Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Bisakah Hari Ini Kita Memiliki Budak Dan Menyetubuhinya Tanpa Dinikahi? | rumahfiqih.com

Bisakah Hari Ini Kita Memiliki Budak Dan Menyetubuhinya Tanpa Dinikahi?

Fri 10 April 2015 08:25 | Muamalat | 62.385 views

Pertanyaan :
Assalamu 'alaikum wr. wb.

Salah seoang teman lama tiba-tiba mengisim sms kepada saya. Rupanya sekarang dia ikut gabung dengan ISIS di Suriah sana. Yang menarik perhatian, teman lama itu menawarkan bahwa dia sekarang menjual budak yang bisa dibeli kalau tertarik. Terus terang saya bingung, maka saya kirim pertanyaan ini kepada ustadz :

1. Bisakah di masa kita sekarang ini kita memiliki budak? Misalnya dengan jalan membelinya atau karena orang kafir kalah perang lalu mereka kita jadikan budak. Apakah hukum-hukum yang terkait dengan perbudakan sudah dihapus dari Al-Quran?

2. Mohon penjelasan ustadz terkait status budak di masa lalu, apakah benar-benar seperti hewan? Benarkah budak wanita yang kita miliki itu boleh disetubuhi tanpa harus dinikahi terlebih dahulu?

Wassalam

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Di masa sekarang ini nampaknya kita kesulitan untuk memiliki budak. Sebab sudah tidak ada lagi sistem perbudakan. Di mana pun di muka bumi ini kita tidak akan menemukan pasar budak yang legal dan diakui secara hukum resmi. Kalaupun ada, sebenarnya cuma perdagangan manusia (human traficking) liar yang diperangi oleh semua hukum yang ada. Dan tentu saja status hukumnya bukan budak.

Adapun peperangan yang terjadi di berbagai belahan dunia ini, walaupun saling berbunuhan namun harus diketahui bahwa tetap berlaku hukum peperangan. Buktinya ada pengadilan penjahat perang, dimana para pemimpin peperangan bisa saja dihukum karena melanggar kode etik dan hukum perang yang berlaku.

Dan hukum peperangan yang berlaku di dunia international tetap tidak mengakui adanya perbudakan bagi rakyat yang negaranya kalah perang. Adapun perilaku yang dilakukan oleh kelompok separatis yang memperbudak manusia, jelas secara status tidak bisa diakui sebagai budak.

Jadi Anda tidak bisa datang ke wilayah konflik untuk sekedar membeli budak dari kalangan tawanan perang. Kalaupun komandan perang itu memang buka lapak dan kios budak yang dijual, tetap saja jual-beli manusia itu ilegal untuk ukuran zaman sekarang.

A. Apakah Ayat Quran Tentang Halalnya Budak Sudah Dihapus?

Para ulama di masa sekarang ini berbeda pendapat. Sebagian dari mereka mengatakan hukum-hukum terkait dengan budak sudah tidak berlaku lagi di masa sekarang. Alasannya karena perbudakan sudah hilang dari muka bumi.

Namun sebagian kalangan mengatakan bahwa hukumnya tidak dihapus, sebab penghapusan hukum syariah itu hanya boleh terjadi di masa Rasulullah SAW saja, yaitu selama wahyu belum berhenti turun. Yang terjadi adalah bahwa sistem perbudakan untuk zaman sekarang ini sudah tidak ada, oleh karena itu hukum-hukumnya untuk sementara tidak terpakai alias nganggur, tetapi bukan berarti hukum-hukum itu dihapus.

Lagi pula siapa yang bisa menjamin kalau sistem perbudakan tidak muncul lagi di dunia? Sebab peradaban-peradaban besar yang pernah ada di muka bumi datang silih berganti. Peradaban besar hancur lalu manusia memulai lagi peradaban itu secara primitif. Dan bisa saja suatu ketika perbudakan muncul lagi di muka bumi.

B. Perbedaan Budak dan Orang Merdeka

Kalau kita bandingkan antara budak dengan orang yang merdeka, ada beberapa poin utama, antara lain :

1. Setengah Manusia Setengah Hewan

Meski secara fisik berbentuk manusia, namun secara nilai, status dan kedudukan, seorang budak setara dengan hewan. Boleh dibilang, budak adalah hewan yang berwujud manusia. Atau bisa juga sebaliknya, budak adalah manusia dengan kedudukan setingkat hewan.

