Rumah Fiqih Indonesia
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Ayat 1
وَالنَّازِعَاتِ غَرْقًا
Kemenag RI 2019
Demi (malaikat) yang mencabut (nyawa orang kafir) dengan keras, (Ref)
Ayat 2
وَالنَّاشِطَاتِ نَشْطًا
Kemenag RI 2019
demi (malaikat) yang mencabut (nyawa orang mukmin) dengan lemah lembut, (Ref)
Ayat 3
وَالسَّابِحَاتِ سَبْحًا
Kemenag RI 2019
demi (malaikat) yang cepat (menunaikan tugasnya) dengan mudah, (Ref)
Ayat 4
فَالسَّابِقَاتِ سَبْقًا
Kemenag RI 2019
(malaikat) yang bergegas (melaksanakan perintah Allah) dengan cepat, (Ref)
Ayat 5
فَالْمُدَبِّرَاتِ أَمْرًا
Kemenag RI 2019
dan (malaikat) yang mengatur urusan (dunia), ) (Ref)
Ayat 6
يَوْمَ تَرْجُفُ الرَّاجِفَةُ
Kemenag RI 2019
(kamu benar-benar akan dibangkitkan) pada hari ketika tiupan pertama mengguncang (alam semesta). (Ref)
Ayat 7
تَتْبَعُهَا الرَّادِفَةُ
Kemenag RI 2019
(Tiupan pertama) itu diiringi oleh tiupan kedua. (Ref)
Ayat 8
قُلُوبٌ يَوْمَئِذٍ وَاجِفَةٌ
Kemenag RI 2019
Hati manusia pada hari itu merasa sangat takut; (Ref)
Ayat 9
أَبْصَارُهَا خَاشِعَةٌ
Kemenag RI 2019
pandangannya tertunduk. (Ref)
Ayat 10
يَقُولُونَ أَإِنَّا لَمَرْدُودُونَ فِي الْحَافِرَةِ
Kemenag RI 2019
Mereka (di dunia) berkata, “Apakah kita benar-benar akan dikembalikan pada kehidupan yang semula? ) (Ref)
Ayat 11
أَإِذَا كُنَّا عِظَامًا نَخِرَةً
Kemenag RI 2019
Apabila kita telah menjadi tulang-belulang yang hancur, apakah kita (akan dibangkitkan juga)?” (Ref)
Ayat 12
قَالُوا تِلْكَ إِذًا كَرَّةٌ خَاسِرَةٌ
Kemenag RI 2019
Mereka berkata, “Kalau demikian, itu suatu pengembalian yang merugikan.” (Ref)
Ayat 13
فَإِنَّمَا هِيَ زَجْرَةٌ وَاحِدَةٌ
Kemenag RI 2019
(Jangan dianggap sulit,) pengembalian itu (dilakukan) hanyalah dengan sekali tiupan. (Ref)
Ayat 14
فَإِذَا هُمْ بِالسَّاهِرَةِ
Kemenag RI 2019
Seketika itu, mereka hidup kembali di bumi (yang baru). (Ref)
Ayat 15
هَلْ أَتَاكَ حَدِيثُ مُوسَىٰ
Kemenag RI 2019
Sudah sampaikah kepadamu (Nabi Muhammad) kisah Musa? (Ref)
Ayat 16
إِذْ نَادَاهُ رَبُّهُ بِالْوَادِ الْمُقَدَّسِ طُوًى
Kemenag RI 2019
(Ingatlah) ketika Tuhannya menyeru dia (Musa) di lembah suci, yaitu Lembah Tuwa, (Ref)
Ayat 17
اذْهَبْ إِلَىٰ فِرْعَوْنَ إِنَّهُ طَغَىٰ
Kemenag RI 2019
“Pergilah engkau kepada Fir‘aun! Sesungguhnya dia telah melampaui batas. (Ref)
Ayat 18
فَقُلْ هَلْ لَكَ إِلَىٰ أَنْ تَزَكَّىٰ
Kemenag RI 2019
Lalu, katakanlah (kepada Fir‘aun), ‘Adakah keinginanmu untuk menyucikan diri (dari kesesatan) (Ref)
Ayat 19
وَأَهْدِيَكَ إِلَىٰ رَبِّكَ فَتَخْشَىٰ
Kemenag RI 2019
dan aku akan menunjukimu ke (jalan) Tuhanmu agar engkau takut (kepada-Nya)?’” (Ref)
Ayat 20
فَأَرَاهُ الْآيَةَ الْكُبْرَىٰ
Kemenag RI 2019
Lalu, dia (Musa) memperlihatkan mukjizat yang besar kepadanya. (Ref)
Ayat 21
فَكَذَّبَ وَعَصَىٰ
Kemenag RI 2019
Akan tetapi, dia (Fir‘aun) mendustakan (kerasulan) dan mendurhakai (Allah). (Ref)
Ayat 22
ثُمَّ أَدْبَرَ يَسْعَىٰ
Kemenag RI 2019
Kemudian, dia berpaling seraya berusaha (menantang Musa). (Ref)
Ayat 23
فَحَشَرَ فَنَادَىٰ
Kemenag RI 2019
Maka, dia mengumpulkan (pembesar-pembesarnya), lalu berseru (memanggil kaumnya). (Ref)
Ayat 24
فَقَالَ أَنَا رَبُّكُمُ الْأَعْلَىٰ
Kemenag RI 2019
Dia berkata, “Akulah Tuhanmu yang paling tinggi.” (Ref)
Ayat 25
فَأَخَذَهُ اللَّهُ نَكَالَ الْآخِرَةِ وَالْأُولَىٰ
Kemenag RI 2019
