7. 1. Hukum Memakai Uang Yang Didapat Dari Menang Undian

Hukum Memakai Uang Yang Didapat Dari Menang Undian


YAS-7 : Thu, 7-12-2017 | Ahmad Sarwat, Lc., MA
1.Hukum Memakai Uang Yang Didapat Dari Menang Undian
2.Bolehkah Orang Yang Shalat Sunnah Bermakmum Kepada Orang Yang Shalat Wajib? Haruskah Menepuk Pundak?
3.Bolehkah Menjama Shalat Karena Macet?
4.Bolehkah Shalat Duduk Tidak Berdiri Karena Sakit Atau Perjalanan?
5.Membaca Surat Al-Fatihah Dalam Shalat Tanpa Basmalah, Sah Atau Tidak Shalatnya?

Hukum Memakai Uang Yang Didapat Dari Menang Undian

 

Pertanyaan;

 Jadi dulu itu saya pernah ikut undian teka-teki silang, alhamdulillahnya dari undian itu dapat saya uang karena saya menang. Yang saya tanyakan adalah Apa hukumnya uang hasil undian tersebut. Terima kasih.

 

Jawaban;

Pertanyaan yang cukup menarik, ikut undian mengisi teka-teki silang sudah lama banget ya kita sudah lewat mengalami zaman, baca koran lalu ada teka-teki silang kemudian jawabannya kita kirim pakai kartu pos dengan perangkonya. Teka-teki silang memang yang menang atau yang menjawab dengan benar itu banyak, lalu nanti diundi siapa diantara yang menang yang benar-benar pemenang hadiah.

 Pertanyaannya adalah Apakah hadiahnya ini halal atau tidak karena kan tadi ada undian sebenarnya begini yang haram itu kan kalau berjudi, dan memang biasanya judi itu dilakukan dengan salah satunya yang paling favorit adalah dengan cara diundi sehingga terkesan kemudian di tengah masyarakat setiap undian itu pasti judi dan setiap judi itu pasti undian. Padahal sebenarnya kalau kita telaah lebih dalam tidak selalu loh yang namanya judi itu dengan menggunakan undian kadang-kadang menggunakan ketangkasan kemampuan atau kata-kata kecerdasan atau menggunakan skill tertentu yang tidak diundi. Kalau diundi itu kan nasib-nasib an. Judi itu ada yang pakai undian ada yang tidak, tapi selama dia judi maka hukumnya haram. Sementara undian, belum tentu yang namanya sesuatu yang diundi itu berarti otomatis dia Judi, tidak juga.

 Walaupun dia sering digunakan untuk alat berjudi tetapi yang namanya undian itu tidak selalu disebut judi. Contohnya di masa Rasulullah SWT , Nabi pernah bersabda, seandainya orang-orang tahu betapa tingginya derajat orang yang shalat di shaf yang pertama, lalu mereka rebutan sampai kalau mereka harus terpaksa mengundi pun pasti mereka akan mengujinya, nah ini kan bukan judi. Mengundi yang sifatnya bukan judi sama dengan ketika Rasulullah SAW bepergian perang, beliau biasanya mengundi siapa diantara istrinya itu yang keluar namanya dan kemudian ikut menemani Rasulullah, misalnya yang keluar nama Aisyah ra. maka beliau yang ikut berangkat.  Apakah Aisyah dengan saudara-saudaranya / istri rasul itu kemudian mereka berjudi?  jawabannya tidak.

Jadi undian itu tidak harus selalu judi dan Judi itu tidak harus selalu undian, nah mengisi TTS yang pemenangnya atau yang bener lah gitu ya itu ada banyak lalu diundi siapa yang jadi pemenang dapat hadiah, itu bisa jadi judi / bisa jadi tidak judi. Di mana letak batas judi atau tidaknya? Begini kalau seandainya untuk ikut undian itu setiap peserta harus bayar dan uang pembayaran dari setiap peserta yang banyak itu kemudian dikumpulkan dan dijadikan sebagai hadiah buat pemenang, nah itu namanya judi.  Tapi biasanya mengisi TTS itu tidak perlu bayar, karena tidak perlu bayar lalu yang menang ya alhamdulillah dia dapat hadiah, yang kalah dia tidak rugi apapun dalam arti tidak harus kehilangan uang pertaruhannya / tidak ada uang yang dipertaruhkan, kalaupun rugi mungkin hanya sebatas mengirim kartu pos / perangko tapi itu bukan bagian dari pembayaran atau uang pertaruhan, itu adalah modal kerja saja. Oleh karena itu mengisi undian teka-teki silang kalau menang dapat hadiah dasarnya itu bukan judi bukan sesuatu yang di haramkan karena tidak ada prinsip perjudian,  walaupun ada  undiannya. Tapi tidak semua undian itu adalah Judi.

Wallahua’lam

Ahmad Sarwat, Lc., MA

more . . .