Memerangi Mazhab (Lagi) | rumahfiqih.com

Memerangi Mazhab (Lagi)

Ahmad Sarwat, Lc., MA Wed 15 January 2014 18:22 | 10990 views

Bagikan via

Kalangan yang memerangi mazhab fiqih dan berupaya menjauhkan generasi muslim di negeri ini dari mazhab ternyata cukup banyak juga. Saya sendiri kurang mengerti kenapa mazhab-mazhab fiqih seolah dijadikan musuh yang harus diperangi.

Kalau diingat-ingat hari ini, rasanya baru agak sadar bahwa ternyata sejak masih kecil dan jadi semacam remaja masjid, opini saya agak digiring ke arah yang kurang sejalan dengan disiplin ilmu mainstream. Bahkan ada kesan bahwa mazhab fiqih itu harus dihindari, diperangi dan dimusuhi. Sebab mazhab itu dianggap sebagai kejumudan, keterbelakangan dan juga kebodohan yang bertentangan dengan akal dan logika manusia.

Biasanya, para penceramah dan juru dakwah kalau bicara tentang problematika perpecahaan umat Islam, selalu menyisipkan pesan dalam kajian materinya, bahwa mazhab-mazhab itulah biang kerok perpecahan dalam agama Islam. Menurut mereka, karena masih saja ada kelompok umat Islam yang pakai mazhab-mazhaban, makanya umat Islam jadi lemah, mundur dan selalu dibodohi oleh bangsa lain.

Doktrin-doktrin seperti itu nyaris tiap hari saya dengar, dan lama-lama jadi bahan saya untuk berdakwah kemana-mana. Tiap kali mengisi pengajian, taklim, halaqah, daurah dan seterusnya, materi favorit saya adalah : Sebab-sebab Kemunduran Umat Islam. Dan ujung-ujungnya, yang selalu saya persalahkan tidak lain adalah karena masih saja ada orang Islam yang pakai mazhab.

Jadi dalam pandangan saya saat masih belia, segala macam kemunduran dan kehancuran umat Islam, disebabkan oleh masih adanya orang-orang yang bermazhab.

Benar-benar parah dan rusak sekali pemahaman saya kala itu. Kalau ingat bagaimana dakwah saya ketika itu, jadi malu sendiri rasanya. Tetapi mau bagaimana lagi? Memang itulah doktrin yang setiap hari saya terima.

Lha wong tiap hari dalam materi pengajian, pembinaan dan pengkaderan para calon da'i muda, memang materi-materi seperti itu yang di-cekokin ke dalam alam pikiran saya yang masih planga-plongo waktu itu.

Parahnya, saat itu kepada kami juga disuguhkan tentang siapa sosok yang harus kita perangi, karena dianggap sebagai para pembela mazhab. Yang ditunjukkan saat itu tidak lain adalah mereka para kiyai yang pakai jubah dan surban, atau imam yang berdoa dan berdzikirnya dengan suara keras pakai pengeras suara di masjid, atau para tokoh agama yang suka memimpin baca tahlihan, arwahan dan selametan.

Dalam bahasa mudah, saya dan teman-teman saat itu menyebut mereka sebagai tokoh agama tradisionalis. Dan mereka itu kita jadikan 'musuh besar' dakwah. Dalam konsep kami saat itu, perilaku dan tatacara beragama mereka itu harus dilawan, dibasmi dan diperangi. Karena menurut persepsi kami saat itu, semua itu tidak sejalan dengan Al-Quran dan As-Sunnah, alias bid'ah dan hanya sesuatu yang diada-adakan. Bukan asli dari Rasulullah SAW.

Maka sudah menjadi tugas kami para da'i muda saat itu untuk membangun berbagai hujjah dan argumentasi untuk 'menyerang' apapun yang mereka kerjakan, sambil kita lemparkan tuduhan sebagai biang kerok mazhab, tukang bid'ah, kelompok yang menyimpang dan aqidahnya bermasalah.

Salah satunya adalah membenturkan mereka dengan hadits-hadits shahih. Kalau ada perilaku mereka yang kita anggap bertentangan dengan selera kita, tinggal kita carikan hadits-hadits yang kita anggap sebagai 'penangkal'nya. Kita bacakan hadits-hadits itu, biar mereka terdiam dan tidak bisa berkutik.

Maka kalau sampai kita bisa bikin mereka terdiam tidak mampu menjawab atas lemparan hadits-hadits kita, maka disitulah terjadi 'puncak ejakulasi' kemenangan. Rasanya puas sekali, karena sudah mencapai titik klimaks.

Tentu semua itu adalah masa lalu, masa-masa ketika saya dan teman-teman sesama ustadz yang lain masih mencari jatidiri. Belum bisa bahasa Arab, baca Al-Quran pun banyak salahnya, dan tentunya juga belum pernah belajar ilmu syariah langsung kepada sumbernya.

Kami saat itu adalah tokoh da'i muda yang progeresif, suka berdebat, hobi menyalahkan pendapat orang dan gemar bikin keributan dimana-mana. Namanya saja anak mudah, ya begitulah perilaku dan tindak tanduknya.

Walhasil, kalau hari ini saya menemukan perilaku pada para da'i yang progresif dan semangat memberantas mazhab fiqih, saya kadang senyum-senyum sendiri. Sebab saya seperti melihat diri saya yang masih belia di masa lalu.

Dalam hati saya cuma ada doa, semoga Allah mempercepat kedewasaan mereka, menambahkan ilmunya, memberi mereka jalan akses yang cepat dan mudah untuk belajar ilmu syariah. Agar mereka segera sadar kalau mereka masih butuh banyak belajar lagi ke depan.

