Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Bolehkah Menjamak Shalat Ashar dengan Shalat Jumat? | rumahfiqih.com

Bolehkah Menjamak Shalat Ashar dengan Shalat Jumat?

Thu 9 October 2014 04:30 | Shalat | 38.820 views

Pertanyaan :
Assalamu'alaikum Ustadz,

Saya bekerja di perusahaan pertambangan dengan jadwal kerja 5 hari bekerja 2 hari libur. Hari terakhir bekerja adalah selalu hari Jumat dan selesai Jumatan kembali ke rumah.

Permasalahannya adalah, jarak tempat bekerja dengan rumah tempat tinggal adalah hampir 100 KM dan harus menyebrang laut selama 2 jam. Kapal yang kami pakai setiap Jumat terjadwal berangkat jam 2.30 siang dan akan sampai di pulau seberang sekitar jam 4.30 kemudian dilanjutkan dengan naik travel sekitar 2 jam untuk sampai ke rumah. Sampai dirumah selalu sudah masuk waktu solat magrib, bahkan kadang-kadang waktu magrib jatuh ketika kami di travel dalam perjalanan.

Pertanyaan saya, apakah diperbolehkan menjamak sholat Jumat dengan Solat Ashar dengan kondisi diatas? Jika boleh, bagaimana tata cara Jamak Jumat dengan Ashar? Sementara Jumat kan 2 rakaat + 2 Khotbah. Bagaimana niatnya.

Mohon kiranya pencerahan Ustadz mengingat hal ini rutin saya lakukan. Terima kasih banyak, jazakallau khairan katsira.

Wassalam

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Intisari Jawaban

Bahwa kebolehan menjama' shalat Jumat dengan Ashar dibenarkan oleh jumhur ulama, tetapi tidak dibenarkan oleh mazhab Al-Hanafiyah. Dalam hal ini hukumnya memang khilafiyah di antara para ulama.

Bahwa cara menjama'nya dengan shalat Jumat seperti biasa, dengan mendengarkan dua khutbah di awalnya, kemudian mengerjakan shalat Jumat dua rakaat. Selesai itu barulah mengerjakan shalat Ashar dua rakaat juga.

Penjelasan Lengkap

Para ulama sepakat bahwa seorang musafir tidak diwajibkan untuk mengerjakan shalat Jumat, dan untuk itu dia cukup mengerjakan shalat Dzhuhur saja. Dan para ulama juga sepakat bahwa bila seorang musafir dalam perjalanannya mampir di suatu masjid yang sedang berlangsung shalat Jumat lalu ikut dalam shalat Jumat itu, maka kewajibannya untuk shalat Dzhuhur menjadi gugur.

Namun yang menjadi pertanyaan adalah, apakah seusai mengerjakan shalat Jumat itu seorang musafir boleh langsung mengerjakan shalat Ashar dengan cara dijama', sebagaimana menjama' antara shalat Dzhuhur dengan shalat Ashar?

Dalam hal ini berkembang perbedaan pendapat di kalangan ulama. Jumhur ulama berpendapat bahwa shalat Jumat sebagaimana shalat Dzhuhur, bisa dijama' dengan shalat Ashar. Sementara sebagian ulama yang lain, dalam hal ini mazhab Al-Hanabilah, berpendapat sebaliknya, yaitu bahwa shalat Jumat tidak bisa atau tidak boleh dijama' dengan shalat Ashar.

Berikut ini adalah rincian perbedaan pendapat di tengah ulama :

1. Boleh

Yang berpendapat bahwa shalat Jumat boleh dijama' dengan shalat Ashar adalah Jumhur ulama seperti mazhab Al-Hanafiyah, Al-Malikiyah dan Asy-Syafi'iyah.

Pendapat mazhab Al-Malikiyah bisa kita temukan tercantum dalam kitab-kitab mazhab tersebut antara lain kitab Syarah Al-Kharsyi wa Hasyiyatu Al-Adwi[1] dan kitab Man'u Al-Jalil[2].

