Darah Keluar Menjelang Persalinan; Nifas Atau Istihadhah? | rumahfiqih.com

Darah Keluar Menjelang Persalinan; Nifas Atau Istihadhah?

by : Aini Aryani, Lc
Mon 2 January 2017 23:44 | 2242 views | bagikan via

Nifas adalah darah yang keluar setelah melahirkan, sebagaimana definisi dari madzhab Hanafi dan Syafi’i.[1]

Ulama dari madzhab Maliki mengatakan bahwa Nifas adalah darah yang keluar akibat melahirkan dengan cara yang lazim, bukan karena penyakit, yang keluar setelah atau berbarengan dengan lahirnya bayi, bukan sebelum bayi lahir.[2]

Sedangkan ulama dari madzhab Hambali mengatakan bahwa darah yang keluar dari rahim wanita setelah melahirkan, atau bersamaan dengan lahirnya bayi, atau keluar dua hingga tiga hari sebelum melahirkan yang disertai nyeri tanda persalinan.[3]

Dalam kasus ini, kadangkala wanita mengalami perdarahan (bleeding) sebelum melahirkan bayinya, baik itu pada masa kehamilan, ataupun pada saat kontraksi jelang persalinan dimana mulut rahim mulai terbuka. Pertanyaannya, ini masuk dalam kategori darah apa? Ulama berbeda pendapat dalam hal ini.

Perbedaan pendapat berkisar pada 2 hal : [a] Apakah wanita hamil bisa mengalami haid? [b] Darah yang keluar beberapa hari jelang persalinan disebut nifas atau istihadah? Mengenai yang pertama, insya Allah akan kami bahas di artikel yang ini. Sedangkan pertanyaan yang kedua, berikut penjelasannya:

Darah yang keluar beberapa hari jelang persalinan; Nifas atau Istihadah?

Ulama Fiqih berbeda pendapat dalam hal ini :

1. Madzhab al-Hanafiyah dan as-Syafi’iyah

Ulama madzhab Hanafi dan Syafii sepakat bahwa nifas adalah darah keluar setelah bayi benar-benar keluar dari rahim. Sedangkan darah yang keluar berbarengan dengan bayi, maupun jelang persalinan tidaklah disebut nifas, melainkan istihadhah.

Hal ini ditegaskan olah Zakariya Al-Anshari, salah satu ulama dari madzhab Syafi’i:

و الدم الخارج مع الولد ودم الطلق ليس شيء منهما بحيض لأنه من آثار الولادة ولا نفاس لتقدمه على خروج الولد بل دم فساد

Darah yang keluar bersama janin dan pada saat kontraksi bukanlah darah haid, karena ia termasuk dari sisa melahirkan juga bukan nifas karena ia keluar lebih dulu dari keluarnya janin. Tapi ia darah fasid (istihadhah).”[4]

Al-Khatib As-Syirbini juga menegaskan:

والنفاس هو الدم الخارج بعد فراغ الرحم من الحمل، فخرج بما ذكر دم الطلق،والخارج مع الولد فليسا بحيض؛لأن ذلك من آثار الولادة، ولا نفاس لتقدمه على خروج الولد بل ذلك دم فساد

Nifas adalah darah yang keluar setelah rahim bersih dari janin. Sedangkan darah yang keluar bersama janin bukanlah darah haid karena itu termasuk darah sisa melahirkan, juga bukan nifas karena ia keluar sebelum keluarnya janin akan tetapi dia adalah darah fasid (istihadhah).”[5]

Ibnu Hajar al-Haitami menambahkan :

لو رأت الحامل يوما وليلة دما قبيل الطلق كان حيضا

"Jika wanita hamil melihat darah selama satu hari satu malam mendekati waktu persalinan maka itu adalah haid".[6]

Statemen dari Ibnu Hajar Al-Haitami menjelaskan bahwa jika wanita keluar darah (mendekati waktu persalinan, sebelum melahirkan) selama sehari semalam berturut-turut, maka darah itu disebut darah haid. Sebab dalam madzhab ini durasi minimal haid adalah sehari semalam. Sedangkan jika tidak keluar berurutan selama sehari semalam, dan warnanya tidak seperti haid, maka disebut darah istihadhah.

Misalnya yang keluar adalah bercak dan flek, atau darah bercampur lendir yang keluarnya tidak konsisten. Jika darah semacam ini keluar sebelum bayi benar-benar keluar, maka disebut istihadah.