Masak baru kenal sedikit-sedikit dengan karya-karya Ibnu Taimiyah dan Ibnul Qayyim saja, sudah merasa jadi ulama terbesar yang merasa bisa menyalahkan siapa saja? Itu sih sudah jadi masa lalu. Kalau sampai hari ini tidak sadar-sadar juga, ah sayang sekali tentu.

Bagikan via


Baca Lainnya :

Meninggal Bersama dalam Kecelakaan, Bagaimana Pembagian Warisnya?
Ahmad Zarkasih, Lc | 10 January 2014, 16:25 | 3.105 views
Ulama dan Bukan Ulama : Beda Kelas
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 10 January 2014, 08:04 | 5.370 views
English Please
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 9 January 2014, 04:59 | 4.165 views
Kenapa Calo Dilarang, dan Agen Tidak?
Ahmad Zarkasih, Lc | 2 January 2014, 05:01 | 4.616 views
Tidak Semua Harus Menjadi Mujtahid
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 28 December 2013, 01:01 | 4.206 views

more...

Semua Tulisan Penulis :
Ragam Teknis Terurainya Ikatan Pernikahan
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 18 November 2016, 10:05 | 1.129 views
Sampaikanlah Walaupun Hanya Satu Ayat
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 5 May 2016, 17:20 | 7.353 views
Selamat Jalan Kiyai Ali Mustafa Yaqub
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 28 April 2016, 08:55 | 7.608 views
Anti Mazhab Tapi Mewajibkan Taqlid
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 30 December 2015, 07:15 | 10.510 views
Hakikat Memperingati Tahun Baru Islam
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 18 October 2015, 16:24 | 3.179 views
Istri : Mahram Apa Bukan?
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 24 November 2014, 21:17 | 6.886 views
Masak Sih Ikhwan dan Akhawat Boleh Berduaan?
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 16 November 2014, 06:59 | 15.240 views
Ulama Mie Instan Seleraku
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 4 November 2014, 08:55 | 9.658 views
Penerapan Syariat Islam di Nusantara
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 12 August 2014, 04:29 | 6.731 views
Islam di Antara Kebodohan Guru dan Fanatisme Murid
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 4 August 2014, 06:45 | 8.717 views
Takjil Bukan Kurma, Gorengan Atau Biji Salak
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 26 July 2014, 09:19 | 5.692 views
Imsak : Tidak Makan dan Minum
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 19 July 2014, 06:15 | 5.314 views
Ibadah Terbawa Suasana
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 14 July 2014, 04:49 | 4.340 views
Tarawih : Ibadah Ramadhan Yang Paling Banyak Godaannya
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 9 July 2014, 07:47 | 4.965 views
Ulama Kok Tidak Bisa Bahasa Arab?
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 8 June 2014, 06:58 | 8.028 views
Suamiku : Surgaku dan Nerakaku
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 1 June 2014, 10:26 | 15.542 views
Memperbaiki Moral Umat
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 3 May 2014, 05:16 | 3.915 views
Kurang Akurat
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 13 April 2014, 04:15 | 4.368 views
Mantan Ustadz
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 22 March 2014, 08:27 | 8.789 views
Majelis Ulama
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 6 March 2014, 04:46 | 4.110 views
Ulama : Wakil Tuhan di Muka Bumi
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 4 March 2014, 05:19 | 3.697 views
Masih Insyaallah
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 28 February 2014, 06:40 | 5.424 views
Kuatnya Umat Islam
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 24 February 2014, 08:12 | 4.629 views
Mengaku Muttabi' Ternyata Taqlid Juga
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 14 February 2014, 05:19 | 7.854 views
Ketika Rasulullah SAW Sedih, Marah dan Melaknat
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 8 February 2014, 06:04 | 19.501 views
Kembali ke Al-Quran Agar Terhindar Dari Khilafiyah?
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 3 February 2014, 06:03 | 6.539 views
Memerangi Mazhab (Lagi)
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 15 January 2014, 18:22 | 10.990 views
Ulama dan Bukan Ulama : Beda Kelas
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 10 January 2014, 08:04 | 5.370 views
English Please
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 9 January 2014, 04:59 | 4.165 views
Berlebihan Dalam Menjalankan Agama
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 16 December 2013, 12:56 | 7.397 views
Mengandung Babi Atau Pernah Menjadi Babi
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 6 December 2013, 09:51 | 8.107 views
Taklid Kepada Bukhari dan Muslim
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 25 November 2013, 23:19 | 4.977 views
Tafsir Ayat Dengan Ayat : Masih Banyak Kelemahannya
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 23 November 2013, 01:33 | 4.199 views
Lebaran Kita Yang Mahal
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 10 August 2013, 08:27 | 4.829 views
Dokter, Perawat dan Tukang Obat
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 7 August 2013, 14:38 | 6.953 views
Memerangi Mazhab Fiqih
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 6 August 2013, 19:40 | 6.694 views
Mudharabah = Saling Memukul?
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 19 July 2013, 07:55 | 4.565 views
Asal Jangan Tentang Puasa atau Zakat
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 8 July 2013, 07:19 | 5.118 views
Rahasia Bangun Malam
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 4 July 2013, 04:57 | 6.258 views
Proses Terbentuknya Hukum Fiqih
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 25 June 2013, 02:01 | 4.369 views
Sayyid Utsman Mufti Betawi
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 18 June 2013, 08:01 | 5.993 views
Rancunya Bahasa Terjemahan
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 17 June 2013, 07:43 | 8.034 views
Basmalah Ketika Menyembelih
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 9 May 2013, 05:34 | 4.136 views
Menulislah Sebagaimana Para Ulama Menulis
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 15 April 2013, 05:53 | 4.320 views
Mulai Dari Menulis
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 5 April 2013, 07:10 | 4.093 views
Istri Bukan Pembantu
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 18 March 2013, 08:57 | 5.774 views