Selain Madzhab Empat | rumahfiqih.com

Selain Madzhab Empat

by : Ahmad Zarkasih, Lc
Fri 2 May 2014 16:37 | 9675 views | bagikan via

Sejarah telah mencatat bahwa Mazhab fiqih dalam Islam bukan hanya 4 mazhab seperti yang banyak diketahui oleh orang-orang kebanyakan; yaitu Imam Hanafi, Imam Malik, Imam Syafi’i dan Imam Ahmad bin Hanbal.

Lebih dari itu banyak sekali Imam Mujtahid Mutlak yang sederajat dengan para Imam 4 tersebut bahkan lebih pintar dan cerdas. Hanya saja memang banyak beberapa mazhab tersebut sudah tidak diikuti, atau fatwa-fatwa mereka sudah tidak lagi sesuai dengan zaman. Dan yang masyhur sampai hari ini dan masih banyak diikuti oleh mayoritas Muslim di jagad raya ini ya 4 mazhab popular tersebut.

Walaupun ada juga yang sampai sekarang masih mengikuti pendapat selain Imam yang 4 itu dengan jumlah pengikut yang tidak banyak memang, seperti Imam Ibnu Hazm atau juga Imam Abu Ja’far yang dikenal dengan Ja’fariyyah, atau juga Imam Zaid bin Ali dengan madzhab Zaidiyah-nya.

Masa 4 Imam Madzhab

Kalau kita buka kitab sejarah kita akan menemukan beberapa nama besar dalam jajaran Mujtahid Mutlak bidang Fiqih tentunya. Diantaranya Imam Al-Laits bin sa’ad (W 175 H) yang hidup sezaman dengan Imam Malik dan disebut sebagai Imamnya negeri Mesir.

Dan beliau jugalah Imam yang sangat dikagumi oleh Imam sayfi’i. Bahkan beliau (Imam Syafi'i) mengatakan: “Imam Al-laits lebih cerdas dari Imam Malik”. (Al-A’lam Lil-Zirikli 5/248)

Di Irak semasa dengan Imam Abu HAnifah, ada juga Imam yang masyhur dengan sebutan Amirul-Mukminin Fil-Hadits (Imam Kaum Muslimin dalam Ilmu Hadits), yaitu Imam Sufyan Ats-tsauri (W 161H).

Dan ternyata beliau bukan saja Imam dalam hadits, tetapi ijtihad-ijtihad beliau dalam bidang Ilmu Fiqih juga sangat dijadikan pegangan oleh kebanyakan Ulama sampai hari ini. Bahkan ketaqwaannya sebagai seorang yang Alim menjadi teladan bagi juniornya.

Sempat ditawari memegang kendali politk Kuffah oleh Al-Mansour Al-Abbasi, namun ia menolah dan pada tahun 144 H beliau keluar dari Kuffah untuk menetap di mekkah.

Ada juga nama besar seperti Imam Al-Auza’i (W 157H), sang imam negeri Syam. Fatwa dan ijtihadnya diamalkan hingga ratusan tahun. Bahkan sampai hari ini, pendapat-pendapat beliau selalu menjadi perhatian bagi para ulama.

Dalam kitab “Tarikh Beirut” (sejarah Beirut), sheikh Sholeh bin Yahya mengatakan: “Imam Auza’i adalah orang dengan pangkat tinggi di negeri Syam, bahkan perintah beliau lebih dihormati oleh penduduk Syam dibanding perintah Sultan Syam sendiri”.

Di Kalangan pengikut Imam Abu Hanifah ada nama besar, Imam Abu Yusuf (W 182H), sahabat sekaligus murid Imam Abu hAnifah sendiri. Pedapat dan ijtihadnya banyak dijadikan rujukan bagi para pengikut mazhab hanafiyah sampai hari ini.

Walaupun ia tergolong sebagai Imam yang bermazhab Hanafi, tetapi tidak sedikit fatwa beliau yang justru berbeda dengan Imam Abu Hanifah sendiri. dan beliaulah orang pertama yang menyebarkan mazhab Hanafi, juga beliau lah orang pertama yang menulis Kitab Ushul Fiqih Mazhab Imam Abu Hanifah.

