. .
 



baca versi HP | view by date | top hits | bidang | total 5,327,545 views

Hadis Qudsi | Ahmad Sarwat,Lc., MA | www.rumahfiqih.com

Hadis Qudsi

Thu, 24 January 2008 23:29 - 2086 | hadits

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Bagaimana tentang hadist qudsi itu, apakah wahyu langsung dari Allah SWT lalu, nabi yang menulis atau gmana, mohon penjelasan

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Hadis qudsi adalah hadis yang oleh Rasulullah SAW disandarkan kepada Allah. Maksudnya, RasulullahSAW meriwayatkannya bahwa itu adalahperkataan Allah. Jadi boleh dibilang bahwa RasulullahSAW menjadi perawi perkataanAllah ini. Sedangkan lafadznya dari redaksibeliau SAW sendiri.

Bila seseorang meriwayatkan hadis qudsi, dia meriwayatkannya dari Allah dengan disandarkan kepada Allah dengan mengatakan, "RasulullahSAW mengatakan mengenai apa yang diriwayatkannya dari Tuhannya, " atau ia mengatakan, "RasulullahSAW bersabda, 'Allah telah berfirman atau berfirman Allah'."

Mungkin Anda akan bertanya, lalu apa perbedaan hakiki antara hadits Qudsi dengan Al-Quran? Bukankah keduanya sama-sama wahyu yang datang dari Allah SWT, dua-duanya adalah perkataan Allah. Lalu kenapa harus berbeda?

Untuk menjawab pertanyaan ini, para ulama telah membuat beberapa point perbedaan yang asasi, sehingga kelihatan jelas apa beda antara kedua. Di antara poin-poin itu adalah

1. Lafadz Al-Quran adalah Mukjizat

Alquran adalah perkataan Allah yang diwahyukan kepada Rasulullah SAW dengan redaksi (lafadz) asli. Rasulullah SAW sama sekali tidak menambahi atau mengomentari apa pun. Jadi kata-kata itu asli sebagaimana adanya.

Kenapa demikian?

Karena ternyata ayat-ayat itu mengandung mukjizat dari Allah SWT. Mukjizatnya berupa keindahan tata bahasanya. Dengan keindahan itu, orang Arab ditantang, tetapi mereka tidak mampu membuat seperti Alquran itu.

Tantangan itu tetap berlaku, karena Alquran adalah mukjizat yang abadi hingga hari kiamat. Adapun hadis qudsi tidak untuk menantang dan tidak pula untuk mukjizat.

Sedangkan hadits qudsi, meski merupakan perkataan dari Allah juga, namun dari segi bahasa tidak didesain untuk dijadikan mukjizat keindahan bahasa.

2. Baca Quran adalah Ibadah

Perbedaan kedua antara hadits Qudsi dengan Al-Quran adalah lafadz-lafadz di dalam Al-Quran bernilai sakral, sehingga meski tidak tahu artinya, cukup membacanya atau melafadzkannya saja sudahmerupakan ibadah. Tentu bukan berarti kita hanya cukup membacanya saja.

Tapi yang juga perlu diakui adalah bahwa lafadz Al-Quran itu bersifat sakral, sehingga ketika kita melakukan ritual ibadah shalat, lafadz Al-Quran itulah yang kita baca, bukan hadits Qudsi.

"Maka, bacalah apa yang mudah bagimu dalam Alquran itu." (QS. Al-Muzamil: 20).

Allah SWT menjanjikan bahwa tiap huruf yang diucapkan menghasilkan pahala tersendiri, diluar pahala dari mengerti makna dan isi kandungannya.

"Barang siapa membaca satu huruf dari Alquran, dia akan memperoleh satu kebaikan. Dan, kebaikan itu akan dibalas sepuluh kali lipat. Aku tidak mengatakan alif laam miim itu satu huruf. Tetapi alif satu huruf, laam satu huruf, dan miim satu huruf." (HR Tirmizi dan Ibnu Mas'ud).

Adapun hadis qudsi tidak disuruh membacanya dalam salat. Allah memberikan pahala membaca hadis qudsi secara umum saja. Maka, membaca hadis qudsi tidak akan memperoleh pahala seperti yang disebutkan dalam hadis mengenai membaca Alquran bahwa pada setiap huruf mendapatkan sepuluh kebaikan.

