Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA
Bintang untuk Melempar Setan? | rumahfiqih.com

Bintang untuk Melempar Setan?

Thu 19 April 2007 22:48 | quran | 3.871 views

Pertanyaan :

Assalammualaikum Wr. Wb,

Saya ingin menanyakan maksud dari ayat ke 5 surat Al-Mulk yang berbunyi sebagai berikut:'

Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang, dan Kami jadikan bintang-bintang itu alat-alat pelempar setan, dan Kami sediakan bagi mereka siksa neraka yang menyala-nyala. " (QS. 67:5)

Apakah ayat ini mengetengahkan bintang-bintang dijadikan alat untuk melempar setan secara harfiah? Padahal menurut ilmu pengetahuan modern bintang adalah merupakan benda langit yangsama bentuknya seperti matahari, dan dalam pikiran saya, bagaimana bintang (matahari) dapat dijadikan alat pelempar api?

Ayat ini juga sering dijadikan ledekan oleh orang non muslim yang mengatakan bahwa ayat ini menunjukan kemuskilan di dalam Al-quran karena menyatakan bintang (matahari) dijadikan alat untuk melempar setan.

Mohon pencerahan dari Bapak Ustadz, terima kasih sebelumnya

Wassalammualaikum Wr. Wb

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ayat yang anda maksud itu dalam bahasa arab aslinya begini:

Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang, dan Kami jadikan bintang-bintang itu alat-alat pelempar setan, dan Kami sediakan bagi mereka siksa neraka yang menyala-nyala. " (QS. 67:5)

Allah SWT dalam ayat ini menggunakan kata mashabiih sebagai ungkapan yang kemudian sering diartikan sebagai bintang-bintang. Bentuk mufrad-nya (tunggal) adalah mishbah. Di dalam kamus, kata mishbah diartikan sebagai lampu, pelita, cahaya dan sesuatu yang menerangi.

Sebenarnya ada kata lain untuk menyebut bintang di dalam bahasa arab, yaitu najm. Dan Al-Quran punya satu surat yang judulnya An-Najm.

Bahkan ada kata najm yang maknanya bukan bintang, melainkan sering dipahami sebagai meteor, yaitu kata an-najmuts-tsaqib. Di dalam terjemahan sering diartikan sebagai bintang yang menembus.

Namun khusus pada ayat yang anda tanyakan, Allah SWT menggunakan istilah mishbah, yang artinya penerang atau lampu.

Dari sisi ilmu pengetahuan, tidak ada yang aneh bila seandainya kata mishbah itu kita artikan bintang. Dan bahwa bintang-bintang di langit itu dijadikan sebagai media untukmerajamsetan-setan. Justru karena bintang itu pada hakikatnya adalah matahari, malah pernyataan Al-Quran menjadi benar.

Di zaman dahulu, mungkin orang-orang beranggapan bahwa bintang itu benda-benda kecil yang seperti bintik-bintik kecil. Bahkan tidak tahu kalau bintang itu sangat besar dan merupakan bola gas pijar yang amat panas.

Hari ini justru kita tahu bahwa matahari selalu bergejolak, panasnya mencapai ribuan derajat, dan seringkali terjadi badai matahari (solar storm), di mana ada kekuatan lidah atau percikan api yang terlontar keluar. Lidah api inilah yang sangat masuk akal bila dijadikan perajam setan.

Para ilmuwan mengatakan bahwa badai matahari terbentuk karena terjadinya gejolak di atmosfer matahari yang dipicu terbentuknya bintik hitam (sunspot). Bintik hitam merupakan daerah yang mempunyai suhu lebih rendah dibanding daerah sekitarnya.

Kondisi tersebut memicu lidah api (solar flare) dan coronal mass ejection (CME) atau terlontarnya materi matahari yang juga mencapai bumi. Partikel-partikel berkecepatan tinggi dalam jumlah besar yang sampai ke mana saja, bahkan sampai ke atmosfer bumi menghasilkan aurora dan badai geomagnetik. Inilah yang disebut para astronom solar storm atau badai matahari.

Masih ingat peristiwa badai matahari pada bulan Oktober dan November 2003? Badai ini telah menyebabkan berbagai gangguan di lingkungan bumi, termasuk penampakan aurora yang sangat menakjubkan di kutub, kenaikan intensitas sabuk radiasi yang menyelimuti Bumi, dan bahkan mengganggu kinerja satelit. Badai matahari ini, bulan April lalu, secara mengejutkan telah menerpa pesawat Voyager 2 yang ketika itu berada pada jarak 11, 2 miliar km dari Matahari. Ini adalah bukti betapa dahsyatnya badai matahari tahun lalu itu.

Maka kalau Al-Quran mengatakan bahwa bintang-bintang itu menjadi alat perajam setan, justru sangat masuk akal.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc


Baca Lainnya :

Olahraga di Tempat Umum Bagi Muslimah
19 April 2007, 21:42 | wanita | 3.393 views
Cara Mendoakan Orang yang Sudah Meninggal
18 April 2007, 22:53 | nikah | 5.174 views
Bingung Pembagian Warisan
18 April 2007, 02:15 | mawaris | 2.910 views
Bisakah Kita Berbicara dengan Allah
16 April 2007, 23:47 | aqidah | 3.849 views
Belajar Islam Ikut Jamaah Hijrah
16 April 2007, 22:49 | aqidah | 3.694 views
Asal Segala Sesuatu Adalah Halal
16 April 2007, 06:09 | ushul fiqih | 4.476 views
Haramkah Dapat Pinjaman dari Perusahaan?
13 April 2007, 03:58 | muamalat | 3.016 views
Lelaki dengan 2 Mantan Isteri
13 April 2007, 02:21 | mawaris | 3.238 views
Apa Hukumnya Wanita Tidak Khitan
12 April 2007, 00:48 | thaharah | 3.908 views
Bagaimanakah Walimah yang Dicontohkan Nabi
11 April 2007, 04:04 | nikah | 3.206 views
Benarkah Maulid Nabi Bukan dari Madzhab Syafi'i?
10 April 2007, 05:13 | kontemporer | 3.913 views
Pulang ke Jakarta, Masihkah Boleh Jama' Qashar?
10 April 2007, 05:01 | shalat | 3.188 views
Ereksi Saat Shalat
10 April 2007, 02:29 | shalat | 3.801 views
Ucapan 'amin' dari Mana Asalnya?
9 April 2007, 08:48 | shalat | 3.507 views
Apakah Kita Harus Mengikuti Mazhab?
4 April 2007, 23:05 | ushul fiqih | 3.711 views

TOTAL : 2257 artikel 16070717 views