Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Adab dan Etika Ketika Berjima | rumahfiqih.com

Adab dan Etika Ketika Berjima

Sat 13 September 2014 14:23 | Nikah | 33.998 views

Pertanyaan :
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Mohon maaf ustadz kalau pertanyaan kami ini kurang berkenan atau kurang pantas ditanyakan disini. Namun izinkan kami untuk bertanya tentang masalah agama, yaitu bagaimana tuntunan Rasulullah SAW dan syariah Islam dalam hal adab-adab dan etika berjima yang dilakukan suami istri.

Sebab saya pernah mendengar suatu hadits yang menyebutkan bahwa ketika suami melakukan hubungan dengan istrinya, asalkan niatnya untuk ibadah, insya Allah dapat pahala. Namun katanya dengan syarat bahwa adab dan etikanya harus dijaga. Oleh karena itu sudilah kiranya kami mohon penjelasan dari ustadz tentang adab dan etika yang diajarkan syariah Islam dalam masalah ini.

Sekali mohon maaf, dan terima kasih.

Wassalam

Jawaban :
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Syariat Islam memberikan beberapa adab yang menjadikan jima' itu bukan sekedar kesenangan, tetapi juga menjadi ibadah tersendiri, apabila dilakukan sesuai dengan adab-adabnya.

Di antara adab-adab berjima' yang disunnahkan antara lain :

1. Basmalah

Membaca basmalah atau sering juga diistilahkan dengan tasmiyah disunnahkan untuk dibaca sebelum jima' dimulai. Hal ini menunjukkan bahwa jima' bagian dari ibadah kepada Allah SWT.

Dalil yang menjadi dasar disunnahkannya membaca basmalah sebelum jima' adalah firman Allah SWT :

نِسَآؤُكُمْ حَرْثٌ لَّكُمْ فَأْتُواْ حَرْثَكُمْ أَنَّى شِئْتُمْ وَقَدِّمُواْ لأَنفُسِكُمْ وَاتَّقُواْ اللّهَ وَاعْلَمُواْ أَنَّكُم مُّلاَقُوهُ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ

Isteri-isterimu adalah tanah tempat kamu bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki. Dan kerjakanlah untuk dirimu, dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu kelak akan menemui-Nya. Dan berilah kabar gembira orang-orang yang beriman. (QS. Al-Baqarah : 223)

Bagian yang menjadi dalil dari ayat ini adalah lafadz wa qaddimu lianfusikum. Diterjemahkan menjadi "Dan kerjakanlah untuk dirimu". Tetapi maksudnya adalah ucapkanlah tasmiyah sebelum memulai jima' dengan istri.

Penafsiran ini dikemukakan oleh shahabat Nabi yaitu Ibnu Abbas radhiyallahuahu, sebagaimana bisa kita baca dalam Tafsir Al-Jami' li Ahkamil Quran.

Bahwa lafadz waqaddimu lianfusikum maksudnya adalah tasmiyah atau membaca basmalah sebelum jima' juga dikemukakan oleh Atha'.

Selain membaca basmalah, juga ada doa yang layak untuk dibaca berdasarkan sabda Rasulullah SAW, yaitu :

لَوْ أَنَّ أَحَدَهُمْ إِذَا أَرَادَ أَنْ يَأْتِيَ أَهْلَهُ قَال : بِسْمِ اللَّهِ اللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا، فَإِنَّهُ إِنْ يُقَدَّرْ بَيْنَهُمَا وَلَدٌ فِي ذَلِكَ لَمْ يَضُرَّهُ شَيْطَانٌ أَبَدًا

Seandainya salah seorang kalian ketika akan mendatangi istrinya (berjima') mengucapkan : Dengan nama Allah, Ya Allah, jauhkanlah kami dari setan dan jauhkan setan dari apa yang Engkau berikan kami dari rizqi, seandainya ditaqdirkan dari jima' itu seorang anak, maka setan tidak bisa membahayakan anak itu selamanya. (HR. Bukhari Muslim)

2. Tidak Menghadap Kiblat

Para ulama menyarankan sebagai bentuk pemuliaan kepada Ka'bah, maka sebaiknya kita tidak melakukan jima' sebaiknya dengan menghadap kiblat.

Hal itu tertuang dalam beberapa kitab para ulama di masa lalu, semisal kitab Al-Majmu' Syarah Al-Muhadzdzab, Jawahirul Iklil, Al-Mughni, Kasysyaf Al-Qina', Ihya' Ulumuddin, dan lainnya.

Barangkali dalilnya adalah qiyas antara jima' dengan buang air, yang dianjurkan untuk tidak menghadap atau membelakangi kiblat.