Di masa sekarang ini kita mungkin agak sulit membayangkan realitas ini, tetapi umat manusia sepanjang puluhan abad telah hidup di tengah perbudakan manusia atas manusia.

Para budak itu tidak dianggap sebagai manusia yang utuh, tetapi dianggap hanya separuh manusia. Selebihnya, manusia hanya seharga hewan peliharaan.

2. Dimiliki Sebagai Aset Produktif

Ketika seorang tuan memiliki budak, maka kepemilikannya atas budak itu setara dengan kepemilikan atas nilai suatu harta, atau hewan ternak dan hewan peliharaan.

Dengan kata lain, memiliki budak berarti memiliki investasi, karena budak termasuk harta yang produktif, yang bisa menghasilkan pemasukan, baik berupa uang atau sejenisnya. Bahkan budak juga bisa dipelihara untuk dikembang-biakkan.

Orang kaya biasanya punya banyak budak dari berbagai jenis dan level. Berapa jumlah budak yang dimiliki oleh seseorang di masa itu, adalah salah satu ukuran status sosial, dan juga ukuran tingkat kekayaan yang dimiliki.

3. Diperjual-belikan

Karena nilai budak tidak lebih dari sekedar aset, maka budak bisa diperjual-belikan dengan harga yang ditawarkan dan disepakati.

Di semua kota dan peradaban di masa lalu, selalu ada pasar budak, dimana budak-budak didatangkan dari jauh untuk dipamerkan dan ditawarkan kepada penawar tertinggi.

Tidak terkecuali di Kota Mekkah Al-Mukarramah di masa itu, juga ada hari-hari dimana orang datang ke pasar untuk menjual atau membeli budak. Juga ada para broker yang selalu siap mensuplai budak-budak yang dibutuhkan.

Biasanya semakin kuat dan kekar seorang budak, harga jualnya akan semakin tinggi. Dan budak perempuan terkadang punya nilai harga tertentu, baik dari segi kecantikannya, atau juga dipengaruhi dari jenis dan ras budak itu.

Persis kalau kita datang ke toko hewan peliharaan, harga hewan-hewan itu bervariasi tergantung dari banyak faktor.

4. Tidak Punya Hak Kepemilikan

Budak adalah aset yang dimiliki, meski berwujud manusia, tetapi kedudukannya seperti hewan, sehingga tidak punya hak kepemilikan atas harta.

Budak dipekerjakan oleh tuannya, hasilnya 100% milik tuannya. Persis seperti pemilik delman yang memelihara kuda untuk mengangkut penumpang, uang pembayarannya sepenuhnya menjadi pemilik delman. Kuda itu sendiri tidak punya hak serupiah pun atas tenaganya.

Demikian juga peternak sapi, semua yang dikerjakan sapi termasuk susunya, 100% menjadi hak milik peternak, dan bukan hak milik sapi. Sapi cukup diberi makan, minum dan perawatan.

5. Disetubuhi Tanpa Dinikahi

Yang berlaku di semua peradaban manusia saat itu bahwa budak wanita yang dimiliki boleh disetubuhi oleh tuan pemiliknya, tanpa lewat proses pernikahan sebelumnya.

Dan hal itu juga berlaku di dalam syariat Islam. Di dalam Al-Quran Al-Kariem disebutkan hal tersebut :

وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ إِلاَّ عَلَى أَزْوَاجِهِمْ أوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ

Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. (QS. Al-Mu’minun : 5-6)

Namun penting sekali untuk dicatat bahwa bukan Islam yang mengada-adakan sistem perbudakan ini. Islam datang ketika sistem perbudakan seperti di atas sudah berlaku ribuan tahun lamanya. Sehingga dalam proses tasyri', sebagian dari sistem hukum yang berlaku secara international itu tidak bisa dihindari untuk sementara.

Tetapi sekarang ketika sistem perbudakan sudah 100% tamat di seluruh permukaan bumi, maka hukum-hukum di atas yang awalnya masih diakui syariah, secara otomatis tidak berlaku lagi.

C. Memperlakukan Manusia Merdeka Sebagai Budak Hukumnya Haram

Seluruh peradaban dunia di masa lalu memang pernah melegalkan perbudakan manusia dan diakui dalam sistem hukum positif. Pasar budak di masa itu legal dan diakui secara resmi. Dan para budak itu menjadi aset kekayaan sah dan legal di mata hukum.

