baca versi HP | view by date | top hits | bidang | total 6.521.515 views

Beda Pajak dengan Zakat | Ahmad Sarwat,Lc., MA | www.rumahfiqih.com

Beda Pajak dengan Zakat

Wed, 12 February 2014 04:06 - | Dibaca 4.142 kali | Bidang zakat

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Pak Ustaz yang terhormat,
Apakah perbedaan antara pajak dan zakat (mal)? Apakah di negara-negara Islam memang ada pembedaan antara pajak dan zakat (mal)? Karena saya pernah baca tulisan dari Mushtaq Ahmad: zakat (mal) adalah sumber utama kas negara sekaligus merupakan soko guru dari kehidupan ekonomi yang dicanangkan Al-Qur’an. Zakat akan mencegah terjadinya akumulasi harta pada satu tangan, dan pada saat yang sama mendorong manusia untuk melakukan investasi dan mempromosikan distribusi. Zakat juga merupakan institusi yang komprehensif untuk distribusi harta, karena hal ini menyangkut harta setiap muslim secara praktis, saat hartanya telah sampai atau melewati nishab. Akumulasi harta di tangan seseorang atau sekelompok orang kaya saja, secara tegas dilarang Allah SWT, sebagaimana firman-Nya:
“…agar harta itu jangan hanya beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu…” (QS. Al-Hasyr, 59:7)

Mohon penjelasan ustadz, Jazakumullah khoiron katsiro.

Wassalamu'alaikum wr. wb.

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Kita tahu memang ada banyak kesamaan antara pajak dengan zakat. Tetapi tidak bisa dipungkiri bahwa antara kedua tetap ada perbedaan yang hakiki. Sehingga keduanya tidak bisa disamakan begitu saja.

Persamaan Zakat dengan Pajak

  1. Bersifat wajib dan mengikat atas harta penduduk suatu negeri, apabila melalaikannya terkena sanksi.
  2. Zakat dan pajak harus disetorkan pada lembaga resmi agar tercapai efisiensi penarikan keduanya dan alokasi penyalurannya.
  3. Dalam pemerintahan Islam, zakat dan pajak dikelola oleh negara.
  4. Tidak ada ketentuan memperoleh imbalan materi tertentu didunia.
  5. Dari sisi tujuan ada kesamaan antara keduanya yaitu untuk menyelesaikan problem ekonomi dan mengentaskan kemiskinan yang terdapat di masyarakat.

Perbedaan Zakat dengan Pajak

Namun dengan semua kesamaan di atas, bukan berarti pajak bisa begitu saja disamakan dengan zakat. Sebab antara keduanya, ternyata ada perbedaan-perbedan mendasar dan esensial. Sehingga menyamakan begitu saja antara keduanya, adalah tindakan yang fatal.

Kami buatkan tabel yang mengungkapkan bagaimana perbedaan zakat dengan pajak. Silahkan anda perhatikan baik-baik. Dan semoga bermanfaat.

Perbedaan Zakat Pajak
Arti Nama bersih, bertambah dan berkembang Utang, pajak, upeti
Dasar Hukum Al-Qur`an dan As Sunnah Undang-undang suatu negara
Nishab dan Tarif Ditentukan Allah dan bersifat mutlak Ditentukan oleh negara dan yang bersifat relatif Nishab zakat memiliki ukuran tetap sedangkan pajak berubah-ubah sesuai dengan neraca anggaran negara
Sifat Kewajiban bersifat tetap dan terus menerus Kewajiban sesuai dengan kebutuhan dan dapat dihapuskan
Subyek Muslim Semua warga negara
Obyek Alokasi Penerima Tetap 8 Golongan Untuk dana pembangunan dan anggaran rutin
Harta yang Dikenakan Harta produktif Semua Harta
Syarat Ijab Kabul Disyaratkan Tidak Disyaratkan
Imbalan Pahala dari Allah dan janji keberkahan harta Tersedianya barang dan jasa publik
Sanksi Dari Allah dan pemerintah Islam Dari Negara
Motivasi Pembayaran Keimanan dan ketakwaan kepada Allah Ketaatan dan ketakutan pada negara dan sanksinya Ada pembayaran pajak dimungkinkan adanya manipulasi besarnya jumlah harta wajib pajak dan hal ini tidak terjadi pada zakat
Perhitungan Dipercayakan kepada Muzaki dan dapat juga dengan bantu 'amil zakat Selalu menggunakan jasa akuntan pajak

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

Rumah
Fiqih
Indonesia

 


baca versi HP | view by date | top hits | bidang | total 6,521,515 views

Lihat Sebelumnya


  • Adakah Ahli Waris Pengganti? | Tue, 11 February 2014 06:01 | 1.948
  • Orang Tua Non-Muslim, Apakah Wajib Menafkahi Mereka? | Mon, 10 February 2014 06:12 | 2.028
  • Imam Terlalu Lama, Bolehkah Mufaraqah? | Sun, 9 February 2014 05:02 | 3.870
  • Wajibkah Seorang Anak Memberi Nafkah Kepada Orang Tuanya? | Sat, 8 February 2014 13:00 | 3.523
  • 10 Penyimpangan Pembagian Waris di Indonesia | Sat, 8 February 2014 06:01 | 5.847
  • Apa Yang Disebut Satu Kali Susuan? | Fri, 7 February 2014 10:17 | 1.727
  • Tayammum : Sampai Siku Atau Pergelangan Tangan? | Thu, 6 February 2014 06:30 | 2.238
  • Uang Muka Hangus, Haramkah Hukumnya? | Wed, 5 February 2014 07:11 | 3.349
  • Bolehkah Kita Sepakat Tidak Pakai Hukum Waris? | Tue, 4 February 2014 06:03 | 2.972
  • Haruskah Tayammum Lagi Tiap Mau Shalat? | Mon, 3 February 2014 06:01 | 1.752
    Konsultasi Syariah | total 6521516 views

  •  



          1. Aqidah - 211
          2. Quran - 77
          3. Hadits - 89
          4. Fiqih - 78
          5. Thaharah - 104
          6. Shalat - 246
          7. Zakat - 75
          8. Puasa - 94
          9. Haji - 45
        10. Muamalat - 126
        11. Nikah - 208
        12. Mawaris - 109
        13. Kuliner - 65
        14. Qurban Aqiqah - 43
        15. Negara - 94
        16. Kontemporer - 133
        17. Wanita - 61
        18. Dakwah - 34
        19. Umum - 157

    Total : 2,063 artikel

    • Di rubrik ini tersimpan 2,063 artikel dari 4,399 pertanyaan yang sudah masuk.

    • Silahkan mengambil manfaat dari tulisan-tulisan ini, selain mengamalkannya juga mengajarkannya serta menyebarkannya. Mohon cantumkan sumber tulisan ini agar memudahkan siapa saja untuk merujuk kepada penulisnya.

    • Pastikan Anda mencari terlebih dahulu hal-hal yang ingin Anda ketahi sebelum mengirimkan pertanyaan.

    • Pertanyaan yang terkirim mungkin tidak semua terjawab, karena kami akan diseleksi lagi dari segi kelayakannya. Sebagiannya hanya akan dikirim jawabannya via email.