah masuk.

    • Silahkan mengambil manfaat dari tulisan-tulisan ini, selain mengamalkannya juga mengajarkannya serta menyebarkannya. Mohon cantumkan sumber tulisan ini agar memudahkan siapa saja untuk merujuk kepada penulisnya.

    • Pastikan Anda mencari terlebih dahulu hal-hal yang ingin Anda ketahi sebelum mengirimkan pertanyaan.

    • Pertanyaan yang terkirim mungkin tidak semua terjawab, karena kami akan diseleksi lagi dari segi kelayakannya. Sebagiannya hanya akan dikirim jawabannya via email.