. .
 



baca versi HP | view by date | top hits | bidang | total 5.947.292 views

Membaca Al-Qur'an Latinnya Saja | Ahmad Sarwat,Lc., MA | www.rumahfiqih.com

Membaca Al-Qur'an Latinnya Saja

Sat, 17 May 2014 21:00 - | Dibaca 8.670 kali | Bidang quran

Assalamu 'alaikum Wr. Wb.

Pak Ustad, bolehkan kita membaca Al-Qur'an huruf latinnya saja dan apakah hukumnya.

Bukankah ALLAH bersifat AR-RAHMAN DAN AR-RAHHIM dan ALLAH itu milik semua umat di seluruh dunia.

Terimakasih, mohon maaf bila ada kata-kata yang kurang berkenan.

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Al-Quran adalah bacaan yang merupakan mukjizat, turun dalam bahasa arab yang jelas, kepada manusia yang paling fasih, yaitu Muhammad SAW. Beliau pernah menyatakan bahwa dirinya adalah orang arab yang paling fasih. Ana afshahul arab.

Membaca Al-Quran Latinya Saja

Tidak ada orang yang membaca Al-Quran dengan huruf latin kecuali dia buta aksara arab. Sebenarnya bagi kami, cara itu tidak dapat dierima. Bahkan cenderung malah menyesatkan.

Sebab karakter huruf arab sangat jauh berbeda dengan huruf latin. Malah kalau boleh dibilang, semua huruf arab itu tidak ada padanannya dalam huruf latin.

Tidak ada orang yang bisa menyebutkan huruf "syin" seperti dalam kata "Syajarah", kecuali dia belajar dulu membunyikannya di depan seorang yang ahli membaca Al-Quran. Sebab huruf 'syin' itu punya karakter, sifat dan cara membunyikan yang spesifik, unik dan tidak ada padananya dalam bahasa lain.

Demikian juga tidak ada orang yang bisa menyebutkan huruf 'ain seperti dalam kata 'ibadah. Huruf 'ain itu tidak bisa diwakili oleh koma, atau apostrop atau apapun. Karena huruf 'ain itu punya karakter, sifat dan cara melafazkan yang teramat unik. Hanya orang yang belajar Al-Quran dengan talaqqi saja yang bisa melafazkan dengan benar.

Karena itulah, Al-Quran tidak pernah diajarkan lewat tulisan dan huruf. Al-Quran diajarkan lewat oral sistem. Secara keren orang sering bilang lewat perantaraan native speaker.

Sebaiknya anda berhenti dari membaca Al-Quran dengan mengeja huruf latinnya. Itu salah dan merusak bacaan. Bukan dapat pahala malah dapat dosa.

Yang harus anda lakukan sekarang adalah datangi guru qiraah Al-Quran. Belajarlah membaca Al-Quran dengan makharijul huruf yang benar, dan pastikan sifat-sifat huruf itu benar anda pahami. Berikan hak kepada masing-masing huruf itu sesuai dengan porsinya.

Dan ingat, jangan sekali-kali berpikir bahwa anda akan bisa membaca Al-Quran dengan cara otodidak. Al-Quran harus dipelajari lewat talaqqi, lewat seorang guru yang merupakan seorang qari'.

Membaca Terjemahan

Anda boleh saja membaca terjemahan Al-Quran, kalau memang anda tidak mampu mengeja tulisan arab, atau kalau anda tidak paham bahasa Arab.

Memang terjemahan itu dibuat untuk membantu orang-orang yang buta bahasa Arab, untuk mengetahui sedikit sekali tentang isi kandungan yang terdapat dalam suatu ayat.

Kok sedikit sekali?

Ya, terjemahan itu adalah informasi yang bersifat darurat, sekedar untuk mengatasi masalah dari pada tidak paham sama sekali.

Tetapi jangan sekali-kali berpikir bahwa terjemahan itu adalah Al-Quran itu sendiri. Tidak, terjemahan itu sama sekali bukan Al-Quran. Terjemahan adalah sekedar interpretasi para penerjemah tentang apa yang mereka pahami dari ayat Quran.

