Memerangi Mazhab (Lagi) | rumahfiqih.com

Memerangi Mazhab (Lagi)

Ahmad Sarwat, Lc., MA Wed 15 January 2014 18:22 | 11741 views

Bagikan via

Kalangan yang memerangi mazhab fiqih dan berupaya menjauhkan generasi muslim di negeri ini dari mazhab ternyata cukup banyak juga. Saya sendiri kurang mengerti kenapa mazhab-mazhab fiqih seolah dijadikan musuh yang harus diperangi.

Kalau diingat-ingat hari ini, rasanya baru agak sadar bahwa ternyata sejak masih kecil dan jadi semacam remaja masjid, opini saya agak digiring ke arah yang kurang sejalan dengan disiplin ilmu mainstream. Bahkan ada kesan bahwa mazhab fiqih itu harus dihindari, diperangi dan dimusuhi. Sebab mazhab itu dianggap sebagai kejumudan, keterbelakangan dan juga kebodohan yang bertentangan dengan akal dan logika manusia.

Biasanya, para penceramah dan juru dakwah kalau bicara tentang problematika perpecahaan umat Islam, selalu menyisipkan pesan dalam kajian materinya, bahwa mazhab-mazhab itulah biang kerok perpecahan dalam agama Islam. Menurut mereka, karena masih saja ada kelompok umat Islam yang pakai mazhab-mazhaban, makanya umat Islam jadi lemah, mundur dan selalu dibodohi oleh bangsa lain.

Doktrin-doktrin seperti itu nyaris tiap hari saya dengar, dan lama-lama jadi bahan saya untuk berdakwah kemana-mana. Tiap kali mengisi pengajian, taklim, halaqah, daurah dan seterusnya, materi favorit saya adalah : Sebab-sebab Kemunduran Umat Islam. Dan ujung-ujungnya, yang selalu saya persalahkan tidak lain adalah karena masih saja ada orang Islam yang pakai mazhab.

Jadi dalam pandangan saya saat masih belia, segala macam kemunduran dan kehancuran umat Islam, disebabkan oleh masih adanya orang-orang yang bermazhab.

Benar-benar parah dan rusak sekali pemahaman saya kala itu. Kalau ingat bagaimana dakwah saya ketika itu, jadi malu sendiri rasanya. Tetapi mau bagaimana lagi? Memang itulah doktrin yang setiap hari saya terima.

Lha wong tiap hari dalam materi pengajian, pembinaan dan pengkaderan para calon da'i muda, memang materi-materi seperti itu yang di-cekokin ke dalam alam pikiran saya yang masih planga-plongo waktu itu.

Parahnya, saat itu kepada kami juga disuguhkan tentang siapa sosok yang harus kita perangi, karena dianggap sebagai para pembela mazhab. Yang ditunjukkan saat itu tidak lain adalah mereka para kiyai yang pakai jubah dan surban, atau imam yang berdoa dan berdzikirnya dengan suara keras pakai pengeras suara di masjid, atau para tokoh agama yang suka memimpin baca tahlihan, arwahan dan selametan.

Dalam bahasa mudah, saya dan teman-teman saat itu menyebut mereka sebagai tokoh agama tradisionalis. Dan mereka itu kita jadikan 'musuh besar' dakwah. Dalam konsep kami saat itu, perilaku dan tatacara beragama mereka itu harus dilawan, dibasmi dan diperangi. Karena menurut persepsi kami saat itu, semua itu tidak sejalan dengan Al-Quran dan As-Sunnah, alias bid'ah dan hanya sesuatu yang diada-adakan. Bukan asli dari Rasulullah SAW.

Maka sudah menjadi tugas kami para da'i muda saat itu untuk membangun berbagai hujjah dan argumentasi untuk 'menyerang' apapun yang mereka kerjakan, sambil kita lemparkan tuduhan sebagai biang kerok mazhab, tukang bid'ah, kelompok yang menyimpang dan aqidahnya bermasalah.

Salah satunya adalah membenturkan mereka dengan hadits-hadits shahih. Kalau ada perilaku mereka yang kita anggap bertentangan dengan selera kita, tinggal kita carikan hadits-hadits yang kita anggap sebagai 'penangkal'nya. Kita bacakan hadits-hadits itu, biar mereka terdiam dan tidak bisa berkutik.

