Haramkah Dapat Pinjaman dari Perusahaan? | rumahfiqih.com

Haramkah Dapat Pinjaman dari Perusahaan?

Fri 13 April 2007 03:58 | Muamalat > Hutang | 6.051 views

Pertanyaan :

Assalamualaikum wr wb.

Saya mendapat pinjaman dari perusahaan untuk perumahan, memang ada hitungan bunganya tapi kalo dibandingkan dengan bank konvesional maupun dengan bank syariah cicilan per bulannya jauh sangat rendah sehingga sangat membantu saya untuk memiliki sebuah rumah. Bagaimana sebaiknya Pak Ustad?

Terima kasih

Wassalam

Jawaban :

Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA

Islam adalah agama solusi, bukan agama penghambat. Tidak ada masalah di dalam kehidupan ini yang tidak bisa diselesaikan dengan cantik dalam syariah Islam.

Kebutuhan anda untuk dapat pinjaman tentu sangat dipahami oleh syariah Islam. Dan justru Islam selalu memberikan jalan keluar dari setiap permasalahan ekonomi manusia.

Kalau pun Islam mengharamkan bunga, bukan berarti Islam ingin membuat hidup manusia semakin sulit, juga bukan ingin ekonomi kita semakin sempit. Sebaliknya, ketika mengharakan riba, Islam menginginkan keadilan, kemudahan, kepercayaan dan juga persaudaraan.

Namun karena sistem ekonomi kita sejak awal sudah terkontaminasi dengan praktek ribawi, maka ada semacam kesan di dalam alam bawah sadar bahwa riba itu seolah sulit dihapus, mustahil dihindari dan juga tidak mungkin dielakkan. Sayangnya, tidak sedikit dari umat Islam yang secara tidak sadar terbawa arus pemikiran ini.

Padahal, setiap orang tahu bahwa riba adalah sesuatu yang merugikan, bahkan termasuk biang keladi dari kehancuran ekonomi bangsa.

Akad Mempengaruhi Hukum

Suatu hal yang sering luput dari perhatian kita adalah masalah akad muamalat Sering kali kita terjebak dengan tujuan, tapi lupa dengan halal haram pada akadnya. Meski tujuannya baik, tetapi kalau akadnya akad yang telah ditetapkan keharamannya, maka seharusnya kita cari bentuk akad-akad lainnya.

Toh, yang penting tujuannya tercapai. yaitu memiliki rumah. Maka mengapa tidak diupayakan akadnya saja yang disesuaikan. Dan di dalam syariah Islam ada banyak pilihan akad yang halal tapi tetap memberi sousi.

Misalnya akad murabahah, mudharabah, bai' bits-tsaman ajil, bahkan sampai kepada rahn (gadai). Semuanya bisa dimainkan dan jadi solusi, demi terhindar dari akad ribawi.

Untuk mendapatkan rumah, anda bisa menggunakan akad kredit yang sesuai syariah. Di mana harga rumah itu dibayarkan oleh pihak ketiga. Lalu anda membeli dari pihak ketiga secara mengangsur dengan nilai harga yang telah dimark-up. Cara ini halal 100% selama harga mark-up itu sudah disepakati kedua belah pihak dan tidak diubah lagi.

Cara lainnya adalah dengan menggunakan sistem pinjaman dengan jaminan (rahn). Di mana anda meminjam uang tanpa bunga namun anda harus mengagunkan harta lain dan dititipkan kepada pihak yang memberi pinjaman. Pihak yang memberi pinjaman uang kepada anda tidak boleh memungut bunga dari anda, tetapi boleh memungut biaya penitipan harta anda. Dari situlah dia mendapat keuntungan.

Sistem ini 100% halal dan dibenarkan dalam syariat Islam, dikenal dengan transaksi gadai (rahn). Dan masih banyak lagi model yang belum kami sebutkan, namun hukumnya halal dan bisa jadi solusi cerdas.

Seandainya setiap muslim mau sedikit belajar tentang ilmu syariah, khususnya fiqih muamalah, mungkin kita akan terhindar dari transaksi haram. Semoga Allah SWT memberikan kemudahan kepada kita untuk menjalankan roba kehidupan ini dengan cara-cara yang dibenarkan-Nya.

Wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc


Baca Lainnya :

Lelaki dengan 2 Mantan Isteri
13 April 2007, 02:21 | Mawaris > kadar bagian ahli waris | 6.434 views
Apa Hukumnya Wanita Tidak Khitan
12 April 2007, 00:48 | Wanita > Khitan | 8.134 views
Bagaimanakah Walimah yang Dicontohkan Nabi
11 April 2007, 04:04 | Pernikahan > Walimah | 6.684 views
Benarkah Maulid Nabi Bukan dari Madzhab Syafi'i?
10 April 2007, 05:13 | Kontemporer > Perspektif Islam | 10.273 views
Pulang ke Jakarta, Masihkah Boleh Jama' Qashar?
10 April 2007, 05:01 | Shalat > Shalat Jama | 6.642 views
Ereksi Saat Shalat
10 April 2007, 02:29 | Shalat > Yang Membatalkan Shalat | 7.747 views
Ucapan 'amin' dari Mana Asalnya?
9 April 2007, 08:48 | Shalat > Bacaan Shalat | 6.737 views
Apakah Kita Harus Mengikuti Mazhab?
4 April 2007, 23:05 | Ushul Fiqih > Mazhab | 7.167 views
Niat Mandi Junub dan Tata Caranya
4 April 2007, 22:09 | Thaharah > Mandi Janabah | 11.194 views
Apakah Kutubussittah Sudah Ditakhrij?
4 April 2007, 02:54 | Hadits > Musthalah Hadits | 11.359 views
Sikap Keras kepada Pelaku Bid'ah
3 April 2007, 23:19 | Umum > Bidah | 7.795 views
Haramkah Lukisan Gambar Nabi SAW
3 April 2007, 05:13 | Kontemporer > Hukum | 5.919 views
Ulang Tahun Perusahaan, Bid'ahkah?
3 April 2007, 02:28 | Kontemporer > Bidah | 9.075 views
Rokok: Halal atau Haram?
2 April 2007, 22:47 | Kontemporer > Hukum | 8.407 views
Kedudukan Orang Non Muslim di Akhirat
2 April 2007, 00:38 | Aqidah > Surga Neraka | 6.819 views
Tasawuf Vs Ilmu Ghaib
2 April 2007, 00:36 | Aqidah > Aliran-aliran | 9.690 views
Sholat Berjama'ah dengan Imam Orang Syi'ah
31 March 2007, 23:39 | Aqidah > Aliran-aliran | 9.415 views
Cara Menafsirkan Qur'an
29 March 2007, 03:57 | Al-Quran > Tafsir | 7.156 views
Fenomena Tulisan Allah Akhir-Akhir Ini
29 March 2007, 03:25 | Kontemporer > Fenomena sosial | 8.226 views
Larangan Sewaktu Junub
29 March 2007, 02:33 | Thaharah > Hadats | 7.531 views

TOTAL : 2.296 tanya-jawab | 45,409,466 views

KATEGORI

Jadwal Shalat DKI Jakarta

29-9-2021
Subuh 04:23 | Zhuhur 11:45 | Ashar 14:52 | Maghrib 17:51 | Isya 18:58 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Pustaka | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih