Masak Sih Ikhwan dan Akhawat Boleh Berduaan? | rumahfiqih.com

Masak Sih Ikhwan dan Akhawat Boleh Berduaan?

Ahmad Sarwat, Lc., MA Sun 16 November 2014 06:59 | 15995 views

Bagikan via

Ah masa sih? Memangnya boleh kita berduaan dengan akhawat? Apa dalilnya? Bukankah itu haram dilakukan? Dan kalau berduaan itu bukankah yang ketiganya adalah setan?

Kalimat demi kalimat pertanyaan itu tidak berhenti keluar dari mulut para jamaah dan hadirin yang memenuhi aula majelis taklim. Bertubi-tubi pada hadirin dan jamaah mengajukan protes berat kepada ustadznya. Mereka tidak terima kalau ustadz yang menjadi nara sumber pada hari itu mengawali ceramah dengan membuat statemen kontroversial. Beliau bilang bahwa para ikhwan dibolehkan secara sah dan syar'i untuk duduk berduaan dengan para akhawat.

Ah masak sih?

Maklumlah, selama ini yang selalu ditekankan dan diajarkan bahwa ikhwan diharamkan untuk berduaan dengan akhawat. Jangankah berduaan, lha wong ikhtilat atau bercampur baur saja pun sudah diharamkan dengan tegas. Kok bisa-bisanya si ustadz yang satu ini bicara terbalik.

"Jangan-jangan ustadz ini lagi kumat penyakitnya, atau habis mabok teler kena pengaruh obat bius". Begitu protes salah satu jamaah yang duduk agak di pojok. Awalnya dia duduk di pojokan sudah sia-siap mau tidur di pengajian hari itu. Tetapi begitu si ustadz bicara bahwa ikhwan dan akhwat dihalalkan sehalal-halalnya untuk berduaan, kontan rasa kantuknya hilang dan langsung protes.

Untungnya si ustadz tidak tersinggung dengan protes yang berbau tuduhan dan fitnah itu. Malah beliau senyum-senyum penuh arti.

Maka semakin penasaran saja para jamaah minta penjelasan, dari mana judulnya kok ikhwan boleh duduk berduaan dengan akhawat?

Maka sang ustadz mulai mengklarifikasi. "Mohon sabar dan jangan marah-marah dulu. Mohon perhatikan ucapan saya ya. Saya cuma bilang bahwa ikhwan dan akhawat itu boleh duduk berduaan".

"Ah ustadz ini ngawur dan ngomong sembarangan saja", celetuk jamaah yang duduk paling depan.

"Ya makanya dengarkan dulu. Gini ya, saya tanya coba kepada antum hadirin dan hadirat yang dimuliakan Allah. Kira-kira ada yang tahu nggak apa arti kata 'ikhwan'?. Secara berjamaah hadirin menjawab kompak,"Saudaraaaaa!!!". "Seratus!", jawab sang ustadz. "Kalau arti kata 'akhawat', ada yang tahu?", tanya ustadz lagi. "Saudari perempuaaaaan!!", jawab hadirin kompak. "Wah pada pinter-pinter ya", ledek sang ustadz.

"Nah sekarang saya tanya lagi, kalau saudara laki-laki dan saudari perempuannya itu mahram apa bukan?", tanya ustadz kembali. "Mahraaaaam!!, jawab hadirin tanpa sadar.

Tiba-tiba jamaah pada diam sejenak tidak ada yang menjawab, lau pecahlah tawa mereka. "Kena lu gue kerjain", kata sang ustadz yang memang asli betawi dengan logak khas daerahnya.

Rupanya selama ini kita terlanjur menjadikan istilah ikhwan dan akhawat bukan lagi pada makna aslinya, tetapi sudah terlalu jauh pada istilah kiasan. Dan sayangnya makna kiasan ini oleh mereka yang awam dan masih bau kencur seolah-olah berubah menjadi makna asli.

Aslinya dan seharusnya memang makna istilah 'ikhwan' itu berarti saudara laki-laki dan makna kata 'akhawat' itu berarti saudari-saudari perempuan. Dan hubungannya antara ikhwan dan akhawat itu bisa macam-macam, bisa satu ayah dan satu ibu (syaqiq/syaqiqah), atau bisa juga hanya satu ayah tapi lain ibu (akh/ukht li ab), dan bisa juga saudara seibu tapi tidak seayah (akh/ukht li um).

Yang biasa belajar ilmu faraidh pasti paham istilah-istilah ikhwan dan akhawat ini.

