Suamiku : Surgaku dan Nerakaku | rumahfiqih.com

Suamiku : Surgaku dan Nerakaku

Ahmad Sarwat, Lc., MA Sun 1 June 2014 10:26 | 16017 views

Bagikan via

Uangkapan di atas sebenarnya bersumber dari sabda Rasulullah SAW secara langsung, yang tertuang dalam salah satu haditsnya.

أَذَاتُ زَوْجٍ أَنْتِ ؟ قَالَتْ : نَعَمْ قَال : انْظُرِي أَيْنَ أَنْتِ مِنْهُ فَإِنَّهُ جَنَّتُكِ وَنَارُكِ

Rasulullah SAW bertanya,"Apakah kamu punya suami? Wanita itu menjawab,"Ya". Rasulullah SAW berkata,"Perhatikan dimana posisimu terhadap suami. Sebab pada suami itu ada surgamu dan nerakamu. (HR. Ahmad)

Buat seorang istri, pada diri suami ada surga sekaligus ada neraka juga. Maksudnya, seorang wanita bisa masuk surga sangat dipengaruhi oleh hubungannya dengan suami dan muamalahnya. Dan seorang wanita bisa masuk neraka, juga amat sangat dipengaruhi dari hubungan dan muamalahnya dengan suaminya.

Orang Jawa punya ungkapan yang hampir mirip dengan judul di atas, yaitu suargo nunut neroko katut. Bedanya, ungkapan dalam bahasa Jawa ini lebih menekankan unsur kepasrahan seorang istri kepada suaminya. Istilahnya, suami masuk neraka, istri ikut di belakangnya. Dan suami masuk surga, istri terseret-seret ikut masuk juga. Ada unsur kepasrahan yang bersifat mutlak dan harus nrimo.

Sedangkan pengertian yang kita dapat dari hadits Nabi SAW justru tidak ada unsur kepasrahan. Yang ada justru sebaliknya, dalam syariat Islam kedudukan istri sangat independen. Dia bisa masuk surga bukan semata karena ikut suami, tetapi karena usaha dan amalnya sendiri.

Meski suami masuk neraka, istri tidak harus ikut suaminya, malah bisa saja istri masuk surga. Sebaliknya, istri juga bisa masuk neraka padahal suaminya masuk surga. Jadi masuk surga atau neraka bukan semata-mata ikut suami, tetapi lebih merupakan pilihan dari bagaimana cara dia bermuamalah dengan suaminya.

Dalam hal ini, unsur suami bukan sebagai faktor penentu, melainkan hanya sekedar menjadi ladang amal saja. Kalau ladang amal itu digarap dengan baik, maka hasilnya pun akan baik. Sebaliknya, kalau ladang amal itu kurang digarap baik, hasilnya tentu juga kurang baik. 

Taat Pada Suami : Masuk Surga Dari Pintu Mana Saja

Salah satu bentuk upaya yang bisa dilakukan oleh seorang istri agar bisa masuk surga adalah mentaati suaminya. Rasulullah SAW menjanjikan peluang paling menggiurkan, yaitu bisa masuk surga lewat pintu yang mana saja.

إِذَا صَلَّتِ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا وَصَامَتْ شَهْرَهَا وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا .قِيل لَهَا : ادْخُلِي الْجَنَّةَ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ

Apabila seorang istri melaksanakan shalat lima waktu, puasa Ramadhan, menjaga kehormatannya dan mentaati suaminya, maka dikatakan kepadanya : Masuklah ke dalam surga dari pintu yang mana saja. (HR. Ahmad)

Batasan Taat Kepada Suami

Yang jadi pertanyaan adalah apa batasan taat kepada suami? Atau lebih mundur lagi, adakah ketaatan kepada suami itu memilki batas? Ataukah ketaatan itu bersifat mutlak tanpa batas?

Jawabnya tentu saja tidak ada ketaatan yang tanpa batas. Sebab ketaatan yang tanpa batas itu hanya boleh dipersembahkan kepada Allah SWT saja. Sedangkan kepada makhluk, pasti ada batasnya.

1. Tidak Boleh Taat Dalam Maksiat Kepada Allah

Batasnya tentu secara ideal adalah selama ketaatan itu tidak melanggar ketaatan kepada Allah. Maka kalau suami memerintahkan istri minum khamar, jelas tidak boleh ditaati. Apalagi suami memerintahkan istri berzina, mencuri, melawan orang tua, menyembah berhala, memakan uang riba, membunuh nyawa manusia atau bersumpah palsu, tentu semua itu haram untuk ditaati.

Taat pada suami dalam rangka maksiat kepada Allah tentu tidak akan membuat seorang isri masuk surga. Justru malah akan membuatnya masuk neraka.

