Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Perempuan Nikah Lagi Sebelum Resmi Cerai | rumahfiqih.com

Perempuan Nikah Lagi Sebelum Resmi Cerai

Sun 10 March 2013 11:51 | Nikah | 9.340 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh

Pak Ustadz yang saya hormati

Saya mempunyai seorang kakak laki-laki. Beliau sedang dekat dengan seorang wanita dan hubungan ini insyaAllah serius menuju pernikahan. Tapi wanita tersebut sekarang sedang berstatus menpunyai suami tapi sudah berpisah selama satu tahun lebih karena alasan sudah tidak ada lagi kecocokan antara keduanya.

Suami wanita tersebut berselingkuh dan ingin menikah lagi dengan wanita lain tetapi wanita itu tidak mau atau tidak mengikhlaskan. Dan lebih memilih bercerai.

Bagaimana hukum nya jika pernikahan kakak saya dilakukan sebelum wanita itu resmi bercerai secara hukum? Apakah seorang wanita yang sudah tidak dinafkahi secara lahir maupun batin sudah dikatakan bercerai secara otomatis oleh agama? Dan bagaimana pula status tersebut jika suami belum mau menceraikan isteri tersebut?

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Di antara wanita yang haram dinikahi adalah wanita yang masih punya suami, di mana dirinya belum dicerai secara syar'i oleh suaminya.

Adapun urusan seorang suami sudah tidak seranjang, atau tidak cinta lagi, bahkan tidak pernah memberi nafkah, sama sekali tidak ada kaitannya dengan perceraian secara syar'i. Sebab di dalam syariat Islam, perceraian itu hanya dilakukan dengan salah satu dari dua macam.

Pertama, dengan lafadz yang sharih. Maksudnya suami mengatakan secara tegas dan nyata kepada isterinya kata cerai. Atau lafadz kata yang semakna dengannya tanpa bisa ditafsirkan dengan makna yang lain. Misalnya lafadz thalak ataufiraq.

Cukup dengan mengatakan demikian kepada isterinya, meski tanpa kehadiran saksi, maka jatuhlah talak satu kepada isteri.

Kedua, dengan lafadz kina'i. Maksudnya suami mengatakan cerai kepada isterinya tetapi dengan menggunakan bahasa simbolis atau ungkapan-ungkapan yang masih bisa ditafsirkan sebagai bukan cerai.

Misalnya dia berkata kepada isterinya, "Pulanglah kamu ke rumah orang tuamu." Perkataan ini masih bisa ditafsirkan lain selain cerai. Sebab bisa saja suami memintanya untuk bersilaturrahim ke rumah orang tuanya dan bukan berniat menceraikannya.

Kecuali bila di suatu tempat sudah ada 'urf atau adat kebiasaan yang tidak bisa ditafsirkan lain kecuali cerai. Namun tidak semua negeri punya kebiasaan seperti ini. Maka apakah sudah cerai atau belum, semua akan terpulang kepada niat hati sang suami saat mengatakan hal itu. Kalau niatnya memang menceraikan, maka jatuhlah talak. Tapi kalau niatnya tidak menceraikan, maka tidak jatuh talak apa pun.

Setelah Talak Jatuh Masih Ada 'Iddah

Apabila suami telah menjatuhkan talak kepada isterinya, baik lewat jalur sharih atau pun kina'i, belum berarti hubungan suami isteri di antara mereka berdua lantas terputus. Masih ada masa 'iddah yang harus dijalani oleh isteri agar dirinya halal bagi orang lain untuk menikahinya.

Masa iddah itu lamanya bukan berdasarkan hari, minggu atau bulan, melainkan berdasarkan hitungan lama masa haidh dan lama masa suci dari haidh. Dalam bahasa Al-Quran disebut dengan istilah quru'.

Wanita-wanita yang ditalak handaklah menahan diri tiga kali quru'. (QS. Al-Baqarah:228)

Ada dua versi penafsiran para ulama tentang quru' yang dimaksud. Pertama, dan ini yang lebih kuat, yaitu masa suci dari haidh. Kedua, lama masa haidh itu sendiri.

Selama tiga kali quru' atau tiga kali suci dari haidh, seorang isteri yang dicerai suaminya masih boleh dirujuk cukup di 'dalam kamar', tidak perlu menggelar akad nikah ulang.

Namun bila telah selesai tiga kali suci dari haidh, apa boleh buat, kalau suami mau balik lagi, dia harus menyiapkan akad nikah seolah menikah baru lagi.

Wallahu 'alam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Satu Dari Empat Penduduk Dunia Adalah Muslim?
8 March 2013, 02:14 | Kontemporer | 5.988 views
Ayah Saya Non Muslim, Lalu Siapa Yang Jadi Wali Saya?
8 March 2013, 00:32 | Nikah | 7.610 views
Hukum Menerima Uang PILKADES
6 March 2013, 22:34 | Muamalat | 11.365 views
Apa Batasan Haramnya Tasyabbuh Dengan Non Muslim?
6 March 2013, 10:05 | Ushul Fiqih | 14.107 views
Panduan Agar Pengobatan Alternatif Tidak Melanggar Syariah
5 March 2013, 23:46 | Umum | 6.516 views
Apakah Orang Bertakwa Pasti Kaya?
5 March 2013, 23:08 | Umum | 5.694 views
Hukum Mengedit Photo Menggunakan Software
5 March 2013, 00:22 | Kontemporer | 9.909 views
Apakah NII Masih Ada dan Apakah Termasuk Kelompok Sesat?
5 March 2013, 00:20 | Dakwah | 10.351 views
Jadi Calo Tiket vs Agen Tiket Resmi
3 March 2013, 21:29 | Muamalat | 6.486 views
Apakah Umat Terdahulu Islam Juga?
3 March 2013, 03:43 | Aqidah | 7.171 views
Memberi Salam Lebih Dahulu kepada Non Muslim
2 March 2013, 21:01 | Aqidah | 8.580 views
Menanam Modal dengan Keuntungan Tetap, Ribakah?
2 March 2013, 11:13 | Muamalat | 5.286 views
Dilemma Jadi PNS Yang Jujur
2 March 2013, 00:41 | Muamalat | 7.772 views
Hukum Menyekolahkan Anak di Sekolah Non Muslim
1 March 2013, 03:11 | Aqidah | 7.627 views
Berapa Warisan Untuk Istri Kedua?
1 March 2013, 02:55 | Mawaris | 9.440 views
Pengertian Mushaf dan Wujud Fisiknya
1 March 2013, 02:35 | Quran | 52.363 views
Panduan Menyelenggarakan Walimah
28 February 2013, 03:58 | Nikah | 9.892 views
Apakah Bila Telah Jatuh Talak Masih Bisa Bersatu Kembali
28 February 2013, 00:33 | Nikah | 19.144 views
Hak Waris Istri Anak Dari Suami Yang Lebih Dulu Wafat
27 February 2013, 00:01 | Mawaris | 10.410 views
Bolehkah Menyentuh Mushaf Tanpa Wudhu?
26 February 2013, 21:52 | Quran | 19.642 views

TOTAL : 2.294 tanya-jawab | 22,874,983 views