Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA
Kamus Al-Munjid | rumahfiqih.com

Kamus Al-Munjid

Fri 23 March 2007 03:57 | kontemporer | 3.184 views

Pertanyaan :

Assalamu'alaikum,

Pak Ustad saya mohon penjelasan mengenai kamus bahasa arab (Al-Munjid):

1. Apakah benar Al-munjid disusun oleh pendeta Fr. Louis Ma'luf dan Fr. Bernard Tottel

2. Kalau memang benar disusun oleh kedua pendeta tersebut bagaimana kebenaran isinya

3. Mohon diberikan referensikamus/munjid yangkomprehensif

Sebelumnya saya ucapkan terima kasih

Wassalamu'alaikum

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

1. Benar sekali bahwa kamus Al-Munjid dikarang oleh kedua pendeta, sebagaimana tertulis pada aritkel "Tahukah Anda?" di situs ini. Dan ini bisa dibuktikan dengan mudah, karena nyaris semua orang yang pernah belajar bahasa arab pasti mengenal kamus ini. Bahkan sebagiannya malah telah memilikinya. Kami pun juga punya sebagai referensi.

Dan sekedar memilikinya tentu tidak jatuh ke tingkat haram secara mutlak, apalagi itu pemberian orang. Dan nama penulisnya memang tercantum jelas pada kamus itu.

2. Tentang kebenaran isinya, secara umum memang sangat tidak objektif. Sebab kamus ini memang ditulis oleh non muslim, bahkan pendeta. Amat wajar bila arahnya selalu bertentangan dengan agama Islam.

Tetapi kamus ini selalu jadi rujukan para pelajar lantaran isinya cukup menarik, setidaknya dari desain grafis. Kamus itu dipenuhi dengan gambar-gambar berwarna yang cukup banyak, peta, tabel, grafik, bahkan foto para tokoh. Secara pisik memang punya daya tarik.

Gambar-gambar di kamus Munjid ini seringkali 'dicuri' oleh para penulis kamus lain, atau bahkan dalam buku-buku pelajaran bahasa arab. Entah mengapa, kita umat Islam justru tidak atau setidaknya belum pernah memproduksi kamus bahasa arab yang lebih menarik dari Munjid.

3. Mohon makaf kalau kami kurang paham maksud anda tentang referensi kamus Munjid, apakah maksudnya?

Kamus Alternatif Sebagai Jawaban

Kamus alternatif yang ada baru sebatas kamus Mu'jamul Wasith dan beberapa kamus lainnya. Namun dari sisi desain grafis, kualitas cetakan, setting, layout dan kelengkapan atas hal-hal kontemporer, terus terang masih jauh dibanding Munjid. Kelebihan Mu'jamul Wasith ada pada keshahihannya, di mana tiap kata selalu dirujuk pertama kali ke Al-Quran, lalu ke hadits nabawi dan seterusnya.

Seharusnya para ulama kontemporer melakukan karya untuk meruntuhkan mitos Al-Munjid sebagai kamus lengkap dan enak dibaca. Apalagi sekarang sudah zaman modern, setidaknya harus ada kamus online yang setiap saat bisa diupdate. Di mana semua orang bisa mengkases dengan gratis, macam wikipedia, tetapi tetap terjaga quality controlnya.

Kamus itu harus dipenuhi dengan dokumen pendukung, peta, grafik, tabel, gambar statis, stockshot video, file suara, pendeknya mutli media. Dan lebih penting dari semua itu, di belakangnya harus ada dewan redaksi yang terdiri dari para ulama dari berbagai disiplin ilmu. Bukan para orientalis jahat yang menyamar jadi orang Islam, juga bukan murid para orientalis yang hatinya busuk memusuhi agamanya sendiri.

Sayangnya, semua itu masih mimpi. Namun paling tidak, mimpi ini perlu kita jadikan mimpi kolektif kita. Sehingga menjadi salah satu motivator kita untuk berkarya di kemudian hari.

Secara teknologi online, sesungguhnya sebagian aktifis dakwah mampu dan siap untuk merintisnya, namun terus terang kalau hanya satu pihak yang bermimpi, kapan terealisasinya? Sebab membuat kamus seperti mimpi kita itu bukan pekerjaan ringan yang bisa diselesaikan satu atau dua hari. Keterlibatan dan sharing dari semua pihak, bahkan dari semua elemen umat sangat menentukan keberhasilan.

Tentunya dibutuhkan kesertaan banyak ulama dan pemikir Islam dari sisi konten, Dibutuhkan banyak SDM ekspertdari segi teknologi. Dibutuhkan banyak aghniya' (milyarder) dari segi dana. Dibutuhkan dukungan moril dan materil dari semua kalangan umat.

Ah, sebuah Ensiklopedi Islam, baik dalam bentukonline, CD/DVD interactive atau Hard Copy yang kita impikan....

Wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc


Baca Lainnya :

Khilaf Para Ulama
23 March 2007, 03:28 | hadits | 4.394 views
Arti dan Kedudukan Hadist Shahih terhadap AlQuran
23 March 2007, 02:37 | hadits | 3.704 views
Ibnu Hajar dan Imam Nawawi Vs Bin Baz Tentang Hukum Isbal
22 March 2007, 14:42 | hadits | 8.365 views
Menyandang Gelar Haji, Riya' atau Bukan?
22 March 2007, 04:10 | haji | 4.201 views
Hukum Berniaga di Dalam Masjid
22 March 2007, 03:15 | muamalat | 3.052 views
Mengapa Rasulullah SAW Tidak Disebut 'almarhum'?
21 March 2007, 21:00 | umum | 3.800 views
Kartu Kredit, Haramkah?
21 March 2007, 07:53 | muamalat | 4.117 views
Doa untuk Orang yang Meninggal
21 March 2007, 01:40 | aqidah | 5.359 views
Pengertian Syubhat dan Perbedaan Dua Hadits
20 March 2007, 02:37 | hadits | 3.616 views
Nasib Mantan Musyrik
19 March 2007, 22:22 | aqidah | 3.320 views
Wasiat Ayah yang Meninggal
19 March 2007, 21:52 | mawaris | 2.883 views
Rukun Jual Beli dan yang Boleh Diperjualbelikan Dalam Syariah
17 March 2007, 06:38 | muamalat | 3.851 views
Muhadditsin Vs Fuqaha Dalam Hukum Musik
16 March 2007, 09:01 | ushul fiqih | 4.643 views
Dalil Berambut Pendek dan Panjang
16 March 2007, 03:13 | umum | 2.827 views
Jual Jilbab Kecil (Tidak Syar'i) Hukumnya Apa?
16 March 2007, 02:57 | muamalat | 3.296 views

TOTAL : 2255 artikel 13919014 views