Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA
Hakekat Ibadah Qurban | rumahfiqih.com

Hakekat Ibadah Qurban

Wed 5 December 2007 02:31 | qurban | 3.169 views

Pertanyaan :

Assamu'alaikum Wr Wb

Yth. Bapak Ustadz,

Apakah sebenarnya pengertian berkurban pada Idul Adha? Dan niat apa yang harus diucapkan?

Terima Kasih

Wassalamu'alaikum Wr Wb

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Sebenarnya istilah yang baku bukan berqurban, tetapi menyembelih hewan udhiyah. Sebab kata "Qurban" artinya mendekatkan diri kepada Allah. Padahal yang disunnahkan adalah melakukan ibadah ritual yaitu menghilangkan nyawa hewan udhiyah, baik dengan cara dzabh (menyembelih) atau nahr (menusuk leher unta dengan tombak), sebagai bentuk ritual peribadatan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Jadi inti ritualnya adalah pada prosesi penghilangan nyawa hewan udhiyah itu sendiri. Namanya ritual, jadi kita tidak bicara tentang hikmah atau makna apa yang tersirat di belakang peristiwa itu. Ritual ya ritual, sebagaimana kita mengenal istilah itu.

Shalat adalah ibadah ritual, di mana kita diperintahkan untuk berdiri dan menghadap ke arah kiblat, sebelumnya kita harus melakukan ritual dulu yaitu membasuhkan air ke wajah, tangan hingga siku, mengusap kepala dan membasuh kaki hingga mata kaki.

Ritual shalat itu terdiri dari gerakan berdiri, ruku' (membungkuk), sujud, duduk tasyahhud. Juga terdiri dari bacaan ritual tertentu, yaitu doa iftitah, membaca surat Al-Fatihah, bacaan tasyahhud dan lainnya.

Semua itu adalah ritual khusus yang diperintahkan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW, di mana dahulu malaikat Jibril khusus turun ke bumi mendemonstrasikan gerakan dan bacaan ritual shalat di hadapan nabi Muhammad SAW. Lalu beliau pun mengikuti gerak dan bacaan ritual itu dan beliau bersabda kepada kita, "Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat."

Bentuk ritual yang lain adalah berjalan berputar mengelilingi empat dinding ka'bah sebanyak 7 putaran, mulai dari hajar aswad dan finish di tempat yang sama. Putarannya berlawanan dengan arah jarum jam kalau dilihat dari atas, dan searah dengan jarum jam kalau dilihat dari bawah tanah. Sebelumnya harus melakukan ritual wudhu'.

Ritual lainnya lagi adalah berjalan kaki 7 kali bolak balik antara bukit Shafa dan bukit Marwah, juga harus dalam keadaan suci dari hadats.

Kita juga mengenal ritual lainnya yaitu gerakan melempar batu ke satu titik, yang kita kenal dengan istilah melontar jumrah (jamarat).

Pendeknya semua adalah ritual, di mana nabi SAW sama sekali tidak memberikan alasan logis atau hikmah terpendam di balik semua ritual itu. Kalau orang betawi bilang, "Udeh dari sononye emang begitu."

Menyembelih Udhiyah

Nah, kali ini ritualnya adalah melakukan penyembelihan. Bentuknya mengiris leher kambing, sapi atau kerbau hingga urat lehernya terputus dan mati. Dan selesai.

Disunnahkan untuk membaca nama Allah dan bertakbir, lafadznya adalah: "Bismillahi Allahu Akbar." Dan disebutkan Allahumma hadzihi udhiyah 'an fulan, yang artinya: Ya Allah, aku persembahkan hewan udhiyah ini untuk si fulan."

Ada pun urusan membagi daging hewan itu kepada yang mustahiq, di luar ritual tersebut di atas. Maka di masa lalu, di manhar (tempat penyembelihan hewan) di Mina, tubuh-tubuh kambing atau unta yang telah disembelih dibuang begitu saja, tidak ada yang mengurusinya. Toh ritualnya sudah tercapai.

Baru akhir-akhiri ini ada badan sosial yang peduli dengan nasib umat Islam di berbagai wilayah ditimpa kelaparan dan kemiskinan, maka didirikan pabrik kornet agar daging-daging itu bisa dimanfaatkan secara lebih luas.

Pembagian Daging Udhiyah

Secara umum, daging hewan udhiyah ini dibagi menjadi tiga bagian. Pertama, dimakan oleh yang menyembelih dan keluarganya. Kedua, untuk dihadiahkan dan ketiga untuk diberikan kepada fakir miskin.

Kecuali bila udhiyah itu bernilai wajib, di mana seseorang sebelumnya telah bernadzar untuk menyembelih, maka menurut sebagian ulama, dagingnya tidak boleh dimakannya sendiri tapi diberikan kepada fakir miskin.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc


Baca Lainnya :

Menghadapi Orientalis
4 December 2007, 00:25 | aqidah | 3.131 views
Hukum Memakai Lotion Anti Nyamuk
3 December 2007, 23:21 | kontemporer | 3.153 views
Belum Meninggal Anak Sudah Menuntut Warisan
2 December 2007, 00:12 | mawaris | 3.288 views
Muhammadiyah dan Bukan Muhammadiyah
30 November 2007, 13:29 | kontemporer | 3.359 views
Kuburan Ditembok Seperti Makam Abu Ayyub Al-Anshari, Bolehkah?
29 November 2007, 08:46 | aqidah | 4.252 views
Wudhu Tanpa Melepas Sepatu
28 November 2007, 01:29 | thaharah | 3.382 views
Arisan untuk Naik Haji
28 November 2007, 00:54 | haji | 3.077 views
Badal Haji
28 November 2007, 00:15 | haji | 5.027 views
Apakah Peristiwa Mi'raj Nabi SAW Tertulis di Dalam Al-Qur'an?
25 November 2007, 23:16 | quran | 3.367 views
Mengharap Surga dan Takut Neraka atau Lillahi Ta'alla
25 November 2007, 23:02 | aqidah | 3.979 views
Hadist Bukhari dan Muslim Pasti Shahih?
25 November 2007, 07:17 | hadits | 3.408 views
Kata Ganti Orang Dalam Al-Quran
23 November 2007, 04:23 | quran | 3.528 views
Mau Shalat Tapi Celana Kena Kencing
22 November 2007, 15:42 | thaharah | 3.955 views
Cara Mencari Sanad dan Matan Dalam Hadist
22 November 2007, 13:05 | hadits | 4.730 views
Shalat Arbain di Masjid Nabawi Bagi Jamaah Haji Wanita
20 November 2007, 23:29 | haji | 3.220 views

TOTAL : 2255 artikel 15122152 views