عَنْ أَبيِ هُرَيْرَةَ  عَنْ رَسُولِ الله  قَالَ : إِذَا جَلَسَ أَحَدُكُمْ لِحَاجَتِهِ فَلاَ يَسْتَقْبِلُ القِبْلَةَ وَلاَ يَسْتَدْبِرُهَا رواه أحمد ومسلم

Dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda"Bila kamu mendatangi tempat buang air janganlah menghadap kiblat atau membelakanginya. "(HR. Bukhari dan Muslim)

عنَ أبِي أَيُّوبَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ لا تَسْتَقْبِلُوا اَلْقِبْلَةَ بِغَائِطٍ وَلا بَوْلٍ وَلَكِنْ شَرِّقُوا أَوْ غَرِّبُوا

Dari Abu Ayyub radhiyallahuanhu"Janganlah menghadap kiblat saat kencing atau buang hajat tetapi menghadaplah ke Timur atau ke Barat" (HR. Sab’ah)

3. Diawali Dengan Percumbuan

Syariat Islam menganjurkan agar dalam melakukan jima' tidak langsung kepada hubungan badan, melainkan diawali terlebih dahulu dengan percumbuan (mula'abah), mencium (taqbil), dan sentuhan-sentuhan.

Tidak ada dasarnya hadits yang kuat dan bisa dijadikan sandaran, kecuali sepenggal hadits dhaif berikut ini :

نَهَى رَسُول اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ الْمُوَاقَعَةِ قَبْل الْمُلاَعَبَةِ

Rasulullah SAW melarang melakukan jima' sebelum mula'abah.

Mula'abah secara bahasa berarti bermain-main, dari kata la'iba - yal'abu (لعب يلعب), tapi maksudnya adalah permainan yang menjadi pembuka atau pemanasan dari hubungan suami istri. Sering juga disebut dengan istilah foreplay.

4. Tidak Selesai Sendirian

Sangat dianjurkan bagi pasangan suami istri yang melakukan jima' untuk mencapai orgasme bersama, atau setidaknya tidak meninggalkan pasangannya kecuali setelah sama-sama mendapatkan puncak kenikmatannya.

Dan hal itu merupakan anjuran yang dijelaskan di dalam salah satu hadits nabi :

إِذَا جَامَعَ أَحَدُكُمْ أَهْلَهُ فَلْيَصْدُقْهَا، ثُمَّ إِذَا قَضَى حَاجَتَهُ قَبْل أَنْ تَقْضِيَ حَاجَتَهَا فَلاَ يُعْجِلْهَا حَتَّى تَقْضِيَ حَاجَتَهَا

Bila salah seorang dari kalian melakukan jima' dengan istrinya, maka lakukan dengan sungguh-sungguh. Bila sudah terpuaskan hajatnya namun istrinya belum mendapatkannya, maka jangan tergesa-gesa (untuk mengakhirinya) kecuali setelah istrinya mendapatkannya juga. (HR. Ahmad)

5. Memakai Penutup

Sebagian ulama menganjurkan agar ketika suami istri sedang melakukan jima' untuk menggunakan penutup, dan tidak telanjang bulat alias bugil.

Namun tidak semua ulama sepakat akan larangan itu, lantaran dasar anjuran ini hanya didasari oleh hadits yang kurang kuat alias hadits dhaif, yaitu :

إِذَا أَتَى أَحَدُكُمْ أَهْلَهُ فَلْيَسْتَتِرْ وَلاَ يَتَجَرَّدَا تَجَرُّدَ الْعَيْرَيْنِ

Bila salah seorang dari kalian mendatangi istrinya (melakukan jima') maka gunakan penutup dan janganlah kedua bertelanjang bulat. (HR. Ibnu Majah)

Oleh karena itu kita menemukan juga pendapat yang berbeda dari para ulama tentang tidak adanya keharusan penggunakan penutup pada saat berjima'. Salah satu yang membolehkan adalah Ibnu Al-Qasim dalam Kitab Adz-Dzakhirah.

6. Tidak Banyak Bicara dan Tidak Berisik

Dianjurkan buat suami istri ketika melakukan jima' untuk tidak banyak bicara dan tidak melakukannya dengan berisik.

Dimakruhkan apabila sampai suara mereka terdengar orang lain, kecuali bayi yang masih kecil dan belum mengerti apa-apa. Meski pun keduanya tidak merasa risih, namun hal seperti itu tetap harus dihindari.

Hal itu sebagaimana disebutkan oleh Asy-Syafi'i dan Al-Hanabilah.

7. Mencuci Kemaluan dan Berwudhu Bila Mengulangi

Dianjurkan apabila suami istri setelah melakukan jima' akan mengulanginya lagi, untuk mencuci atau membersihkan kemaluannya, lalu berwudhu kembali.

