Aini Aryani, Lc

Saat Mandi Janabah, Haruskah Wanita Mengurai Rambutnya Yang Digelung Atau Dikepang?

Tue, 21 June 2016 15:50

Jumhur (mayoritas) ulama dari madzhab Hanafi, Maliki, Syafi'i dan sebagian dari Hambali berpendapat bahwa dalam melakukan mandi janabah, wanita tidak wajib mengurai rambutnya yang terkepang atau tergelung, yang penting air sampai ke kulit kepalanya dan membasahi seluruh kulit dan rambutnya.

Namun, jika tanpa menguraikan kepangan itu air menjadi tidak bisa membasahi seluruh rambut dan kulit kepalanya, maka gelungan dan kepangannya harus diuraikan. Sebagaimana hadits yang diriwayatkan dari Ummu Salamah, isteri Rasulullah :

يا رسول الله، إني امرأة أشد ضفر رأسي فأنقضه لغسل الجنابة؟ قال: لا، إنما يكفيك أن تحثي على رأسك ثلاث حثيات، ثم تفيضين عليك الماء فتطهرين

"Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku adalah wanita yang memiliki kepangan rambut yang sangat kuat, apakah aku harus menguraikannya pada saat mandi janabah? Rasul Menjawab: Tidak, cukup engkau memercikkan air tiga kali ke atas kepalamu, kemudian mengguyurkan air ke atasnya, lalu engkau menjadi suci" (HR. Muslim)

Ulama dari Madzhab Hambali sepakat dengan pendapat jumhur ulama mengenai tidak wajibnya mengurai kepangan dan gelungan rambutnya pada saat mandi janabah dari jima', Namun sebagian yang lain berbeda dalam hal mandi janabah dari Haid dan Nifas.

Dalam hal wanita yang suci dari haid dan nifas, ulama Madzhab Hambali terbagi menjadi dua pendapat: Sebagian mengatakan bahwa wanita yang suci dari haid dan nifas wajib membuka gelungan dan kepangan rambutnya pada saat mandi janabah.

Namun, sebagian ulama lain dari madzhab ini mengatakan sebaliknya. Yakni bahwa wanita tidak wajib menguraikan gelungan dan kepangan rambutnya. Adapun pendapat kedua inilah yang sepakat dengan pendapat mayoritas ulama.

Mengapa sebagian ulama dari Madzhab Hambali membedakan antara mandi janabah dari jima' dan dari haid atau nifas?

Sebab mandi janabah dari jima' jauh lebih sering dilakukan. Maka akan memberatkan bagi wanita jika ia harus membuka gelungan dan kepangan rambutnya berkali-kali, apalagi jika ia menjadi pengantin baru.

Berbeda dengan wanita yang suci dari haid dan nifas, dimana ini tidak terlalu sering dilakukannya. Maka, dalam hal ini madzhab Hambali mengharuskan wanita untuk mengurai kepangan dan gelungannya saat mandi untuk bersuci. Dalilnya adalah sabda Rasulullah SAW pada bunda Aisyah saat beliau baru bersih dari haid:

انقضي شعرك وامتشطي

"uraikanlah rambutmu, dan bersisirlah"

Disini, Rasul memerintahkan Aisyah agar menguraikan dan menyisir rambutnya terlebih dahulu sebelum mandi janabah dari haidnya. Memang pada dasarnya, wanita harus membuka kepangan dan gelungannya pada saat mandi agar air mudah merata sampai pada kulit kepada dan rambutnya.

Adapun bolehnya untuk tidak membuka kepangan dan gelungan pada saat mandi janabah dari jima' itu merupakan keringanan untuk menghilangkan masyaqqah (kesulitan) karena lebih sering dilakukan dari pada mandi dari haid dan nifas.

Walau terbagi menjadi 2 pendapat, namun yang menjadi pendapat resmi dalam madzhab Hambali adalah bahwa membuka gelungan rambut saat mandi janabah, baik dari jima' maupun haid tidaklah wajib bagi wanita, melainkan sekedar anjuran saja. Yang penting kulit kepala dan rambutnya dapat terbasahi oleh air saat mandi.