2. Taat Yang Bukan Pada Tugasnya

Yang jadi sedikit bahan perdebatan, apakah seorang istri tetap wajib taat kepada suami, apabila suaminya memerintahkannya mengerjakan hal-hal yang sesungguhnya bukan tugasnya?

Misalnya, haruskah istri mentaati suaminya ketika diminta untuk bekerja keluar rumah mencari nafkah untuk menghidupi keluarga?

Jawabannya tentu saja tidak wajib. Karena yang namanya taat itu harus sesuai dengan gugus tugas dan wewenangnya juga. Kita tidak bisa memerintahkan sekertaris bawahan kita untuk tugas di luar kantor. Sekretaris kantor tentu tidak boleh diberi tugas untuk membersihkan WC di rumah kita, apalagi disuruh menyedotnya. Biar bagaimana pun tugas sekretaris itu sudah jelas. Atasan yang memaksa sekretarisnya untuk menyedot isi WC di rumahnya tentu bukan atasan yang waras akalnya.

Suami Memerintahkan Istri Bekerja Mencari Nafkah, Wajibkah Ditaati?

Apakah boleh suami memerintahkan istrinya untuk bekerja mencari nafkah demi menghidupi kebutuhan keluarga? Jawabannya tentu tidak boleh. Sebab seorang wanita dinikahi tentu bukan untuk disuruh kerja cari nafkah. Dan seorang istri tidak perlu mentaati suaminya, manakala perintahnya adalah mencari nafkah. Sebab tugas mencari nafkah itu beban suami dan bukan beban istri.

Ketaatan seorang istri itu hanya sebaas apa yang memang tugas istri. Itu pun para ulama masih berbeda pendapat. Jumhur ulama mengatakan bahwa urusan di dalam rumah tangga seperti memasak, menyapu, mengepel, bersih-bersih, mencuci pakaian dan seterusnya, ternyata juga bukan tugas istri. Semua itu tugas dan tanggung-jawab suami. Lihat tulisan ini :  Istri Atau Pembantu Rumah Tangga?

Buat bangsa kita, khususnya orang Jawa, mungkin bukan hal yang aneh lagi. Istrinya bekerja cari uang buat keluarga, kadang jadi pembantu, dan tidak sedikti yang terbang ke luar negeri jadi TKI dengan segala resikonya. Tiap bulan kirim uang nafkah buat menghidupi suami dan anak-anak.

Namun buat bangsa lain, khususnya orang Arab, rasanya sangat ganjil dan aneh. Sebab sesuai adat dan syariat, justru yang wajib bekerja mencari rizki dan memberi nafkah adalah suami dan bukan istri. Sama sekali tidak terbayang bagaimana para istri malah bekerja cari uang peras keringat banting tulang untuk menghidupi suami dan anak-anaknya.

Dan yang semakin bikin tambah heran, ternyata wanita Indonesia tidak merasa dizalimi apalagi dirugikan ketika ikut membantu mencari nafkah keluarga. Justru mereka suka, senang, dan malah bangga bisa membantu nafkah keluarga.

Semoga Allah SWT selalu menjaga dan melindungi mereka, wanita Indonesia yang luhur. Semoga masuk surga sebagaimana janji Allah SWT. 

Bagikan via


Baca Lainnya :

Kanibalisasi Madzhab
Ahmad Zarkasih, Lc | 30 May 2014, 09:31 | 4.841 views
Singapura Lebih Islami dari Indonesia ?
| 29 May 2014, 17:20 | 3.024 views
Wanita Haidh Masuk Masjid, Kenapa Tidak Boleh?
| 28 May 2014, 07:12 | 3.236 views
Koalisi ala Rasulullah
| 27 May 2014, 05:29 | 3.479 views
Hafal Kitab Suci, Beliau Dianggap Anak Tuhan
Ali Shodiqin, Lc | 26 May 2014, 05:29 | 4.721 views

more...

