Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA
Nifas Wanita yang Melahirkan Cesar | rumahfiqih.com

Nifas Wanita yang Melahirkan Cesar

Fri 25 August 2006 09:38 | thaharah | 3.441 views

Pertanyaan :

Assalamu'alikum Warohmatullohi wabarokatuhu.

Ustadz yang dimulyakan Alloh SWT.

To the point aja. Isteri saya melahirkan melalui cesar.

1. Saya pernah baca dalam sebuah buku bahwa seorang perempuan yang melahirkan melalui cesar, maka darah yang keluar tidak dikatagorikan darah nifas. Apakah yang dimaksud di sini darah yang keluar ketika operasi atau darah yang keluar lewat farji, bagaimana pandangan Ustadz?

2. Ketika mau melahirkan, isteri saya ketubannya pecah duluan. Apakah setelah ketuban pecah sudah dikatagorikan nifas?

Mohon dengan hormat penjelasan ustadz secepatnya, karena kami saat ini sangat mengharapkan jawaban ustadz.

Jazakallohu khoiiron katsiro.

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatulahi wabarakatuh,

Tentu saja kita akan membicarakan tentang darah yang keluar karena operasi caesar. Sebab darahnya dengan sendirinya sudah tidak keluar begitu operasi selesai dilakukan. Sehingga tidak perlu dibicarakan lagi.

Kita hanya akan bicara tentang darah yang keluar dari kemaluan wanita. Dan para ulama membaginya menjadi tiga macam saja, tidak ada yang keempat.

Pertama: darah haid, yaitu darah yag keluar dalam keadaan sehat. Darah ini keluar dari kemaluan wanita atau tepatnya dari dalam rahim wanita bukan karena kelahiran atau karena sakit selama waktu masa tertentu. Biasanya berwarna hitam, panas, dan beraroma tidak sedap.

Kedua : darah istihadhah, yaitu darah yang keluar dalam keadaan sakit

Ketiga: darah nifas, yaitu darah yang keluar bersama anak bayi atau sesudahnya. Nifas adalah darah yang keluar dari kemaluan wanita karena melahirkan. Para ulama bahkan mengkategorikan darah yang keluar karena keguguran termasuk nifas juga. Jadi bila seorang wanita melahirkan bayi yang meninggal di dalam kandungan dan setelah itu keluar darah, maka darah itu termasuk darah nifas.

Maka bila seorang wanita mengeluarkan darah lewat kemaluannya, hanya ada satu dari tiga kemungkinan di atas. Dan operasi caesar, bila setelahnya mengakibatkan keluarnya darah lewat kemaluannya, maka darah termasuk darah nifas.

Sebaliknya, bila setelah operasi tidak ada darah yang keluar, maka tidak ada istilah nifas. Sebab yang namanya nifas adalah keluarnya darah. Kalau tidak ada darah yang keluar, berarti tidak ada nifas.

Adapun masalah pecah air ketuban, tidak termasuk darah nifas menurut kebanyakan para ulama. Sebab batasan nifas adalah darah yang keluar bersama dengan keluarnya bayi atau setelah keluarnya. Sedangkan bila sebelumnya, bukan termasuk nifas.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatulahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.


Baca Lainnya :

Fasilitas Pinjaman untuk Karyawan, Haramkah?
25 August 2006, 04:21 | muamalat | 3.438 views
Yang Kena Dosa jika Wanita Tak Berjilbab
25 August 2006, 04:16 | wanita | 4.534 views
Berdosakah Menikah Sebulan sebelum Ramadhon Tiba?
24 August 2006, 05:25 | puasa | 3.078 views
Talak kah SMS ini?
24 August 2006, 05:19 | nikah | 3.183 views
Jenis-jenis Saudara dalam Masalah Waris
24 August 2006, 05:15 | mawaris | 2.754 views
Nabi Akhir Zaman dalam Pandangan Pengingkar Hadits
23 August 2006, 08:55 | hadits | 3.168 views
Jual Produk ke Konsumen dengan Imbalan, Halalkah?
22 August 2006, 06:51 | muamalat | 2.748 views
Hukum Cambuk untuk Zina
22 August 2006, 06:41 | nikah | 3.024 views
Akhir Waktu Shalat Lima Waktu
22 August 2006, 05:24 | shalat | 3.362 views
Cara Menjelaskan Masalah Bid'ah?
22 August 2006, 05:05 | shalat | 3.678 views
Apakah Menyelamatkan diri Termasuk Lari dari Jihad?
19 August 2006, 01:52 | negara | 4.230 views
Pancasila Sama dengan Syirik?
16 August 2006, 05:10 | aqidah | 3.832 views
Az-Zaitun Aliran Sesat?
15 August 2006, 08:30 | aqidah | 3.699 views
Di Mana dan Kepada Siapa Kami Bisa Melaksanakan Nikah Siri?
14 August 2006, 06:13 | nikah | 2.991 views
Pembagian Warisan
11 August 2006, 04:41 | mawaris | 3.020 views

TOTAL : 2256 artikel 15222379 views