Pendapat mazhab Asy-Syafi'iyah dapat kita temukan dalam kitab-kitab mazhabnya antara lain kitab Al-Majmu' Syarah Al-Muhadzdzab[3], kitab Asna Al-Mathalib[4], dan kitab Tuhfatul Habib[5].

Kalau kita telaah secara mendalam apa yang dijadikan sebagai dasar atas pendapat mereka, maka bisa kita jabarkan menjadi beberapa catatan penting, antara lain :

a. Tidak Adanya Nash Yang Melarang

Jumhur ulama menyebutkan bahwa tidak ada nash dari Nabi SAW atau pun dari para shahabat beliau yang melarang shalat Jumat dikerjakan dengan cara dijama' dengan shalat Ashar. Tidak ada satu pun nash yang sharih tentang hal itu, meskipun juga tidak ada nash yang membolehkan.

Namun menurut Jumhur, seandainya menjama' antara shalat Jum'at dan shalat Ashar itu tidak boleh, seharusnya ada kita dapat larangan itu. Hal itu mengingat bahwa setiap orang pasti tidak terhindar dari melakukan safar di hari Jumat.

Perjalanan antara Mekkah dan Madinah biasa ditempuh dalam waktu seminggu, pastilah semua orang yang menempuh jarak itu akan melewati hari Jumat di dalam perjalanan.

b. Ittihadul Waqti

Jumhur ulama mengatakan bahwa meski shalat Jumat dan shalat Dzhuhur itu berbeda, namun keduanya memiliki kesamaan yaitu ittihadul waqti (إتحاد الوقت). Maksudnya, antara kedua punya waktu pelaksanaan yang satu, yaitu sejak tergelincir (zawal) matahari hingga masuknya waktu shalat Ashar.

Maka kalau shalat Dzhuhur boleh dijama' dengan Ashar, otomatis shalat Jumat yang waktunya sama dengan shalat Dzhuhur pun berarti boleh dijama' dengan shalat Ashar

c. Kesamaan 'Illat

Dalam pandangan Jumhur ulama, meskipun antara shalat Jumat dan shalat Dzhuhur ada perbedaan dalam hukum dan ketentuan, namun tidak bisa dipungkiri bahwa antara kedua ada begitu banyak persamaan dan 'illat.

Menurut Jumhur ulama, salah satu hikmah dari dibolehkannya menjama' dua shalat di satu waktu adalah karena syariat Islam punya prinsip untuk memberi keringanan.

Maka akan menjadi tidak konsisten apabila harus dibedakan antara shalat Jum'at dan shalat Dzhur dalam hal kebolehan untuk dikerjakan dengan cara dijama' dengan shalat Ashar.

Bukankah seorang musafir boleh dan bebas memilih untuk melakukan atau tidak melakukan shalat Jum'at? Lantas mengapa kalau musafir itu memilih untuk mengerjakan shalat Jumat, keringanan yang Allah berikan kepadanya sebagai musafir harus dicabut?

Apa kesalahan yang telah dilakukan oleh musafir itu sehingga dia kehilangan hak untuk menjama' shalatnya?

d. Kebolehan Qiyas

Dengan begitu banyak terdapatnya kesamaan hukum dan illat antara shalat Jumat dan shalat Dhuhur, maka boleh saja antara keduanya dilakukan qiyas.

Salah satu shahabat yang menqiyas antara shalat Dzhuhur dengan shalat Jumat adalah Anas bin Malik radhiyallahuanhu. Dan qiyas ini juga didukung oleh Al-Imam Al-Bukhari rahimahullah, sebagaimana dijelaskan oleh Ibnu Hajar Al-Asqalani di dalam kitab Fathul Bari.[6]

e. Prinsip Keringanan

Pada dasarnya Allah SWT sebagai pembuat syariah telah memberikan keringanan kepada para musafir dalam menjalankan ibadah shalat dengan adanya jama' antara dua waktu shalat.

