Imam Malik, Hadits Mursal dan Amal Ahli Madinah | rumahfiqih.com

Imam Malik, Hadits Mursal dan Amal Ahli Madinah

by : Ahmad Zarkasih, Lc
Tue 1 April 2014 02:06 | 5016 views | bagikan via

Masa pemalsuan hadits pun masih berbekas pengaruhnya sampai datang masanya Imam Malik bin Anas (179 H). cara yang dipakai untuk meminimalisir masuk haidts palsu ke dalam syariat ini pun sama seperti apa yang dilakukan oleh Imam Abu Hanifah dalam menangkalnya, yaitu dengan menerima hadits mursal dari para Imam Ahli Madinah yang masuk dalam kelompok 7 Ahli fiqih Madinah, yang ketika itu beberapa di antaranya menjadi penasehat khalifah harun Al-Rasyid.

Salah satu punggawanya ialah Imam Sa’id bin Al-Musayyib (94 H). Mengambil hadits mursal dari para Imam Ahli Madinah, tentu jauh lebih aman dibanding mengambil hadits yang tidak jelas berseliweran, khawatir tentunya kalau itu hadits palsu. Berbeda dengan hadits mursal ini yang memang diriwayatkan oleh mereka yang sudah terpercaya, yaitu para Ahli Fiqih Madinah. 

Imam Malik dan ‘Amal Ahli Madinah

Disamping hadits Mursal, yang masyhur dari madzhab Al-Maliki ini adalah penggunaannya terhadap ‘Amal Ahli Madinah sebagai sumber dalil dalam ibadah setelah Al-quran, Hadits Mutawatir, dan Ijma’.

Dan banyak dari beberapa kalangan yang mencibir ini, bahkan menghina Imam Malik meninggalkan hadits dan mendahulukan pekerjaan orang-orang yang tidak makshum (terjaga) sebagai landasan dalil. Ini aneh, bagaiamana Imam Malik yang disebut oleh para Ahli Hadits sebagai pemilik silsilah Al-Dzahabiyah (sanad emas) dalam hadits, (yaitu dari Imam Malik, dari Nafi’, dari Ibnu Umar) itu dikatakan meninggalkan hadits Nabi saw?

Tunggu dulu! Kita lihat kenapa Imam Malik lebih memilih pekrjaan penduduk madinah dibanding hadits? Hadits Ahad tepatnya. Yaitu hadits yang diriwayatkan oleh satu orang di setiap tingakatan sanadnya.

Kita lihat bahwa syariah itu dibangun secara menyeluruh oleh Nabi saw setelah beliau hijrah dari Mekkah ke Madinah. Jadi Madinah lah kota dimana syariah itu benar-benar dibangun dengan pondasi yang kuat. Maka setiap ibadah yang dilakukan oleh Nabi saw, pastilah itu dikerjakan di madinah (kebanyakan amal).

Karena Nabi saw adalah sumber syariah maka apa yang dilakukan oleh beliau saw menjadi syariah yang harus diikuti oleh orang muslim ketika itu, khususnya di Madinah. Dengan begitu, penduduk madinah sudah terbiasa dengan kebiasaan syariah sejak zaman Nabi sampai terus berlanjut ke masanya Imam Malik.

Maka ketika Imam Malik mendapati hadits ahad, yang diriwayatkan tunggal oleh setiap tingkatan sanadnya. Beliau menimbangnya dengan ‘Amal Ahli Madinah, apakah sejalan atau tidak? kalau bertentangan tentu ‘Amal Ahli Madinah lah yang dijalankan, bukan hadits Ahad tersebut. Kenapa?

‘Amal Ahli Madinah Lebih Kuat

Karena jalur periwayatan ‘Amal Ahli Madinah jauh lebih kuat, karena diriwayatkan oleh seluruh penduduk madinah yang jumlah sangat banyak sekali sampai kepada Nabi saw. Berbeda dengan hadits Ahad, yang hanya diriwwayatkan oleh satu orang di setiap tingkatannya. Mana yang lebih kuat satu orang atau satu negeri? Tentu satu negeri.