Juga ada nama masyhur dengan sebutan Ahli tafsir karena kitab tafsirnya yang fenomenal “Jami’ul-Bayan fi Ta’wilil-Qur’an”, yaitu Imam Ibnu Jarir Ath-Thobari (W 310H). Walaupun sebagai Mufassir, beliau juga dikenal sebagai Mujtahid Mutlak ilmu Fiqih, akan tetapi mazhabnya sudah amat sangat jarang sekali kita temui di zaman sekarang.

Sebelum Mazhab 4

Sebelum mazhab 4 yang masyhur itu muncul, ada juga mazhab-mazhab fiqih yang berkembang dari para mujtahid-mujtahid Mutlak zaman tabi’in yang merupakan guru dan sheikh-nya para Imam Mazhab 4 itu tadi. Dan beliau-beliau inilah para alumni yang menyelesaikan pembelajarannya ditangan para Sahabat Nabi Ridhwanullahi ‘Alayhim.

Ada Sa’id bin Al-Musayyib (W 94H) dan Salim bin Abdullan bin Umar (W 106H) di madinah yang banyak mengikuti pendapat kakelnya sayyidina Umar bin Khoththob. Kemudian disusul oleh Al-Zuhri (W 124H) di kota yang sama.

Di Mekkah, ada Atho’ bin Abi Robbah. Ibrahim An-Nakho’i dan Asy-Sya’bi di Kuffah. Thawus bin Kaisan dan juga Makhul dari negeri Syam. Dan masih banyak lagi semisal Ibnu Sirin, Al-aswad, Masruq, dan juga Al-Hasan di negeri Bashrah.

Dan ada Ibul-Hurmuz yang merupakan guru dari Imam Malik, Founder Mazhab Maliki. Ada cerita menarik antara Imam Malik dan Ibnul-Hurmuz sebagaimana diebutkan dalam kitab “Jami’ Bayan AL-‘Ilm Wa Fadhlih” tentang bagaimana ketaqwaan beliau dalam mengajar murid-muridnya termasuk Imam Malik. InsyaAllah kita akan bahas kemudian di forum yang sama.

Kemudian yang banyak dikenal oleh golongan Ahlul-Bait yang hidup jauh sebelum para Imam Mazhab 4, yaitu Imam Zaid bin Ali (W 122H) yang mazhabnya disebut dengan Zaidiyah. Dan Zaidiyah-lah mazhab fiqih yang menjadi mazhabnya Imam As-Shon’ani, pengarang Kitan Subulus-Salam.

Saking cerdasnya, Imam Abu Hanifah memuji cucu dari sayyidina Ali bin Abi Tholib ini dengan mengatakan bahwa “tiada orang yang lebih pintar dari Zaid dizamannya.”

Sebelum Masa Tabi’in

Sebelum para fuqoha’ dan mujtahid-mujtahid dari jajaran Tabi’in muncul terlebih dahulu guru-guru dan sheikh-sheik mereka yang adalah para Sahabat Ridhwanullah ‘Alayhim. Beliau-belau para Sahabat Nabi-lah yang telah menamatkan masa belajarnya langsung dari tangan dan mulut Nabi Muhammad SAW.

Merekalah yang menyaksikan turunnya Al-qur’an, paling tahu tentang Asbab-Nuzul. Meeka yang paling mengerti dengan Makna dan tujuan hadits yang keluar dari perkataan dan perbuatan Nabi SAW. Paling memahami makna da nisi Al-qur’an, serta paling mengerti tentang Dilalah (petunjuk) lafadz syariah.

Siapa yang tidak tahu Kafaqihan Abu Bakr ra, orang pertama yang menggantikan Nabi menjadi Imam sholat ketika Nabi sakit. Kecerdasan Umar bin Khoththob. Kebijakansanaan Ustman bin ‘Affan. Kepintaran Ali bin Abi Tholib. Dan juga Ummul-Mukminin sayyidatuna ‘Aisyah ra.

Ada juga Ibnu Mas’ud, Ibnu Abbas yang terkenal Luwes dalam fatwanya, Ibnu Umar yang terjenal keras dan tegas dalam berfatwa. Muadz bin Jabal, Zaid bin Tsabit, dan Imam-Imam Sahabat lainnya yang memang patut menjadi panutan dan teladan.

