Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Tidak Puasa Karena Hamil dan Nifas, Fidyah atau Qadha'? | rumahfiqih.com

Tidak Puasa Karena Hamil dan Nifas, Fidyah atau Qadha'?

Mon 31 July 2006 04:19 | Puasa | 5.017 views

Pertanyaan :

Assalamu'alaikum.

Ustadz yang semoga dirahmati Allah. Bulan Ramadhan yang lalu isteri saya tengah hamil tua (9 bulan). Dia sudah mencoba berpuasa pada hari pertama dan kedua. Tetapi ternyata fisiknya tidak kuat. Tidak hamil saja dia tidak kuat. Isteri saya pernah mengalami malnutrisi sebelum ia menikah dengan saya. Di hari kedua Ramadhan, akhirnya saya menyarankan ia untuk membatalkan puasanya untuk kesehatannya dan keselamatan bayi dalam kandungan. Tanggal 18 ramadhan, isteri saya melahirkan. Pasca nifas (sudah tidak bulan Ramadhan) ia masih menyusui bayi kami, dan tidak berpuasa karena bila berpuasa insya Allah ASI-nya kurang.

Saat ini sudah hampir bulan Ramadhan lagi. Bolehkah saya membayar fidyah atas isteri saya, ataukah isteri saya tetap harus meng-qadha puasanya? Karena bisa jadi, hutang puasa-nya numpuk dengan puasa Ramahdan berikutnya karena kondisi fisiknya yang kurang begitu kuat terlebih harus mengurus bayi seorang diri. Terima kasih atas jawabannya.

Assalamu'alaikum,

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Seorang wanita yang hamil atau menyusui dibolehkan untuk tidak berpuasa. Para ulama sepakat mengatakan bahwa keduanya adalah orang yang mendapat 'udzur syar'i. Hanya mereka berbeda pendapat ketika memasukkan kategori.

Sebagian mengatakan bahwa wanita hamil dan menyusui termasuk kategori orang yang sakit. Sehingga konsekuensinya harus mengganti dengan berpuasa di hari lain, sebagaimana umumnya orang sakit. Dalilnya adalah firman Allah SWT:

Maka barangsiapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan, maka sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. (QS. Al-Baqarah: 184)

Sebagian lagi mengatakan bahwa keduanya termasuk orang yang lemah atau sudah udzur. Sehingga konsekuensinya bukan dengan mengganti puasa di bulan lain, melainkan sebagaimana orang yang lemah, yaitu memberi makan orang miskin. Atau kita kenal juga dengan membayar fidyah. Dalilnya adalah ayat yang sama dengan di atas yang merupakan kelanjutan ayat tersebut.

Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya membayar fidyah,: memberi makan seorang miskin. (QS. Al-Baqarah: 184)

Dan ada juga kalangan yang menyerahkan langsung kepada yang bersangkutan, apakah termasuk kategori orang sakit atau orang lemah. Yaitu dengan cara melihat kepada motivasi ketika tidak puasa. Kalau dia mengkhawatirkan keadaan dirinya, maka termasuk kategori orang yang sakit. Dan konsekuensinya dengan mengganti puasa di hari lain. Tapi kalau dia mengkhawatirkan bayinya sehingga tidak berpuasa, maka termasuk kategori orang lemah, sehingga konsekuensinya hanya membayar fidyah.

Sedangkan khusus wanita yang nifas, bila meninggalkan puasa, maka caranya hanya dengan mengganti dengan puasa di hari yang lain. Bukan dengan bayar fidyah.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.


Baca Lainnya :

Wasiat Tidak Dilaksanakan
31 July 2006, 03:16 | mawaris | 3.518 views
Pentingnya Jamaah, Sejauh Mana?
28 July 2006, 03:43 | aqidah | 3.503 views
Bagaimana Cara Membayar Hutang Puasa Ramadhan?
28 July 2006, 03:43 | puasa | 4.452 views
Adakah Hak Waris bagi Anak Adopsi?
27 July 2006, 04:36 | mawaris | 3.755 views
Kotoran dan Air Kencing Binatang yang Dihalalkan, Najiskah?
27 July 2006, 04:02 | thaharah | 3.847 views
Keluarnya Mazi dan Wadi, Apakah Hadats Besar dan Harus Mandi Janabah?
27 July 2006, 01:24 | thaharah | 3.817 views
Adakah Perbedaan Pengertian antara Nabi dan Rasul?
27 July 2006, 00:40 | aqidah | 3.869 views
Membaca Ayat Pendek di Rakaat Ketiga dan Keempat
26 July 2006, 06:05 | shalat | 4.169 views
Kencing Berdiri, Menghadap Kiblat dan Cebok Pakai Tissue, Bolehkah?
26 July 2006, 03:55 | thaharah | 4.176 views
Shalat di Lantai tanpa Alas dan Najis Hukmiyah
25 July 2006, 23:33 | thaharah | 4.158 views
Satpam Wanita
25 July 2006, 05:57 | shalat | 3.449 views
Cara Pemecahan Shalat Dikarenakan Pekerjaan
24 July 2006, 08:07 | shalat | 3.949 views
Bolehkan Makan Daging Kodok dan Perlukan Disembelih Dulu?
24 July 2006, 00:37 | kuliner | 3.400 views
Bagaimana Akad Bagi Hasil yang Baik?
21 July 2006, 10:20 | muamalat | 3.383 views
Khitan untuk Anak Perempuan, Adakah Syariatnya?
21 July 2006, 03:43 | thaharah | 4.782 views

TOTAL : 2266 artikel 17476333 views