2. Madzhab al-Malikiyyah

Madzhab ini berpendapat bahwa nifas dimulai sejak adanya darah yang keluar berbarengan dengan keluarnya sebagian besar tubuh bayi. Adapun darah yang keluar sebelum itu, ataupun di masa kontraksi jelang persalinan bukanlah nifas, melainkan istihadhah.

Pendapat ini dijelaskan oleh Imam Az-Zaila’i sebagai berikut :

ولو خرج بعض الولد فإن خرج أكثره يكون نفاسا، وإلا فلا

Jika yang keluar adalah sebagian besar dari tubuh bayi maka darah yang keluar disebut nifas. Akan tetapi jika yang keluar hanya sebagian kecil dari tubuh bayi maka itu bukan nifas”.[7]

Ibnul Humam dalam Syarah Fathul Qadir juga menegaskan:

فصل في النفاس (النفاس هو الدم الخارج عقيب الولادة (والدم الذي تراه الحامل ابتداء أو حال ولادتها قبل خروج الولد استحاضة) وإن كان ممتدا

Nifas adalah darah yang keluar setelah melahirkan. Sedangkan darah yang keluar dari wanita hamil pada awal atau saat ia melahirkan sebelum keluarnya janin dianggap istihadhoh, walaupun itu berlangsung lama.”[8]

3. Madzhab al-Hanabilah

Ulama dari kalangan madzhab Hambali berpendapat bahwa darah yang keluar sebelum bayi lahir bisa saja disebut darah nifas jika keluarnya 2 atau 3 hari jelang persalinan.

Artinya, jika wanita hamil merasakan nyeri (kontraksi) akibat adanya tanda persalinan, lalu 2 atau 3 hari jelang persalinan ada darah keluar dari kemaluannya, maka darah ini sudah bisa disebut darah nifas. Dan nifas ini bisa berlangsung hingga maksimal 40 hari.

Akan tetapi, jika keluarnya masih jauh-jauh hari sebelum persalinan, maka darah tersebut bukanlah darah nifas, tapi istihadhah. Begitu juga jika keluarnya tidak disertai tanda-tanda persalinan seperti nyeri dan kontraksi.

Ibnu Qudamah, salah ulama dari madzhab ini menjelaskan: dalam Al-Mughni 1/262:

ولنا: أنه دم خرج بسبب الولادة فكان نفاسا، كالخارج بعده وإنما يعلم خروجه بسبب الولادة إذا كان قريبا منها ويعلم ذلك برؤية أماراتها؛ من المخاض ونحوه في وقته: وأما إن رأت الدم من غير علامة على قرب الوضع، لم تترك له العبادة

Dalam mazhab kami (Hanabilah), darah yang keluar sebelum melahirkan adalah nifas. Disamakan dengan darah yang keluar sesudahnya (nifas). Dan hal itu diketahui jika darah yang keluar mendekati waktu melahirkan. Adapun jika darah yang keluar tidak diikuti dengan tanda-tanda melahirkan maka dia adalah darah fasid (istihadhah) dan wanita itu tidak boleh meninggalkan ibadah.” [9]

Kesimpulan

Seluruh ulama fiqih sepakat bahwa darah yang keluar dari rahim wanita setelah bayinya lahir disebut darah nifas. Akan tetapi sebagian wanita mengalami perdarahan sebelum bayinya lahir, yakni menjelang persalinan. Khususnya saat mulut rahimnya mengalami kontraksi dan mulai terbuka pada pembukaan 1 hingga 10. Dalam hal ini ulama berbeda pendapat.

Mayoritas ulama dari madzhab Hanafi, Maliki dan Syafii sepakat bahwa darah yang keluar sebelum bayi lahir disebut darah istihadah. Madzhab Maliki menambahkan bahwa darah nifas bisa dihitung sejak sebagian besar tubuh bayi keluar dari rahim.

Namun Madzhab Hambali berpendapat berbeda. Menurut ulama madzhab ini darah yang keluar 2 atau 3 hari akibat kontraksi jelang persalinan disebut nifas, bukan istihadhah.

Wallahu A'lam Bishshawab.
Aini Aryani, Lc.

 

Bibliografi:

[1] Ar-Ramliy, Nihayatul Muhtaj, jilid 1 hal305.

[2] Ad-Dasuqi, Hasyiyah Ad-Dasuqi jilid 1 hal 174.

[3] Al-Buhuti, Kasysysaf al-Qinna’ jilid 1 hal 218.

[4] Zakariya Al-Anshari, Asnal Mathalib jilid 1 hal 114.

[5] Al-Khatib As-Syirbini, Mughni al-Muhtaj jilid 1 hal 277.

