Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA
Geser Posisi Shalat Sunnah | rumahfiqih.com

Geser Posisi Shalat Sunnah

Sun 7 October 2007 08:23 | shalat | 3.496 views

Pertanyaan :

Assalamu'alaikum,

Langsung aja ustad, saya ingin bertanya setelah sholat fardu kita melakukan sholat sunat rowatib. Yang sering saya perhatikan mengenai posisi tempat di mana kita berdiri untuk sholat fardu dan sholat sunat rowatib selalu berbeda. Kita selalu bergeser ke samping satu atau beberapa langkah atau pindah ke tempat lain untuk melakukan sholat sunat rowatib.

Yang ingin saya tanyakan ada kah hal tersebut di atas dicontohkan oleh Rasulullah SAW? Apabila tidak apakah itu termasuk bid’ah? Terima kasih.

Wassalamu'alaikum

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ada sejumlah riwayat yang menjelaskan bahwa berpindah tempat ketika akan
melaksanakan shalat rawatib, baik qabliyah maupun ba'diyyah adalah
disunnahkan.

Dari Al-Mughirah bin Syu'bah radhiyallahu 'anhu berkata: Rasulullah SAW bersabda, "Seorang imam tidak boleh shalat di tempat di mana ia shalat sehingga ia berpindah tempat" (HR Abu Daud dan Ibnu Majah)

Selain itu juga ada hadits lainnya yang menguatkan:

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu dari Nabi SAW, beliau bersabda, "Apakah kamu merasa lemah (keberatan) apabila kamu shalat untuk maju sedikit atau mundur, atau pindah ke sebelah kanan atau ke sebelah kiri?" (HR Ibnu Majah)

Dua hadis di atas menunjukan bahwa berpindah tempat ketika melaksanakan shalat seperti yang anda tanyakan memang ada dasar masyru'iyahnya. Bukan sekedar mengada-ada atau iseng-iseng belaka.

Imam Al-Bukhari dan Al-Baghawi menyebutkan bahwa di antara hikmah mengapa kita berpindah tempat, antara lain disebutkan untuk memperbanyak tempat sujud atau ibadah. Karena tempat-tempat ibadah tersebut akan memberi kesaksian di hari akhir nanti sebagaimana firman Allah SWT

"Pada hari itu bumi menceritakan khabarnya" (QS. Al-Zalzalah: 4)

Pada saat bumi menceritakan kabarnya, saat itu bumi atau tanah menjadi saksi di hari kiamat bahwa kita pernah shalat dan bersujud di atas posisinya. Semakin banyak posisi shalat yang pernah kita ambil, maka akan semakin banyak tanah atau bumi yang akan memberikan kesaksian.

Untuk itu silahkan rujuk ke kitab Aunul Ma'bud Syarah Sunan Abi Daud jilid 2 halaman 227-228.

Wallahu 'alam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc


Baca Lainnya :

Itikaf Terkendala Oleh Jam Kerja, Adakah Solusinya?
7 October 2007, 08:23 | puasa | 2.944 views
Memakai Jilbab Wajib atau Tidak?
6 October 2007, 07:50 | quran | 4.544 views
Peringatan 40 Hari Kematian, Perlukah?
6 October 2007, 07:06 | umum | 3.720 views
Kapan Al-Qur'an Diturunkan?
3 October 2007, 22:39 | quran | 3.467 views
Apa Saja yang Dilakukan Saat I'tikaf?
3 October 2007, 22:36 | puasa | 3.644 views
Awal Syawal 1428 H
3 October 2007, 04:07 | negara | 2.447 views
Lagi Tentang Hukum Waris
3 October 2007, 03:37 | mawaris | 2.744 views
Apa Wajib Zakat Jika Hampir Seluruh Penghasilan untuk Bayar Hutang
2 October 2007, 01:57 | zakat | 3.232 views
Pahala Ramadhan Menggantung Karena Belum Zakat?
30 September 2007, 22:58 | zakat | 2.992 views
Bolehkah Wanita Membaca Alqur'an Disaat Haid?
30 September 2007, 22:52 | shalat | 5.188 views
Doa Qunut Dalam Witir di Pertengahan Ramadhan
30 September 2007, 06:17 | kontemporer | 4.221 views
Apakah Boleh Tunangan?
27 September 2007, 23:23 | nikah | 3.575 views
Menyesal Berbuat Zina
27 September 2007, 02:37 | negara | 3.314 views
Bolehkah Menikah di Bulan Ramadhan?
27 September 2007, 01:15 | nikah | 3.234 views
Lebaran Ikut Pemerintah?
26 September 2007, 06:12 | puasa | 3.203 views

TOTAL : 2255 artikel 14605931 views