Maka kalau sampai kita bisa bikin mereka terdiam tidak mampu menjawab atas lemparan hadits-hadits kita, maka disitulah terjadi 'puncak ejakulasi' kemenangan. Rasanya puas sekali, karena sudah mencapai titik klimaks.

Tentu semua itu adalah masa lalu, masa-masa ketika saya dan teman-teman sesama ustadz yang lain masih mencari jatidiri. Belum bisa bahasa Arab, baca Al-Quran pun banyak salahnya, dan tentunya juga belum pernah belajar ilmu syariah langsung kepada sumbernya.

Kami saat itu adalah tokoh da'i muda yang progeresif, suka berdebat, hobi menyalahkan pendapat orang dan gemar bikin keributan dimana-mana. Namanya saja anak mudah, ya begitulah perilaku dan tindak tanduknya.

Walhasil, kalau hari ini saya menemukan perilaku pada para da'i yang progresif dan semangat memberantas mazhab fiqih, saya kadang senyum-senyum sendiri. Sebab saya seperti melihat diri saya yang masih belia di masa lalu.

Dalam hati saya cuma ada doa, semoga Allah mempercepat kedewasaan mereka, menambahkan ilmunya, memberi mereka jalan akses yang cepat dan mudah untuk belajar ilmu syariah. Agar mereka segera sadar kalau mereka masih butuh banyak belajar lagi ke depan.

Masak baru kenal sedikit-sedikit dengan karya-karya Ibnu Taimiyah dan Ibnul Qayyim saja, sudah merasa jadi ulama terbesar yang merasa bisa menyalahkan siapa saja? Itu sih sudah jadi masa lalu. Kalau sampai hari ini tidak sadar-sadar juga, ah sayang sekali tentu.

Bagikan via


Baca Lainnya :

Meninggal Bersama dalam Kecelakaan, Bagaimana Pembagian Warisnya?
Ahmad Zarkasih, Lc | 10 January 2014, 16:25 | 3.637 views
Ulama dan Bukan Ulama : Beda Kelas
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 10 January 2014, 08:04 | 5.852 views
English Please
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 9 January 2014, 04:59 | 4.670 views
Kenapa Calo Dilarang, dan Agen Tidak?
Ahmad Zarkasih, Lc | 2 January 2014, 05:01 | 5.242 views
Tidak Semua Harus Menjadi Mujtahid
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 28 December 2013, 01:01 | 4.758 views

more...

