Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Bolehkah Umrah dengan Berhutang | rumahfiqih.com

Bolehkah Umrah dengan Berhutang

Wed 30 January 2013 22:46 | Haji | 13.187 views

Pertanyaan :
Assalammu'alaykum wr wb...

Ustadz, Gimana hukumnya berumrah dengan berhutang di bank Syariah. Insya Allah saya berkesanggupan menyicil hutangnya dengan potongan gaji per bulan. Apakah hukum umrah saya itu sah atau tidak?

Mohon pencerahannya ustadz. Sebelum dan sesudahnya, saya ucapkan jazakallah khayr katsiir..

Jawaban :
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

 

Umrah adalah ibadah ritual yang sudah ada syarat dan rukunnya. Kalau pertanyaanya apakah umrah yang dikerjakan sah atau tidak, maka jawabannya tinggal dibalik, yaitu apakah syarat dan rukunnya terpenuhi semua atau tidak.

Prinsipnya, kalau semua syarat dan rukun sudah terpenuhi, maka maka ibadah umrah itu tentu hukumnya sah. Sebaliknya, kalau ada salah satu dari syarat atau rukun yang belum terpenuhi, tentu ibadah umrah itu tidak sah.

Adapun dari mana sumber uang yang digunakan, apakah uang milik sendiri, atau uang milik orang lain, ataukah uang pinjaman, semua itu tidak ada kaitannya dengan sah atau tidak sah. 

Pinjaman Tidak Boleh Melanggar Hukum

Penting untuk digaris-bawahi bahwa tiap pinjaman uang itu biasanya berbuntut bunga yang merupakan riba. Prinsipnya, uang itu boleh dipinjamkan, tetapi tidak boeh disewakan. Maksud dari penyewaan uang itu adalah uang dipinjam tetapi ketika mengembalikan ada semacam biaya penyewaan.

Kalau bahasa mudahnya, uang sewa dari peminjaman uang itu namanya riba. Tetapi di negeri kita, kadang namanya disamarkan dengan berbagai nama dan istilah lain, seperti uang administrasi, bagi hasil, charge ini dan itu, atau apa pun istilah lainnya.

Saya tidak tahu seperti apa skema yang anda lakukan dengan bank syariah, namun kalau prinsipnya penyewaan uang, tentu hukumnya haram.

Jual Paket Umrah Dengan Cicilan

Salah satu alternatif akad yang sah dan tidak mengandung riba yang bisa digunakan adalah akad jual-beli. Dalam hal ini, pihak bank bukan meminjamkan uang, melainkan menjual paket umrah. Dan anda membeli paket itu dari pihak bank, dengan fasilitas mencicil. Maka pihak bank boleh mengambil untung dari penjualan paket umrah itu.

Katakanlah misalnya, biaya paket umrah itu aslinya 15 juta dari pihak travel. Maka bank membeli paket itu dan menjual kepada orang seperti anda. Akadnya adalah akad jual-beli, seperti kita jual-beli sepeda motor. Maka silahkan pihak bank mengambi untung, misalnya harganya dinaikkan menjadi 20 juta.

Fasilitasnya, kita boleh mencicil, misalnya sebulan sejuta.  Maka masa cicilian itu adalah 20 bulan biar genap menjadi 20 juta.

Cara ini adalah cara yang 100% halal dan dibenarkan syariat. Tidak ada unsur penyewaan uang, tidak ada bunga, yang ada adalah akad jual beli yang halal, sebagaimana semua akad jual-beli lainnya.

Skala Prioritas

Mungkin yang akan membedakan nantinya adalah masalah skala prioritas saja. Maksudnya, apakah dengan keadaan yang masih belum terlalu berkecukupan, atau istilahnya dengan pendapatan yang sebenarnya hanya pas-pasan, seseorang layak untuk memaksakan dirinya berangkat umrah, sehingga harus berhutang kesana-kemari?

Jawaban masalah ini sifatnya di luar hukum sah atau tidak sah. Tetapi lebih merupakan tinajauan skala prioritas saja. Khusus dalam urusan ini, kita memang masih menemukan begitu banyak fenomena yang kurang menyenangkan di tengah masyarakat.

Di satu sisi orang berbondong-bondong antri pergi haji, sementara kita masih menemukan orang-orang yang hidup kelaparan di rel kereta dan kolong jembatan. Padahal seharusnya, sebelum kita bicara haji yang butuh biaya besar, kita perlu pikirkan dulu nasib sesama yang menderita.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc., MA


Baca Lainnya :

Haruskah Menikah Dengan Ikhwan?
30 January 2013, 08:56 | Dakwah | 7.850 views
Mendirikan Televisi Khusus Konsumsi Umat Islam
30 January 2013, 01:07 | Dakwah | 5.133 views
Hukum Main Drama, Teater, Sinetron dan Film
29 January 2013, 00:22 | Umum | 8.352 views
Bingung Baca Terjemah Quran dan Kitab Hadits
28 January 2013, 23:39 | Quran | 9.412 views
Belanja Dengan Cicilan 0 % Termasuk Riba?
28 January 2013, 03:29 | Muamalat | 16.612 views
Jarak Antar Musholla Berdekatan
28 January 2013, 02:30 | Shalat | 6.055 views
Berbekam Bukan Sunnah Nabi?
27 January 2013, 09:05 | Hadits | 9.917 views
Adakah Kedokteran Nabawi?
26 January 2013, 02:33 | Umum | 4.712 views
Ahli Waris : Istri, Ibu Kandung, Dua Anak Perempuan dan Saudara/i
24 January 2013, 23:51 | Mawaris | 6.547 views
Ambil Keuntungan Dari Bisnis Dari Orang Dalam
24 January 2013, 23:14 | Muamalat | 4.292 views
Hak Waris Saudara Kandung
24 January 2013, 22:04 | Mawaris | 6.964 views
Mohon Saya Dihukum Cambuk 100 Kali Karena Zina
23 January 2013, 18:02 | Jinayat | 7.904 views
Bingung Cari di Google Tentang Pro Kontra Perayaan Maulid
23 January 2013, 01:42 | Aqidah | 9.181 views
Melamar Gadis Yang Ayahnya Bercerai Tinggal Bapak Tiri
22 January 2013, 05:09 | Nikah | 4.897 views
Bukankah Mazhab Itu Membawa Perpecahan?
22 January 2013, 01:19 | Ushul Fiqih | 6.455 views
Cara Melamar Calon Istri Yang Islami
21 January 2013, 03:54 | Nikah | 85.522 views
Manhaj Majelis Tarjih Muhammadiyah
21 January 2013, 01:48 | Ushul Fiqih | 11.167 views
Hak Waris Anak
20 January 2013, 21:31 | Mawaris | 6.451 views
Minuman 0.00% Alkohol dengan Rasa Beer
19 January 2013, 13:20 | Kuliner | 8.449 views
Nikah Gantung
19 January 2013, 12:13 | Nikah | 13.907 views

TOTAL : 2.290 tanya-jawab | 22,001,872 views