. .
 



baca versi HP | view by date | top hits | bidang | total 5,649,849 views

Bolehkah Umrah dengan Berhutang | Ahmad Sarwat,Lc., MA | www.rumahfiqih.com

Bolehkah Umrah dengan Berhutang

Wed, 30 January 2013 22:46 - 4529 | haji

Assalammu'alaykum wr wb...

Ustadz, Gimana hukumnya berumrah dengan berhutang di bank Syariah. Insya Allah saya berkesanggupan menyicil hutangnya dengan potongan gaji per bulan. Apakah hukum umrah saya itu sah atau tidak?

Mohon pencerahannya ustadz. Sebelum dan sesudahnya, saya ucapkan jazakallah khayr katsiir..

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

 

Umrah adalah ibadah ritual yang sudah ada syarat dan rukunnya. Kalau pertanyaanya apakah umrah yang dikerjakan sah atau tidak, maka jawabannya tinggal dibalik, yaitu apakah syarat dan rukunnya terpenuhi semua atau tidak.

Prinsipnya, kalau semua syarat dan rukun sudah terpenuhi, maka maka ibadah umrah itu tentu hukumnya sah. Sebaliknya, kalau ada salah satu dari syarat atau rukun yang belum terpenuhi, tentu ibadah umrah itu tidak sah.

Adapun dari mana sumber uang yang digunakan, apakah uang milik sendiri, atau uang milik orang lain, ataukah uang pinjaman, semua itu tidak ada kaitannya dengan sah atau tidak sah. 

Pinjaman Tidak Boleh Melanggar Hukum

Penting untuk digaris-bawahi bahwa tiap pinjaman uang itu biasanya berbuntut bunga yang merupakan riba. Prinsipnya, uang itu boleh dipinjamkan, tetapi tidak boeh disewakan. Maksud dari penyewaan uang itu adalah uang dipinjam tetapi ketika mengembalikan ada semacam biaya penyewaan.

Kalau bahasa mudahnya, uang sewa dari peminjaman uang itu namanya riba. Tetapi di negeri kita, kadang namanya disamarkan dengan berbagai nama dan istilah lain, seperti uang administrasi, bagi hasil, charge ini dan itu, atau apa pun istilah lainnya.

Saya tidak tahu seperti apa skema yang anda lakukan dengan bank syariah, namun kalau prinsipnya penyewaan uang, tentu hukumnya haram.

Jual Paket Umrah Dengan Cicilan

Salah satu alternatif akad yang sah dan tidak mengandung riba yang bisa digunakan adalah akad jual-beli. Dalam hal ini, pihak bank bukan meminjamkan uang, melainkan menjual paket umrah. Dan anda membeli paket itu dari pihak bank, dengan fasilitas mencicil. Maka pihak bank boleh mengambil untung dari penjualan paket umrah itu.

Katakanlah misalnya, biaya paket umrah itu aslinya 15 juta dari pihak travel. Maka bank membeli paket itu dan menjual kepada orang seperti anda. Akadnya adalah akad jual-beli, seperti kita jual-beli sepeda motor. Maka silahkan pihak bank mengambi untung, misalnya harganya dinaikkan menjadi 20 juta.

Fasilitasnya, kita boleh mencicil, misalnya sebulan sejuta.  Maka masa cicilian itu adalah 20 bulan biar genap menjadi 20 juta.

Cara ini adalah cara yang 100% halal dan dibenarkan syariat. Tidak ada unsur penyewaan uang, tidak ada bunga, yang ada adalah akad jual beli yang halal, sebagaimana semua akad jual-beli lainnya.

Skala Prioritas

Mungkin yang akan membedakan nantinya adalah masalah skala prioritas saja. Maksudnya, apakah dengan keadaan yang masih belum terlalu berkecukupan, atau istilahnya dengan pendapatan yang sebenarnya hanya pas-pasan, seseorang layak untuk memaksakan dirinya berangkat umrah, sehingga harus berhutang kesana-kemari?

Jawaban masalah ini sifatnya di luar hukum sah atau tidak sah. Tetapi lebih merupakan tinajauan skala prioritas saja. Khusus dalam urusan ini, kita memang masih menemukan begitu banyak fenomena yang kurang menyenangkan di tengah masyarakat.

Di satu sisi orang berbondong-bondong antri pergi haji, sementara kita masih menemukan orang-orang yang hidup kelaparan di rel kereta dan kolong jembatan. Padahal seharusnya, sebelum kita bicara haji yang butuh biaya besar, kita perlu pikirkan dulu nasib sesama yang menderita.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc., MA

Rumah
Fiqih
Indonesia

 


baca versi HP | view by date | top hits | bidang | total 5,649,849 views

Lihat Sebelumnya


  • Isteri Saya Nasrani, Islamkah Anak Saya? | Wed, 30 January 2013 21:37 | 4103
  • Haruskah Menikah Dengan Ikhwan? | Wed, 30 January 2013 08:56 | 4117
  • Mendirikan Televisi Khusus Konsumsi Umat Islam | Wed, 30 January 2013 01:07 | 2176
  • Hukum Main Drama, Teater, Sinetron dan Film | Tue, 29 January 2013 00:22 | 3735
  • Bingung Baca Terjemah Quran dan Kitab Hadits | Mon, 28 January 2013 23:39 | 3936
  • Belanja Dengan Cicilan 0 % Termasuk Riba? | Mon, 28 January 2013 03:29 | 4497
  • Jarak Antar Musholla Berdekatan | Mon, 28 January 2013 02:30 | 2616
  • Berbekam Bukan Sunnah Nabi? | Sun, 27 January 2013 09:05 | 5063
  • Adakah Kedokteran Nabawi? | Sat, 26 January 2013 02:33 | 2255
  • Mengapa Kita Wajib Belajar Ilmu Mawaris? | Sat, 26 January 2013 01:30 | 3226
    Konsultasi Syariah | total 5649850 views

  •  


    Pesan Disini



          1. Aqidah - 208
          2. Quran - 76
          3. Hadits - 89
          4. Fiqih - 78
          5. Thaharah - 104
          6. Shalat - 239
          7. Zakat - 75
          8. Puasa - 94
          9. Haji - 44
        10. Muamalat - 123
        11. Nikah - 204
        12. Mawaris - 108
        13. Kuliner - 64
        14. Qurban Aqiqah - 43
        15. Negara - 94
        16. Kontemporer - 131
        17. Wanita - 60
        18. Dakwah - 33
        19. Umum - 155

    Total : 2,036 artikel

    • Di rubrik ini tersimpan 2,036 artikel dari 4,292 pertanyaan yang sudah masuk.

    • Silahkan mengambil manfaat dari tulisan-tulisan ini, selain mengamalkannya juga mengajarkannya serta menyebarkannya. Mohon cantumkan sumber tulisan ini agar memudahkan siapa saja untuk merujuk kepada penulisnya.

    • Pastikan Anda mencari terlebih dahulu hal-hal yang ingin Anda ketahi sebelum mengirimkan pertanyaan.

    • Pertanyaan yang terkirim mungkin tidak semua terjawab, karena kami akan diseleksi lagi dari segi kelayakannya. Sebagiannya hanya akan dikirim jawabannya via email.