إِذَا أَتَى أَحَدُكُمْ أَهْلَهُ ثُمَّ أَرَادَ أَنْ يَعُودَ فَلْيَتَوَضَّأْ

Bila salah seorang dari kalian mendatangi istrinya (melakukan jima') dan ingin mengulanginya lagi, maka hendaklah dia berwudhu' .(HR. Muslim)

Bahkan kalau mau lebih afdhal, dianjurkan untuk mandi janabah terlebih dahulu, meski pun tentunya bukan merupakan kewajiban atau syarat. Sebab Rasulullah SAW pernah menggilir para istrinya dengan satu kali mandi janabah.

وَعَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَطُوفُ عَلَى نِسَائِهِ بِغُسْلٍ وَاحِدٍ

Dari Anas radhiyallahuanhu bahwa Nabi SAW pernah menggilir para istrinya dengan sekali mandi janabah.(HR. Muslim)

Namun bila tidak keberatan dan mau dapat yang lebih afdhal, tidak mengapa bila setiap kali melakukan jima' dengan salah seorang istri, diakhiri dengan mandi janabah. Sebab yang seperti itu pun juga pernah dilakukan oleh Rasulullah SAW.

عَنْ أَبِي رَافِعٍ مَوْلَى رَسُول اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ طَافَ ذَاتَ يَوْمٍ عَلَى نِسَائِهِ يَغْتَسِل عِنْدَ هَذِهِ وَعِنْدَ هَذِهِ . فَقُلْتُ لَهُ : يَا رَسُول اللَّهِ ! أَلاَ تَجْعَلُهُ غُسْلاً وَاحِدًا ؟ قَال : هَذَا أَزْكَى وَأَطْيَبُ وَأَطْهَرُ

Rasulullah SAW pernah menggilir para istri beliau para suatu hari, tiap selesai dengan yang satu beliau mandi. Aku bertanya,"Ya Rasulullah SAW, tidak cukupkah mandi sekali saja?". Beliau SAW menjawab,"Ini lebih bersih dan lebih suci". (HR. Abu Daud)

8. Dilalukan di Malam Jumat

Keutamaan melakukan jima' pada malam Jumat didasarkan pada pengertian dari hadits tentang fadhilah atau keutamaan mandi janabah di pagi hari Jumat, yaitu untuk melakukan shalat Jumat.

مَنْ اغْتَسَلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ غُسْلَ الْجَنَابَةِ ثُمَّ رَاحَ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَدَنَةً

Siapa yang mandi pada hari Jumat sebagaimana mandi janabah, lalu berangkat menuju masjid, maka dia seolah berkurban dengan seekor unta. (HR. Al-Bukhari Muslim)

Dari dalil itu kemudian sebagian ulama mengembangkan kesimpulan bahwa ada isyarat untuk melakkan jima' pada malam harinya. Karena disunnahkan mandi janabah di pagi harinya.

Namun sebagian ulama lainnya tidak menyimpulkan seperti itu. Dalam pandangan mereka, mandi yang disunnahkan itu bukan mandi janabah, melainkan mandi yang khusus disyariatkan di hari Jumat terkait dengan akan dilakukannya shalat Jumat.

Dan dalil yang menyebutkan bahwa siapa yang melakukan jima' di malam Jumat sama dengan membunuh orang yahudi, ternyata tidak ditemukan haditsnya yang shahih serta bersambung sanadnya sampai kepada Rasulullah SAW.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc., MA


Baca Lainnya :