Hal ini disebutkan oleh Ibnu Qudamah dalam kitabnya Al-Mughni jilid 1 halaman 226-227 :

قال بعض أصحابنا: هذا مستحب غير واجب، وهو قول أكثر الفقهاء، وهو الصحيح إن شاء الله؛ لأن في بعض ألفاظ حديث أم سلمة أنها قالت للنبي: صلى الله عليه وسلم إني امرأة أشد ضفر رأسي فأنقضه للحيضة والجنابة؟ فقال: لا، إنما يكفيك أن تحثي على رأسك ثلاث حثيات، ثم تفيضين عليك الماء فتطهرين . وهي زيادة يجب قبولها، وهذا صريح في نفي الوجوب

"Sebagian ulama dari madzhab kami (Hambali): hal ini (mengurai rambut) sifatnya mustahab (dianjurkan), dan inilah pendapat mayoritas ulama fiqih, dan inilah pendapat yang benar insyaa Allah, Sebagaimana hadits dari Ummu Salamah yang isinya:
'Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku adalah wanita yang memiliki kepangan rambut yang sangat kuat, apakah aku harus menguraikannya pada saat mandi janabah (dari jima') dan dari haid?
Tidak, cukup engkau memercikkan air tiga kali ke atas kepalamu, kemudian mengguyurkan air ke atasnya, lalu engkau menjadi suci'.
Lafadz HAID dalam hadits ini adalah tambahan dalil yang wajib untuk diterima, dan hadits tersebut menjelaskan tidak adanya kewajiban untuk menguraikan rambutnya (saat mandi janabah, baik dari haid maupun jima'
)".

Kesimpulan

Sebagian ulama dari madzhab Hambali mewajibkan wanita membuka gelungan dan kepangan rambutnya pada saat mandi janabah dari Haid dan Nifas. Namun itu bukan menjadi pendapat resmi madzhab ini.

Adapun pendapat resmi dari madzhab Hambali adalah bahwa membuka gelungan dan kepangan rambut bagi wanita pada saat mandi janabah itu TIDAK WAJIB, melainkan anjuran saja. Baik mandi dari Jima' maupun dari Haid dan Nifas. Asalkan air bisa merata di kulit kepala dan rambutnya. Dan inilah yang disepakati oleh Mayoritas ulama dari empat madzhab.

