Aini Aryani, Lc

Apakah Suara Wanita Termasuk Aurat?

Thu, 1 May 2014 05:59

Kita adalah makhluk sosial yang hidup bermasyarakat. Salah satu konsekwensinya adalah saling bermuamalah satu sama lain dengan cara yg baik dan tidak berseteru dengan agama.

Mengenai suara wanita, para ulama memang berbeda pendapat mengenai hukumnya. Namun, jumhur (mayoritas ulama) berpendapat bahwa suara wanita bukanlah aurat.

Hadist yang berbunyi `shautul mar`ah aurah` (suara wanita adalah aurat) bukanlah hadits shahih, sebagian berpendapat hadits ini dhaif (lemah) dan sebagian yang lain bahkan mengatakannya sebagai hadits maudu` (palsu).

Dahulu kala, Ummul Mukminin Aisyah RA, beliau dalam meriwayatkan hadist tidak menuliskannya dalam bentuk tulisan, namun menyampaikannya langsung secara lisan kepada para shahabat Rasulullah SAW.

Padahal sebagaimana kita tahu, beliau adalah seorang wanita ahli syariah yang sangat sering meriwayatkan hadits. Beliau termasuk dalam 4 perawi yang paling banyak meriwayatkan hadits, setelah Abu Hurairah, Anas Ibn Malik, dan Ibnu Umar.

Bahkan, Rasulullah SAW sendiripun meluangkan satu hari khusus untuk mengajarkan secara langsung ilmu-ilmu agama Islam kepada para wanita muslimah saat itu, tanpa perantara istri-istri beliau. Beliau SAW secara langsung berdialog secara lisan dengan para wanita yang ingin belajar kepada beliau SAW.

Imam Nawawi dalam kitabnya `Raudhatu-t-Thalibin` menyatakan bahwa pada dasarnya suara wanita bukanlah aurat, akan tetapi hal tersebut bisa berubah hukumnya ketika dalam keadaan ditakutkan adanya fitnah (sesuatu yang dapat mengganggu kekhusyu`an dalam beribadah).

Ibrahim al-Marwidzi juga sependapat dengan Imam Nawawi dalam hal ini, beliau menambahkan bahwa wanita hendaknya tidak melantangkan suaranya dalam berbicara.

Dalam surat Al-Ahzab ayat 32, Allah SWT berfirman,

"Hai isteri-isteri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu `tunduk` dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada `penyakit dalam hatinya` dan ucapkanlah perkataan yang baik."

Yang dimaksud dengan tunduk dalam berbicara disini ialah berbicara dengan sikap yang dapat menimbulkan keberanian orang untuk bertindak yang tidak baik terhadap mereka. Sedangkan yang dimaksud dengan dalam hati mereka ada penyakit ialah: orang yang mempunyai niat berbuat tidak senonoh dengan wanita, seperti zina.

Jadi, kita sah-sah saja berbicara secara langsung dengan lawan jenis sejauh tidak membawa dampak negatif. Silakan saja seorang wanita menyampaikan pendapatnya pada kaum adam. Tapi sekali lagi, yang perlu digaris bawahi, hendaknya kita tidak membuat-buat bunyi suara kita ketika berbicara, atau mendesah-desahkannya. Yang demikian untuk menghindari adanya fitnah dan madharat atau efek negatif lainnya. 

Wallahu a`lam bishowab .