Banyak Belajar, Banyak Referensi = Tidak Jumud

Saya mengajak bagi para pembaca sekalian, terlebih jika kita seorang pengajar, penggiat dakwah dan fiqih, banyak dijadikan penutan dan banyak dijadikan tempat bertanya, penting bagi kita untuk mengetahui pendapat para Imam-Imam besar tersebut. Tidak terbatas hanya pada 4 Imam masyhur.

Fiqih adalah sesuatu yang sangat fleksibel. Dan semua fatwa dan Ijtihad para Imam itu pasti terengaruh dengan kondisi dimana sang Imam menjadi Da’i.

kita tahu betul bahwa Imam syafi’I pun mempunyai 2 Qoul; Qadim (lama) sewaktu masih di Irak dan Jadid (baru) sewaktu di Mesir. Qoul yang dahulu dianggap Rajih pada masa lalu bisa saja jadi Marjuh di zaman sekarang. Dan sebaliknya, qoul yang dianggap Marjuh zaman dahulu bisa saja menjadi Rajih jika diterakan di zaman sekarang.

Mengetahui pendapat-pendapat Imam lain akan membuat kita lebih terbuka. Dan pasti menjauhkan kita dari kesempitan, dan kejumudan jika berbicara tentang syariah.

wallahu A'lam

Bagikan via

Baca Lainnya : Ahmad Zarkasih, Lc

Sanad Fiqih Imam Asy-Syafii (bag-1-masyayikh-hijaz)
22 May 2017, 09:30 | 3.793 views
Mencampuradukan Madzhab, Bolehkah?
24 January 2017, 04:39 | 7.998 views
Sanad Fiqih Imam Malik
10 January 2017, 04:36 | 4.111 views
Sanad Fiqih Imam Abu Hanifah
3 January 2017, 05:21 | 3.916 views
Madzhab, Apa dan Bagaimana?
27 December 2016, 05:20 | 4.003 views
Lebih Utama Tidak Berbeda
4 December 2016, 07:24 | 3.635 views
Saya Pilih Madzhab Apa?
23 July 2016, 05:33 | 5.642 views
Bermadzhab, Untuk Apa?
5 July 2016, 17:12 | 1.507 views
Mencatut Nama Qur'an dan Sunnah, Bukan Pekerjaan Ulama Salaf!
26 January 2016, 05:24 | 9.731 views
Sahabat Nabi SAW Tidak Bermadzhab, Benarkah?
25 January 2016, 05:43 | 7.547 views
Bermadzhab, Untuk Apa?
1 August 2015, 11:10 | 7.879 views
Bermadzhab, Untuk Apa?
15 January 2015, 16:40 | 15.319 views
Orang Awam Wajib Taqlid Kepada Ulama
8 December 2014, 00:00 | 8.966 views
Relativisme Kebenaran Dalam Fiqih
12 August 2014, 17:55 | 9.539 views
Madzhab Fiqih Yang Hilang [Bag. 1]
3 June 2014, 04:23 | 8.001 views
Semua Orang Mengaku Syafiiyah Karena Haditsnya Shahih?
20 May 2014, 11:27 | 15.146 views
Selain Madzhab Empat
2 May 2014, 16:37 | 9.675 views
Kenapa Imam Ahmad Punya Banyak Riwayat Fatwa?
22 April 2014, 14:24 | 5.658 views
Kenapa Imam Syafii Digelari Pembela Sunnah?
17 April 2014, 09:19 | 6.917 views
Ini Pendapatku, Bukan al-Quran dan Sunnah
6 April 2014, 17:09 | 8.609 views
Sebelum Imam Syafi'i, Imam Madzhab Tidak Punya Ushul?
4 April 2014, 09:13 | 6.202 views
Imam Abu Hanifah dan Imam Al-Baqir
3 April 2014, 02:08 | 5.766 views
Madzhab Fiqih Zaidiyah
2 April 2014, 02:07 | 10.139 views
Imam Malik, Hadits Mursal dan Amal Ahli Madinah
1 April 2014, 02:06 | 4.966 views
Imam Abu Hanifah dan Qiyas
31 March 2014, 02:05 | 4.402 views
Mengenal Madzhab-Madzhab Fiqih (Bag. 3)
30 March 2014, 02:04 | 4.670 views
Mengenal Madzhab-Madzhab Fiqih (Bag. 2)
29 March 2014, 02:04 | 4.869 views
Mengenal Madzhab-Madzhab Fiqih (Bag. 1)
28 March 2014, 02:03 | 6.392 views

total 861953 views