Kemenag RI 2019: Sesungguhnya orang-orang yang kufur itu sama saja bagi mereka, apakah engkau (Nabi Muhammad) beri peringatan atau tidak engkau beri peringatan, mereka tidak akan beriman.
Prof. Quraish Shihab: Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, apakah engkau (Nabi Muhammad saw.) beri peringatan atau tidak engkau beri peringatan, mereka tidak akan beriman.
HAMKA: Sesungguhnya, orang-orang yang tidak mau percaya, sama saja atas mereka, apakah engkau beri peringatan kepada mereka, ataupun tidak engkau beri peringatan, tetapi mereka tidaklah akan percaya.
Kemenag RI 2019: Allah telah mengunci hati dan pendengaran mereka. ) Pada penglihatan mereka ada penutup, dan bagi mereka azab yang sangat berat.
Prof. Quraish Shihab: Allah telah mengunci mati hati dan pendengaran mereka, dan pada penglihatan mereka ada penutup. Dan bagi mereka azab yang sangat besar.
HAMKA: Telah dimeterai oleh Allah atas hati mereka dan atas pendengaran mereka, dan atas penglihatan mereka ada penutup; dan bagi mereka adalah adzab yang besar.
Kemenag RI 2019: Di antara manusia ada yang berkata, “Kami beriman kepada Allah dan hari Akhir,” padahal sesungguhnya mereka itu bukanlah orang-orang mukmin.
Prof. Quraish Shihab: Di antara manusia ada yang mengatakan: “Kami telah beriman kepada Allah dan kepada Hari Kemudian,” padahal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang mukmin.
HAMKA: Dan sebagian dari manusia ada yang berkata, "Kami percaya kepada Allah dan Hari Kemudian," padahal tidaklah mereka itu orang-orang yang beriman.
Kemenag RI 2019: Mereka menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanyalah menipu diri sendiri tanpa mereka sadari.
Prof. Quraish Shihab: Mereka bermaksud dengan sungguh-sungguh menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu diri mereka sendiri, sedangkan mereka tidak menyadari.
HAMKA: Hendak mereka coba memperdayakan Allah dan orang-orang yang beriman, padahal tidak yang mereka perdayakan, kecuali diri mereka sendiri, dan tidaklah mereka rasakan.
Kemenag RI 2019: Dalam hati mereka ada penyakit, ) lalu Allah menambah penyakitnya dan mereka mendapat azab yang sangat pedih karena mereka selalu berdusta.
Prof. Quraish Shihab: Dalam hati mereka (ada) penyakit, maka Allah menambah (penyebab) penyakit mereka; dan bagi mereka siksa yang sangat pedih, disebabkan mereka dahulu selalu berdusta.
HAMKA: Di dalam hati mereka ada penyakit maka menambahlah Allah akan penyakit {lain). Dan, untuk mereka adalah adzab yang pedih dari sebab mereka telah berdusta.
Kemenag RI 2019: Apabila dikatakan kepada mereka, “Janganlah berbuat kerusakan di bumi,” ) mereka menjawab, “Sesungguhnya kami hanyalah orang-orang yang melakukan perbaikan.”
Prof. Quraish Shihab: Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Janganlah kamu membuat kerusakan di bumi,” mereka menjawab: “Sesungguhnya hanya kami-lah orang-orang yang selalu melakukan kebaikan dan perbaikan.”
HAMKA: Dan, apabila dikatakan kepada mereka, "Janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi." Mereka menjawab, "Tidak lain kerja kami hanyalah berbuat perbaikan."
Kemenag RI 2019: Ingatlah, sesungguhnya merekalah yang berbuat kerusakan, tetapi mereka tidak menyadari.
Prof. Quraish Shihab: Ingatlah, sesungguhnya mereka, (dan hanya) mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak menyadari.
HAMKA: Ketahuilah bahwa sesungguhnyalah mereka itu perusak-perusak, tetapi mereka tidak sadar.
Kemenag RI 2019: Apabila dikatakan kepada mereka, “Berimanlah kamu sebagaimana orang lain telah beriman,” mereka menjawab, “Apakah kami akan beriman seperti orang-orang yang picik akalnya itu beriman?” Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang picik akalnya, tetapi mereka tidak tahu.
Prof. Quraish Shihab: Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Berimanlah kamu sebagaimana orang-orang yang lain telah beriman,” mereka menjawab: “Akankah kami beriman sebagaimana orang-orang yang picik akalnya telah beriman?” Ingatlah, sesungguhnya mereka, (dan hanya) mereka itulah orang-orang yang picik, tetapi mereka tidak mengetahui.
HAMKA: Dan apabila dikatakan orang kepada mereka, "Berimanlah sebagaimana telah beriman manusia (lain)." Mereka menjawab, "Apakah kami akan beriman sebagaimana berimannya orang-orang yang bodoh-bodoh itu?" Ketahuilah, sesungguhnya mereka itulah yang bodoh-bodoh, tetapi mereka tidak tahu.
Kemenag RI 2019: Apabila mereka berjumpa dengan orang yang beriman, mereka berkata, “Kami telah beriman.” Akan tetapi apabila mereka menyendiri dengan setan-setan (para pemimpin) mereka, mereka berkata, “Sesungguhnya kami bersama kamu, kami hanya pengolok-olok.”
Prof. Quraish Shihab: Dan apabila mereka berjumpa (dengan) orang-orang yang beriman, mereka berkata, “Kami telah beriman.” Dan apabila mereka pergi menyendiri dengan setan-setan mereka, mereka mengatakan: “Sesungguhnya kami bersama kamu, sesungguhnya kami hanyalah pengolok-olok.”
HAMKA: Dan apabila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka berkata, "Kami ini telah beriman," dan apabila mereka telah sendiri dengan setan-setan mereka, mereka katakan, "Sesungguhnya, kami adalah ( tetap) bersama kamu, kami ini hanyalah mengolok-olokkan mereka itu.
Kemenag RI 2019: Allah akan memperolok-olokkan dan membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatan.
Prof. Quraish Shihab: Allah memperolok-olok mereka dan membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatan mereka.
HAMKA: Allah memperolok-olok mereka dan membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatan mereka.
Kemenag RI 2019: Mereka itulah orang-orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk. Maka, tidaklah beruntung perniagaannya dan mereka bukanlah orang-orang yang mendapatkan petunjuk.
Prof. Quraish Shihab: Mereka itulah orang-orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk, maka tidaklah beruntung perniagaan mereka dan bukanlah mereka orang-orang yang mendapat petunjuk.
HAMKA: Mereka itulah orang-orang yang telah membeli kesesatan dengan petunjuk; sebab itu, tidaklah berlaba perniagaan mereka dan tidaklah mereka dapat pimpinan.