Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Mengenai Kalimat "Kekasih Allah", Apakah Termasuk Berlebihan? | rumahfiqih.com

Mengenai Kalimat "Kekasih Allah", Apakah Termasuk Berlebihan?

Mon 8 May 2006 03:51 | Umum | 5.385 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamulaikum wr wb,
Ustad yang semoga dirahmati Allah, sebelumnya saya ucapkan terima kasih karena pertannyaan saya sebelumnya sudah di jawab oleh Ustad. Ada satu pikiran yang cukup mengganjal buat saya, ketika membaca pertanyaan tentang "Ya Rabbi bil Musthafa, Apa Hukumnya?"
Yaitu di dalam jawaban ustad yang saya kutip, "Bukankah saudara-saudara kita yang Nasrani, ketika menjadikan Nabi Isa as. sebagai tuhan, awalnya berangkat dari rasa cinta yang dalam, namun salah dalam bentuk ekspresinya...."


Yang jadi pertanyaan adalah dikalangan umat (Islam) dikenal bahwa Rasulullah Saw itu adalah KEKASIH ALLAH, sedangkan kita tahu bahwa Allah itu Tuhan yang Esa. Saya agak sedikit khawatir kalau kita termasuk yang bersifat berlebihan-lebihan, sama seperti mereka (Nasrani).

Terima kasih sebelumnya Ustad.
Wasalam

Asep Suryadi

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Lafadz habibullah seringkali dimaknai dengan sederhana menjadi kekasih Allah. Istilah kekasih dalam pengertian istilah umum seringkali bermakna pasangan pra nikah atau pacar. Tentunya kalau makna kekasih seperti ini yang dimaksud, tidak bisa dibenarkan. Karena Allah SWT tentu tidak pacaran atau pun juga tidak punya pasangan.

Lafadz habibullah lebih tepat dimaknai sebagai orang yang dicintai oleh Allah, meski agak panjang namun lebih selamat dari kesalahan interpretasi. Dan cinta dari Allah tidak terkesan sebagaimana kasih sayang pasangan asmara.

Perbedaan nyata yang lain bahwa bila Allah SWT mencintai salah satu hamba-Nya, maka cinta-Nya itu tidak mengalangiNya untuk mencintai hamba yang lain-Nya. Berbeda dengan kasih asmara yang cintanya terbatas pada orang tertentu. Bila pada saat yang bersamaan, ada dua orang yang dicintai, pelakunya dianggap mengkhianati cinta.

Sedangkan cinta Allah kepada hamba-Nya -termasuk Rasulullah SAW- tidak menjadikan Allah tersekutukan dengan makhluk. Juga tidak membuat Allah SWT jadi mirip dengan makhluk.

Sifat Allah yang mencintaihamba-Nya telah ditetapkan di dalam Al-Quran Al-Kariem dalam banyak kesempatan. Ada banyak kriteria dan sifat hamba-hamba-Nya yang secara tegas menjadi sebab bagi Allah SWT untuk mencintainya. Di antaranya:

1. Allah Mencintai Orang Muhsin

Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang muhsin (QS. Al-Baqarah:195)

2. Allah Mencintai Orang Yang Bertaubat dan Mensucikan Diri

Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan mencintai orang-orang yang mensucikan diri. (QS. Al-Baqrah:222)

3. Allah Mencintai Orang Yang Bertaqwa

Maka sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertakwa. (QS. Ali Imran: 76)

4. Allah Mencintai Orang Yang Sabar

Allah mencintai orang-orang yang sabar (QS. Ali Imran: 146)

5. Allah Mencintai Orang Yang Bertawakkal

Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya. (QS. Ali Imran:159)

6. Allah Mencintai Orang Yang Adil

Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang adil. (QS. Al-Maidah: 42)

7. Allah Mencintai Orang Yang Berperang di Jalan-Nya

Sesungguhnya Allah mencintai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh. (QS. Ash-Shaff:4)

8. Allah Mencintai Generasi Islam yang Spesifik

Hai orang-orang yang beriman, barang siapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mu'min, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas, lagi Maha Mengetahui. (QS. Al-Maidah: 54)

Kalau kita buka hadits-hadits nabawiyah, kita pun mendapatkan lebih banyak lagi kriteria hamba yang Allah cintai. Dan cinta Allah SWT itu terbatas kepada Rasulullah SAW saja, namun juga kepada banyak orang yang memenuhi kriteria.

Dan tentunya, khusus untuk Rasulullah SAW, ada level kecintaan Allah SWT tersendiri yang lebih spesifik. Sehingga wajar pula bila salah satu julukan beliau adalah habibullah, yaitu orang yang dicintai Allah. Maka tidak salah bila kita menyapa beliau dengan julukan ini. Tidak ada unsur melebih-lebihkan dalam hal ini.

Wallahu a'lam bish-shawab, Wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Program Saving Plan (Dana Pensiun)
5 May 2006, 06:19 | Muamalat | 5.699 views
Kedudukan Qaul Shahabi dan Rukyatun Nabi
5 May 2006, 04:45 | Ushul Fiqih | 7.472 views
Kisah-kisah Israiliyat?
5 May 2006, 04:45 | Umum | 12.776 views
Apakah Harta Yang Dihibahkan Melebihi 1/3 Dari Total Harta Yang Dimiliki Itu, Sah Menurut Syariat Islam?
4 May 2006, 09:51 | Mawaris | 8.272 views
Bisakah Mengaji Lewat MP3 Player?
4 May 2006, 05:37 | Kontemporer | 4.672 views
Benarkah Rasulullah Terbuat dari Cahaya?
4 May 2006, 05:32 | Aqidah | 6.502 views
Masalah Bagi Hasil Sawah (Muzara'ah)
1 May 2006, 00:29 | Muamalat | 9.518 views
Operasi Face Off
1 May 2006, 00:23 | Kontemporer | 5.715 views
Bagaimana Hukumnya Marsmallow
28 April 2006, 07:39 | Kuliner | 6.561 views
Nyekar dengan Membawa Bunga
28 April 2006, 07:20 | Umum | 6.059 views
Shalat di Awal Waktu di Kendaraan atau diAkhir Waktu di Rumah, Mana yang Lebih Utama?
28 April 2006, 07:17 | Shalat | 5.705 views
Pilihan Menjama' Sholat atau Sholat di Kendaraan
27 April 2006, 06:36 | Shalat | 8.320 views
Senjata Pemusnah Massal (Senjata Nuklir, Biologi, Kimia)
27 April 2006, 04:08 | Kontemporer | 6.123 views
Mahram Muabbad dan Mahram Ghoiru Mauabbad
27 April 2006, 02:20 | Nikah | 62.207 views
Rumah Tusuk Sate
26 April 2006, 05:41 | Aqidah | 7.168 views
Menjamak Dua Salat Fardu
25 April 2006, 08:51 | Shalat | 5.392 views
Keutamaan Mengantar Jenazah dan Aturannya
25 April 2006, 03:29 | Umum | 6.716 views
Sistem Memberi Upah dalam Islam
23 April 2006, 06:22 | Muamalat | 5.537 views
Lebih Utama Jadi Imam Shalat atau Mengumandangkan Adzan?
23 April 2006, 06:19 | Shalat | 6.233 views
Adakah Kewajiban Menzakati Uang dari Jamsostek yang Belum Diterima?
21 April 2006, 04:31 | Zakat | 5.401 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 39,261,504 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

10-12-2019
Subuh 04:08 | Zhuhur 11:47 | Ashar 15:14 | Maghrib 18:04 | Isya 19:17 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img