Maka selama seseorang menjadi musafir, adalah merupakan ketentuan dari Allah bahwa dia berhak mendapatkan keringanan, tanpa harus dibedakan apakah dia menjama' shalat Dzhuhur dengan shalat Ashar ataukah dia menjama' shalat Jumat dengan Ashar.

f. Prinsip Shalat Jama'

Jumhur ulama sepakat bahwa tidak ada yang salah ketika seorang musafir menarik shalat Ashar ke waktu Dzhuhur untuk dikerjakan dengan cara dijama'. Lepas dari apakah shalat yang dikerjakan itu shalat Dzhuhur atau shalat Jumat.

Sebab prinsip menjama' itu semata-mata hanya memindahkan pelaksanaan suatu shalat dari waktunya ke waktu shalat lainnya, baik sebagai jama' taqdim yang berarti shalat yang kedua dipindahkan waktu pengerjaannya ke waktu pertama, atau pun dengan cara jama' ta'khir yang berarti shalat yang seharusnya dikerjakan di waktu kedua dipindah untuk dikerjakan di waktu shalat yang pertama.

Oleh karena itu, tidak ada yang salah ketika seorang musafir yang mengerjakan shalat Jumat untuk menarik shalat Ashar ke waktu pertama, dan dikerjakan langsung seusai mengerjakan shalat Jumat sebagai jama' taqdim.

Namun mereka yang membolehkan dijama'nya shalat Juamt dan shalat Ashar mensyaratkan hanya bila jama' itu dilakukan dengan cara taqdim, yaitu mengerjakan shalat Jumat di waktu Dzhuhur.

Sedangkan bila yang dilakukan adalah jama' ta'khir, yaitu shalat Jumat itu dikerjakan di waktu Ashar, maka mereka tidak membolehkan.

2. Tidak Boleh

Sedangkan yang berpendapat bahwa shalat Jumat tidak boleh dijama' dengan shalat Ashar umumnya adalah pendapat di kalangan ulama mazhab Al-Hanabilah.

Pendapat mazhab Al-Hanabilah dalam masalah ini bisa kita temukan tercantum dalam kitab-kitab mazhab tersebut antara lain kitab Kasysyaf Al-Qinna' [7] dan kitab Mathalib Ulin Nuha[8].

a. Tidak Adanya Nash Yang Membolehkan.

Dalam pandangan mazhab Al-Hanabilah, tidak ditemukan nash berupa hadits atau atsar yang menyebutkan secara sharih atau tegas bahwa Rasulullah SAW atau shahabat pernah melakukan shalat Jumat lalu disambung dengan mengerjakan shalat Ashar dengan cara dimaja' antara keduanya.

Nash yang sampai kepada kita terbatas hanya dibolehkannya jama' antara shalat Dzhuhur dan Ashar atau jama' antara shalat Maghrib dan Isya'. Baik keduanya dilakukan di waktu yang pertama (jama' taqdim) atau pun di waktu yang kedua (jama' ta'khir).

Sehingga tanpa adanya nash yang shahih, dalam prinsip dan pandangan mazhab ini, jama' antara shalat Jumat dan shalat Ashar tidak boleh dilakukan.

b. Tidak Ada Qiyas Dalam Masalah Ritual Ibadah

Yang berkembang dalam mazhab Al-Hanabilah adalah prinsip bahwa qiyas itu tidak berlaku dalam urusan ibadah ritual.

Dan menjama' shalat Jumat dengan shalat Ashar berarti melakukan qiyas antara shalat Jumat dengan shalat Dzhuhur. Maka qiyas itu tidak berlaku dan tidak sah.

c. Shalat Jumat Berbeda Dengan Shalat Dzuhur

Yang juga dijadikan dasar melarang adanya jama' antara shalat Jumat dan shalat Ashar adalah bahwa shalat Jumat bukan shalat Dzhuhur. Keduanya punya banyak perbedaan yang asasi.