Dan secara hukum, terjemahan itu bukanlah ayat Al-Quran. Sehingga kalau dibaca tidak mendatangkan pahala. Terjemahan itu juga buka mukjizat yang turun kepada Rasulullah SAW. Terjemahan itu sama sekali tidak mengandung kekuatan bahasa, balaghah, dan juga hukum syariah.

Terjemahan Al-Quran tidak lain hanyalah sandi atau morse yang digunakan dalam keadaan darurat saja. Informasi yang terkandung di dalam terjemahan tentu sangat terbatas dan fungsinya sangat minim.

Berbeda dengan teks asli Al-Quran dalam bahasa Arab. Teks itu sendiri adalah mukjizat, karena asalnya dari lauhil mahfuz di langit sana. Turun secara berangsur-angsur selama 23 tahun dengan tidak berarturan awal dan akhirnya.

Dibawa oleh malaikat yang palig mulia, yaitu Jibril alaihissalam. Disampaikan kepada nabi yang paling mulia, yaitu Muhammad SAW. Dan ditalqinkan kepada para shahabat beliau yang umumnya juga langsung menghafalnya. Dan diriwayatkan secara mutawatir dari generasi ke generasi hingga sampai ke generasi kita. Dihafal oleh orang berjuta di luar kepala.

Yang dibawa itu bukan teks yang terdiri dari huruf-huruf, melainkna suaranya. Kira-kira seperti file mp3, bukan doc atau txt.

Jangankan membacanya, mendengarkan lantunan ayat Quran aslinya itu saja sudah memberikan pahala. Bahkan saat mendengarkan, kita wajib memperhatikan, tidak boleh berisik atau ngobrol sendiri. Kalau kita bunyikan dengan mulut kita, maka tiap hurufnya akan diganjar dengan satu kebajikan yang lalu dilipat-gandakan menjadi sepuluh kali lipatnya.

Sehingga begitu kita mengucapkan lafadz alif laam miim, kita sudah mendapat pahala 30 kali. Dan itulah Al-Quran dalam bahasa aslinya.

Paham atau tidak paham, Al-Quran itu bacaan mukjizat. Apalagi kalau dibaca dan paham, maka tentunya keutamaannya akan berkali lipat.

Alangkah menyedihkan kalau kita menyaksikan ada orang mengaku muslim, lahir dari keluarga muslim, KTP-ya tertulis beragama Islam, tetapi lidahnya kelu tidak bisa mengucapkan ayat-ayat Al-Quran. Ini merupakan malapetaka terbesar dalam sejarah. Mengaku muslim tapi tidak bisa membaca Al-Quran.

Lalu berlari kepada terjemahan dengan alasan bahwa berpegang kepada Al-Quran itu kan yang penting paham, bukan bagaimana membaca. La haula wala quwwata illa billah.

Dosa apa yang menimpa umat ini sampai bisa lahir generasi yang anti dengan Al-Quran seperti ini? Dosa apa yang dilakukan oleh orang tua kita sampai punya anak yang sampai tua pun tidak mau belajar membaca Al-Quran?

Sebegitu jahatkah Al-Quran sehingga sejak kecil sampai kakek-kakek, kita masih membencinya dan tidak punya waktu untuk belajar membacanya?

Apa dosa Al-Quran kepada kita sehingga kita sebegitu tega menjauhinya, anti pati untuk bisa melafazkannya, tidak punya keinginan untuk menghafalnya?

Bukankah nanti di alam barzakh yang dingin dan gelap serta penuh siksa itu, justru Al-Quran lah yang akan menjadi pemberi syafaat buat orang yang membacanya? Tentu yang membaca lafadznya dalam bahasa arab, bukan yang membaca terjemahannya.

Allah Maha Rahman dan Maha Rahim

Kami agak kurang paham apa yang anda maksud dengan pertanyaan: bukankah Allah Maha Rahman dan Maha Rahim?

Jawabnya memang benar Allah Maha Rahman dan Maha Rahim. Lalu maksudnya apa?