3. Al-Quran Diriwayatkan Secara Mutawatir

Yang ketiga kita bedakan antara hadits Qudsi dengan AL-Quran dari segi jalur periwayatan sanad.

Seluruh isi Alquran sampai kepada kita lewat jalur yang mutawatir, sehingga kepastiannya mutlak. As-Suyuthi menjelaskan bahwa riwayat mutawatir itu adalah bahwa di setiap level periwayatan minimal ada sepuluh orang yang meriwayatkan dengan lafadz yang sama persis.

Adapun hadis-hadis qudsi kebanyakan berupa periwayatannya yang terkadang hanya lewat satu orang perawi saja, kadang dua orang, kadang tiga sampai bisa juga sepuluh orang. Tetapi tidak pada semua level periwayatan berjumlah sepuluh orang. Jumlah perawi yang tidak lengkap selalu minimal sepuluh orang ini disebut dengan istilah hadits ahad.

Kalau kita lihat dari sudut pandang kekuatan periwayatan, tentu saja yang mutawatir itu lebih kuat dan mutlak kebenarannya. Sedangkan yang lewat jalur ahad tentu lebih lemah kekuatan periwayatanya.

Sederhananya, hadits Qudsi itu ada yang shahih, tapi bisa juga hasan atau bisa juga dhaif.

Jadi itulah kira-kira perbedaan hakiki antara haditsQudsi dengan Al-Quran, meski keduanya sama-sama wahyu dari Allah SWT juga. Semoga bermanfaat.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Rumah
Fiqih
Indonesia

 


baca versi HP | view by date | top hits | bidang | total 5,327,545 views

Lihat Sebelumnya


  • Bagaimana Hukumnya Punya Hutang kepada Orang Tua yang Sudah Meninggal? | Thu, 24 January 2008 01:28 | 1661
  • Kapasitas untuk Mendhoifkan Hadits | Thu, 24 January 2008 00:18 | 1891
  • Zakat Sebagai Penerimaan Negara... | Wed, 23 January 2008 02:54 | 1534
  • Jaminan Masuk Surga | Wed, 23 January 2008 01:41 | 2176
  • Shalat Ghoib untuk Isteri Ustad Hidayat NW | Tue, 22 January 2008 04:11 | 1764
  • Memakan Daging atau Darah Ular untuk Obat | Tue, 22 January 2008 03:02 | 1502
  • Keheranan Tentang Kristenisasi | Mon, 21 January 2008 01:16 | 2056
  • Hukum Asuransi Dalam Al-Quran | Sun, 20 January 2008 15:16 | 2328
  • Puasa Hari Jumat | Fri, 18 January 2008 06:39 | 1839
  • Prosentase Biaya Titipan Barang yang Digadai dan Waktu Gadai | Fri, 18 January 2008 06:38 | 1667
    Konsultasi Syariah | total 5327546 views

  •  


    Pesan Disini



          1. Aqidah - 208
          2. Quran - 76
          3. Hadits - 88
          4. Fiqih - 77
          5. Thaharah - 103
          6. Shalat - 234
          7. Zakat - 75
          8. Puasa - 94
          9. Haji - 44
        10. Muamalat - 123
        11. Nikah - 204
        12. Mawaris - 107
        13. Kuliner - 63
        14. Qurban Aqiqah - 41
        15. Negara - 94
        16. Kontemporer - 131
        17. Wanita - 59
        18. Dakwah - 33
        19. Umum - 154

    • Di rubrik ini tersimpan 2,022 artikel dari 4,214 pertanyaan yang sudah masuk.

    • Silahkan mengambil manfaat dari tulisan-tulisan ini, selain mengamalkannya juga mengajarkannya serta menyebarkannya. Mohon cantumkan sumber tulisan ini agar memudahkan siapa saja untuk merujuk kepada penulisnya.

    • Pastikan Anda mencari terlebih dahulu hal-hal yang ingin Anda ketahi sebelum mengirimkan pertanyaan.

    • Pertanyaan yang terkirim mungkin tidak semua terjawab, karena kami akan diseleksi lagi dari segi kelayakannya. Sebagiannya hanya akan dikirim jawabannya via email.