Lihat per Bulan : ( 11 12 - 2017) ( 1 2 3 4 5 6 - 2018)


7. 4. Bolehkah Shalat Duduk Tidak Berdiri Karena Sakit Atau Perjalanan?

Bolehkah Shalat Duduk Tidak Berdiri Karena Sakit Atau Perjalanan?


YAS-7 : Thu, 7-12-2017 | Ahmad Sarwat, Lc., MA
1.Hukum Memakai Uang Yang Didapat Dari Menang Undian
2.Bolehkah Orang Yang Shalat Sunnah Bermakmum Kepada Orang Yang Shalat Wajib? Haruskah Menepuk Pundak?
3.Bolehkah Menjama Shalat Karena Macet?
4.Bolehkah Shalat Duduk Tidak Berdiri Karena Sakit Atau Perjalanan?
5.Membaca Surat Al-Fatihah Dalam Shalat Tanpa Basmalah, Sah Atau Tidak Shalatnya?
< Eps. SesudahEps. Sebelum >

Bolehkah Shalat Duduk Tidak Berdiri Karena Sakit Atau Perjalanan?

 

Pertanyaan;

Salah satu rukun shalat adalah berdiri tapi bagaimana kalau kita sakit dan salat sambil duduk misalnya duduk di kursi roda atau di kursi, atau kita bisa berdiri tapi dengan bantuan orang lain (merepotkan orang lain). Lalu bagaimana dengan shalat saat dalam perjalanan misalnya di dalam bus yang tidak memungkinkan kita untuk berdiri. Bagaimanakah sebaiknya kita melaksanakan shalat, terutama shalat wajib agar tetap bisa sempurna rukun-rukun shalat atau ikhtiar untuk sempurna.

 

Jawaban;

Di dalam pertanyaan ini ada 2 ya, shalat tidak bisa berdiri karena sakit dan karena kita berada di atas kendaraan. Kalau shalatnya orang sakit Rasulullah SAW sudah menegaskan:

صَلِّ قَائِمًا فَإِنْ لَمْ تَسْتَطِعْ فَقَاعِدًا فَإِنْ لم تستطع فعلي جنب

‘Sholatlah dengan berdiri, jika tidak mampu, maka dengan duduk, jika tidak mampu juga, maka berbaringlah’.

Jadi kalau alasannya sakit dan tidak bisa berdiri silakan sambil duduk dan dilihat bagaimana cara duduk dan sebagainya.

Selanjutnya, tentang sholat tidak bisa berdiri karena kita ada di atas kendaraan. Terdapat sebuah hadits dimana Rasulullah SAW itu disebutkan:

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ أَنَّ النَّبِيَّ كَانَ يُصَلِّي عَلَى رَاحِلَتِهِ نَحْوَ الْمَشْرِقِ فَإِذَا أَرَادَ أَنْ يُصَلِّيَ الْمَكْتُوبَةَ نَزَل فَاسْتَقْبَل الْقِبْلَةَ 

Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahuanhu bahwa Nabi SAW shalat di atas kendaraannya menuju ke arah Timur. Namun ketika beliau mau shalat wajib, beliau turun dan shalat menghadap kiblat. (HR. Bukhari)

Melihat hadits di atas, jika memang kita masih bisa turun kita harus turun. Ada beberapa perusahaan bis antar kota yang mewajibkan kalau subuh itu harus berhenti untuk memberikan kesempatan para penumpangnya shalat subuh, mungkin sopirnya nggak salat subuh tapi penumpangnya dikasih kesempatan untuk shalat, kalau bisa kita pakai bus yang seperti itu atau setidaknya kita bisa negosiasi kepada supirnya agar pada waktu subuh bisa berhenti dulu untuk shalat yang benar.

Namun yang masih belum beres / belum syar’I itu adalah perusahaan-perusahaan bus yang waktu shubuh hajar terus dan tidak berhenti, lalu membiarkan semua penumpangnya tidak shalat dalam arti yang sebenarnya. Kalau kita bawa mobil sendiri dan sebagainya maka kita berhenti dan kita turun, dan kalau kita berada pada kondisi di mana bus tersebut tidak peduli waktu shalat misalnya lalu dia hajar juga sholat subuh tidak berhenti terpaksa kita sholat di atas bus maka jika keadaanya adalah kita tidak berdiri, tidak rukuk, tidak sujud dan yang paling penting kita tidak menghadap kiblat dan sebagainya itu akan dipertanyakan malaikat shalat model apa ini? Shalat yang tidak memenuhi syarat dan rukunnya tapi kalau terpaksa kondisi terjadinya seperti itu, ya kita shalat ya niatnya Ya Allah pokoknya saya niatnya mau sholat ya sebentar saja karena bus nya tidak bisa berhenti dan dengan kecepatan tinggi dan sebagainya anggaplah kita seperti di penjara tapi ketika kita sudah sampai di tempat kita harus mengulangi shalat tadi itu walaupun waktunya sudah lewat setidak-tidaknya untuk menjadi back up kalau nanti di akhirat kita ditanya oleh malaikat, nah kita bilang kita sudah ganti. Maka sebaiknya kita ganti yang tadi niat shalat karena mendesak,ini yang lebih tepat daripada kita hanya shalat begini tapi tidak diganti. Tapi memang ada juga orang yang pada waktu itu dia tidak sholat dengan niat yang penting saya ganti jadi karena percuma juga shalat diatas kendaraan tidak berdiri, rukuk, sujud dan sebagainya,  tapi yang penting diganti. Dan yang paling banyak di antara masyarakat kita yang dilakukan ada ternyata di atas kendaraan dia tidak shalat dan sudah sampai pun tidak shalat juga, emang dasarnya dia nggak suka shalat jadi akhirnya cuma numpang lewat saja shalatnya itu. Itu yang harus kita hindari.

 

Ahmad Sarwat, Lc., MA

Lihat per Bulan : ( 11 12 - 2017) ( 1 2 3 4 5 6 - 2018)