Apakah Mengadzankan Bayi Bid'ah dan Tidak Ada Dasarnya?
12 September 2014, 11:00 | | 158.392 views
Mensiasati Pembagian Waris Biar Yang Diterima Anak Laki dan Wanita Sama
11 September 2014, 07:35 | | 8.152 views
Bolehkah Menjadikan Jeddah Sebagai Miqat?
9 September 2014, 19:35 | | 10.825 views
Bolehkah Tiap Tahun Pergi Haji?
6 September 2014, 15:40 | | 7.557 views
Benarkah Tidak Semua Jenis Harta Wajib Dizakatkan?
5 September 2014, 09:20 | | 9.368 views
Bolehkah Kita Bertransaksi Dengan Cara Lelang?
4 September 2014, 10:22 | | 14.001 views
Etika dan Batasan Dalam Berbeda Pendapat
3 September 2014, 10:35 | | 7.604 views
Apakah Uang Santunan Kematian Harus Dibagi Waris?
2 September 2014, 05:06 | | 10.217 views
Benarkah Dalam Islam Suami Istri Punya Harta Sendiri-sendiri
1 September 2014, 10:44 | | 36.094 views
Bolehkah 7 Orang Patungan Sapi Dengan Niat Berbeda-beda?
30 August 2014, 04:30 | | 7.992 views
Haramkah Mengkornetkan Daging Qurban?
29 August 2014, 06:30 | | 6.776 views
Orang yang Gugur dari Mendapat Warisan
28 August 2014, 10:40 | | 11.180 views
Belum Di-Aqiqahi Mau Qurban, Bolehkah?
26 August 2014, 08:09 | | 11.009 views
Aborsi Dengan Alasan Darurat dan Trauma Pemerkosaan, Bisakah Dibenarkan?
24 August 2014, 05:21 | | 9.667 views
Perbedaan Antara Khalwat dan Ikhtilat
20 August 2014, 10:27 | | 13.263 views
Tidak Mabit di Mina di Hari Tarwiyah, Tidak Sesuai Sunnah?
19 August 2014, 05:13 | | 6.685 views
Apa Saja Penyebab Munculnya Paham Anti Mazhab?
18 August 2014, 05:30 | | 11.085 views
Daging Qurban Haram Dimakan Setelah Lewat Tiga Hari?
14 August 2014, 07:00 | | 26.269 views
Indonesia Tidak Berhukum Islam : Kafirkah?
13 August 2014, 04:00 | | 13.521 views
Menyembelih Qurban : Wajib Atau Sunnah?
12 August 2014, 07:25 | | 8.883 views
Mencari Sosok The Real Islamic State
11 August 2014, 06:12 | | 7.460 views
Benarkah Hadits Shahih Belum Tentu Bisa Dipakai?
10 August 2014, 19:45 | | 9.085 views
Cara Menghitung Hari Ketujuh Untuk Menyembelih Aqiqah
9 August 2014, 04:00 | | 21.992 views
Bolehkah Talfiq Antara Mazhab?
8 August 2014, 00:27 | | 10.915 views
Noda Kehitaman Bekas Sujud di Dahi
7 August 2014, 07:08 | | 14.489 views
Benarkah Indonesia Negara Kafir Yang Harus Diperangi?
6 August 2014, 02:51 | | 23.166 views
Menemukan Uang, Bolehkah Buat Biaya Persalinan?
3 August 2014, 22:26 | | 5.662 views
Bank Susu Dalam Perspektif Islam
2 August 2014, 08:00 | | 7.246 views
Bolehkah Shaf Wanita Sejajar Dengan Shaf Laki-laki?
1 August 2014, 07:00 | | 11.220 views
Benarkah Bersalam-salaman Seusai Shalat Itu Bid'ah?
31 July 2014, 08:00 | | 20.353 views
Benarkah Makna Minal Aidin Wal Faizin Bukan Maaf Lahir dan Batin?
30 July 2014, 09:00 | | 10.782 views
Makna Idul Fithri Bukan Kembali Menjadi Suci?
29 July 2014, 09:35 | | 55.899 views
Ketentuan Khutbah Idul Fithri
28 July 2014, 03:00 | | 11.383 views
Masalah Haul pada Zakat Emas Perak dan Tabungan
27 July 2014, 18:00 | | 11.327 views
Makan Dulu Sebelum Shalat Iedul Fithri
27 July 2014, 04:01 | | 7.229 views
Shalat Pakai Sepatu dan Sandal, Bolehkah?
26 July 2014, 02:00 | | 14.859 views
Sahur On The Road, Sunnah Atau Bid'ah?
25 July 2014, 03:00 | | 5.735 views
Qunut Pada Shalat Witir, Bid'ahkah?
24 July 2014, 05:13 | | 9.797 views
Benarkah Zionis Yahudi Keturunan Kera dan Babi?
23 July 2014, 06:14 | | 8.711 views
Bagaimana Cara Melakukan Qunut Nazilah
22 July 2014, 18:46 | | 28.910 views
Bolehkah Wanita Berhias Dengan Mewarnai Kuku Jarinya?
18 July 2014, 10:20 | | 8.103 views
Mengapa Witir Dua Rakaat Plus Satu?
17 July 2014, 05:00 | | 11.173 views
Bagaimana Puasanya Para Pekerja Berat
16 July 2014, 01:00 | | 12.678 views
Hukum Menggunakan Uang Elektronik
15 July 2014, 01:23 | | 7.697 views
Zakat Mal untuk Pembangunan Masjid
13 July 2014, 05:52 | | 14.724 views
Adakah Hak Israel atas Palestina?
13 July 2014, 03:04 | | 10.045 views
Lailatul Qadar : Tanggal Berapa Yang Benar?
12 July 2014, 05:00 | | 15.380 views
Apa yang Dimaksud dengan Imsak?
11 July 2014, 13:54 | | 31.190 views
Sudah Terlanjur Shalat Witir Masih Bolehkah Tahajjud?
9 July 2014, 06:40 | | 11.967 views
Baru Tahu Ternyata Uang Tabungan Harus Dizakati
7 July 2014, 05:43 | | 12.243 views

TOTAL : 2.278 tanya-jawab | 20,468,104 views