Tetapi buat para aktifis dakwah yang datang bukan dari jenjang pendidikan syar'i baku, mereka tidak kenal bahasa Arab, tetapi semangat jadi aktifis saja,  yang mereka kenal dari istilah ikhwan dan akhawat tidak lain adalah teman dan rekan sepengajian. Teman satu pengajian yang laki sering disebut dengan 'ikhwan', sedangkan teman pengajian yang peremuan sering disebut 'akhawat'.

Lucunya, di WC masjid sebelah rumah ada tulisan lucu, yaitu ikhwan dan akhawat. Maksudnya yang bertuliskan ikhwan adalah WC untuk laki-laki dan yang bertuliskan 'akhawat' berarti WC untuk perempuan. Hahaha.

Padahal mereka bukan saudara, tidak ada hubungan darah dan jelas bukan seayah tidak seibu. Hubungan antara sesama aktifis dakwah itu hanyalah hubungan orang asing alias ajnabi dan jelas-jelas bukan mahram. Tetapi anehnya kenapa disebut ikhwan dan akhwat?

Sebaliknya, kakak beradik yang jelas-jelas lahir dari rahim yang sama, malah tidak disebut sebagai ikhwan dan akhawat. Alasannya, karena saudari perempuannya tidak pakai jilbab, maka tidak disebut akhwat. Alasan lainnya, karena saudara laki-laki sekandung itu tidak ikut pengajian yang sama, makanya tidak disebut sebagai ikhwan.

Istilah ikhwan dan akhawat telah bergeser maknanya terlalu jauh meninggalkan makna aslinya. Sampai orang awam pun tidak tahu arti yang sesungguhnya. Wajarlah kalau kebingungan begitu ustadz kita yang cerdas tadi bilang bahwa ikhwan dan akhawat boleh berduaan, bahkan bersalaman, sentuhan kulit, malah boleh terlihat sebagian auratnya.

Ya, namanya saja kakak dan adik, mereka jelas-jelas mahram, karena mereka adalah ikhwan dan akhawat sejati. The real ikhwan and akhwat.

"Jadi bagaiman hadirin sekalian, masih ada yang mau protes?", tantang sang ustadz penuh kemenangan.

Maka jamaah pun menunduk terdiam sambil senyum-senyum.

Bagikan via


Baca Lainnya :

Ulama Mie Instan Seleraku
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 4 November 2014, 08:55 | 10.223 views
Tidak Tahu Sok Tahu, Tahu Tapi Belagu
Ahmad Zarkasih, Lc | 1 November 2014, 10:24 | 7.631 views
Shalat untuk Menghormati Waktu, Apa dan Bagaimana?
Ahmad Zarkasih, Lc | 8 October 2014, 08:36 | 10.377 views
Hari Arafah dan Puasa Arafah Tidak Boleh Berbeda?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 26 September 2014, 11:26 | 36.806 views
Jilbab VS Jilboobs
| 13 September 2014, 09:15 | 6.726 views

more...

