baca versi HP | view by date | top hits | bidang | total 6.488.986 views

Shalat Tarawih atau Tahajjud di Bulan Ramadhan | Ahmad Sarwat,Lc., MA | www.rumahfiqih.com

Shalat Tarawih atau Tahajjud di Bulan Ramadhan

Fri, 15 September 2006 00:16 - | Dibaca 2.021 kali | Bidang shalat

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Pak Ustadz, saya ingin menanyakan apakah di bulan Ramadhan kalau sudah mengerjakan shalat tarawih tidak perlu mengerjakan shalat tahajjud? Bagaimana shalat tarawihnya Rasulullah? Syukron.

Wassalammu'alaikum Wr. Wb.

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh


Masalah shalat tarawih dan tahajjud memang seringkali menjadi bahan perbedaan pandang para ulama.

Ada yang berpendapat bahwa pada dasarnya shalat tarawih itu adalah shalat tahajjud juga. Bedanya hanya kalau dilakukan di bulan Ramadhan, namanya menjadi shalat tarawih. Sedangkan kalau dikerjakan bukan di bulan Ramadhan, namanya tahajjud.

Berangkat dari pendapat ini, maka bila seseorang telah melakukan shalat tarawih, tidak perlu lagi melakukan shalat tahajjud. Ditambah lagi apabila sudah shalat witir, karena menurut pendapat ini, setelah shalat witir tidak boleh lagi ada shalat di malam itu.

Namun di sisi lain, umumnya ulama membedakan antara shalat tarawih dengan tahajjud. Keduanya punya dasar yang berbeda. Semua hadits yang berbicara tentang shalat malam Rasulullah SAW yang 8 atau 11 atau 13 rakaat, menurut pendapat ini merupakan dalil tentang shalat malam (tahajjud), bukan shalat tarawih.

Shalat tarawih punya dalil tersendiri.

Dari Aisyah Ra. sesungguhnya Rasulullah SAW pada suatu malam pernah melaksankan sholat kemudian orang-orang sholat dengan sholatnya tersebut, kemudian beliau sholat pada malam selanjutnya dan orang-orang yang mengikutinya tambah banyak kemudian mereka berkumpul pada malam ke tiga atau keempat dan Rasulullah SAW tidak keluar untuk sholat bersama mereka. Dan di pagi harinya Rasulullah SAW berkata, “Aku telah melihat apa yang telah kalian lakukan dan tidak ada yang menghalangiku untuk keluar (sholat) bersama kalian kecuali bahwasanya akau khawati bahwa sholat tersebut akan difardukan.” Rawi hadis berkata, "Hal tersebut terjadi di bulan Ramadhan.” (HR Bukhori 923 dan Muslim 761)

Dahulu Rasulullah SAW pernah melakukannya di masjid bersama dengan beberapa shahabat. Namun pada malam berikutnya, jumlah mereka menjadi bertambah banyak. Dan semakin bertambah lagi pada malam berikutnya.

Sehingga kemudian Rasulullah SAW memutuskan untuk tidak melakukannya di masjid bersama para shahabat. Alasan yang dikemukakan saat itu adalah takut shalat tarawih itu diwajibkan. Karena itu kemudian mereka shalat sendiri-sendiri.

Hingga datang masa kekhalifahan Umar bin Khattab yang menghidupkan lagi sunnah Nabi tersebut seraya mengomentari, ”Ini adalah sebaik-baik bid‘ah”. Maksudnya bid‘ah secara bahasa yatiu sesuai yang tadinya tidak ada lalu diadakan kembali.

Semenjak itu, umat Islam hingga hari ini melakukan shalat yang dikenal dengan sebutan shalat tarawih secara berjamaah di masjid pada malam Ramadhan.

Adapun tahajjud atau qiamullail, adalah shalat yang biasa dilakukan Rasulullah SAW baik di malam Ramadhan atau di luar Ramadhan. Dan shalat itu bukan shalat tarawih itu sendiri. Maka dapat disimpulkan bahwa pada malam Ramadhan, Rasulullah SAW shalat tarawih di awal malam ba‘da isya‘ lalu tidur dan pada akhir malam beliau melakukan shalat tahajjud hingga sahur.

Nampaknya hal itu pula yang hingga kini dilakukan oleh sebagian umat Islam di berbagai belahan dunia.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Ahmad Sarwat, Lc.

Rumah
Fiqih
Indonesia

 


baca versi HP | view by date | top hits | bidang | total 6,488,986 views

Lihat Sebelumnya


  • Batas Akhir Mandi Junub Waktu Bulan Puasa | Fri, 15 September 2006 00:12 | 2.098
  • Penemuan Benda/Uang | Fri, 15 September 2006 00:09 | 1.765
  • Mengapa Orang Kafir lebih Maju daripada Muslim? | Fri, 15 September 2006 00:00 | 2.516
  • Pernikahan Sesama Saudara Sepupu, Bolehkah? | Thu, 14 September 2006 09:45 | 1.745
  • Demam MP3 Player, Musik Haramkah? | Thu, 14 September 2006 07:17 | 1.775
  • Jual Beli Anjing, Bolehkah? | Thu, 14 September 2006 05:36 | 1.803
  • Ahli Sunnah wal Jamaah, yang Mana? | Tue, 12 September 2006 07:27 | 2.432
  • Dengan Mesin Waktu Kembali ke Masa Lampau, Benarkah? | Tue, 12 September 2006 07:23 | 2.262
  • Sholat Iedul Fithri, di Masjid atau di Lapangan? | Tue, 12 September 2006 03:07 | 1.971
  • Roh Saja atau Roh dan Jasad yang di-Isra mirajkan | Tue, 12 September 2006 02:56 | 2.151
    Konsultasi Syariah | total 6488987 views

  •  



          1. Aqidah - 209
          2. Quran - 77
          3. Hadits - 89
          4. Fiqih - 78
          5. Thaharah - 104
          6. Shalat - 246
          7. Zakat - 75
          8. Puasa - 94
          9. Haji - 45
        10. Muamalat - 126
        11. Nikah - 208
        12. Mawaris - 109
        13. Kuliner - 65
        14. Qurban Aqiqah - 43
        15. Negara - 94
        16. Kontemporer - 133
        17. Wanita - 61
        18. Dakwah - 34
        19. Umum - 157

    Total : 2,061 artikel

    • Di rubrik ini tersimpan 2,061 artikel dari 4,397 pertanyaan yang sudah masuk.

    • Silahkan mengambil manfaat dari tulisan-tulisan ini, selain mengamalkannya juga mengajarkannya serta menyebarkannya. Mohon cantumkan sumber tulisan ini agar memudahkan siapa saja untuk merujuk kepada penulisnya.

    • Pastikan Anda mencari terlebih dahulu hal-hal yang ingin Anda ketahi sebelum mengirimkan pertanyaan.

    • Pertanyaan yang terkirim mungkin tidak semua terjawab, karena kami akan diseleksi lagi dari segi kelayakannya. Sebagiannya hanya akan dikirim jawabannya via email.