Tentu juga mengingat bahwa ketika masa itu masih ada beberapa pihak yang sering menyebarkan hadits palsu, dan hadits ahad sangat rentan terhadap masuknya pemalsuan dalam sanadnya, apalagi belum ada ketika itu istilah jarh wa ta’dil walaupun prkateknya sudah dilakukan tapi belum seketat masa-masa selanjutnya.

Berbeda dengan ‘Amal Ahli Madinah yang tidak mungkin dimasuki kepalsuan sebagaimana itu bisa masuk dalam sanad hadits. Karena itu lah beliau lebih prefer kepada pekerjaan penduduk madinah dibanding hadits ahad.

Yang dilakukannya ini tentu untuk melindungi syariah itu sendiri dari distorsi-dostorsi yang pasti merusak syariah dan kemurnian wahyu Allah swt.

Wallahu a’lam

Bagikan via

Baca Lainnya : Ahmad Zarkasih, Lc

Sanad Fiqih Imam Asy-Syafii (bag-1-masyayikh-hijaz)
22 May 2017, 09:30 | 4.196 views
Mencampuradukan Madzhab, Bolehkah?
24 January 2017, 04:39 | 8.527 views
Sanad Fiqih Imam Malik
10 January 2017, 04:36 | 4.406 views
Sanad Fiqih Imam Abu Hanifah
3 January 2017, 05:21 | 4.184 views
Madzhab, Apa dan Bagaimana?
27 December 2016, 05:20 | 4.352 views
Lebih Utama Tidak Berbeda
4 December 2016, 07:24 | 3.938 views
Saya Pilih Madzhab Apa?
23 July 2016, 05:33 | 5.730 views
Bermadzhab, Untuk Apa?
5 July 2016, 17:12 | 1.565 views
Mencatut Nama Qur'an dan Sunnah, Bukan Pekerjaan Ulama Salaf!
26 January 2016, 05:24 | 9.806 views
Sahabat Nabi SAW Tidak Bermadzhab, Benarkah?
25 January 2016, 05:43 | 7.634 views
Bermadzhab, Untuk Apa?
1 August 2015, 11:10 | 7.930 views
Bermadzhab, Untuk Apa?
15 January 2015, 16:40 | 15.393 views
Orang Awam Wajib Taqlid Kepada Ulama
8 December 2014, 00:00 | 9.016 views
Relativisme Kebenaran Dalam Fiqih
12 August 2014, 17:55 | 9.614 views
Madzhab Fiqih Yang Hilang [Bag. 1]
3 June 2014, 04:23 | 8.063 views
Semua Orang Mengaku Syafiiyah Karena Haditsnya Shahih?
20 May 2014, 11:27 | 15.200 views
Selain Madzhab Empat
2 May 2014, 16:37 | 9.741 views
Kenapa Imam Ahmad Punya Banyak Riwayat Fatwa?
22 April 2014, 14:24 | 5.714 views
Kenapa Imam Syafii Digelari Pembela Sunnah?
17 April 2014, 09:19 | 7.011 views
Ini Pendapatku, Bukan al-Quran dan Sunnah
6 April 2014, 17:09 | 8.661 views
Sebelum Imam Syafi'i, Imam Madzhab Tidak Punya Ushul?
4 April 2014, 09:13 | 6.256 views
Imam Abu Hanifah dan Imam Al-Baqir
3 April 2014, 02:08 | 5.832 views
Madzhab Fiqih Zaidiyah
2 April 2014, 02:07 | 10.200 views
Imam Malik, Hadits Mursal dan Amal Ahli Madinah
1 April 2014, 02:06 | 5.016 views
Imam Abu Hanifah dan Qiyas
31 March 2014, 02:05 | 4.474 views
Mengenal Madzhab-Madzhab Fiqih (Bag. 3)
30 March 2014, 02:04 | 4.730 views
Mengenal Madzhab-Madzhab Fiqih (Bag. 2)
29 March 2014, 02:04 | 4.924 views
Mengenal Madzhab-Madzhab Fiqih (Bag. 1)
28 March 2014, 02:03 | 6.465 views

total 877085 views