Aini Aryani, Lc

LAINNYA
Menata Hubungan LDR Suami Isteri
Aini Aryani, Lc | Sat, 3 November 2018 17:50
Feminis Kurang Piknik
Aini Aryani, Lc | Sun, 23 April 2017 01:00
Darah Keluar Saat Hamil, Haid Atau Bukan?
Aini Aryani, Lc | Mon, 9 January 2017 06:43
Darah Keluar Menjelang Persalinan; Nifas Atau Istihadhah?
Aini Aryani, Lc | Mon, 2 January 2017 23:44
Poligami (2) : Sakitpun Suami Masih Wajib Menggilir Isteri-Isterinya?
Aini Aryani, Lc | Sun, 18 December 2016 12:32
Al Muwalah : Bolehkah Mencicil Mandi Janabah ?
Aini Aryani, Lc | Tue, 13 December 2016 05:53
Poligami (1) : Adil Menggilir Para Isteri Ala Rasulullah
Aini Aryani, Lc | Fri, 9 December 2016 15:09
Khitan Bagi Wanita, Wajibkah?
Aini Aryani, Lc | Sun, 21 August 2016 09:20
Haid Sudah Selesai, Tapi Belum Mandi Janabah, Bolehkah Berhubungan Suami-Isteri ?
Aini Aryani, Lc | Tue, 2 August 2016 08:26
Suci Dari Haid di Waktu Ashar, Wajibkah Meng-qadha Shalat Dzuhurnya?
Aini Aryani, Lc | Wed, 27 July 2016 09:17
Mahram Bagi Wanita Dari Jalur Nasab, Siapa Sajakah?
Aini Aryani, Lc | Fri, 24 June 2016 06:05
Saat Mandi Janabah, Haruskah Wanita Mengurai Rambutnya Yang Digelung Atau Dikepang?
Aini Aryani, Lc | Tue, 21 June 2016 15:50
Bolehkah Wanita Mengusap Bagian Atas Kerudungnya Sebagai Ganti Mengusap Kepala Saat Wudhu
Aini Aryani, Lc | Tue, 7 June 2016 10:34
Bersentuhan Dengan Isteri, Batalkah Wudhu Suami?
Aini Aryani, Lc | Sat, 28 May 2016 17:21
Angin Keluar Lewat Vagina, Apakah Membatalkan Wudhu Seperti Buang Gas?
Aini Aryani, Lc | Sun, 20 March 2016 16:22
Belajar Fiqih Wanita Itu Penting. Mengapa?
Aini Aryani, Lc | Tue, 23 February 2016 11:27
Batasan Bolehnya Mencumbui Isteri Yang Sedang Haid
Aini Aryani, Lc | Thu, 3 December 2015 21:01
Masuk Waktu Shalat Tapi Belum Mengerjakan, Lalu Keluar Darah Haid. Wajibkah Mengqadha
Aini Aryani, Lc | Tue, 10 November 2015 22:11
Bolehkah Ayah Biologis Menikahi Puterinya dari Hasil Zina?
Aini Aryani, Lc | Fri, 30 October 2015 18:35
Sikap Suami-Isteri Yang Syari Tapi Tidak Patut
Aini Aryani, Lc | Mon, 14 September 2015 00:24
Siapa Keluarga Istri yang Jadi Mahram Bagi Suaminya?
Aini Aryani, Lc | Mon, 13 July 2015 07:22
Berzina Menjadikannya Mahram Dengan Ibunya?
Aini Aryani, Lc | Mon, 8 June 2015 09:41
Batasan Aurat Wanita Bagi Mahramnya
Aini Aryani, Lc | Tue, 5 May 2015 11:12
Hamil, Dicerai, Lalu Keguguran. Selesaikah Iddahnya?
Aini Aryani, Lc | Thu, 30 April 2015 17:18
Nifas Lebih Dari 60 Hari, Apakah Jadi Haid Atau Istihadlah?
Aini Aryani, Lc | Tue, 21 April 2015 17:54
Apakah Suara Wanita Termasuk Aurat?
Aini Aryani, Lc | Thu, 1 May 2014 05:59
Belum Qadha' Puasa Tapi Sudah Datang Ramadhan Berikutnya
Aini Aryani, Lc | Thu, 10 April 2014 05:18
Wanita Hamil & Menyusui : Qadha Atau Fidyah?
Aini Aryani, Lc | Wed, 9 April 2014 05:17
Al-Muzani dan At-Thabary Membolehkan Wanita Mengimami Laki-laki, Benarkah?
Aini Aryani, Lc | Tue, 8 April 2014 01:17
Darah Terputus-putus; Antara Haid & Istihadlah
Aini Aryani, Lc | Mon, 7 April 2014 06:32
Halal Haram Menyambung Rambut
Aini Aryani, Lc | Sun, 6 April 2014 07:10
Denda Berhubungan Seksual Saat Haid
Aini Aryani, Lc | Sat, 5 April 2014 18:13
Islam Cenderung Patriarkal, Benarkah?
Aini Aryani, Lc | Thu, 3 April 2014 18:12
Masa Iddah, Istri Masih Berhak Dinafkahi?
Aini Aryani, Lc | Tue, 1 April 2014 18:11

Jadwal Shalat DKI Jakarta

5-6-2020
Subuh 04:36 | Zhuhur 11:53 | Ashar 15:15 | Maghrib 17:48 | Isya 19:00 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img