Ada banyak hukum yang berlaku dalam shalat Jumat tapi tidak berlaku dalam shalat Dzhuhur. Dan demikian juga sebaliknya, ada banyak hukum yang berlaku pada shalat Dzhuhur yang tidak berlaku pada shalat Jumat.

Oleh karena itu, keduanya tidak bisa disamakan dalam hukum. Dalam pandangan mazhab ini, tidak mentang-mentang shalat Dzhuhur boleh dijama' dengan shalat Ashar, lantas shalat Jumat pun jadi boleh dijama' juga. Sebab keduanya adalah ibadah yang berbeda.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc., MA

[1] Syarah Al-Kharsyi wa Hasyiyatu Al-Adwi, jilid 2 hal. 72-73

[2] Man'u Al-Jalil, jilid 1 hal. 424-425

[3] An-Nawawi, Al-Majmu' Syarah Al-Muhadzdzab, jilid 4 hal. 383

[4] Asna Al-Mathalib, jilid 1 hal. 242

[5] Tuhfatul Habib jilid 2 hal. 175

[6] Ibnu Hajar Al-Asqalani, Fathul Bari, jilid 2 hal. 389

[7] Kasysyaf Al-Qinna', jilid 2 hal. 21

[8] Mathalib Ulin Nuha, jilid 1 hal. 755


Baca Lainnya :

