Madrasah Fiqhiyah An-Nizhamiyah | rumahfiqih.com

Madrasah Fiqhiyah An-Nizhamiyah

by : Sutomo Abu Nashr, Lc
Mon 4 July 2016 02:12 | 2343 views | bagikan via

Dalam sejarah peradaban Islam, lahirnya para ulama, fuqaha, mufassir dan lain-lain tidak lepas dari peran para penguasa yang ikut berkontribusi dalam membangun pusat-pusat kajian kajian keilmuan. Perpustakaan, universitas, bahkan sampai pada lingkar studi di berbagai pojokan masjid hidup subur hingga berhasil mencetak generasi yang sangat mendalami ilmu agama ini.

Damaskus

Di wilayah Dimaskus yang sempat menjadi ibukota pemerintahan Islam di masa Bani Umawiyah misalnya, ada ratusan madrasah dan zawiyah. Di antaranya :

  • Madrasah Ar Rawahiyyah yang melahirkan sosok Imam Nawawi dalam madzhab As-Syafi’i.
  • Madrasah As Shalihiyyah yang melahirkan sosok Ibnu Qudamah Al Hanbali.
  • Madrasah At Tajiah tempatnya Syaikh Tajuddin Al Kindi Al Hanafi.
  • Madrasah As Shamsha’miyah yang dibimbing oleh tokoh besar madzhab maliki Al Faqih Nuruddin Ali ibn Abdunnashir. Banyak para tokoh besar dan ulama kibar yang hadir dalam majlis al Faqih Nuruddin ini. Bahkan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah yang bermadzhab hanbali pun sempat rutin hadir dalam majlis beliau.

Khilafah Bani Abasiyah

Selain Damaskus, beberapa madrasah khusus fiqih juga tersebar di kota dan wilayah yang lain. Pada masa pemerintahan Bani ‘Abbasiyah, ada seorang menteri yang sangat memperhatikan dunia akademis. Menteri yang dikenal dengan gelar Nizhamul Muluk ini bahkan memiliki satu majelis khusus para ulama yang diselenggarakan di istananya.

Ada jadwal khusus dimana para ulama itu diundang secara rutin untuk berdiskusi dan membahas berbagai persoalan ilmiah keagamaan dan Nizhamul Muluk dengan khusyuk menyimaknya.

Selain majelis khusus tersebut, menteri yang sangat mencitai ilmu dan ulama ini juga mendirikan beberapa universitas di beberapa kota. Semua universitas tersebut itulah yang dikenal di masa lalu dengan nama Madrasah Nidhamiyyah.

Menurut informasi yang disampaikan oleh Imam As Subki, wilayah-wilayah yang dibangun di dalamnya madrasah nidhamiyyah adalah Baghdad, Balkh, Naisabur, Hirah, Asfihan, Bashrah, Marwa, Amal Thabaristhan dan Mosul.

Kurukulum

Sebagaimana layaknya kampus hari ini, madrasah nidhamiyyah juga memiliki kurikulum dan aturan akademik.

Salah satu aturan yang cukup khas adalah bahwa semua staf masyayikh dan pengajar diambil dari madzhab syafi’i. Bahkan seperti yang diisyaratkan oleh ibnul Jauzi, petugas dan penanggung jawab buku-bukupun diangkat dari madzhab as Syafi’i.

Gaji dan Bea Siswa

Demi kelancaran proses perkuliahan, semua fasilitas yang diperlukan juga dipenuhi dengan cukup banyak oleh Nidzamul Muluk. Para pegawai dan pengajar diberikan wakaf khusus.

Para mahasiswa juga mendapatkan beasiswa wakaf sebesar 10.000 dinar. Dan setiap harinya mendapatkan 4 rithl roti. Masing-masing madrasah nidhamiyah memang berbeda-beda besaran dan bentuk pelayanannya kepada setiap mahasiswanya.

Asrama

Selain itu tentunya bagi para mahasiswa juga disediakan asrama. Di dalamnya juga disediakan kitab-kitab referensi sebagai bahan kajian yang penanggungjawabnya dari madzhab as Syafi’i.

Dosen dan Guru Besar

Para ulama besar yang pernah menjabat sebagai guru besar di madrasah-madrasah nidhamiyyah antara lain :

1. Imam al-Haramain

Beliau adalah penulis Nihayah al Mathlab ini menjadi guru besar dalam fiqih dan ushul fiqih di Madrasah Nidhamiyah Naisabur.

2. Ilkiya al Harrasi

Beliau adalah salah satu alumni madrasah nidhamiyah dan juga murid terbaik Imam al Haramain. Memiliki karya dalam bidang tafsir fiqih dengan judul Ahkam al Qur’an.

3. Abu Ishaq as Syairazi

Di Madrasah Nidhamiyyah Baghdad, kita mengenal ada Imam Abu Ishaq as Syairazi. Beliau adalah penulis kitab Al Muhadzab dalam fiqih dan Al Luma’ dan At Tabshirah dalam Ushul Fiqih.

4. Al-Imam Al-Ghazali

Dan tentu saja kita tidak melupakan ada Hujjatul Islam Imam al Ghazali. Salah satu murid terbaik Imam al Haramain dan sahabat karib Ilkiya al Harrasi ini, memiliki banyak sekali karya yang menjelaskan dan meringkas karya gurunya; Al Basith, Al Wasith, Al Wajiz dan al Khulashah.

Dalam ushul fiqih beliau juga memilki lebih dari dua buah kitab. Salah satunya yang pernah diperlihatkan kepada sang guru yang membuat beliau memberikan komentar, “Kamu telah menguburku di saat aku masih hidup”. Kitab Al-Mankhul, Tahdzibul Ushul dan Al-Mushtashfa adalah karya-karya beliau dalam ushul fiqih.

Dan masih banyak lagi para pengajar yang bergiat ilmiah akademik di madrasah-madrasah An-Nizhamiyah ini. Dari lingkungan madrasah yang kental akan suasana ilmiah itulah lahir banyak karya, banyak ulama, dan tentu saja mengalir terus banyak pahala.

(masih akan berlanjut)

Bagikan via

Baca Lainnya : Sutomo Abu Nashr, Lc

Bibliografi Dalam Islam (bagian-2)
13 January 2017, 08:58 | 1.688 views
Bibliografi Dalam Islam (bagian-1)
8 January 2017, 20:15 | 2.018 views
Fiqih dan Sastra
3 December 2016, 07:21 | 1.900 views
Madrasah Fiqhiyah An-Nizhamiyah
4 July 2016, 02:12 | 2.343 views
Raudhah 6 : Fatwa dalam Bingkai Sastra
13 March 2015, 11:34 | 5.031 views
Raudhah 5 : Mata yang Lapar
17 December 2014, 07:06 | 6.091 views
Raudhah 4 : Nasihat Sang Faqih kepada Calon Faqih
15 December 2014, 23:50 | 4.583 views
Raudhah 3 : Ini juga Taman Fiqih
12 December 2014, 09:10 | 3.443 views
Raudhah 2 : Taman Fiqih
12 December 2014, 08:47 | 3.712 views
Raudhah 1 : Sepenggal Kisah
22 August 2014, 08:51 | 4.626 views

total 831868 views