Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Adakah Doa Akhir Tahun dan Awal Tahun | rumahfiqih.com

Adakah Doa Akhir Tahun dan Awal Tahun

Sat 1 October 2016 18:25 | Hadits | 19.508 views

Pertanyaan :

Assalamu'alaikum Wr Wb.

Pak Ustadz yang di Rahmati Allah S. W. T

Mohon ma'af sebelumnya saya sering mengikuti mengenai do'a akhir tahun dan Awal tahun, tapi sebagaian kalangan berpandangan mengenai do'a-do'a tersebut tidak ada katanya tidak ada Hadist nya

Bagaimana kira-kira menurut pandangan Ustadz.

Atas memberian penjelasan saya ucapkan terima kasih

Wassalam Wr. Wb

Rumpoko

Jawaban :

 

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Memang di tengah umat Islam beradar teks doa yang sering diklaim sebagai doa awal dan akhir tahun. Ada beberapa versi sebenarnya, tetapi yang paling sering adalah dua teks berikut ini:

Teks Doa Akhir Tahun

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Semoga rahmat da salam tetap tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad beserta keluarga da sahabat beliau. Yaa Alloa ya Tuhanku, apa yang aku perbuat sepanjang tahun ini berupa perbuatan-perbuatan yang Engau larang aku melakukannya, sedang aku belum bertaubat dari padanya, dan Engkaupun telah menyayangiku setelah Engkaupun kuasa untuk menyiksaku, kemudian Engkau menyeruku untuk bertobat dari padanya setelah aku bermaksiat kepada-Mu, maka ampunilah aku kerjaan di tahun ini, adalah berupa perbuatan yang Engkau ridlohi dan Engkau janjikan pahala atasnya. Dan aku memohon kepada-Mu wahai Tuhanku, wahai dzat Yang Maha Mulia, Yang memiliki kebesaran dan kemuliaan, agar Engau terima amalku ini, waha Dzat Yang Maha Mulia. Semoga rahmat dan salam Alloh tetap tercurah kepada junjungan kami Nabi Muhammad beserta keluarga dan sahabat beliau”

Teks Doa Awal Tahun

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Semoga rahmat dan salam tetap tercurah kepada junjungan kita nabi Muhammad beserta keluarga dan shabat beliau. Yaa Alloh ya Tuhanku, Engkau adalah Dzat Yang Maha Kekal, dahulu dan awal, Hanya dengan anugerah dan kemurahan-Mu yang Agung telah datang tahun baru. Di tahun ini kami memohon pemeliharaan-Mu dari syetan, kekasihnya dan bala tentaranya, dan kami mohon pertolongan-Mu atas nafsu yang mengajak kepada kejelekan, dan kami mohon kesibukan dengan perbuatan yang dapat mendekatkan diri kepada-Mu wahai Dzat Yang memiliki kebesaran dan kemuliaan. Semoga rahmat dan salam Allah tetap tercurahkan kepada Junjungan kita Nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan sahabat beliau

Bukan Hadits

Selama ini kami sudah berusaha mencari-cari rujukan doa awal dan akhir tahun itu di dalam kitab-kitab hadits nabawiyah, tapi sayangnya belum berhasil mendapatkannya.

Kami juga telah bertanya ke sana kemari tentang asal muasal lafadz doa yang populer di tiap awal tahun hijriyah. Tetapi bahkan para ustadz dan ustadzah yang seringkali mengajarkan lafadz doa ini, juga tidak bisa menunjukkan kitab literatur yang dijadikan rujukan.

Jadi sementara ini kami berkesimpulan bahwa teks doa itu memang bukan berdasarkan hadits nabi SAW, melainkan gubahan para ulama saja. Kalau dikatakan doa itu datang dari sabda Rasulullah SAW, tentu harusnya terdapat di dalam kitab-kitab hadits yang muktabar, baik di Shahihain, Kutubussittah atau tKutubut-tis'ah.

Kalau ada orang yang mengatakan bahwa membaca teks doa di atas merupakan sunnah Rasulullah SAW, jelas salah. Apalagi seringkali teks itu diembel-embeli dengan berbagai khasiat. Seolah-olah menjanjikan ini dan itu.

Misalnya untuk teks doa akhir tahun itu, iming-imingnya bila dibaca 3 kali pada akhir waktu Asar atau sebelum masuk waktu Maghrib pada akhir bulan ulhijjah, dikatakan bahwa Syaitan akan putus asa dan mengatakan, " Kesusahan bagiku dan sia-sia lah pekerjaanku menggoda anak Adam pada setahun ini dan Allah binasakan aku satu saat jua. Dengan sebab membaca doa ini, Allah ampunkan dosanya setahun."

Ini jelas sebuah kesalahan, karena siapa yang menjamin hal itu. Yang jelas bukan Rasulullah SAW yang mengatakannya. Kalau bukan Rasulullah SAW, adakah orang yang bisa kita terima jaminannya bahwa syetan putus asa?