Mengapa Ada Perbedaan Mazhab dan Pendapat Ulama?
8 October 2014, 06:40 | | 14.877 views
Sudah Ada Quran dan Sunnah, Kenapa Masih Harus Ijtihad?
7 October 2014, 17:05 | | 50.400 views
Hakikat Qurban Lebih Berdimensi Ritual Atau Dimensi Sosial?
3 October 2014, 18:00 | | 5.153 views
Memasak Qurban Buat Yang Mengurusinya, Bolehkah?
1 October 2014, 23:35 | | 7.274 views
Bolehkah Mengupah Jagal Dengan Kepala Kaki dan Kulit Hewan Qurban?
29 September 2014, 05:35 | | 19.773 views
Miqat Haji dari Indonesia Gelombang Kedua di Jeddah, Bolehkah?
28 September 2014, 08:21 | | 12.519 views
Punya Uang dan Mampu, Tapi Tidak Mau Qurban, Dosakah?
27 September 2014, 21:23 | | 28.655 views
Bolehkah Menjamak Shalat Karena Harus Dirias Jadi Pengantin?
25 September 2014, 06:55 | | 24.751 views
Jamaah Menimbulkan Perpecahan?
24 September 2014, 10:55 | | 6.346 views
Bolehkah Memakai Aksesori Yang Terbuat Dari Kulit Ular atau Buaya?
23 September 2014, 10:55 | | 10.525 views
Hakekat dari Hak Cipta
20 September 2014, 04:22 | | 7.909 views
Mana yang Lebih Utama, Naik Haji atau Menyantuni Anak Miskin?
19 September 2014, 15:12 | | 8.266 views
Di Luar Negeri Hanya 7 yang Muslim, Shalat Jumatnya Bagaimana?
18 September 2014, 20:00 | | 7.776 views
Haramkah Barang Temuan
17 September 2014, 18:25 | | 13.138 views
Benarkah Keshahihan Shahih Hanya Sebuah Produk Ijtihad?
16 September 2014, 05:45 | | 41.577 views
Dalam Penyembelihan Syar'i, Urat Mana Saja Yang Harus Putus?
14 September 2014, 07:50 | | 10.098 views
Adab dan Etika Ketika Berjima
13 September 2014, 14:23 | | 33.999 views
Apakah Mengadzankan Bayi Bid'ah dan Tidak Ada Dasarnya?
12 September 2014, 11:00 | | 158.392 views
Mensiasati Pembagian Waris Biar Yang Diterima Anak Laki dan Wanita Sama
11 September 2014, 07:35 | | 8.152 views
Bolehkah Menjadikan Jeddah Sebagai Miqat?
9 September 2014, 19:35 | | 10.825 views
Bolehkah Tiap Tahun Pergi Haji?
6 September 2014, 15:40 | | 7.557 views
Benarkah Tidak Semua Jenis Harta Wajib Dizakatkan?
5 September 2014, 09:20 | | 9.368 views
Bolehkah Kita Bertransaksi Dengan Cara Lelang?
4 September 2014, 10:22 | | 14.001 views
Etika dan Batasan Dalam Berbeda Pendapat
3 September 2014, 10:35 | | 7.604 views
Apakah Uang Santunan Kematian Harus Dibagi Waris?
2 September 2014, 05:06 | | 10.217 views
Benarkah Dalam Islam Suami Istri Punya Harta Sendiri-sendiri
1 September 2014, 10:44 | | 36.094 views
Bolehkah 7 Orang Patungan Sapi Dengan Niat Berbeda-beda?
30 August 2014, 04:30 | | 7.992 views
Haramkah Mengkornetkan Daging Qurban?
29 August 2014, 06:30 | | 6.776 views
Orang yang Gugur dari Mendapat Warisan
28 August 2014, 10:40 | | 11.180 views
Belum Di-Aqiqahi Mau Qurban, Bolehkah?
26 August 2014, 08:09 | | 11.009 views
Aborsi Dengan Alasan Darurat dan Trauma Pemerkosaan, Bisakah Dibenarkan?
24 August 2014, 05:21 | | 9.667 views
Perbedaan Antara Khalwat dan Ikhtilat
20 August 2014, 10:27 | | 13.263 views
Tidak Mabit di Mina di Hari Tarwiyah, Tidak Sesuai Sunnah?
19 August 2014, 05:13 | | 6.685 views
Apa Saja Penyebab Munculnya Paham Anti Mazhab?
18 August 2014, 05:30 | | 11.085 views
Daging Qurban Haram Dimakan Setelah Lewat Tiga Hari?
14 August 2014, 07:00 | | 26.269 views
Indonesia Tidak Berhukum Islam : Kafirkah?
13 August 2014, 04:00 | | 13.521 views
Menyembelih Qurban : Wajib Atau Sunnah?
12 August 2014, 07:25 | | 8.883 views
Mencari Sosok The Real Islamic State
11 August 2014, 06:12 | | 7.460 views
Benarkah Hadits Shahih Belum Tentu Bisa Dipakai?
10 August 2014, 19:45 | | 9.085 views
Cara Menghitung Hari Ketujuh Untuk Menyembelih Aqiqah
9 August 2014, 04:00 | | 21.992 views
Bolehkah Talfiq Antara Mazhab?
8 August 2014, 00:27 | | 10.915 views
Noda Kehitaman Bekas Sujud di Dahi
7 August 2014, 07:08 | | 14.489 views
Benarkah Indonesia Negara Kafir Yang Harus Diperangi?
6 August 2014, 02:51 | | 23.166 views
Menemukan Uang, Bolehkah Buat Biaya Persalinan?
3 August 2014, 22:26 | | 5.662 views
Bank Susu Dalam Perspektif Islam
2 August 2014, 08:00 | | 7.246 views
Bolehkah Shaf Wanita Sejajar Dengan Shaf Laki-laki?
1 August 2014, 07:00 | | 11.220 views
Benarkah Bersalam-salaman Seusai Shalat Itu Bid'ah?
31 July 2014, 08:00 | | 20.353 views
Benarkah Makna Minal Aidin Wal Faizin Bukan Maaf Lahir dan Batin?
30 July 2014, 09:00 | | 10.782 views
Makna Idul Fithri Bukan Kembali Menjadi Suci?
29 July 2014, 09:35 | | 55.899 views
Ketentuan Khutbah Idul Fithri
28 July 2014, 03:00 | | 11.383 views

TOTAL : 2.278 tanya-jawab | 20,468,119 views