Apakah dengan pertanyaan itu anda ingin mengatakan bahwa kita tidak perlu belajar membaca Al-Quran, karena alasannya Allah itu Maha Rahman dan Maha Rahim?

Kami juga kurang mengerti dengan ungkapan anda yang menyebutkan bahwa Allah itu milik umat manusia. Pernyataan itu agak keliru. Sebab Allah SWT itu tidak dimiliki. Sebaliknya, Allah adalah Tuhan Yang Maha Memiliki. Dia adalah Tuhan Yang memiliki semua manusia.

Jadi semua manusia harus tunduk kepada Allah SWT. Bukan di balik, bukan Allah SWT yang harus ikut maunya si manusia yang merupakan ciptaan-Nya.

Di sisi lain, belajar membaca dan melafadzkan Al-Quran itu sangat mudah. Sebab Allah SWT sendiri yang telah menyebutkan di dalam firman-Nya:

Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Quraan untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran? (QS. Al-QAmar: 17)

Jadi intinya, pelajarilah Al-Quran. Pelajari cara bacanya dalam cara membaca yang benar. Ejalah kata-katanya lewat tulisan arab. Pelajari juga maknanya lewat kitab-kitab tafsir yang muktabar.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Rumah
Fiqih
Indonesia

 


baca versi HP | view by date | top hits | bidang | total 5,947,292 views

Lihat Sebelumnya


  • Mahar Berupa Hafalan Al-Quran, Bolehkah? | Fri, 16 May 2014 08:12 | 5.311
  • Posisi Duduk Masbuk Saat Imam Tahiyat Akhir | Thu, 15 May 2014 06:07 | 3.884
  • Masbuk Meneruskan Rakaat Tertinggal, Rakaat Manakah Yang Diganti? | Wed, 14 May 2014 10:07 | 3.085
  • Bolehkah Qadha' Puasa Dicicil Tiap Senin dan Kamis? | Tue, 13 May 2014 04:45 | 4.254
  • Benarkah Harta Asal Harus Kembali ke Asal? | Mon, 12 May 2014 04:05 | 1.770
  • Melunasi Kredit Lebih Cepat Jadi Turun Harga, Bolehkah? | Sat, 10 May 2014 11:00 | 2.864
  • Apakah Kredit Saya Sudah Sesuai Syariah? | Fri, 9 May 2014 08:40 | 3.726
  • Shalat Jum'at di Aula | Thu, 8 May 2014 07:20 | 3.502
  • Bagaimana Seharusnya Kostum Pemain Negara Islam yang Ikut Piala Dunia | Wed, 7 May 2014 04:40 | 3.988
  • Bagaimana Kita Memahami Sunnah? | Tue, 6 May 2014 06:42 | 4.052
    Konsultasi Syariah | total 5947293 views

  •  

    more ...
    pesan segera persedian terbatas


          1. Aqidah - 208
          2. Quran - 76
          3. Hadits - 89
          4. Fiqih - 78
          5. Thaharah - 104
          6. Shalat - 241
          7. Zakat - 75
          8. Puasa - 94
          9. Haji - 44
        10. Muamalat - 125
        11. Nikah - 204
        12. Mawaris - 109
        13. Kuliner - 64
        14. Qurban Aqiqah - 43
        15. Negara - 94
        16. Kontemporer - 133
        17. Wanita - 60
        18. Dakwah - 33
        19. Umum - 156

    Total : 2,044 artikel

    • Di rubrik ini tersimpan 2,044 artikel dari 4,348 pertanyaan yang sudah masuk.

    • Silahkan mengambil manfaat dari tulisan-tulisan ini, selain mengamalkannya juga mengajarkannya serta menyebarkannya. Mohon cantumkan sumber tulisan ini agar memudahkan siapa saja untuk merujuk kepada penulisnya.

    • Pastikan Anda mencari terlebih dahulu hal-hal yang ingin Anda ketahi sebelum mengirimkan pertanyaan.

    • Pertanyaan yang terkirim mungkin tidak semua terjawab, karena kami akan diseleksi lagi dari segi kelayakannya. Sebagiannya hanya akan dikirim jawabannya via email.