Semua Tulisan Penulis :
Ragam Teknis Terurainya Ikatan Pernikahan
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 18 November 2016, 10:05 | 1.925 views
Sampaikanlah Walaupun Hanya Satu Ayat
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 5 May 2016, 17:20 | 8.351 views
Selamat Jalan Kiyai Ali Mustafa Yaqub
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 28 April 2016, 08:55 | 8.329 views
Anti Mazhab Tapi Mewajibkan Taqlid
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 30 December 2015, 07:15 | 11.413 views
Hakikat Memperingati Tahun Baru Islam
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 18 October 2015, 16:24 | 3.705 views
Istri : Mahram Apa Bukan?
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 24 November 2014, 21:17 | 7.449 views
Masak Sih Ikhwan dan Akhawat Boleh Berduaan?
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 16 November 2014, 06:59 | 15.995 views
Ulama Mie Instan Seleraku
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 4 November 2014, 08:55 | 10.223 views
Penerapan Syariat Islam di Nusantara
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 12 August 2014, 04:29 | 7.283 views
Islam di Antara Kebodohan Guru dan Fanatisme Murid
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 4 August 2014, 06:45 | 9.226 views
Takjil Bukan Kurma, Gorengan Atau Biji Salak
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 26 July 2014, 09:19 | 6.159 views
Imsak : Tidak Makan dan Minum
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 19 July 2014, 06:15 | 5.832 views
Ibadah Terbawa Suasana
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 14 July 2014, 04:49 | 4.931 views
Tarawih : Ibadah Ramadhan Yang Paling Banyak Godaannya
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 9 July 2014, 07:47 | 5.455 views
Ulama Kok Tidak Bisa Bahasa Arab?
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 8 June 2014, 06:58 | 8.667 views
Suamiku : Surgaku dan Nerakaku
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 1 June 2014, 10:26 | 16.266 views
Memperbaiki Moral Umat
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 3 May 2014, 05:16 | 4.427 views
Kurang Akurat
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 13 April 2014, 04:15 | 4.864 views
Mantan Ustadz
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 22 March 2014, 08:27 | 9.309 views
Majelis Ulama
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 6 March 2014, 04:46 | 4.566 views
Ulama : Wakil Tuhan di Muka Bumi
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 4 March 2014, 05:19 | 4.119 views
Masih Insyaallah
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 28 February 2014, 06:40 | 5.899 views
Kuatnya Umat Islam
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 24 February 2014, 08:12 | 5.080 views
Mengaku Muttabi' Ternyata Taqlid Juga
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 14 February 2014, 05:19 | 8.348 views
Ketika Rasulullah SAW Sedih, Marah dan Melaknat
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 8 February 2014, 06:04 | 20.526 views
Kembali ke Al-Quran Agar Terhindar Dari Khilafiyah?
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 3 February 2014, 06:03 | 7.194 views
Memerangi Mazhab (Lagi)
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 15 January 2014, 18:22 | 11.741 views
Ulama dan Bukan Ulama : Beda Kelas
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 10 January 2014, 08:04 | 5.852 views
English Please
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 9 January 2014, 04:59 | 4.670 views
Berlebihan Dalam Menjalankan Agama
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 16 December 2013, 12:56 | 7.885 views
Mengandung Babi Atau Pernah Menjadi Babi
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 6 December 2013, 09:51 | 8.671 views
Taklid Kepada Bukhari dan Muslim
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 25 November 2013, 23:19 | 5.538 views
Tafsir Ayat Dengan Ayat : Masih Banyak Kelemahannya
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 23 November 2013, 01:33 | 4.708 views
Lebaran Kita Yang Mahal
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 10 August 2013, 08:27 | 5.335 views
Dokter, Perawat dan Tukang Obat
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 7 August 2013, 14:38 | 7.466 views
Memerangi Mazhab Fiqih
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 6 August 2013, 19:40 | 7.203 views
Mudharabah = Saling Memukul?
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 19 July 2013, 07:55 | 5.110 views
Asal Jangan Tentang Puasa atau Zakat
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 8 July 2013, 07:19 | 5.659 views
Rahasia Bangun Malam
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 4 July 2013, 04:57 | 6.895 views
Proses Terbentuknya Hukum Fiqih
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 25 June 2013, 02:01 | 4.851 views
Sayyid Utsman Mufti Betawi
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 18 June 2013, 08:01 | 6.506 views
Rancunya Bahasa Terjemahan
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 17 June 2013, 07:43 | 8.510 views
Basmalah Ketika Menyembelih
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 9 May 2013, 05:34 | 4.637 views
Menulislah Sebagaimana Para Ulama Menulis
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 15 April 2013, 05:53 | 4.932 views
Mulai Dari Menulis
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 5 April 2013, 07:10 | 4.599 views
Istri Bukan Pembantu
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 18 March 2013, 08:57 | 6.387 views
PENULIS :
Ahmad Zarkasih, Lc106 tulisan
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA57 tulisan
Hanif Luthfi, Lc., MA52 tulisan
Ahmad Sarwat, Lc., MA46 tulisan
Isnan Ansory, Lc, MA26 tulisan
Sutomo Abu Nashr, Lc20 tulisan
Aini Aryani, Lc19 tulisan
Galih Maulana, Lc14 tulisan
Ali Shodiqin, Lc13 tulisan
Muhammad Abdul Wahab, Lc11 tulisan
Firman Arifandi, Lc., MA11 tulisan
Muhammad Ajib, Lc., MA9 tulisan
Isnawati, Lc8 tulisan
Siti Chozanah, Lc6 tulisan
Tajun Nashr, Lc6 tulisan
Faisal Reza4 tulisan
Ridwan Hakim, Lc2 tulisan
Muhammad Aqil Haidar, Lc1 tulisan
Muhammad Amrozi, Lc1 tulisan
Luki Nugroho, Lc0 tulisan