Wallahu A'lam bishshowab

Aini Aryani, Lc

LAINNYA
Menata Hubungan LDR Suami Isteri
Aini Aryani, Lc | Sat, 3 November 2018 17:50
Feminis Kurang Piknik
Aini Aryani, Lc | Sun, 23 April 2017 01:00
Darah Keluar Saat Hamil, Haid Atau Bukan?
Aini Aryani, Lc | Mon, 9 January 2017 06:43
Darah Keluar Menjelang Persalinan; Nifas Atau Istihadhah?
Aini Aryani, Lc | Mon, 2 January 2017 23:44
Poligami (2) : Sakitpun Suami Masih Wajib Menggilir Isteri-Isterinya?
Aini Aryani, Lc | Sun, 18 December 2016 12:32
Al Muwalah : Bolehkah Mencicil Mandi Janabah ?
Aini Aryani, Lc | Tue, 13 December 2016 05:53
Poligami (1) : Adil Menggilir Para Isteri Ala Rasulullah
Aini Aryani, Lc | Fri, 9 December 2016 15:09
Khitan Bagi Wanita, Wajibkah?
Aini Aryani, Lc | Sun, 21 August 2016 09:20
Haid Sudah Selesai, Tapi Belum Mandi Janabah, Bolehkah Berhubungan Suami-Isteri ?
Aini Aryani, Lc | Tue, 2 August 2016 08:26
Suci Dari Haid di Waktu Ashar, Wajibkah Meng-qadha Shalat Dzuhurnya?
Aini Aryani, Lc | Wed, 27 July 2016 09:17
Mahram Bagi Wanita Dari Jalur Nasab, Siapa Sajakah?
Aini Aryani, Lc | Fri, 24 June 2016 06:05
Saat Mandi Janabah, Haruskah Wanita Mengurai Rambutnya Yang Digelung Atau Dikepang?
Aini Aryani, Lc | Tue, 21 June 2016 15:50
Bolehkah Wanita Mengusap Bagian Atas Kerudungnya Sebagai Ganti Mengusap Kepala Saat Wudhu
Aini Aryani, Lc | Tue, 7 June 2016 10:34
Bersentuhan Dengan Isteri, Batalkah Wudhu Suami?
Aini Aryani, Lc | Sat, 28 May 2016 17:21
Angin Keluar Lewat Vagina, Apakah Membatalkan Wudhu Seperti Buang Gas?
Aini Aryani, Lc | Sun, 20 March 2016 16:22
Belajar Fiqih Wanita Itu Penting. Mengapa?
Aini Aryani, Lc | Tue, 23 February 2016 11:27
Batasan Bolehnya Mencumbui Isteri Yang Sedang Haid
Aini Aryani, Lc | Thu, 3 December 2015 21:01
Masuk Waktu Shalat Tapi Belum Mengerjakan, Lalu Keluar Darah Haid. Wajibkah Mengqadha
Aini Aryani, Lc | Tue, 10 November 2015 22:11
Bolehkah Ayah Biologis Menikahi Puterinya dari Hasil Zina?
Aini Aryani, Lc | Fri, 30 October 2015 18:35
Sikap Suami-Isteri Yang Syari Tapi Tidak Patut
Aini Aryani, Lc | Mon, 14 September 2015 00:24
Siapa Keluarga Istri yang Jadi Mahram Bagi Suaminya?
Aini Aryani, Lc | Mon, 13 July 2015 07:22
Berzina Menjadikannya Mahram Dengan Ibunya?
Aini Aryani, Lc | Mon, 8 June 2015 09:41
Batasan Aurat Wanita Bagi Mahramnya
Aini Aryani, Lc | Tue, 5 May 2015 11:12
Hamil, Dicerai, Lalu Keguguran. Selesaikah Iddahnya?
Aini Aryani, Lc | Thu, 30 April 2015 17:18
Nifas Lebih Dari 60 Hari, Apakah Jadi Haid Atau Istihadlah?
Aini Aryani, Lc | Tue, 21 April 2015 17:54
Apakah Suara Wanita Termasuk Aurat?
Aini Aryani, Lc | Thu, 1 May 2014 05:59
Belum Qadha' Puasa Tapi Sudah Datang Ramadhan Berikutnya
Aini Aryani, Lc | Thu, 10 April 2014 05:18
Wanita Hamil & Menyusui : Qadha Atau Fidyah?
Aini Aryani, Lc | Wed, 9 April 2014 05:17
Al-Muzani dan At-Thabary Membolehkan Wanita Mengimami Laki-laki, Benarkah?
Aini Aryani, Lc | Tue, 8 April 2014 01:17
Darah Terputus-putus; Antara Haid & Istihadlah
Aini Aryani, Lc | Mon, 7 April 2014 06:32
Halal Haram Menyambung Rambut
Aini Aryani, Lc | Sun, 6 April 2014 07:10
Denda Berhubungan Seksual Saat Haid
Aini Aryani, Lc | Sat, 5 April 2014 18:13
Islam Cenderung Patriarkal, Benarkah?
Aini Aryani, Lc | Thu, 3 April 2014 18:12
Masa Iddah, Istri Masih Berhak Dinafkahi?
Aini Aryani, Lc | Tue, 1 April 2014 18:11

Jadwal Shalat DKI Jakarta

2-6-2020
Subuh 04:36 | Zhuhur 11:52 | Ashar 15:14 | Maghrib 17:48 | Isya 19:00 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img