Lalu datanglah syariat Islam yang meruntuhkan sistem perbudakan ini secara manis. Bukan hukumnya yang dihancurkan, tetapi para budaknya yang dihabisi lewat berbagai macam paket pembebasan budak. Islam mengharamkan riba yang jadi cikal bakal tumbuhnya perbudakan manusia. Islam juga menghukum mati penyamun di padang pasir, yang paling getol menjadikan manusia merdeka sebagai budak.

Islam juga menetapkan bahwa orang merdeka yang nikah secara resmi dengan budak, maka anak yang dilahirkan otomatis anak merdeka. Sehingga cara ini memperkecil populasi jumlah budak di dunia.

Bahkan dari 8 ashnaf zakat, salah satunya adalah biaya untuk membebaskan budak dengan jalan diberi uang penebusan diri. Pelanggar puasa di siang hari dengan berjima' maka dihukum dengan membebaskan budak. Membunuh nyawa secara keliru juga dihukum dengan membebaskan budak. Melanggar sumpah dihukum dengan membebaskan budak. Menzhihar istri dihukum dengan membebaskan budak.

Maka kalau hari ini ada pihak-pihak yang justru ingin menghidup-hidupkan lagi perbudakan, apalagi lewat jalur perang dan pembegalan, maka mereka itu bukan hanya berbuat dosa tetapi secara trang-terangan menentang Rasulullah SAW dengan cara menginjak-injak misi kemanusia yang beliau SAW bawa.

Intinya, merampas kemerdekaan tiap manusia dengan cara menjadikannya sebagai budak adalah sebuah kejahatan kemanusiaan dalam pandangan syariah Islam, dan sekaligus juga kejahatan perang.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Ahmad Sarwat, Lc., MA


Baca Lainnya :