Semua Tulisan Penulis :
Ragam Teknis Terurainya Ikatan Pernikahan
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 18 November 2016, 10:05 | 1.925 views
Sampaikanlah Walaupun Hanya Satu Ayat
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 5 May 2016, 17:20 | 8.351 views
Selamat Jalan Kiyai Ali Mustafa Yaqub
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 28 April 2016, 08:55 | 8.329 views
Anti Mazhab Tapi Mewajibkan Taqlid
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 30 December 2015, 07:15 | 11.413 views
Hakikat Memperingati Tahun Baru Islam
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 18 October 2015, 16:24 | 3.705 views
Istri : Mahram Apa Bukan?
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 24 November 2014, 21:17 | 7.449 views
Masak Sih Ikhwan dan Akhawat Boleh Berduaan?
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 16 November 2014, 06:59 | 15.996 views
Ulama Mie Instan Seleraku
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 4 November 2014, 08:55 | 10.223 views
Penerapan Syariat Islam di Nusantara
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 12 August 2014, 04:29 | 7.283 views
Islam di Antara Kebodohan Guru dan Fanatisme Murid
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 4 August 2014, 06:45 | 9.226 views
Takjil Bukan Kurma, Gorengan Atau Biji Salak
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 26 July 2014, 09:19 | 6.159 views
Imsak : Tidak Makan dan Minum
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 19 July 2014, 06:15 | 5.832 views
Ibadah Terbawa Suasana
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 14 July 2014, 04:49 | 4.931 views
Tarawih : Ibadah Ramadhan Yang Paling Banyak Godaannya
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 9 July 2014, 07:47 | 5.455 views
Ulama Kok Tidak Bisa Bahasa Arab?
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 8 June 2014, 06:58 | 8.667 views
Suamiku : Surgaku dan Nerakaku
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 1 June 2014, 10:26 | 16.266 views
Memperbaiki Moral Umat
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 3 May 2014, 05:16 | 4.427 views
Kurang Akurat
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 13 April 2014, 04:15 | 4.864 views
Mantan Ustadz
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 22 March 2014, 08:27 | 9.309 views
Majelis Ulama
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 6 March 2014, 04:46 | 4.566 views
Ulama : Wakil Tuhan di Muka Bumi
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 4 March 2014, 05:19 | 4.119 views
Masih Insyaallah
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 28 February 2014, 06:40 | 5.899 views
Kuatnya Umat Islam
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 24 February 2014, 08:12 | 5.080 views
Mengaku Muttabi' Ternyata Taqlid Juga
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 14 February 2014, 05:19 | 8.348 views
Ketika Rasulullah SAW Sedih, Marah dan Melaknat
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 8 February 2014, 06:04 | 20.527 views
Kembali ke Al-Quran Agar Terhindar Dari Khilafiyah?
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 3 February 2014, 06:03 | 7.194 views
Memerangi Mazhab (Lagi)
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 15 January 2014, 18:22 | 11.741 views
Ulama dan Bukan Ulama : Beda Kelas
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 10 January 2014, 08:04 | 5.852 views
English Please
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 9 January 2014, 04:59 | 4.670 views
Berlebihan Dalam Menjalankan Agama
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 16 December 2013, 12:56 | 7.885 views
Mengandung Babi Atau Pernah Menjadi Babi
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 6 December 2013, 09:51 | 8.671 views
Taklid Kepada Bukhari dan Muslim
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 25 November 2013, 23:19 | 5.538 views
Tafsir Ayat Dengan Ayat : Masih Banyak Kelemahannya
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 23 November 2013, 01:33 | 4.708 views
Lebaran Kita Yang Mahal
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 10 August 2013, 08:27 | 5.335 views
Dokter, Perawat dan Tukang Obat
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 7 August 2013, 14:38 | 7.466 views
Memerangi Mazhab Fiqih
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 6 August 2013, 19:40 | 7.203 views
Mudharabah = Saling Memukul?
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 19 July 2013, 07:55 | 5.110 views
Asal Jangan Tentang Puasa atau Zakat
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 8 July 2013, 07:19 | 5.659 views
Rahasia Bangun Malam
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 4 July 2013, 04:57 | 6.895 views
Proses Terbentuknya Hukum Fiqih
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 25 June 2013, 02:01 | 4.851 views
Sayyid Utsman Mufti Betawi
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 18 June 2013, 08:01 | 6.506 views
Rancunya Bahasa Terjemahan
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 17 June 2013, 07:43 | 8.510 views
Basmalah Ketika Menyembelih
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 9 May 2013, 05:34 | 4.637 views
Menulislah Sebagaimana Para Ulama Menulis
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 15 April 2013, 05:53 | 4.932 views
Mulai Dari Menulis
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 5 April 2013, 07:10 | 4.599 views
Istri Bukan Pembantu
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 18 March 2013, 08:57 | 6.387 views
PENULIS :
Ahmad Zarkasih, Lc106 tulisan
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA57 tulisan
Hanif Luthfi, Lc., MA52 tulisan
Ahmad Sarwat, Lc., MA46 tulisan
Isnan Ansory, Lc, MA26 tulisan
Sutomo Abu Nashr, Lc20 tulisan
Aini Aryani, Lc19 tulisan
Galih Maulana, Lc14 tulisan
Ali Shodiqin, Lc13 tulisan
Muhammad Abdul Wahab, Lc11 tulisan
Firman Arifandi, Lc., MA11 tulisan
Muhammad Ajib, Lc., MA9 tulisan
Isnawati, Lc8 tulisan
Siti Chozanah, Lc6 tulisan
Tajun Nashr, Lc6 tulisan
Faisal Reza4 tulisan
Ridwan Hakim, Lc2 tulisan
Muhammad Aqil Haidar, Lc1 tulisan
Muhammad Amrozi, Lc1 tulisan
Luki Nugroho, Lc0 tulisan