Begitu juga iming-iming kepada yang membaca doa awal tahun, disebutkan bahwa bila teks doa itu dibaca 3 kali selepas maghrib pada malam satu Muharram, maka syetan pun akan putus asa juga seraya berkata, "Telah amanlah anak Adam ini daripada godaan pada tahun ini kerana Allah telah mewakilkan dua Malaikat memeliharanya daripada fitnah Syaitan."

Kalau keterangan seperti ini bukan datang dari Rasulullah SAW, maka kita tidak bisa membenarkannya. Sebab hanya berita ghaib dari beliau SAW saja yang boleh kita terima. Sedangkan dari selain beliau, tidak punya pengetahuan tentang hal yang ghaib secara benar dan terjamin validitasnya.

Doa Gubahan Ulama tanpa Klaim Sebagai Hadits Nabi

Lalu kalau kita sudah tahu bahwa lafadz ini bukan doa dari hadits nabawi, juga kita tidak membenarkan iming-iming dan janji atas khasiat doa ini, karena tidak bersumber dari diri nabi Muhammad SAW, apakah terlarang mengucapkannya di awal dan akhir tahun?

Kalau pertanyaannya seperti ini, tentu saja pada hakikatnya tidak ada larangan. Karena yang namanya doa itu ada dua macam. Pertama doa yang lafadznya berasal dari Al-Quran dan Sunnah. Ini adalah doa yang paling afdhal dan berpahala lebih besar.

Kedua, doa yang teksnya boleh kita karang sendiri. Doa seperti ini pada hakikatnya secara hukum tidak terlarang, sebab mungkin saja seseorang punya permintaan yang lebih spesifik kepada Allah SWT. Tidak ada satu pun nash yang melarang seseorang meminta sesuatu yang spesifik kepada Allah SWT. Maka untuk itu, kita boleh saja berdoa dan meminta sesuatu kepada Allah SWT dengan lafadz yang kita buat sendiri.

Dan kalau ada ulama yang membuat gubahan lafadz doa, tentu saja kita juga boleh menggunakan lafadz itu untuk berdoa. Asalkan kita tidak mengklaimnya sebagai doa ajaran dari Rasulullah SAW, atau tidak mengatakan sebagai doa yang bersifat baku di dalam agama.

Semoga kita dapat memandang sesuatu secara lebih objektif, kritis dan berhujjah, tanpa harus merusak keaslian agama.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

 


Baca Lainnya :

Sudah Mampu Secara Harta, Bolehkah Menunda Pergi Haji?
22 September 2016, 05:12 | | 14.747 views
Bolehkah Wanita Menyembelih Hewan Qurban atau Aqiqah?
15 September 2016, 02:20 | | 4.564 views
Bolehkah Saya Sebagai Wanita Pergi Haji Tanpa Suami atau Mahram?
10 September 2016, 03:01 | | 10.210 views
Diqurbankan Oleh Perusahaan Tempat Bekerja
8 September 2016, 05:44 | | 5.100 views
Benarkah Puasa Tanggal 9 Dzulhijjah Harus Mengacu Kepada Wuquf di Arafah?
3 September 2016, 03:30 | | 9.272 views
Pedoman Panitia Penyembelihan Hewan Qurban
2 September 2016, 06:01 | | 15.878 views
Bisakah Perusahaan Melakukan Penyembelihan Hewan Qurban?
1 September 2016, 09:12 | | 5.272 views
Benarkah Haram Potong Rambut dan Kuku Bila Mau Berqurban?
10 August 2016, 07:17 | | 26.138 views
Kapan Peran Ayah sebagai Wali Nikah Boleh Digantikan?
30 July 2016, 23:00 | | 12.612 views
Sulit Memahami Terjemahan Al-Quran
29 July 2016, 10:24 | | 9.775 views
Bagaimana Ketentuan dan Tata Cara Mengqadha' Shalat?
27 July 2016, 16:30 | | 102.761 views
Tidak Ada Air Untuk Wudhu Tidak Ada Tanah Untuk Tayammum
22 July 2016, 06:20 | | 6.523 views
Makna Iedul Fithri dan Hubungannya Dengan Tradisi
16 July 2016, 19:59 | | 2.397 views
Apakah Bayi Wafat Karena Keguguran Harus Dishalati?
4 July 2016, 05:15 | | 7.403 views
Apakah Harta Bisa Kena Zakat Dua Kali?
3 July 2016, 09:12 | | 9.481 views
Menggerakkan Jari Saat Tahiyat, Mana yang Sunnah?
1 July 2016, 04:35 | | 13.083 views
Sesama Pendukung Zakat Profesi Masih Beda Pendapat
28 June 2016, 08:00 | | 8.916 views
Puasa Sudah Batal, Apakah Masih Wajib Berimasak Menahan Diri Dari Makan dan Minum?
22 June 2016, 13:21 | | 6.940 views
Tukar Uang Receh Menjelang Lebaran, Ribakah?
21 June 2016, 02:34 | | 13.254 views
Puasalah Kamu Akan Sehat, Ternyata Hadits Palsu?
16 June 2016, 02:19 | | 16.880 views

TOTAL : 2.281 tanya-jawab | 20,574,526 views