Pernah Khilaf Berzina Dengan Pacar, Apakah Jadi Haram Menikahinya?
9 April 2015, 18:30 | | 66.953 views
Haruskah Meniatkan Puasa Secara Khsusus Untuk Tiap Hari Puasa Ramadhan?
8 April 2015, 06:20 | | 5.986 views
Mengapa Rumah Fiqih Selalu Menampilkan Perbedaan Pendapat?
7 April 2015, 05:05 | | 9.435 views
Hukum Membaca Ushalli Dalam Shalat, Bid'ahkah?
6 April 2015, 11:33 | | 14.279 views
Delapan Perkara Yang Harus Dilakukan Ketika Bertaubat
5 April 2015, 05:15 | | 10.115 views
Tata Cara Shalat Gerhana dan Ketentuannya
4 April 2015, 15:20 | | 269.150 views
Bersalaman Seusai Shalat : Antara Boleh Dan Haram, Mana Yang Benar?
3 April 2015, 05:38 | | 17.820 views
Kenapa Imam As-Sudais Membaca Basmalah Dengan Keras?
2 April 2015, 05:45 | | 24.960 views
Berdosakah Seorang Ibu Yang Tidak Membagi Harta Waris Suami Kepada Anak-anaknya?
31 March 2015, 10:53 | | 32.656 views
Kapan Laki-laki Boleh Memakai Sutera?
30 March 2015, 09:49 | | 6.148 views
Agar Terbebas Cambuk 80 Kali Karena Terlanjur Menuduh Orang Berzina
29 March 2015, 17:46 | | 4.403 views
Kapankah Orang Yang Meninggalkan Shalat Itu Menjadi Kafir?
28 March 2015, 14:53 | | 14.919 views
Mazhab Manakah Yang Paling Benar Untuk Hari Ini?
26 March 2015, 09:18 | | 15.963 views
Hal-hal Apa Saja Yang Dapat Membatalkan Tayammum?
25 March 2015, 11:22 | | 16.860 views
Mana Yang Benar Waktu Shalat, Tangan di Dada Atau di Bawah Dada?
24 March 2015, 10:28 | | 22.469 views
Benarkah Jumhur Ulama Salaf Sepakat Tarawih 20 Rakaat?
23 March 2015, 10:10 | | 14.683 views
Mohon Rincian Khilafiyah Najisnya Anjing
20 March 2015, 10:01 | | 5.788 views
Shalat Menggunakan Pakaian Bergambar Makhluk Bernyawa
18 March 2015, 05:15 | | 6.654 views
Yang Makruh Dikerjakan Dalam Berwudhu'
17 March 2015, 11:45 | | 8.937 views
Tolok Ukur Untuk Mendapatkan Satu Rakaat Bersama Imam
15 March 2015, 05:57 | | 8.633 views
Sebelas Konsekuensi Jima' Dalam Perspektif Syariah
13 March 2015, 10:45 | | 9.202 views
Mahar Berupa Hafalan Al-Quran, Bolehkah?
12 March 2015, 03:22 | | 59.201 views
Bagaimana Cara Membatalkan Baiat Yang Sudah Terlanjur?
11 March 2015, 11:29 | | 9.523 views
Ibnu Sabil Sebagai Penerima Zakat
10 March 2015, 06:12 | | 6.198 views
Bolehkah Menjatuhkan Hukum Mati Dalam Hukum Ta'zir?
9 March 2015, 11:15 | | 4.487 views
Hukum Berburu Hewan, Halal atau Haram?
7 March 2015, 12:30 | | 9.884 views
Rukun Khutbah Jumat Versi Empat Mazhab
6 March 2015, 09:16 | | 17.468 views
Hukum Berijtihad di Masa Sekarang, Apakah Masih Diperbolehkan?
5 March 2015, 01:00 | | 11.440 views
Boikot Amerika Berarti Juga Boikot Tahu dan Tempe
4 March 2015, 10:00 | | 5.619 views
Hukum Jual Beli Padi Non Tunai
3 March 2015, 06:40 | | 4.296 views
Apa Yang Dimaksud Dengan Hukum Qishash dan Perbedaannya Dengan Jinayat dan Hudud
2 March 2015, 06:40 | | 12.255 views
Sudah Mampu Tapi Tidak Mendaftar Haji : Kafirkah?
1 March 2015, 23:45 | | 4.626 views
Bolehkah Makan dan Minum di dalam Masjid?
27 February 2015, 10:13 | | 19.614 views
Benarkah Riba Tidak Haram Kalau Tidak Berlipat Ganda?
26 February 2015, 06:18 | | 5.982 views
Bolehkah Jual Barang Secara Kredit Seperti Ini?
25 February 2015, 10:24 | | 7.165 views
Menjawab Tuduhan Kejamnya Syariat Islam
23 February 2015, 01:00 | | 6.678 views
Perbedaan Antara Ghanimah, Fai, Jizyah, Nafl dan Salab
22 February 2015, 06:01 | | 24.740 views
Perbedaan Tanda Baca Dua Mushaf, Apakah Bukti Al-Quran Dipalsukan?
20 February 2015, 01:00 | | 6.707 views
Empat Pertanyaan Terkait Ijab Kabul Dalam Pernikahan
19 February 2015, 01:00 | | 38.666 views
Apakah Haram Bila Meminta Mahar Yang Mahal?
18 February 2015, 01:00 | | 8.040 views
Diundang Pernikahan Tetapi Tidak Hadir, Berdosakah?
17 February 2015, 00:01 | | 8.833 views
Bolehkah Orang Kafir Masuk Masjid?
16 February 2015, 17:52 | | 6.065 views
Judi Yang Terlanjur Dianggap Bukan Judi
14 February 2015, 02:00 | | 4.881 views
Perbuatan Apa Saja Yang Berakibat Batalnya Shalat Kita?
12 February 2015, 09:30 | | 68.346 views
Haramkah Perabotan Rumah Tangga Yang Terbuat Dari Emas Perak?
10 February 2015, 05:01 | | 4.473 views
Haram Bermazhab Karena Taqlid Buta dan Memecah Belah?
9 February 2015, 10:04 | | 12.298 views
Apa Yang Dimaksud Dengan Mati Syahid?
8 February 2015, 10:00 | | 14.294 views
Benarkah Ahli Waris Belum Tentu Menerima Harta Waris?
7 February 2015, 19:50 | | 3.915 views
Hadis Terpecahnya Umat Hanya Satu Masuk Surga
6 February 2015, 10:45 | | 9.326 views
Menyembelih Aqiqah untuk Diri Sendiri, Boleh Apa Tidak?
5 February 2015, 06:05 | | 7.745 views

TOTAL : 2.279 tanya-jawab | 20,503,044 views