[6] Ibnu Hajar Al-Haitami, Tuhfatul Muhtaj jilid 1 hal 385.

[7] Az-Zaila’i, Tabyin al-Haqa’iq jilid 1 hal 67.

[8] Ibn Al-Humam, Syarah Fathul Qadir jilid 1 hal 186.

[9] Ibnu Qudamah, Al-Mughni jilid 1 hal 262

Bagikan via


Baca Lainnya :

Poligami (2) : Sakitpun Suami Masih Wajib Menggilir Isteri-Isterinya?
18 December 2016, 12:32 | 2.560 views
Al Muwalah : Bolehkah Mencicil Mandi Janabah ?
13 December 2016, 05:53 | 2.103 views
Poligami (1) : Adil Menggilir Para Isteri Ala Rasulullah
9 December 2016, 15:09 | 1.050 views
Khitan Bagi Wanita, Wajibkah?
21 August 2016, 09:20 | 1.066 views
Haid Sudah Selesai, Tapi Belum Mandi Janabah, Bolehkah Berhubungan Suami-Isteri ?
2 August 2016, 08:26 | 2.511 views
Suci Dari Haid di Waktu Ashar, Wajibkah Meng-qadha Shalat Dzuhurnya?
27 July 2016, 09:17 | 1.536 views
Mahram Bagi Wanita Dari Jalur Nasab, Siapa Sajakah?
24 June 2016, 06:05 | 1.765 views
Saat Mandi Janabah, Haruskah Wanita Mengurai Rambutnya Yang Digelung Atau Dikepang?
21 June 2016, 15:50 | 1.349 views
Bolehkah Wanita Mengusap Bagian Atas Kerudungnya Sebagai Ganti Mengusap Kepala Saat Wudhu
7 June 2016, 10:34 | 2.530 views
Bersentuhan Dengan Isteri, Batalkah Wudhu Suami?
28 May 2016, 17:21 | 4.027 views
Angin Keluar Lewat Vagina, Apakah Membatalkan Wudhu Seperti Buang Gas?
20 March 2016, 16:22 | 3.382 views
Belajar Fiqih Wanita Itu Penting. Mengapa?
23 February 2016, 11:27 | 2.112 views
Batasan Bolehnya Mencumbui Isteri Yang Sedang Haid
3 December 2015, 21:01 | 6.847 views
Masuk Waktu Shalat Tapi Belum Mengerjakan, Lalu Keluar Darah Haid. Wajibkah Mengqadha
10 November 2015, 22:11 | 5.112 views
Bolehkah Ayah Biologis Menikahi Puterinya dari Hasil Zina?
30 October 2015, 18:35 | 6.067 views
Sikap Suami-Isteri Yang Syari Tapi Tidak Patut
14 September 2015, 00:24 | 20.833 views
Siapa Keluarga Istri yang Jadi Mahram Bagi Suaminya?
13 July 2015, 07:22 | 9.447 views
Berzina Menjadikannya Mahram Dengan Ibunya?
8 June 2015, 09:41 | 6.688 views
Batasan Aurat Wanita Bagi Mahramnya
5 May 2015, 11:12 | 13.066 views
Hamil, Dicerai, Lalu Keguguran. Selesaikah Iddahnya?
30 April 2015, 17:18 | 3.866 views
Nifas Lebih Dari 60 Hari, Apakah Jadi Haid Atau Istihadlah?
21 April 2015, 17:54 | 17.793 views
Apakah Suara Wanita Termasuk Aurat?
1 May 2014, 05:59 | 24.482 views
Haramkah Potong Rambut dan Kuku Waktu Haidh?
11 April 2014, 05:19 | 47.569 views
Belum Qadha' Puasa Tapi Sudah Datang Ramadhan Berikutnya
10 April 2014, 05:18 | 16.936 views
Wanita Hamil & Menyusui : Qadha Atau Fidyah?
9 April 2014, 05:17 | 17.636 views
Al-Muzani dan At-Thabary Membolehkan Wanita Mengimami Laki-laki, Benarkah?
8 April 2014, 01:17 | 6.458 views
Darah Terputus-putus; Antara Haid & Istihadlah
7 April 2014, 06:32 | 12.860 views
Halal Haram Menyambung Rambut
6 April 2014, 07:10 | 6.283 views
Denda Berhubungan Seksual Saat Haid
5 April 2014, 18:13 | 5.932 views
Islam Cenderung Patriarkal, Benarkah?
3 April 2014, 18:12 | 4.714 views
Masa Iddah, Istri Masih Berhak Dinafkahi?
1 April 2014, 18:11 | 8.026 views

total 742913 views