Raudhah 2 : Taman Fiqih | rumahfiqih.com

Raudhah 2 : Taman Fiqih

by : Sutomo Abu Nashr, Lc
Fri 12 December 2014 08:47 | 3183 views | bagikan via

Tidak sedikit para ulama yang memberikan judul kitab fiqih yang ditulisnya dengan nama taman. Namun tidak mudah juga untuk menemukan apa motivasi dibalik penamaan tersebut. Barangkali beberapa paragraf dalam raudhah 1 bisa memberikan sedikit jawaban atas pertanyaan itu. Dan para pembaca tentu saja sangat mungkin untuk bisa memperkirakan jawaban-jawaban yang lain.

    Yang jelas -meski tidak bisa disebut ijma-, kita semua sepakat bahwa taman itu tempat yang rindang nan indah. Disana seseorang bisa melepas segala macam bentuk kepenatan dalam hidupnya, menghilangkan rasa jenuh dan bosan. Bahkan di taman, inspirasi-inspirasi juga bisa lahir untuk berbagai tulisan. Dengan karakter taman yang demikian, -penamaan fiqih dengan sebutan taman- diharapkan agar fiqih itu tidak membosankan untuk dikaji, dipelajari bahkan dihafalkan. Karena dalam fiqih ada banyak sekali panduan kehidupan bagi insan-insan beriman agar tahu mana yang sah dan mana yang salah.

    Selain Raudhah al Thalibin karya Imam Nawawi -yang sudah disebutkan- sebagai representasi fiqih syafi’i, ada juga kitab fiqih syafi’i lain yang menggunakan nama taman sebagai judulnya. Yaitu kitab Raudh at Thalib. Kitab ini sebenarnya merupakan ikhtishar (ringkasan) dari kitab Raudhah at Thalibin Imam Nanawi itu. Pengarangnya yaitu Imam Al Muqri al Yamani tidak saja meringkas isinya namun juga meringkas nama kitabnya. Dari Raudhah at Thalibin menjadi Raudh at Thalib. Sebagaimana Syaikhul Islam Zakariya al Anshari yang meringkas Minhaj at Thalibin karya Imam Nawawi menjadi Manhaj at Thullab.

    Dalam madzhab hanbali, selain Raudhah an Nadzir karya Ushul Fiqih Imam Ibn Qudamah diatas, ada juga satu kitab fiqih Hanbali yang menggunakan kata taman sebagai judul kitabnya, yaitu kitab Ar Raudh al-Murbi’. Kitab ini adalah syarah atas kitab fiqih hanbali yang berjudul Zaad al Mustaqni’ karya Abu an Naja al Hajawi. Adapun penulis Ar Raudh al-Murbi’ sendiri adalah Imam Manshur al Buhuti.

    Seorang Faqih lain yang agaknya memiliki corak dzahiri cukup kental dalam pemikiran fiqihnya, juga menamai kitabnya dengan judul taman. Karya fiqihnya yang berjudul Ar Raudhah an Nadiyyah ini merupakan syarah atas sebuah kitab matan fiqih yang ditulis oleh seorang Imam yang -sedikit banyak- ada kecocokan dalam pemikiran fiqihnya. Kitab matan itu adalah Ad Durar al Bahiyyah karya Imam Syaukani.

    Sebenarnya Imam Syaukani sebagai penulis matannya juga telah menuliskan syarahnya bahkan hasyiyahnya. Namun, keinginan Syaikh Muhammad Siddiq khan Al Qinnauji -penulis Ar Raudhah an Nadiyyah- untuk mengemas syarah dan hasyiyah Imam Syaukani dalam satu kitab tersendiri akhirnya melahirkan syarah yang lain yaitu Ar Raudhah an Nadiyyah itu.

Bagikan via


Baca Lainnya :

Raudhah 1 : Sepenggal Kisah
22 August 2014, 08:51 | 4.050 views

total 691472 views