Maka, Allah menghukumnya dengan azab di akhirat dan (siksaan) di dunia. (Ref)
Ayat 26
إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَعِبْرَةً لِمَنْ يَخْشَىٰ
Kemenag RI 2019
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang yang takut (kepada Allah). (Ref)
Ayat 27
أَأَنْتُمْ أَشَدُّ خَلْقًا أَمِ السَّمَاءُ ۚ بَنَاهَا
Kemenag RI 2019
Apakah penciptaan kamu yang lebih hebat ataukah langit yang telah dibangun-Nya? (Ref)
Ayat 28
رَفَعَ سَمْكَهَا فَسَوَّاهَا
Kemenag RI 2019
Dia telah meninggikan bangunannya, lalu menyempurnakannya. (Ref)
Ayat 29
وَأَغْطَشَ لَيْلَهَا وَأَخْرَجَ ضُحَاهَا
Kemenag RI 2019
Dia menjadikan malamnya (gelap gulita) dan menjadikan siangnya (terang benderang). (Ref)
Ayat 30
وَالْأَرْضَ بَعْدَ ذَٰلِكَ دَحَاهَا
Kemenag RI 2019
Setelah itu, bumi Dia hamparkan (untuk dihuni). (Ref)
Ayat 31
أَخْرَجَ مِنْهَا مَاءَهَا وَمَرْعَاهَا
Kemenag RI 2019
Darinya (bumi) Dia mengeluarkan air dan (menyediakan) tempat penggembalaan. (Ref)
Ayat 32
وَالْجِبَالَ أَرْسَاهَا
Kemenag RI 2019
Gunung-gunung Dia pancangkan dengan kukuh. (Ref)
Ayat 33
مَتَاعًا لَكُمْ وَلِأَنْعَامِكُمْ
Kemenag RI 2019
(Semua itu disediakan) untuk kesenanganmu dan hewan ternakmu. (Ref)
Ayat 34
فَإِذَا جَاءَتِ الطَّامَّةُ الْكُبْرَىٰ
Kemenag RI 2019
Maka, apabila malapetaka terbesar (hari Kiamat) telah datang, (Ref)
Ayat 35
يَوْمَ يَتَذَكَّرُ الْإِنْسَانُ مَا سَعَىٰ
Kemenag RI 2019
pada hari (itu) manusia teringat apa yang telah dikerjakannya (Ref)
Ayat 36
وَبُرِّزَتِ الْجَحِيمُ لِمَنْ يَرَىٰ
Kemenag RI 2019
dan (neraka) Jahim diperlihatkan dengan jelas kepada orang yang melihat(-nya). (Ref)
Ayat 37
فَأَمَّا مَنْ طَغَىٰ
Kemenag RI 2019
Adapun orang yang melampaui batas (Ref)
Ayat 38
وَآثَرَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا
Kemenag RI 2019
dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, (Ref)
Ayat 39
فَإِنَّ الْجَحِيمَ هِيَ الْمَأْوَىٰ
Kemenag RI 2019
sesungguhnya (neraka) Jahimlah tempat tinggal(-nya). (Ref)
Ayat 40
وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوَىٰ
Kemenag RI 2019
Adapun orang-orang yang takut pada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari (keinginan) hawa nafsunya, (Ref)
Ayat 41
فَإِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوَىٰ
Kemenag RI 2019
sesungguhnya surgalah tempat tinggal(-nya). (Ref)
Ayat 42
يَسْأَلُونَكَ عَنِ السَّاعَةِ أَيَّانَ مُرْسَاهَا
Kemenag RI 2019
Mereka (orang-orang kafir) bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang hari Kiamat, “Kapankah terjadinya?” (Ref)
Ayat 43
فِيمَ أَنْتَ مِنْ ذِكْرَاهَا
Kemenag RI 2019
Untuk apa engkau perlu menyebutkan (waktu)-nya? (Ref)
Ayat 44
إِلَىٰ رَبِّكَ مُنْتَهَاهَا
Kemenag RI 2019
Kepada Tuhanmulah (dikembalikan) kesudahan (ketentuan waktu)-nya. (Ref)
Ayat 45
إِنَّمَا أَنْتَ مُنْذِرُ مَنْ يَخْشَاهَا
Kemenag RI 2019
Engkau (Nabi Muhammad) hanyalah pemberi peringatan kepada siapa yang takut padanya (hari Kiamat). (Ref)
Ayat 46
كَأَنَّهُمْ يَوْمَ يَرَوْنَهَا لَمْ يَلْبَثُوا إِلَّا عَشِيَّةً أَوْ ضُحَاهَا
Kemenag RI 2019
Pada hari ketika melihatnya (hari Kiamat itu), mereka merasa seakan-akan hanya (sebentar) tinggal (di dunia) pada waktu petang atau pagi. (Ref)
Lompat ke: 12345678910111213141516171819202122232425262728293031323334353637383940414243444546