Semua Tulisan Penulis :
Ragam Teknis Terurainya Ikatan Pernikahan
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 18 November 2016, 10:05 | 1.616 views
Sampaikanlah Walaupun Hanya Satu Ayat
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 5 May 2016, 17:20 | 7.994 views
Selamat Jalan Kiyai Ali Mustafa Yaqub
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 28 April 2016, 08:55 | 8.027 views
Anti Mazhab Tapi Mewajibkan Taqlid
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 30 December 2015, 07:15 | 11.090 views
Hakikat Memperingati Tahun Baru Islam
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 18 October 2015, 16:24 | 3.513 views
Istri : Mahram Apa Bukan?
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 24 November 2014, 21:17 | 7.232 views
Masak Sih Ikhwan dan Akhawat Boleh Berduaan?
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 16 November 2014, 06:59 | 15.738 views
Ulama Mie Instan Seleraku
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 4 November 2014, 08:55 | 9.988 views
Penerapan Syariat Islam di Nusantara
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 12 August 2014, 04:29 | 7.044 views
Islam di Antara Kebodohan Guru dan Fanatisme Murid
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 4 August 2014, 06:45 | 9.027 views
Takjil Bukan Kurma, Gorengan Atau Biji Salak
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 26 July 2014, 09:19 | 5.967 views
Imsak : Tidak Makan dan Minum
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 19 July 2014, 06:15 | 5.628 views
Ibadah Terbawa Suasana
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 14 July 2014, 04:49 | 4.708 views
Tarawih : Ibadah Ramadhan Yang Paling Banyak Godaannya
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 9 July 2014, 07:47 | 5.280 views
Ulama Kok Tidak Bisa Bahasa Arab?
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 8 June 2014, 06:58 | 8.411 views
Suamiku : Surgaku dan Nerakaku
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 1 June 2014, 10:26 | 16.017 views
Memperbaiki Moral Umat
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 3 May 2014, 05:16 | 4.226 views
Kurang Akurat
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 13 April 2014, 04:15 | 4.662 views
Mantan Ustadz
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 22 March 2014, 08:27 | 9.107 views
Majelis Ulama
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 6 March 2014, 04:46 | 4.392 views
Ulama : Wakil Tuhan di Muka Bumi
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 4 March 2014, 05:19 | 3.939 views
Masih Insyaallah
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 28 February 2014, 06:40 | 5.702 views
Kuatnya Umat Islam
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 24 February 2014, 08:12 | 4.887 views
Mengaku Muttabi' Ternyata Taqlid Juga
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 14 February 2014, 05:19 | 8.143 views
Ketika Rasulullah SAW Sedih, Marah dan Melaknat
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 8 February 2014, 06:04 | 20.107 views
Kembali ke Al-Quran Agar Terhindar Dari Khilafiyah?
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 3 February 2014, 06:03 | 6.941 views
Memerangi Mazhab (Lagi)
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 15 January 2014, 18:22 | 11.448 views
Ulama dan Bukan Ulama : Beda Kelas
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 10 January 2014, 08:04 | 5.637 views
English Please
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 9 January 2014, 04:59 | 4.487 views
Berlebihan Dalam Menjalankan Agama
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 16 December 2013, 12:56 | 7.692 views
Mengandung Babi Atau Pernah Menjadi Babi
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 6 December 2013, 09:51 | 8.465 views
Taklid Kepada Bukhari dan Muslim
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 25 November 2013, 23:19 | 5.328 views
Tafsir Ayat Dengan Ayat : Masih Banyak Kelemahannya
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 23 November 2013, 01:33 | 4.504 views
Lebaran Kita Yang Mahal
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 10 August 2013, 08:27 | 5.142 views
Dokter, Perawat dan Tukang Obat
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 7 August 2013, 14:38 | 7.264 views
Memerangi Mazhab Fiqih
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 6 August 2013, 19:40 | 7.015 views
Mudharabah = Saling Memukul?
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 19 July 2013, 07:55 | 4.870 views
Asal Jangan Tentang Puasa atau Zakat
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 8 July 2013, 07:19 | 5.473 views
Rahasia Bangun Malam
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 4 July 2013, 04:57 | 6.664 views
Proses Terbentuknya Hukum Fiqih
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 25 June 2013, 02:01 | 4.655 views
Sayyid Utsman Mufti Betawi
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 18 June 2013, 08:01 | 6.305 views
Rancunya Bahasa Terjemahan
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 17 June 2013, 07:43 | 8.324 views
Basmalah Ketika Menyembelih
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 9 May 2013, 05:34 | 4.451 views
Menulislah Sebagaimana Para Ulama Menulis
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 15 April 2013, 05:53 | 4.722 views
Mulai Dari Menulis
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 5 April 2013, 07:10 | 4.382 views
Istri Bukan Pembantu
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 18 March 2013, 08:57 | 6.163 views
PENULIS :
Ahmad Zarkasih, Lc106 tulisan
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA57 tulisan
Hanif Luthfi, Lc., MA52 tulisan
Ahmad Sarwat, Lc., MA46 tulisan
Isnan Ansory, Lc, MA26 tulisan
Sutomo Abu Nashr, Lc20 tulisan
Aini Aryani, Lc19 tulisan
Ali Shodiqin, Lc13 tulisan
Muhammad Abdul Wahab, Lc11 tulisan
Firman Arifandi, Lc., MA11 tulisan
Galih Maulana, Lc10 tulisan
Muhammad Ajib, Lc., MA9 tulisan
Isnawati, Lc8 tulisan
Siti Chozanah, Lc6 tulisan
Tajun Nashr, Lc6 tulisan
Faisal Reza4 tulisan
Ridwan Hakim, Lc2 tulisan
Muhammad Aqil Haidar, Lc1 tulisan
Muhammad Amrozi, Lc1 tulisan